Minggu, 17 Agustus 2008

Awas Psikopat di Sekitar Kita!

AKHIR-akhir ini, kita dikejutkan oleh maraknya berbagai tindak kriminal yang membuat dulu kuduk berdiri. Mulai dari pembunuhan berantai hingga pembunuhan dengan memotong seluruh bagian tubuh atau kerap disebut mutilasi.

Banyaknya kasus kriminal yang dapat dikategorikan sebagai sadis tersebut tentu memunculkan ketakutan, rasa horor bagi banyak orang. Apalagi dalam beberapa kasus, pelakunya yang sering disebut sebagai psikopat, tak tampak sebagai orang yang sadis dari penampilan luarnya.

Tindak kriminal yang dilakukannya pun seringkali tersimpan relatif lama bahkan dari anggota keluarga terdekat seperti misalnya dalam kasus yang terjadi pada Ryan. Artinya, sangat mungkin saat ini masih banyak orang dengan potensi besar melakukan berbagai tindakan yang membahayakan ini. Hanya saja kehadirannya belum bisa dikenali secara jelas. Lalu seperti apakah sosok psikopat tersebut?

Unik
Menurut APA (dalam Port. 2007) dan Lynn (2008), ada beberapa karakter umum dari orang yang mengalami gangguan psikopat yang seringkali disamakan dengan gangguan kepribadian antisosial. Karakter tersebut adalah kurang memiliki empati dan kesadaran diri terkait kehadiran orang lain, kesulitan mengontrol keinginan/impulsif, dan sering berperilaku manipulatif. Mereka ini tidak tahu bagaimana merasa bersalah.

Semua hal yang dilakukan hanya bertujuan untuk memenuhi apa yang diinginkannya, tidak peduli jika hal itu berarti harus melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, berbuat curang, berbohong, bahkan membunuh.

Celakanya, Karakter-karakter tersebut ternyata tidak jelas terlihat dari penampilan luar. Para psikopat umumnya justru memiliki penampilan luar yang menarik dan memiliki tingkat inteligensi yang relatif tinggi. Penampilan menarik dan kemampuan memanipulasi perilaku karena didukung inteligensi yang baik inilah yang membuat para psikopat relatif mudah malang melintang di sekitar kita tanpa kita menyadarinya.

Dalam banyak kasus, masyarakat bahkan dapat saja ”terpikat” dengan penampilan luar para psikopat ini hingga mengabaikan akibat buruk dari tindak kejahatan yang dilakukannya. Bahkan para ahli jiwa pun seringkali mengalami kesulitan untuk mengidentifikasinya (Lynn.2008).

Sigmund Freud juga membicarakan fenomena ini ketika membahas mengenai penyesatan superego (mewakili moral masyarakat) oleh id (mewakili keinginan impulsif). Di sini, tindakan tidak bermoral menjadi sulit diidentifikasi bahkan justru dilegalkan oleh kelihaian individu dalam mencari cara memenuhi keinginan impulsifnya.

Mengapa menjadi Psikopat
Seperti halnya beberapa gangguan psikologis lain, sangat sulit mencari penyebab pasti seseorang menjadi psikopat. Ada banyak faktor yang mendorong munculnya gangguan ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Faktor biologi
Blair, dkk dalam LaBrode (2007) meneliti adanya kemungkinan faktor biologis yang menyebabkan seseorang menjadi psikopat. Faktor biologi yang dimaksud di sini adalah tidak/kurang berfungsinya prefrontal cortex dan Amygdala di bagian otak sehingga menyebabkan individu tidak memiliki beberapa kemampuan antara lain belajar dari lingkungan (pada akhirnya sulit membedakan baik dan buruk) dan melakukan respon takut (sulit mengalami ketakutan ketika melakukan perbuatan yang melanggar norma). Individu semacam ini akan sulit merasakan perasaan bersalah dan juga sulit untuk ikut merasakan kesakitan dari orang yang disakitinya.

2. Faktor lingkungan
Faktor yang paling menentukan adalah ketika individu tumbuh dalam keluarganya. Munculnya beberapa permasalahan dalam keluarga seperti tidak diajarkannya anak untuk memiliki kemampuan sosial (empati, memahami orang lain, dll) perceraian orang tua dan kekerasan pada anak dapat mendorong munculnya pribadi psikopat.

LaBrode (2007) mengungkapkan kasus para pembunuh berantai yang ternyata pada masa kecilnya mengalami kejadian-kejadian tidak menyenangkan dan cenderung traumatis. Para pembunuh berantai ini memiliki sejarah antara lain kekerasan fisik dan seksual pada masa kanak-kanak dan kehilangan pengasuhan dan kelekatan sehat dengan orang tua terutama ibu.

Kejahatan yang dituduhkan kepada Ryan mungkin pada akhirnya terbongkar dan terlihat jelas. Akan tetapi, saat ini, masih banyak lagi kejahatan yang berlangsung begitu tersembunyi oleh kelihaian pelakunya melakukan manipulasi sehingga sulit dilihat oleh masyarakat banyak namun sebenarnya memberi akibat yang jauh lebih merusak. Meskipun disebabkan oleh banyak faktor, kita dapat meminimalkan kengerian ini dengan belajar dan mengajarkan cinta dan kemampuan sosial lainnya mulai dalam keluarga kita masing-masing.

Gizi Buruk Ancam 4 Juta Anak Indonesia

Sebanyak 4 juta anak Indonesia yang menderita kurang gizi terancam jatuh derajadnya ke gizi buruk, jika tidak mendapat penanganan menurut semestinya. Masalahnya, dari 700.000 penderita gizi buruk, kemampuan pemerintah menangani hanya 39.000 anak gizi buruk per tahun. Kondisi ini menjadi ancaman karena dari 250.000 Posyandu yang ada, tidak lebih dari 50 persen yang masih aktif. Demikian benang merah yang dikemukakan ahli gizi anak dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ali Khomsan MS dan Tim Ahli Anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Tb Rachmat Sentika, Senin (11/8) di Jakarta.

Ali Khomsan mengatakan, akar masalah yang menyebabkan tingginya angka anak yang menderita kurang gizi, yang mencapai 4 juta, adalah kemiskinan. Jika tidak ditangani, secara sporadis kasus kurang gizi akan semakin bertambah. Bahkan, yang berstatus kurang gizi bisa jatuh ke derajad gizi buruk. Masalah ini, bukan hanya menjadi tanggung jawab departemen kesehatan, tetapi pemerintah secara keseluruhan.

Akibat kemiskinan, anak-anak makan seadanya dan dominan karbohidrat. Bukti kurang gizi berkepanjangan bisa dicermati dari kondisi fisik anak, di mana anak balita posturnya pendek mencapai berkisar 25,8 persen sampai 34,3 persen dari jumlah balita yang ada.

Kemudian, Posyandu perlu direvitalisasi. Tak cukup hanya sebatas lip service, tapi harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Misalnya kualitas kader posyandu perlu ditingkatkan, terutama soal pengetahuan tentang gizi. Kenyataan, pengetahuan gizi kader Posyandu umumnya rendah. Apalagi mereka kurang dihargai, dianggap sebagai kerja sukarela.

Senada dengan itu, Rachmat Sentika mengatakan, kualitas asupan gizi balita di Indonesia memprihatinkan. Penyebabnya asupan gizi yang kurang dan perubahan pola asuh keluarga yang tidak terpantau baik. " Dari 250.000 Posyandu yang ada, tidak lebih dari 50 persen yang masih aktif. Berarti cakupan pengendalian kualitas gizi balita di Indonesia tidak lebih dari 50 persen. Dampaknya, probalitas terjadinya gizi buruk sangat tinggi," ujarnya.

Menurut Rachmat, hal mendesak yang harus segera dilakukan adalah operasi sadar gizi dan keluarga berkualitas secara swadaya. Pastikan KMS, KIA, PMT, tenaga dokter, bidan, kader tersedia dan Posyandu berjalan untuk seluruh bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur. Pastikan Desa Siaga.

" Timbang seluruh balita tanpa kecuali, tetapkan status gizinya, laporkan secara berjenjang dengan jujur. Penderita gizi buruk atau di bawah garis merah segera lakukan reelementasi dengan PMT pemulihan di fasilitas kesehatan terdekat. Gizi buruk yang sudah mendapat pemulihan dikembalikan ke masyarakat melalui kader posyandu, bidan desa, dan puskesmas," paparnya.

Dua Tahun Pertama

Ali Khomsan mengungkapkan, masa-masa penting dalam pertumbuhan bayi adalah dua tahun pertama. Sel otak anak sampai usia 2 tahun akan berkembang baik jika mendapat asupan gizi yang baik pula. Jika mengalami gizi buruk pada usia di bawah 2 tahun, maka perkembangan kecerdasannya akan terganggu. Walaupun diberi asupan gizi, misalnya, sehingga sampai usia 5 tahun tumbuh normal, misalnya, maka di balita tetap berpotensi kurang cerdas.

"Fase cepat tumbuh otak mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan. Otak tumbuh selama balita. Ketika lahir jumlah sel otak 66 persen, dengan bobot total 27 persen," katanya. Tentang angka kecukupan gizi jenis calsium 800-1200 mg. Kontribusi dairy products (AS) 400 mg Ca, kontribusi susu (Indonesia) hanya 23 mg Ca.

Menurut organisasi pangan dunia FAO, masyarakat Indonesia mengongsumsi susu rata-rata sembilan liter setiap tahun per kapita, tertinggal jauh disbanding Malaysia 25,4 liter, Singapura 32 liter, bahkan Vietnam 10,7 liter, dan Philipina 11,3 liter. Rendahnya konsumsi susu di Indonesia, menurut Ali Khomsan, disebabkan banyak faktor. Salah satunya adalah pemahaman yang rendah tentang pentingnya susu bagi kesehatan.

45 Mitos dan Fakta Seputar ASI

Kekhawatiran bahwa menyusui akan menyebabkan payudara kendur, hanyalah sebuah mitos yang tak terbukti kebenarannya. Presenter Sophie Navita, yang menyusui kedua anaknya mengatakan, mitos tersebut tidak benar. Payudara kendur, kata Sophie, karena kehamilan yang menyebabkan perubahan hormon.
"Payudara memble, itu karena hamil dan perubahan hormon bukan karena menyusui. Kalau nggak mau memble, ya jangan hamil," ujar Sophie dalam Obrolan Santai "Kembali ke ASI, Sebuah Pilihan Bijak", di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8) sore.
Dalam sebuah buku panduan yang diperbanyak oleh World Vision Indonesia, disebutkan 45 mitos dan fakta tentang ASI. Ingin tahu? Inilah mitos (M) dan fakta (F) tersebut
*M : Menyusui menyebabkan payudara kendur. F : Payudara kendur disebabkan oleh bertambahnya usia dan kehamilan.
*M : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu. F : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.
*M : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui. F : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting.
*M : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi. F : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.
*M : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi. F : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh. F : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh. F : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja. F : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
*M : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi. F : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.
*M : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi. F : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.
*M : Pisang dapat membersihkan usus bayi. F : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.
*M : Susu formula sama baiknya dengan ASI. F : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.
*M : Susu formula membuat bayi lebih sehat. F : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.
*M : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI. F : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.
*M : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi. F : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.
*M : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2x24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2x24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu. F : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.
*M : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar. F : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.
*M : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang. F : Bayi menangis belum tentu lapar.
*M : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI. F : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran. F : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI. F : Ketika sakita, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.
*M : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya. F : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.
*M : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring. F : Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.
*M : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui. F : Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.
*M : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan. F : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga. F : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi. F : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.
*M : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri. F : Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.
*M : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan. F : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.
*M : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya. F : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.
*M : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir. F : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.
*M : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis. F : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.
*M : Bayi menangis, pasti karena lapar. F : Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.
*M : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain. F : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar.
*M : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih. F : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.
*M : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong. F : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.
*M : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri. F : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.
*M : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
*M : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan IMD.
*M : Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir. F : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.
*M : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir. F : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.
*M : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar. F : Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.
*M : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI. F : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.

Peminum ASI Kolesterolnya Lebih Baik

MEMBERIKAN air susu ibu (ASI) sebagai makanan utama adalah keputusan terbaik untuk bayi di awal masa pertumbuhannya. Selain membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, ASI akan membuat anak tumbuh lebih cerdas dan sehat. Tepatnya, ASI akan menormalkan kolesterol.

Di antara sekian banyak manfaatnya bagi bayi, sebuah penelitian terbaru di AS mengindikasikan bahwa ASI dapat mempengaruhi pembentukan sistem metabolisme lemak dalam darah. Seperti dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition, pemberian ASI semasa bayi akan membuat seseorang tumbuh lebih sehat saat karena kadar kolesterolnya cenderung lebih baik saat mencapai usia dewasa.

Kesimpulan ini merupakan hasil analsis dan kajian data 17 riset melibatkan 17 ribu partisipan yang memperoleh ASI maupun susu formula. Kajian riset ini, kata peneliti, pada intinya memberi rekomendasi bahwa paparan terhadap ASI secara dini berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa.

“Oleh karena ada bukti substansial bahwa ASI menyediakan manfaat dan proteksi kesehatan jangka panjang, pemberian ASI sebaiknya diutamakan apabila memungkinkan,” ungkap para peneliti seperti dikutip WebMD.

Dari hasil analisis terungkap, para partisipan dari tujuh penelitian yang mendapat ASI secara ekslusif tercatat memiliki kadar kolesterol yang sedikit lebih rendah pada masa dewasa dibandingkan mereka yang hanya mendapatkan susu formula.

Dalam tinjauan penelitian sebelumnya, para ahli juga menemukan bahwa kadar kolesterol darah tercatat lebih tinggi pada bayi-bayi yang diberikan ASI ketimbang bayi yang mendaparkan susu formula. Ketika menginjak usia kanak-kanak, kadar kolesterol pada kedua kelompok ini tidak menunjukkan perbedaan.

“Penemuan ini membawa kami pada sebuah hipotesa bahwa paparan sejak dini terhadap ASI yang mengandung kolesterol tinggi mungkin dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol jangka panjang ,” kata peneliti.

Kajian riset ini didasarkan atas data-data dari 17 studi observasi yang mencatat apakah partisipan mendapatkan ASI atau susu formula dan juga menjalani pengukuran kadar kolesterol saat menginjak usia dewasa. Data diambil dari sekitar 17.000 partisipan -- 12.890 di antaranya mendapat ASI dan 4.608 lainnya meminum susus formula. Penelitian juga memperhitungkan faktor lain seperti status sosial ekonomi, indeks masa tubuh, usia dan kebiasaan merokok.

Alasan mengapa pemberian ASI menyebabkan rendahnya kadar kolesterol saat dewasa, kata para ahli, adalah tingginya kandungan kolesterol dalam ASI kemungkinan dapat memicu perubahan fisiologis yang mempengaruhi sintesis kolesterol. Namun begitu, peneliti juga menekankan bahwa faktor lain seperti perbedaan gaya hidup antara orang dewasa yang semasa kecilnya mendapat ASI atau susu formula, mungkin juga berperan.

Masih Banyak Anak Terancam Rokok

Industri rokok di Indonesia kini makin menjerat anak-anak dan remaja melalui berbagai strategi marketing seperti iklan, promosi, sponsorship, point of sales hingga Corporate Social Responsibility yang mereka lakukan.

Komisi Nasional Perlindungan Anak menyatakan bahwa iklan, promosi dan sponsorship rokok mengancam hak hidup anak. Oleh karena itu iklan, promosi dan sponsorship rokok harus dilarang, kata Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi saat audiensi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa (12/8).

Komnas Perlindungan Anak diterima oleh Ketua MUI H. Amidhan, H.Nazri Adlani (Ketua), KH. Khalil Ridwan, Dr. Yunahar Ilyas, Prof. Amir Syarifuddin, Prof. Dr. Hj. khuzaerah, Dr. Anuar Abbas (Sekretaris), Dra. Hj. Wedya Safitri (Sekretaris).

Selain itu, Komnas Perlindungan Anak juga mendorong peran serta masyarakat, dalam hal ini MUI untuk segera mengeluarkan fatwa MUI yang menyatakan jika tembakau atau rokok adalah haram untuk melindungi anak-anak Indonesia dari dampak yang lebih buruk lagi.

Industri rokok mengeluarkan dana hampir Rp 1,6 trilyun untuk menjual rokok produksi mereka lewat iklan, promosi dan sponsorship. Ini tidak sebanding dengan pengeluaran negara untuk memberi layanan kesehatan bagi masyarakat akibat merokok melalui program Askeskin yakni Rp 167 trilyun pada tahun 2005.

Berdasarkan hasil pantauan Komnas Perlindungan Anak, iklan yang disponsori perusahaan rokok telah berada dimana-mana. Iklan itu masuk pada wilayah-wilayah perlintasan yang dilalui oleh anak-anak.

Hal ini terpapar dalam hasil penelitian Keterpajanan remaja terhadap iklan dan kegiatan yang disponsori industri rokok , meliputi 99,7 persen remaja melihat iklan rokok di televisi, 87,7 persen remaja melihat iklan rokok di media luar rua ng, 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di koran dan majalah, 81 persen remaja pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok.

Menanggapi hal itu, MUI meminta komnas Perlindungan Anak untuk membuat MoU (kesepahaman) antara MUI dan Komnas Anak yang mengatur tentang perlunya tindakan perlindungan bagi anak dari bahaya tembakau atau rokok.

Berdasarkan kesepahaman tersebut, MUI akan membahas urgensi adanya Fatwa MUI yang menyatakan jika tembakau/rokok adalah haram dalam Ijtima' (Kongres Nasional MUI) yang direncanakan akan dilangsungkan pada akhir tahun ini.

MUI mendorong dan mendukung lembaga-lembaga terkait lainnya agar bisa melakukan hal serupa sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap upaya perlindungan anak (khususnya perlindungan anak dari bahaya dampak tembakau/rokok).

Kenapa Wanita Lebih Kebal Terhadap Hipertensi?

PENYAKIT tekanan darah tinggi atau hipertensi umumnya jarang dialami para wanita pada usia produktif. Data prevalensi pada berbagai kelompok usia menunjukkan, kalangan pria yang justru lebih banyak mengidap penyakit ini terutama usia antara 20 hingga 50 tahun.

Namun ketika usia sudah memasuki 50 tahun, wanita justru harus mulai lebih waspada dengan ancaman penyakit yang kerap disebut silent killer ini. Karena ketika wanita mulai mengalami masa menopause, prevalensi hipertensi justru lebih banyak didominasi kaum Hawa.

Lalu apa gerangan yang membuat wanita di usia muda terlindung dari hipertensi, sedangkan pada masa lanjut usia mereka jsutru menjadi lebih rentan?

Dr. Suhardjono, SpPD-KGH,KGer dari Divisi Nefrlogi-Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, menuturkan meskipun prevalensi hipertensi pada wanita usia muda terbilang rendah bukan berarti mereka dapat terlindungi selamanya dari penyakit ini. Risiko kaum hawa makin meningkat saat aktivitas hormon menurun saat menopause.

"Wanita itu sangat dipengaruhi beberapa hormon termasuk hormon estrogen, progesteron. Hormon ini melindungi wanita dari hipertensi dan komplikasinya termasuk penebalan dinding pembuluh darah atau aterosklerosis. Pada usia produktif 30-40 tahun, kasus serangan jantung pada wanita boleh dikatakan jarang sekali, tetapi pada pria kasusnya justru meningkat ," ungkap Dr. Suhardjono dalam media edukasi "Kepatuhan Minum Obat Selamatkan Anda" di Jakarta, Rabu (13/8).

Namun setelah masa menopause, lanjut Dr Suhardjono, efek perlindungan yang diberikan hormon mulai hilang, seiring cepatnya penurunan kadar hormon pada wanita. "Hal ini terjadi karena ada perbedaan fisiologis dan biologis antara pria dan wanita," imbuhnya.

Setelah menopause, wanita harus mewaspadai terhadap hipertensi serta penyakit kardiovaskuler lainnya yang akan berkembang cepat. "Pada masa menopause, wanita kemudian akan menyusul pria dalam hal memburuknya kondisi berkaitan dengan pembuluh darah. Pembuluh darah mereka lebih kaku, lebih gampang menyumbat," tambahnya.

Hipertensi adalah suatu peningkatan tensi darah dalam arteri yang menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi, yang dibawa darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, di mana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.

Cumbuan Maut Tak Perlu Jadi Ahli Pijat

SEJAK peradaban manusia dimulai, kebiasaan memijat tubuh menjadi sebuah repertoar erotis tersendiri. Berabad-abad lamanya banyak orang dalam beragam kebudayaan di seluruh dunia menikmatinya. Ini adalah cara terbaik memperlakukan seseorang pada sahabatnya. Dapat juga dilakukan bergantian.

Banyak ahli pijat menyebutkan bahwa teknik sentuhan yang menjadi dasar pijat bisa dianggap sebagai sebuah cara bercumbu. Dan memang seni menyentuh pantas dipelajari agar kita mampu menjadi “pencinta” sejati sehingga pasangan kita pun akan merem melek (Jawa, artinya mengalami kenikmatan yang luar biasa) dibuatnya.

Karena itu, setelah menjalani hari-hari panjang yang melelahkan setiap hari, sakit kepala, bahu pegal dan tegang, otot-otot kaki mengencang keras, pijatan menjadi sebuah sarana yang luar biasa dahsyat untuk menyelesaikan semua itu. Kita bahkan tidak perlu melepaskan baju atau pakaian untuk bisa menikmatinya saat tangan pasangan memulai pijat kepala, leher, dan pundak.

Bagi pasangan suami istri, sentuhan ini merupakan sarana untuk bisa bercengkerama dan menikmati kebersamaan meski pada akhirnya tidak bisa dipungkiri akan membawa mereka pada hubungan seks. Tangan-tangan ahli dan terampil para ahli kecantikan dapat membuat wajah yang melelahkan menjadi segar kembali.

Perawat rambut di salon pun demikian. Pijatan pada kepala saat mengeramas rambut menjadi bagian yang pantas dinikmati. Juga ibu yang sedang menidurkan si jabang bayi. Sentuhan membuat sang bayi terlelap.

Lebih dari itu, dalam dunia olahraga, pijatan mencegah terjadinya cedera otot. Sementara di rumah sakit, sirkulasi darah dilancarkan. Namun, kita tidak perlu menjadi seterampil para ahli dalam memijat. Cukup menyentuh saja. Lakukan dengan lembut. Ini adalah teknik yang paling sederhana.

Anda bahkan dapat membuat sentuhan ini seerotis mungkin. Sekali Anda menerapkan teknik sederhana ini, seluruh pengalaman yang luar biasa selanjutnya akan Anda rasakan.

Jadi:

  • Pijat adalah sebuah jalan setapak untuk Anda agar bisa menikmati kembali relasi dengan pasangan saat sudah mulai terasa hambar. Barangkali Anda bisa menikmati kebersamaan sepanjang waktu setelah Anda lelah bekerja atau mengasuh anak.
  • Dari pada berselingkuh, pijat yang bisa dilakukan oleh pasangan memberi kesempatan bagi Anda untuk menikmati getaran rasa, sensasi fisik erotis yang bisa dibagikan satu sama lain.