Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juli 2014

Dampak Poligami pada Kesehatan Istri yang Dimadu

Peristiwa terakhir adanya pejabat yang diduga melakukan poligami saat menjadi pejabat membuat saya tergelitik untuk mencoba melakukan review dampak poligami bagi kesehatan.

Saya sendiri belum pernah melakukan survei seputar permasalahan ini dan belum mendapatkan penelitian dari Indonesia yang telah dipublikasi secara internasional. Tetapi dalam praktek sehari-hari sebagai seorang dokter ternyata masalah keluarga bisa menjadi pencetus seseorang mengalami gangguan kesehatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah ini yang bisa saya kerjakan adalah mencari bukti klinis tentang masalah poligami ini dengan kesehatan. Untuk itu saya melakukan penelusuran melalui ‘PUBMED” salah satu situs ternama yang digunakan secara luas untuk mengetahui penelitian yang telah dikerjakan dan dipublikasi pada berbagai jurnal ternama.

Untuk penelusuran mengenai poligami ini saya menggunakan keyword “Polygamous married”. Surprised! Ternyata ada beberapa penelitian yang melihat dampak poligami pada berbagai permasalahan kesehatan khususnya bagi istri pertama. Saya membatasi diri untuk membuka jurnal terakhir saja dan bentuk artikelnya sebuah artikel penelitian.

Menarik apa yang saya dapati dari penelusuran tentang penelitian seputar praktek poligami tersebut. Ternyata sudah ada penelitian tentang hal ini pada orang-orang yang mengalami poligami di negara-negara Afrika, Asia, terutama negara-negara Arab dan bahkan yang menarik lagi bahwa di era globalisasi ini praktek poligami juga terjadi di Amerika dan Eropa.

Kenapa seseorang pria melakukan poligami? Satu penelitian dari Nigeria melaporkan 5 alasan kenapa seseorang melakukan praktek poligami antara lain ingin memiliki anak yang lebih banyak, meningkatkan prestise dimata teman atau kelompoknya, meningkatkan status dalam masyarakatnya, menambah anggota keluarga untuk melakukan pekerjaan, misal dalam bidang pertanian dan terakhir untuk memuaskan dorongan seksualnya.

Bagaimana dengan di Indonesia? Berbagai alasan yang muncul jika kita tanya kepada teman atau kolega yang melakukan poligami, mereka menjawab untuk menyalurkan keinginan seksualnya dari pada berhubungan dengan wanita tunasusila dan tidak halal, lebih baik menikah lagi dan halal yang penting bisa berlaku “adil”. Saya membatasi diri tidak akan membahas masalah “adil” ini lebih lanjut karena sudah masuk ranah agama.

Gangguan jiwa

Hal yang sering kita dengar dalam perbincangan poligami seputar kita adalah pernyataan “wanita mana yang mau dimadu?” Dan pada akhirnya memang ada juga wanita yang mau dimadu ketika suaminya dengan berbagai alasan minta izin untuk menikah lagi.

Berbagai penelitian yang dilakukan antara lain yang saya baca melaporkan poligami dari Syria, Palestina, Turki, Jordan, Kuwait mendapatkan bahwa istri pertama akan mempunyai masalah psikosial, keluarga dan masalah ekonomi yang lebih besar dibandingan pada wanita dalam perkawinan monogami.

Penelitian yang dilakukan Al-Krenawi pada wanita Syria mendapatkan bahwa wanita yang mengalami poligami mengalami penurunan kepuasan hidup dan kepuasan perkawinan. Para wanita yang mengalami poligami akan mengalami masalah gangguan jiwa yang berdampak juga buat kesehatannya.

Mereka lebih mudah jatuh dalam depresi, gangguan psikosomatik, mudah mengalami kecemasan dan juga bisa mengalami paranoid. Tetapi secara umum fungsi keluarga wanita yang mengalami poligami ternyata tidak ada perbedaan dengan wanita monogami. Penelitian ini dilakukan di Syria dan di publikasi pada World Journal Psychiatry tahun 2013.

Penelitian lain yang dilakukan di Jordania juga mendapatkan hal yang sama bahwa wanita yang mengalami poligami akan merasa rendah diri, menjadi tidak berharga, mengalami gangguan psikosomatik dan gangguan somatisasi. Jika ditanyakan apakah mereka yang mengalami poligami setuju mengalami poligami mereka umumnya setuju berbeda dengan wanita yang monogami mereka tidak setuju untuk dipoligami.

Penelitian di Turki yang juga membandingkan kehidupan wanita yang dipoligami dan monogami mendapatkan bahwa wanita yang dipoligami ternyata lebih mudah mengalami gangguan kejiwaan, lebih mudah mengalami stress dibandingan wanita yang dipoligami. Berbagai penelurusan artikel ilmiah ini mendapatkan bahwa memang akhirnya para istri yang dimadu akan lebih mudah mengalami gangguan kesehatan dibandingkan dengan wanita yang tidak dimadu.

Kadang kala memang wanita memilih untuk dicerai dari pada dimadu tetapi pertanyaannya apakah wanita yang tidak bersuami lebih sehat dibandingan dengan wanita yang perkawinannya tidak memuaskan misal karena dimadu.

Satu survei yang dilakukan oleh Chung dan Kim dari Universitas Yonsei Korea Selatan dan baru saja dipublikasi beberapa hari lalu di Jurnal PlosOne melihat hubungan antara perkawinan dan kepuasan perkawinan dengan kesehatan. Ternyata pasangan yang puas dalam perkawinannya akan lebih sehat dari pada seseorang yang belum menikah.

Tetapi seseorang yang menikah dan tidak puas dengan perkawinannya mempunyai permasalahan kesehatan yang sama dengan orang yang tidak menikah. Hal inilah yang menghasilkan kesimpulkan bahwa kepuasan perkawinan merupakan hal yang penting untuk kesehatan dibandingkan perkawinan itu sendiri. Survei besar ini melibatkan 8.538 orang dari China, Jepang, Taiwan dan Korea dan dipubliksi di jurnal PlosOne bulan Agustus 2014.

Kembali lagi akhirnya menjadi buah simalakama buat seseorang yang dimadu: tetap meneruskan perkawinan dan dimadu atau minta bercerai dari pada dimadu. Keputusan yang diambil sama-sama akan membawa dampak buat kesehatan mereka.

Akhirnya apa yang saya sampaikan ini merupakan hasil penelitian di luar negeri, budaya kita berbeda dengan budaya Asia timur maupun masyarakat Arab. Tentu perlu penelitian dengan responden orang Indonesia untuk menjawab apakah para istri yang dimadu di Indonesia juga mempunyai permasalahan kesehatan yang sama dengan para wanita yang dimadu dari negara lain yang telah saya ungkapkan diatas.

Rabu, 27 Juni 2012

7 Tanda Anak Mencintai Anda

Siapa bilang bayi dan balita tidak bisa mengekspresikan rasa cinta mereka pada kedua orangtuanya? Ini dia cara mereka mengungkapkan rasa cintanya.

1. Bayi menatap mata Anda

Ketika bayi sedang menatap mata Anda, sebenarnya ia sedang berusaha keras mengingat wajah Anda. Tak ada hal lain yang ia pahami tentang dunia ini, tetapi ia menyadari bahwa kehadiran Anda penting untuknya.

2. Bayi selalu memikirkan Anda

Ketika si kecil berusia sekitar 8-12 bulan, ia akan mulai mencari-cari saat Anda tidak ada dan langsung tersenyum saat Anda kembali.

3. Balita Anda tantrum

Semua amukan dan tangisannya jangan diartikan sebagai ia tak lagi mencintai Anda. Ia tidak akan sedemikian marah jika ia tidak memercayai Anda sepenuhnya.

4. Ia selalu mencari Anda saat sedih

Andalah orang pertama yang ia cari saat ia terjatuh atau bersedih. Anak-anak di usianya mungkin belum mengerti makna "aku mencintaimu", tetapi tindakan mereka berbicara lebih keras daripada kata-kata.

5. Si kecil memberikan hadiah

Orangtua mana yang tidak bahagia menerima hadiah dari balita mereka, entah itu berupa bunga yang ia petik di pinggir jalan atau hasil pekerjaannya mewarnai.

6. Si kecil mencari perhatian

Di usia pra-sekolah, si kecil sudah mulai bersikap kooperatif dan ia akan selalu berusaha untuk membuat kedua orangtua terkesan. "Lihatlah aku" akan selalu sering Anda dengar di usianya saat ini.

7. Ia menceritakan rahasianya

Berbahagialah jika si kecil di usia sekolah selalu bercerita kepada Anda, termasuk tentang hal-hal yang membuatnya malu. Itu berarti ia memercayai Anda, meski ia sering menolak dipeluk atau dicium di depan orang lain.

Sabtu, 23 Juni 2012

Berpetualang Meningkatkan Rasa Bahagia

Berlibur ke tempat-tempat wisata kini menjadi pilihan banyak orang untuk melepaskan diri dari kesibukan dan menyegarkan pikiran. Namun, jika Anda ingin rasa bahagia lebih tinggi, pergilah melancong atau berpetualang.

Pengalaman tak terlupakan yang kita dapatkan dari traveling ke tempat-tempat baru ternyata memberikan rasa kepuasan yang lebih besar daripada jika kita berlibur ke tempat mewah atau menonton konser agar orang lain terkesan.

"Ketika seseorang mengeluarkan uang untuk melakukan sesuatu supaya orang lain terkesan, itu akan mengurangi rasa kepuasan," kata Ryan Howell, asisten profesor bidang psikologi dari San Francisco State University.

Howell melakukan survei terhadap 241 orang dan menemukan bahwa mereka yang mengeluarkan uang untuk melakukan pengalaman baru yang sesuai dengan minat merasakan kepuasan lebih. Orang-orang tersebut pada akhirnya akan merasa lebih kompeten dan tidak kesepian.

"Pertanyaan yang harus ditanyakan pada diri sendiri adalah alasan kita mengeluarkan uang. Motivasi pribadi itu akan mempengaruhi rasa bahagia," katanya.

Berlibur seharusnya membuat tubuh dan pikiran kembali prima. Jadi, jangan sampai uang yang disisihkan untuk mendanai liburan malah tidak memberikan pengalaman apa-apa.

Senin, 21 Mei 2012

Pertengkaran Orangtua Lukai Emosi Anak

Teriakan, pintu yang dibanting, hingga aksi saling mendiamkan, yang kerap mewarnai pertengkaran pasangan rumah tangga ternyata bisa melukai emosi anak dan berdampak jangka panjang.

Anak-anak usia balita yang tinggal dengan kedua orangtua yang sering terlibat percekcokan akan tumbuh menjadi anak yang secara emosional tidak aman sehingga mereka rentan depresi, menderita kecemasan, dan mengalami gangguan perilaku di usia sekolah dasar. Perkembangan konsep diri juga bisa terganggu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development membuktikan hal tersebut. Penelitian dilakukan terhadap 235 orang dari keluarga kelas menengah di beberapa wilayah di Amerika Serikat. Para responden responden diwawancara mengenai pertengkaran orangtua ketika mereka masih bersekolah di TK. Kemudian 7 tahun kemudian mereka diwawancara kembali.

Menurut anak-anak tersebut, ketika mereka masih duduk di bangku TK dan menyaksikan orangtua sering bertengkar, mereka merasa tidak aman dan kurang terlindungi. Mereka juga mengaku merasa sengsara dengan pertengkaran itu. Sebagian besar anak yang orangtuanya tidak akur itu juga cenderung lebih agresif dan mudah marah.

Yang menarik, ternyata tidak semua konflik rumah tangga itu menyebabkan masalah pada anak. Jika orangtua bisa berkonflik secara dewasa, mampu menahan diri untuk tidak saling berteriak atau melakukan aksi kekerasan, pengaruh pertengkaran itu tidak negatif.

"Masalah terjadi setiap hari. Namun jika orangtua bisa bekerjasama menyelesaikannya serta menampilkan emosi yang positif saat berkonflik, hasilnya justru positif bagi anak," kata ketua peneliti E.Mark Cummings, profesor psikologi dari Universitas Notre Dame.

Dengan kata lain, perbedaan pendapat antar suami istri yang bisa diselesaikan secara baik justru akan mengubah cara pandang anak terhadap suatu konflik.

Ditambahkan oleh Cummings, untuk membantu anak memiliki kematangan emosi yang baik, kuncinya justru bukan membesarkan mereka dalam keluarga yang steril dari konflik. Orangtua seharusnya mampu memberi contoh pada anak bagaimana mengendalikan emosi untuk "bertengkar" secara adil dan menyelesaikan konflik dengan dewasa.

"Bertengkar adalah hal yang normal dalam rumah tangga. Tapi orangtua harus sadar bahwa anak-anak mereka melihat dan mendengarkan," katanya.

Kamis, 05 April 2012

Jangan Biasakan Memukul Anak

Para orang tua sebaiknya menghindari kekerasan ketika hendak memberikan nasihat atau teguran pada anak. Sebuah riset terbaru mengindikasikan, menampar atau memukul anak sebagai hukuman atas kesalahannya dapat meningkatkan risiko gangguan mental di kemudian hari.

Para peneliti mengatakan, beberapa orang dewasa, yang ketika masa kanak-kanak mendapatkan hukuman fisik dari orangtua mereka, sebanyak 2-7 persen terdignosis mengalami kasus gangguan mental - termasuk depresi berat, gangguan kecemasan dan paranoia.

Risiko gangguan mental juga rentan diderita orang yang semasa kecilnya mendapatkan penganiayaan, seperti misalnya kekerasan fisik atau seksual, atau pengabaian emosional. Temuan ini dipublikasikan pada 2 Juli 2012 dalam journal Pediatrics.

Hasil temuan ini sekaligus mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa hukuman fisik pada anak dapat menyebabkan kesehatan mental yang buruk di masa dewasa, termasuk peningkatan risiko depresi, pikiran bunuh diri dan penyalahgunaan alkohol.

Peneliti berpendapat  bahwa dengan menghilangkan semua hukuman fisik pada anak, akan dapat mengurangi prevalensi gangguan mental.

Memukul anak suatu hal yang wajar
Hukuman fisik terhadap anak-anak sampai saat ini masih kontroversial, dan praktek ini ditentang oleh American Academy of Pediatrics. Namun faktanya, hampir 50 persen orang dewasa AS mengaku mereka pernah mengalami hukuman fisik saat masih anak-anak, seperti didorong atau dipukul.

Dalam studi baru, Tracie Afifi beserta rekanya dari University of Manitoba di Kanada, menganalisis informasi dari lebih 34.600 orang dewasa AS usia 20 tahun dan lebih tua, yang disurvei antara tahun 2004-2005.

Masing-masing peserta diberikan pertanyaan, "Sebagai anak seberapa sering Anda pernah di dorong, ditarik, di tampar atau dipukul oleh orangtua Anda atau orang dewasa yang tinggal di rumah Anda?"

Sekitar 6 persen dari peserta mengaku bahwa mereka mengalami berbagai bentuk hukuman fisik dalam intensitas yang beragam yakni jarang, cukup sering, atau sangat sering di masa kecil.

Hasil analisa menunjukkan, partisipan yang mengalami hukuman fisik, 59 persen lebih mungkin untuk memiliki ketergantungan alkohol, 41 persen lebih rentan mengalami depresi dan 24 persen lebih mungkin mempunyai gangguan panik, dibandingkan dengan partisipan yang tidak menerima hukuman fisik.

Alternatif hukuman


Peneliti mengungkapkan, orang tua dan dokter harus menyadari hubungan ini. Harus ada suatu kebijakan yang fokus untuk mengurangi hukuman fisik pada anak. Peneliti berpendapat, masih ada cara lain selain dengan kekerasan untuk menegur anak, seperti misalnya dengan penguatan perilaku positif.

Meski ada hubungan antara kekerasan pada anak dan risiko gangguan mental di kemudian hari, tetapi peneliti menegaskan, temuan ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.
Penelitian ini juga mengatakan bahwa penelitian ini dibatasi beberapa hal, seperti misalnya peserta diminta untuk mengingat pengalaman masa kecil mereka, yang mungkin tidak sepenuhnya akurat, meskipun penelitian menunjukkan orang bisa mengingat kejadian negatif di masa kecil juga.

Selasa, 28 Februari 2012

Anak Balita Lebih Bahagia Memberi daripada Menerima

Mengajarkan anak balita berbagi akan membantunya mengembangkan keterampilan sosial dan mencegah sifat egois. Bahkan, si kecil juga sebenarnya lebih bahagia memberi daripada menerima.

Tim yang terdiri dari tiga psikolog dari University of British Columbia di Kanada mengungkapkan, anak berusia kurang dari dua tahun pun sudah bisa diajari pentingnya berbagi. Mereka juga lebih suka memberi benda miliknya.

"Orang dewasa sering berasumsi bahwa secara alamiah anak balita egois. Namun dari pengamatan yang kami lakukan sebenarnya mereka lebih bahagia jika memberi," kata Ketua Peneliti, Lara Aknin.

Penelitian tersebut dan juga penelitian lain yang dilakukan terhadap orang dewasa secara konsisten menunjukkan bahwa rasa bahagia dari kegiatan memberi telah berakar secara alamiah dalam diri setiap manusia.

Senin, 16 Januari 2012

3 Hal yang Memengaruhi Kebahagiaan

Setiap orang pasti ingin mendapatkan suatu kebahagiaan dalam hidup. Tetapi sayangnya tidak semua orang bisa merasakannya karena berbagai hambatan. Padahal, kebahagiaan tidak hanya membuat pikiran menjadi rileks, tapi juga sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan.

Dr. Taufiq Pasiak, Kepala Devisi Neurosains/ Neuroanatomi Departemen Anatomi-Histologi, Fakultas UNiversitas Sam Ratulangi Manado, mengatakan bahwa terdapat hubungan sangat erat antara kebahagiaan, spiritualitas dan otak.

"Kebahagiaan bisa membuat orang hidup lebih lama, survival (mampu bertahan), dan mengurangi angka kesakitan," katanya, saat acara seminar Healthy Brain for Healthy Life, di MRCCC Siloam Semanggi, Sabtu, (14/1/2012).

Taufiq menerangkan bahwa ada tiga faktor yang bisa mempengaruhi kebahagiaan seseorang seperti dijelaskan dibawah ini:

1. Intentional activity

Aktivitas keseharian menyumbang 50 persen kebahagiaan. Artinya, setiap orang harus bisa hidup berdampingan dengan orang lain dalam suatu hubungan yang bernilai. Bergaul, berteman, mengunjungi keluarga, silaturahmi, merupakan salah salah satu bentuk kegiatan yang dapat menaikkan tingkat kebahagiaan seseorang. "Bangsa kita ini sebenarnya bangsa gotong royong. Nilai positif untuk menaikkan level kebahagiaan sudah ada, tapi kurang di eksplorrer dengan baik", katanya.

2. Faktor genetik

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa kebahagiaan itu sebenaranya dapat diturunkan alias genetik. Menurut taufiq, seseorang yang memiliki keluarga bahagia, maka dia mempunyai peluang lebih besar untuk bahagia ketimbang orang dengan keluarga yang tidak bahagia. "Bukan kebahagiaannya yang diturunkan, tetapi peluang menjadi bahagia. Jadi ciptakan keluarga yang bahagia, karena itu peluang untuk menciptakan anak yang bahagia," katanya.

3. Bersyukur

Status sosial atau kedudukan seseorang di masyarakat rupanya bukanlah faktor terbesar yang berkontribusi terhadap kebahagiaan, karena pengaruhnya hanya 10 persen. Bahkan lanjut Taufiq, kekayaan hanya memiliki korelasi rendah dengan tingkat kebahagiaan. "Yang paling penting seseorang harus banyak bersyukur terhadap apa yang dia miliki," katanya.

Selasa, 18 November 2008

Trauma Masa Kecil dan Masa Depan Anak

BANYAK perempuan bertahan dan mempertahankan perkawinannya karena pertimbangan akan masa depan anak, walaupun dari perkawinan itu sendiri perempuan tidak memperoleh haknya akan kebahagiaan diri.

Sampai hari ini, setelah hidup bersama sebagai istri selama 27 tahun, saya tidak pernah merasakan apa arti hidup bahagia.

Memang dari segi materi dapat dikatakan cukup berlimpah, tetapi dari segi mental saya benar-benar terpuruk. Kecuali perlakuannya terhadap saya, suami saya pun tidak peduli akan kebutuhan kehangatan kasih yang saya dambakan. Kalaupun saya bertahan dalam perkawinan ini hanyalah karena ketiga anak saya.

Suami saya memang pengusaha yang berhasil, tetapi dia sangat egois dan kalau bicara atau berkomentar seenak sendiri, sama sekali tidak memerhatikan perasaan orang lain, apalagi terhadap saya dan anak-anak. Yang amat saya sesali adalah dia begitu kejam terhadap anak laki-laki nomor satu. Sejak sekitar usia dua tahun setengah kalau anak nakal (yang sebetulnya kenakalan biasa atau agak rewel saat tidak enak badan), maka tanpa segan anak disabet dengan lidi sampai badannya bilur-bilur. Saat anak itu sekitar usia tiga tahun, tiba-tiba anak itu menjerit menangis keras dengan suara ketakutan. Waktu itu saya sedang menyusui adiknya yang baru usia tiga minggu. Saya bergegas bangun untuk melihat apa yang terjadi, Bu.

Anak itu disiram air dan sedang diangkat akan dimasukkan ke bak mandi. Hal itu terjadi pada sekitar pukul tujuh malam. Ia rewel karena mengantuk dan suami saya terganggu konsentrasinya, sementara dia sedang menyelesaikan pembukuan perusahaan kami.

Anak itu langsung saya rebut dari tangannya. Saya sedih, Ibu, karena sejak saat itu anak pertama saya tersebut takut sekali bila didekati ayahnya.

Apalagi saat anak menjelang remaja, semakin kejam pula cara ayahnya menghukum. Anak disuruh berdiri menghadap tembok dan dipukul dengan ikat pinggang beberapa kali, sambil dicaci maki dengan kata-kata kasar, seperti anak bodoh, goblok, tolol.

Sedih saya, Bu, bila mengingat bagaimana anak saya dihukum ayahnya. Sebenarnya saat suami saya sedang tenang, saya sering menyarankan untuk tidak menghukum anak pertamanya dengan cara kejam seperti itu, tetapi dia selalu berdalih bahwa tanpa digembleng dengan keras dan kejam seperti itu, anak itu akan manja dan tidak bisa kerja.

Akibat hukuman tersebut, anak saya jadi pendiam, kurang berani, kurang inisiatif. Kecuali itu, rupanya diam-diam anak tersebut juga dendam terhadap ayahnya sehingga sampai saat ini (usia 26 tahun) selalu menghindarkan diri dari komunikasi dengan ayahnya.

Ia pun sama sekali tidak tertarik dengan perusahaan ayahnya. Saya khawatir, karena siapa lagi yang akan menggantikan ayahnya meneruskan perusahaan yang sudah sedemikian besar bila bukan anak itu. Saya bingung, tetapi tidak tahu mau berbuat apa, sementara semakin tua karakter suami saya semakin tidak menyenangkan.” Demikianlah keluhan Ny D (53).

Analisis

Dari ungkapan Ny D, sebenarnya ada dua masalah yang diutarakan. Yang pertama adalah masalah kehidupan perkawinannya yang sama sekali tidak membuat Ny D merasa bahagia karena cara suaminya berkomunikasi tidak membuatnya merasa nyaman, bahkan sering merasa terpojok dan terdiam seribu basa.

Persoalan kedua adalah masalah anak sulungnya yang sangat membenci ayahnya dan menghindari komunikasi dengan ayahnya, padahal dialah satu-satunya pewaris perusahaan keluarga di kemudian hari karena kedua anak lainnya perempuan.

Pola asuh yang diterapkan Tn D terhadap anaknya adalah dominan, otoriter, keras, dan kejam. Anak akan menderita pengalaman traumatis oleh perlakuan ayah dan menyisakan luka batin mendalam.

Ada dua kemungkinan sikap mental eksesif yang akan berkembang oleh pengalaman traumatis masa kecil anak:

(1). Bila pada dasarnya anak berwatak keras, ia pun kelak akan meniru dan menjadikan karakter ayahnya sebagai bagian dari dirinya. Ia akan menjadi orang yang berkepribadian dominan, keras, bahkan sadis-agresif dan tidak mampu berkompromi dengan lingkungan.

(2). Bila pada dasarnya dia berwatak lemah, ia akan menjadi berkepribadian submisif, cenderung menempatkan diri di bawah otoritas orang lain, tidak berani berkata ”tidak” (tidak asertif), terkesan menunggu inisiatif orang lain, bahkan tidak berani mengambil keputusan, baik bagi lingkungannya maupun bagi dirinya sendiri.

Apa pun reaksi eksesifnya, kedua peluang perkembangan kepribadian yang eksesif tersebut tetap akan menyisakan rasa dendam kesumat, kebencian yang intens terhadap ayahnya.

Perbedaannya, pada reaksi eksesif yang pertama, dendam kesumat dimunculkan dalam perilaku agresif-sadistis pada lingkungan. Anak akan dengan mudah terpicu mengungkap reaksi agresif yang terkadang destruktif.

Sementara reaksi eksesif yang kedua muncul dalam bentuk sikap tidak berani ambil inisiatif, tetapi bersifat pasif-agresif, yaitu sikap diam, tetapi bergeming, artinya bertahan pada sikap perlawanan tidak tergoyahkan, kaku, dan tidak fleksibel.

Makian, cercaan menyakitkan hati, dan merendahkan harga diri anak, apalagi disertai hukuman fisik yang berlebihan, hanya akan menyisakan dendam kesumat eksesif terebut di atas kemudian hari. Jadi, mengapa kita tidak mencari tahu tentang cara menghukum anak yang bersifat mendidik?

Kamis, 09 Oktober 2008

Membarakah Perkawinan Anda?

APAKAH perkawinan Anda adem-ayem atau panas membara? Coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan "benar" atau "salah" untuk melihat seberapa serius kondisi perkawinan Anda dan haruskah minta bantuan konselor perkawinan.

1. Saya berharap pasangan lebih menarik secara fisik.

2. Saya berharap pasangan punya uang lebih banyak.

3. Saya berharap pasangan meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga.

4. Saya berharap pasangan memberi kebebasan lebih banyak.

5. Saya berharap pasangan lebih sering menemani anak-anak bermain dan belajar.

6. Saya berharap pasangan mengurangi keinginannya untuk bercinta dan bercinta tanpa lihat situasi dan kondisi.

7. Saya berharap pasangan mau lebih sering bercinta.

8. Saya berharap pasangan lebih royal.

9. Saya berharap pasangan tidak sering berargumentasi yang membuat saya merasa terpojok.

10. Saya berharap pasangan menghilangkan perilaku genitnya di luaran terhadap lawan jenis.

11. Saya berharap pasangan bisa lebih romantis.

12. Saya berharap pasangan mau lebih banyak meluangkan waktu untuk sekadar ngobrol dengan saya.

13. Saya berharap pasangan mengurangi kecerewetannya.

14. Saya berharap pasangan lebih menghargai keluarga besar saya.

15. Saya berharap pasangan lebih memperluas wawasannya.

16. Saya berharap pasangan mampu membuat keputusan yang lebih bijak dalam hal apa pun.

17. Saya berharap pasangan punya karier yang lebih bagus.

18. Saya berharap pasangan bisa lebih menghargai saya.

19. Saya berharap pasangan menunjukkan sikap lemah lembut, terutama saat berbicara pada saya.

20. Saya berharap andaikata saya bisa menikah dengan orang yang lain.

MAKNA PEROLEHAN NILAI:

Jika lebih dari 60% Anda menjawab "benar" dari 20 pernyataan di atas, tampaknya Anda jenuh dengan perkawinan Anda sehingga boleh dikatakan kondisi perkawinan Anda lumayan gawat. Banyak masalah yang selama ini tak terselesaikan. Ini tampak dari pernyataan Anda yang berandai-andai ingin mengubah keadaan. Jangan cuma berandai-andai. Jika Anda ingin bertahan dalam perkawinan dengan sejumlah perubahan, tampaknya sudah waktunya bagi Anda dan pasangan meminta bantuan ahli. Tepatnya konselor perkawinan yang karena tuntutan profesinya akan memberi pandangan netral untuk mencari solusi yang tepat bagi Anda berdua.

Sabtu, 06 September 2008

Musik dan Tipe Kepribadian Anda

SELERA musik dan tipe kepribadian ternyata berkaitan sangat erat. Berdasarkan suatu riset berskala dunia, musik favorit bisa jadi merupakan cermin kepribadian diri Anda.

Penelitian ilmiah tentang hubungan selera musik dengan kepribadian dilakukan Professor Adrian North dari Heriot-Watt University. Dengan melibatkan puluhan ribu orang di seluruh dunia, ia mengklaim risetnya sebagai penelitian terbesar untuk jenis riset serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.

Kepada BBC, Jumat (5/9), North menggambarkan risetnya ini sebagai suatu hal yang mengejutkan dan signifikan. "Kami selalu menduga adanya hubungan antara selera musik dan kepribadian. Ini adalah untuk pertamakalinya bahwa kami telah berhasil menelitinya dalam detil yang nyata. Belum pernah ada satu pun yang meneliti dengan skala seperti ini sebelumnya," tegasnya.

Hasil temuan paling menarik dari riset North adalah adanya kemiripan antara penggila musik klasik dan heavy metal. "Salah satu yang paling mengejutkan adalah adanya kesamaan antara penggemar musik klasik dan heavy metal. Mereka sama-sama kreatif, tenang tetapi tidak outgoing," ungkapnya.

North juga menyatakan riset ini akan sangat berguna bagi kepentingan marketing. "Jika Anda memahami selera musik seseorang, maka Anda akan dapat mengatakan seperti pada pribadinya, siapa dan menjual apa," tambahnya.

Dalam risetnya, North meminta lebih dari 36.000 partisipan dari seluruh dunia untuk merata-ratakan 104 jenis musik. Mereka juga ditanya mengenai aspek kepribadian. Riset ini masih akan berlanjut dan Prof North, yang juga Dekan Fakultas Psikologi Heriot-Watt University, berencana melibatkan partisipan untuk ikut ambil bagian mengisi kuisioner singkat secara online.

Musik dan Tipe Kepribadian Anda :

BLUES : Percaya diri tinggi , kreatif, outgoing, gentle dan tenang
JAZZ : Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing dan tenang
CLASSIC : Percaya diri tinggi, kreatif, introvert dan tenang
RAP : Percaya diri tinggi, outgoing
OPERA : Percaya diri tinggi, kreatif, gentle
COUNTRY dan WESTERN : Pekerja keras, outgoing
REGGAE : Percaya diri tinggi, kreatif, bukan pekerja keras, outgoing, gentle dan tenang
DANCE : Kreatif, outgoing, tidak gentle
INDIE : Percaya diri rendah, kreatif, bukan pekerja keras, tidak gentle
BOLLYWOOD : Kreatif, outgoing
ROCK/HEAVY METAL : Percaya diri rendah, kreatif, bukan pekerjakeras, tidak outgoing, gentle, tenang
POP : Percaya diri tinggi, tidak kreatif, pekerja keras, outgoing, gentle, tidak tenang
SOUL : Percaya diri tinggi, kreatif, outgoing, gentle, tenang

Nama dan Karakter Seks Anda

PENGGEMAR komputer, pemilik alamat e-mail, atau para milis, barangkali sering heran karena tiba-tiba mendapat kiriman tulisan yang entah dari mana asalnya. Kiriman tulisan itu kadang bisa membuat geram, sebal, risih, jijik, namun kadang ada pula yang bisa membuat kita tersenyum sendiri karena tergelitik. Berikut ini salah satu kiriman tulisan menggelitik yang masuk ke e-mail redaksi. Meski para milis sudah membaca tulisan yang aslinya berbahasa Inggris ini , tak ada ruginya kita membagi senyum pada khalayak yang lebih luas lagi.

Dikatakan, menurut sebuah studi, identitas seksual Anda bisa terbaca lewat huruf pertama nama Anda. Jangan percaya kalau uraiannya terasa memojokkan diri Anda, sebab kemungkinan besar huruf pertama nama penulis artikel ini adalah K:
A Anda tak romantis tetapi lebih tertarik pada tindakan. Bersama Anda, apa yang dilihat adalah yang didapat. Anda tidak punya kesabaran untuk bermain mata dan tak mau repot meladeni seseorang yang malu-malu kucing, manis, pura-pura sopan dan amat memikat hati. Anda adalah seseorang di garis depan. Ketika tiba saatnya berhubungan seks, tindakan adalah yang penting bukan isyarat-isyarat tak jelas. Daya tarik fisik pasangan adalah penting untuk Anda. Anda menemukan bahwa perburuan dan tantangan sangat menggairahkan. Dari penampilan luar Anda tidak tampak sebagai orang yang penuh gairah dan seksi. Anda tidak memberi tahu orang banyak tentang gairah dan keseksian Anda. Kebutuhan fisik adalah perhatian utama Anda.
B Anda menyemburkan getaran sensualitas yang malas. Anda menyukai suasana romantis, penuh dengan suasana jamuan makan malam penuh dengan anggur. Anda senang menerima hadiah-hadiah sebagai tanda cinta dari pasangan. Anda ingin dimanja dan tahu bagaimana memanjakan pasangan. Anda sangat pribadi dalam menunjukkan rasa cinta dan khususnya saat bercinta. Anda akan menahan semuanya sampai segala sesuatunya sesuai dengan persetujuan Anda. Anda dapat mengontrol hasrat dan puasa dari seks bila harus demikian. Anda membutuhkan sensasi dan pengalaman baru. Anda ingin bereksperimen.
C Anda adalah pribadi yang sangat sosial oleh karenanya penting untuk punya hubungan pribadi. Anda butuh kedekatan dan kebersamaan. Anda harus dapat bicara dengan pasangan sebelum, selama dan sesudah bercinta. Anda ingin obyek kasih sayang Anda dapat diterima secara sosial dan kelihatan ganteng/cantik. Anda melihat kekasih sebagai teman dan pendamping. Anda adalah orang yang sangat seksi dan sensual, butuh seseorang untuk menghargai dan hampir memuja diri Anda. Ketika ini tidak tercapai, Anda punya kemampuan untuk pergi dalam waktu lama tanpa aktivitas seks. Anda adalah seorang ahli dalam mengontrol keinginan.
D Sekali kepala Anda memberi tahu bahwa Anda butuh seseorang, Anda mulai bergerak dengan penuh semangat untuk mengejarnya. Anda tak menyerah dengan mudah. Anda adalah orang yang sangat ngemong dan peduli bila orang lain punya masalah. Anda adalah orang yang sangat seksi, bergairah, setia dan penuh semangat dalam membina hubungan meski kadang posesif dan pencemburu. Seks bagi Anda adalah hal menyenangkan yang harus dinikmati. Anda terdorong oleh hal eksentrik dan tak biasa, bebas dan terbuka.
E Kebutuhan terbesar Anda adalah bicara. Jika teman kencan Anda bukan pendengar yang baik, hubungan Anda bisa buruk. Pasangan Anda harus menarik secara intelektual. Jika tidak, Anda tak akan tertarik secara seksual padanya. Anda butuh teman untuk seorang kekasih sekaligus pendamping untuk teman tidur. Anda membenci ketidakharmonisan dan gangguan tetapi menikmati perdebatan sesekali ketika tampak membuat hal-hal menjadi rusuh. Anda senang main mata karena tantangan lebih penting dibanding tindakan seksual. Namun sekali Anda memberikan hati, Anda adalah orang yang sangat setia. Ketika Anda tak punya teman tidur yang baik, Anda akan tertidur dengan sebuah buku bagus di sisi Anda. (Terkadang, dalam kenyataan Anda lebih memilih buku yang baik).
F Anda termasuk orang idealis dan romantis serta seorang pemuja lawan-jenis. Anda mencari pasangan hidup yang terbaik. Anda senang main mata tetapi sekali berkomitmen, Anda sangat setia pada pasangan. Anda sensual, seksi dan bergairah secara pribadi. Di muka publik Anda tampak senang pamer, mewah dan gagah. Anda terlahir sebagai orang romatis. Adegan cinta dramatis adalah fantasi favorit Anda di masa silam. Anda adalah kekasih yang amat baik hati.
G Anda orang yang sangat pemilih, mencari kesempurnaan pada diri sendiri dan kekasih. Anda hanya menanggapi kekasih yang secara intelektual sama atau lebih dan orang yang dapat meningkatkan status. Anda orang yang sensual dan tahu bagaimana meraih puncak stimulasi erotis karena Anda mengerjakannya dengan amat cermat. Anda dapat menjadi seseorang yang amat aktif secara seksual ketika menemukan waktu yang tepat. Tugas-tugas dan tanggung jawab mengatasi hal-hal lain. Anda mungkin sulit dekat secara emosi pada seorang kekasih tetapi tidak kesulitan dekat secara seksual.
H Anda mencari pasangan yang dapat menaikkan reputasi dan mendapatkan keterampilan. Anda sangat baik terhadap kekasih sekali waktu menjalani komitmen. Hadiah-hadiah Anda sebenarnya merupakan investasi bagi pasangan. Sebelum menjalani komitmen, Anda cenderung berhemat dan berhati-hati terhadap pengeluaran dan kebiasaan berkencan serta sama hati-hatinya dengan keterlibatan secara seksual. Anda adalah kekasih yang sensual dan sabar.
I Anda memiliki kebutuhan besar untuk dicintai dan dihargai… bahkan keinginan untuk dipuja. Anda menikmati kemewahan, sensualitas dan kenikmatan ragawi. Anda mencari kekasih yang tahu apa yang dikerjakan. Anda tidak tertarik pada seorang amatir kecuali amatir yang membutuhkan seorang tutor. Anda cerewet dan menghabiskan banyak tenaga untuk membuat keinginan terpenuhi. Anda butuh eksperimen dan mencoba mode baru untuk kegiatan seks. Anda mudah bosan sehingga membutuhkan petualangan dan perubahan seksual. Anda lebih sensual daripada seksual tetapi kadang menurun menjadi terlalu bernafsu.
J Anda sangat romantis dan terkait dengan kemewahan cinta. Memiliki pasangan adalah hal yang sangat penting bagi Anda. Anda bebas dalam menyatakan cinta dan ingin mengambil kesempatan, mencoba pengalaman seks dan pasangan baru, membuat semuanya terasa enak. Otak memicu Anda. Anda harus merasa bahwa pasangan mendorong secara intelektual. Bila tidak, Anda akan kesulitan menjaga hubungan dengannya. Anda membutuhkan cinta, disayang, minum anggur dan makan malam untuk tahu bahwa Anda dihargai.
K Tak ada kata lain : Anda benar-benar luar biasa mengagumkan.
L Anda sangat romatis, idealis kadang percaya bahwa mencintai berarti berkorban.
Anda mengakhiri hubungan atau berhenti menarik hati orang yang punya masalah tak biasa. Anda melihat diri sendiri sebagai penyelamat kekasih. Anda tulus, penuh kasih, penuh nafsu dan mimpi. Anda mudah jatuh cinta. Anda berfantasi dan terdorong oleh film dan majalah. Anda tidak mengatakan rahasia hidup kepada orang lain. Tak juga fantasi seksual Anda.
M Emosional dan bersemangat. Ketika terlibat dalam sebuah hubungan, Anda melempar seluruh diri Anda di dalamnya. Tak ada yang bisa menghentikan Anda, tak ada satu palang pun yang menghalangi Anda. Anda habis-habisan dan mengidamkan seseorang yang sama penuh kasih dan bersemangat. Anda percaya pada kebebasan seksual total. Anda ingin mencoba semua. Pasokan energi seksual Anda tak ada matinya. Anda juga senang bertindak seperti ‘ibu’ bagi pasangan.
N Anda payah di tempat tidur.
O Anda sangat tertarik terhadap kegiatan seksual tetapi sangat tertutup dan malu mengakui hasrat ini. Anda dapat mengarahkan banyak dari energi seksual itu untuk menghasilkan uang dan atau mencari kekuasaan. Anda dengan mudah dapat memperpanjang periode lajang Anda. Anda penuh kasih, penuh gairah, pecinta seks menuntut hal yang sama dari pasangan. Seks adalah hal yang serius sehingga Anda meminta keragaman intensitas dan ingin mencoba semua. Kadang gairah Anda berubah menjadi posesif yang harus terus dicek.
P Anda sangat sadar akan norma sosial. Anda tak akan memikirkan melakukan sesuatu yang membahayakan citra atau reputasi. Penampilan itu penting. Oleh karenanya Anda membutuhkan pasangan yang kelihatan tampan/cantik. Anda juga butuh pasangan yang pandai. Anehnya, Anda kadang memandang pasangan sebagai musuh untuk mendorong getaran seks. Anda relatif bebas dari gangguan seksual. Anda mau bereksperimen dan mencoba cara-cara baru. Anda sangat sosial dan sensual. Anda menikmati main mata dan membutuhkan cukup banyak penghargaan dari segi fisik.
Q Anda butuh aktivitas dan dorongan konstan. Anda punya banyak sekali energi fisik. Tidak mudah bagi seorang pasangan untuk tetap bersama dengan Anda, baik secara seksual maupun hal lain. Anda adalah kekasih yang antusias dan cenderung tertarik pada orang dari kelompok etnis lain. Anda butuh roman, jantung hati dan bunga dan banyak perbincangan untuk menaikkan gairah dan berlanjut ke kegiatan seks.
R Anda orang yang sangat logis dan sangat berorientasi pada tindakan. Anda butuh seseorang yang dapat mengikuti langkah dan secara intelektual menyamai, lebih cerdas lebih baik. Anda menjadi bergairah lebih cepat karena dorongan pikiran dibanding badan yang indah. Namun ketertarikan fisik amat penting bagi Anda. Anda harus merasa bangga pada pasangan. Secara pribadi Anda sangat seksi tapi Anda tak meminta, Anda ingin berlaku sebagai guru. Seks itu penting, karenanya Anda dapat menjadi pasangan yang sangat menuntut.
S Anda sangat tertutup, menahan diri dan malu. Anda sangat seksi, sensual dan bergairah tetapi tak membiarkan hal ini. Hanya dalam keintiman pribadi Anda membiarkan alam membuka rahasia Anda. Ketika seks menjadi hal fundamental, Anda adalah seorang ahli. Anda tahu semua trik kecil, dan sanggup bersandiwara atau bermain-main dan membuat kehidupan cinta menjadi sangat serius. Anda punya kesabaran untuk menunggu orang yang tepat.
T Anda sangat sensitif, pribadi dan pasif secara seksual. Anda menyukai pasangan yang mengambil pimpinan. Musik, lampu temaram dan pikiran romantis menaikkan gairah Anda. Anda berfantasi tetapi tidak mudah jatuh cinta. Ketika sedang kasmaran, Anda romantis, idealis, menggelegak dan amat bersemangat. Anda menikmati saat pikiran dan perasaan terdorong, terangsang dan tergoda. Anda adalah orang yang mahir dalam bermain mata. Anda mampu membuat hubungan sesuai dengan mimpi, seringkali yang ada di kepala Anda.
U Anda bersikap antusias dan idealis ketika sedang jatuh cinta. Ketika tidak sedang jatuh cinta, Anda jatuh cinta dengan cinta itu sendiri dan selalu mencari seseorang untuk dipuja. Anda melihat roman sebagai tantangan. Anda adalah seorang penjelajah dan butuh petualangan, kehebohan dan kebebasan. Anda hanya berurusan dengan hubungan yang potensial. Anda merasa nikmat memberi hadiah dan nikmat melihat pasangan terlihat cantik/tampan. Dorongan seks Anda kuat dan bernafsu untuk langsung dikagumi. Anda ingin menempatkan kesenangan pasangan di atas keinginan diri sendiri.
V Anda pribadi individualis dan butuh kebebasan, ruang dan kehebohan. Anda menunggu sampai kenal seseorang dengan baik sebelum berkomitmen. Mengenal seseorang berarti menjiwainya. Anda merasa butuh mengerti isi kepalanya untuk mengerti apa yang membuatnya bergerak. Anda tertarik pada orang bertipe eksentrik. Seringkali ada perbedaan usia antara Anda dan pasangan. Anda menikmati bahaya, gairah dan ketegangan. Adegan gay membuat Anda bergairah meskipun Anda bukan gay sama sekali.
W Anda sangat bangga, tekun dan menolak tak menjawab tantangan ketika mengejar cinta. Ego Anda dipertaruhkan. Anda romantis, idealis dan sering jatuh cinta dengan cinta itu sendiri dan tidak melihat pasangan sebagai dirinya sendiri. Anda merasa benar-benar melemparkan seluruh diri Anda ke dalam hubungan. Tak ada yang terlalu baik untuk pasangan. Anda menikmati percumbuan.
X Anda butuh stimulasi konstan karena mudah bosan. Anda dapat berpacaran dengan lebih dari satu orang dengan mudah. Anda tak dapat mematikan pikiran. Anda terus bicara selagi bercinta. Anda punya hubungan cinta yang hebat, semuanya oleh diri sendiri dan di dalam kepala.
Y Anda seksi, sensual dan sangat mandiri. Bila tak mendapatkannya dengan cara Anda sendiri, Anda menghentikan segala sesuatunya. Anda ingin mengontrol hubungan yang tidak selalu berjalan dengan baik. Anda merespon dorongan fisik, menikmati sentuhan di leher dan menghabiskan berjam-jam hanya untuk menyentuh, merasakan dan mengeksplorasi. Namun jika Anda menghabiskan waktu mencari uang, Anda akan menghentikan kesenangan ragawi ini sementara waktu. Anda meraa perlu membuktikan pada diri sendiri dan pasangan betapa hebatnya Anda sebagai seorang kekasih. Anda ingin umpan balik soal kinerja. Anda teman tidur yang terbuka, mendorong dan romantis.
Z Bagi Anda bisnis harus didahulukan dibanding urusan seks. Jika Anda diganggu urusan karir, bisnis atau urusan uang, Anda akan susah untuk rilek dan mendapat mood untuk bercinta. Anda idealis romantis terhadap tanggung jawab dan merasa harus sangat sensual. Anda tak pernah kehilangan kontrol terhadap emosi. Anda sangat hati-hati sebelum memberikan hati dan tubuh untuk urusan satu ini. Sekali Anda berkomitmen, Anda akan lekat seperti lem.

Minggu, 17 Agustus 2008

Resep Bahagia Deepak Chopra

VISIONER, pengarang, ahli ayurveda, spesialis dalam hal potensi manusia, pengajar, dan pemberi inspirasi memberikan beberapa kiat yang mungkin berguna untuk Anda agar bahagia. Silakan dicoba:

1. Tanyalah pada diri Anda sendiri apa sebenarnya prioritas yang mesti Anda capai. Manusia merindukan lebih dari sekadar bertahan hidup, keamanan, sensualitas, dan kelebihan-kelebihan material. Manusia juga menginginkan arti dan tujuan, cinta dan rasa memiliki, penilaian diri, kreativitas, dan pedoman dari yang tinggi. Buatlah daftar apa yang kurang dari diri Anda dalam hidup. Kemudian buatlah prioritas.

2. Jangan terlalu serius (menyiksa) diri sendiri. Deepak Chopra mencoba melakukan meditasi dan latihan fisik secara teratur setiap hari. Namun, dia sendiri tidak kompulsif atau neurosis soal makanan yang mesti dia konsumsi. "Aku tidak sampai menyiksa diri sendiri. Santai saja," katanya. Orang Jawa menyebutnya: sakmadya saja, secukupnya saja.

3. Hiduplah dengan keyakinan. Hiduplah di atas angan-angan dan harapan. Harapan adalah pertanda adanya keputusasaan. "Saya hidup melampaui harapan dan keputusasaan," ucap Deepak Chopra.

4. Hiduplah dalam kekinian. Sekarang ini merupakan momen paling nyata yang Anda miliki. Tetaplah fokus pada yang Anda hadapi sekarang di tempat Anda berada saat ini. Lihatlah segala sesuatu dengan penuh perhatian setiap momennya. Terimalah semuanya dengan sepenuh hati, totalitas, sehingga Anda dapat menghargainya, belajar, dan akhirya mempersilakan semuanya pergi dengan sendiri.

Ukur Kecerdasan Emosi Anda!

MUNGKIN Anda sudah membaca buku tentang kecerdasan emosi dan ingin tahu tentang seberapa tinggi kecerdasan emosi Anda? Kuis berikut ini dapat membantu mengukur tingkat gejolak emosi Anda.

Daniel Goleman, psikolog lulusan Harvard University dan penulis buku Emotional Intelligence pernah mengatakan, bahwa keberhasilan seseorang dalam hidupnya tidaklah terutama disebabkan oleh IQ-nya, tetapi lebih-lebih bagaimana emosionalitasnya dapat dimanajemeni dengan baik. Dengan kata lain, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh kecerdasan emosinya.

Memang, tidak satu pun alat tes yang bisa dipakai untuk mengukur kecerdasan emosi seseorang secara tepat, tetapi ada banyak situasi dimana gejolak emosi yang Anda rasakan dapat diukur. Pertanyaan-pertanyaan berikut merupakan petunjuk kasar untuk mengukur kecerdasan emosi yang Anda miliki.

Ingin tahu? Jawablah dengan jujur pertanyaan yang ada. Jawaban yang Anda pilih harus merupakan kecenderungan sikap yang muncul spontan dari dalam batin Anda. Jangan berpikir dua kali atau bahkan mencoba menebak-nebak jawaban.

Pertanyaan
1. Anda berada dalam sebuah pesawat dan tiba-tiba goncangan sangat keras terasa di dalam pesawat dan mulai mengacaukan segala sesuatu yang ada dalam pesawat. Apa yang Anda lakukan?
a. Melanjutkan membaca buku/majalah, nonton film dan sedikit tidak peduli pada goncangan yang terjadi.
b. Waspada atas situasi darurat ini, dengan seksama memperhatikan petunjuk pramugari dan membaca buku panduan mengenai keadaan darurat.
c. Antara a dan b.
d. Tidak yakin, saya tidak pernah memperhatikannya.

2. Anda sedang menemani sekelompok anak berumur sekitar 4 tahunan ke sebuah taman. Lalu, salah satu dari mereka (anak gadis) mulai menangis karena anak-anak lain tidak mau bermain dengannya. Apa yang Anda lakukan?
a. Membiarkan anak-anak itu di kejauhan.
b. Bicara pada anak gadis itu dan menolong dia agar yang lainnya mau bermain dengannya.
c. Dengan lembut membujuk anak gadis itu agar tidak menangis.
d. Mencoba mengalihkan perhatian anak gadis itu dengan menunjukkan sesuatu yang lain yang bisa dia pakai untuk bermain.

3. Asumsikan bahwa Anda adalah seorang murid sekolah menengah yang mengharapkan mendapat nilai A dalam suatu kursus, tetapi ternyata Anda hanya mendapat nilai C untuk ujian tengah semester kali ini. Apa yang Anda lakukan?
a. Anda mulai membuat sebuah rancangan kasar untuk memperbaiki nilai dan berniat mengatasi masalah sesuai rencana Anda.
b. Berniat untuk melakukan yang lebih baik di kemudian hari.
c. Mengatakan pada diri sendiri bahwa hal itu bukanlah masalah, lalu Anda mulai berkonsentrasi pada mata palajaran lain dimana Anda mendapat nilai lebih tinggi.
d. Pergi menghadap dosen dan meminta kepadanya agar nilai Anda menjadi baik.

4. Bayangkan bahwa Anda seorang salesman dari sebuah perusahaan asuransi dan mendapat panggilan dari seorang klien yang memiliki prospek bagus buat perusahaan Anda. Namun ada 14 klien lain yang sedang ribut dan menunggu Anda, sehingga Anda menjadi patah semangat. Apa yang Anda lakukan?
a. Meneleponnya hari itu juga dan berharap hari esok akan lebih beruntung.
b. Menilai kualitas diri Anda; melihat kelemahan mana yang menghambat pekerjaan Anda
c. Mencoba sesuatu yang baru untuk panggilan selanjutnya dan tetap berusaha keras.
d. Memikirkan pekerjaan lain.

5. Anda adalah seorang manajer dalam sebuah organisasi dan Anda selalu mencoba untuk menghormati perbedaan ras dan etnik. Sementara itu, Anda mendengar seseorang mengucapkan canda yang menyinggung persoalan ras. Apa yang Anda lakukan?
a. Acuhkan saja, itu ‘kan hanya sekadar canda.
b. Memanggil orang tersebut, memintanya menghadap Anda untuk ditegur
c. Mengatakan langsung bahwa canda seperti itu tidak akan mendapat toleransi dalam organisasi Anda.
d. Meminta orang yang mengatakan canda itu untuk mengikuti pelatihan mengenai perbedaan/pluralitas.

6. Anda mencoba menenangkan teman yang hendak memukul seseorang, karena mobil yang dikendarainya hampir ditabrak dari depan. Apa yang Anda lakukan?
a. Mengatakan padanya agar melupakan saja, lalu dia tidak mempermasalahkan lagi dan tidak ada perjanjian apa pun yang dibuatnya.
b. Mencoba mengalihkan perhatian dengan memutar lagu kesayangannya.
c. Mencoba meredakan emosinya dan membujuk agar memperbaiki hubungan.
d. Mengatakan padanya seandainya yang akan menabrak itu dia, apa yang dirasakannya? Juga ketika melihat pengemudi itu dibawa ke UGD.

7. Anda dan pasangan sedang bertukar argumentasi (bertengkar), sampai suatu ketika kata-kata yang Anda ucapkan tidak enak didengar. Ucapan itu membuat Anda berdua kecewa dan masing-masing menjadi marah. Padahal Anda tidak menghendaki hal itu. Apa yang Anda lakukan?
a. Berhenti selama 20 menit , lalu melanjutkan diskusi.
b. Hentikan argumen Anda, diam, tidak peduli terhadap apa yang disampaikan pasangan Anda.
c. Minta maaf, dan meminta pasangan Anda untuk meminta maaf juga.
d. Berhenti sejenak, berpikir beberapa saat, lalu mencoba menjelaskan pernyataan Anda setepat mungkin.

8. Anda telah ditunjuk menjadi pemimpin sebuah tim kerja. Sebagai orang yang kreatif, Anda mencoba memulai perkerjaan. Apa yang pertama kali Anda lakukan?
a. Membuat agenda dan melakukan diskusi atas berbagai masalah. Anda menggunakan kesempatan ini sebagai sarana membangun kebersamaan.
b. Meminta anak buah Anda mengatur kesempatan agar mereka dapat mengenal satu sama lain.
c. Mumpung masih segar, Anda mulai dengan bertanya pada setiap orang; bagaimana menyelesaikan masalah.
d. Memulai dengan model brainstorming, memberi semangat dan kesempatan kepada setiap orang untuk memberikan ide seliar apa pun.

9. Anak laki-laki Anda yang berumur 3 tahun sangat pemalu, sensitif, dan sedikit takut dengan tempat dan orang baru sejak dia lahir. Apa yang Anda lakukan?
a. Menerima bahwa dia memang memiliki temperamen pemalu. Anda mencoba melindungi dia dari situasi-situasi yang mungkin bisa mengecewakannya.
b. Membawa dia ke psikiater anak untuk meminta bantuan.
c. Mencoba membuat dia terus menerus mengalami tempat-tempat baru dan bertemu dengan orang-orang, sehingga rasa takutnya hilang.
d. Mencoba mengatur secara baik/memberi kesempatan dia agar dapat belajar bertemu dengan orang-orang dan tempat baru.

10. Sudah sejak kecil Anda ingin belajar musik dan sekarang Anda mendapat kesempatan untuk memulainya, walau sekadar untuk senang-senang saja. Untuk itu, Anda ingin menggunakan waktu sebaik mungkin.
a. Secara teratur setiap hari Anda akan meluangkan waktu untuk belajar.
b. Memilih bagian yang sudah sedikit Anda kuasai dan dapat membuat kemampuan Anda berkembang
c. Melakukan latihan hanya kalau ada mood.
d. Memilih bagian yang sama sekali tidak Anda ketahui dan Anda berusaha keras mempelajarinya.

Penilaian
Berikan nilai pada setiap jawaban yang Anda pilih, sesuai dengan kotak di bawah ini. Jumlahkan.
200 = Nilai Tertinggi
175
150
125
100 = Rata-rata
75
50
25
0 = Anda lebih baik mencobanya lain waktu

a b c d
1
20 20 20 0
2 0 20 0 0
3 20 0 0 0
4 0 0 20 0
5 0 0 20 0
6 0 5 5 20
7 20 0 0 0
8 0 20 0 0
9 0 5 0 20
10 0 20 0 0

Awas Psikopat di Sekitar Kita!

AKHIR-akhir ini, kita dikejutkan oleh maraknya berbagai tindak kriminal yang membuat dulu kuduk berdiri. Mulai dari pembunuhan berantai hingga pembunuhan dengan memotong seluruh bagian tubuh atau kerap disebut mutilasi.

Banyaknya kasus kriminal yang dapat dikategorikan sebagai sadis tersebut tentu memunculkan ketakutan, rasa horor bagi banyak orang. Apalagi dalam beberapa kasus, pelakunya yang sering disebut sebagai psikopat, tak tampak sebagai orang yang sadis dari penampilan luarnya.

Tindak kriminal yang dilakukannya pun seringkali tersimpan relatif lama bahkan dari anggota keluarga terdekat seperti misalnya dalam kasus yang terjadi pada Ryan. Artinya, sangat mungkin saat ini masih banyak orang dengan potensi besar melakukan berbagai tindakan yang membahayakan ini. Hanya saja kehadirannya belum bisa dikenali secara jelas. Lalu seperti apakah sosok psikopat tersebut?

Unik
Menurut APA (dalam Port. 2007) dan Lynn (2008), ada beberapa karakter umum dari orang yang mengalami gangguan psikopat yang seringkali disamakan dengan gangguan kepribadian antisosial. Karakter tersebut adalah kurang memiliki empati dan kesadaran diri terkait kehadiran orang lain, kesulitan mengontrol keinginan/impulsif, dan sering berperilaku manipulatif. Mereka ini tidak tahu bagaimana merasa bersalah.

Semua hal yang dilakukan hanya bertujuan untuk memenuhi apa yang diinginkannya, tidak peduli jika hal itu berarti harus melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, berbuat curang, berbohong, bahkan membunuh.

Celakanya, Karakter-karakter tersebut ternyata tidak jelas terlihat dari penampilan luar. Para psikopat umumnya justru memiliki penampilan luar yang menarik dan memiliki tingkat inteligensi yang relatif tinggi. Penampilan menarik dan kemampuan memanipulasi perilaku karena didukung inteligensi yang baik inilah yang membuat para psikopat relatif mudah malang melintang di sekitar kita tanpa kita menyadarinya.

Dalam banyak kasus, masyarakat bahkan dapat saja ”terpikat” dengan penampilan luar para psikopat ini hingga mengabaikan akibat buruk dari tindak kejahatan yang dilakukannya. Bahkan para ahli jiwa pun seringkali mengalami kesulitan untuk mengidentifikasinya (Lynn.2008).

Sigmund Freud juga membicarakan fenomena ini ketika membahas mengenai penyesatan superego (mewakili moral masyarakat) oleh id (mewakili keinginan impulsif). Di sini, tindakan tidak bermoral menjadi sulit diidentifikasi bahkan justru dilegalkan oleh kelihaian individu dalam mencari cara memenuhi keinginan impulsifnya.

Mengapa menjadi Psikopat
Seperti halnya beberapa gangguan psikologis lain, sangat sulit mencari penyebab pasti seseorang menjadi psikopat. Ada banyak faktor yang mendorong munculnya gangguan ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Faktor biologi
Blair, dkk dalam LaBrode (2007) meneliti adanya kemungkinan faktor biologis yang menyebabkan seseorang menjadi psikopat. Faktor biologi yang dimaksud di sini adalah tidak/kurang berfungsinya prefrontal cortex dan Amygdala di bagian otak sehingga menyebabkan individu tidak memiliki beberapa kemampuan antara lain belajar dari lingkungan (pada akhirnya sulit membedakan baik dan buruk) dan melakukan respon takut (sulit mengalami ketakutan ketika melakukan perbuatan yang melanggar norma). Individu semacam ini akan sulit merasakan perasaan bersalah dan juga sulit untuk ikut merasakan kesakitan dari orang yang disakitinya.

2. Faktor lingkungan
Faktor yang paling menentukan adalah ketika individu tumbuh dalam keluarganya. Munculnya beberapa permasalahan dalam keluarga seperti tidak diajarkannya anak untuk memiliki kemampuan sosial (empati, memahami orang lain, dll) perceraian orang tua dan kekerasan pada anak dapat mendorong munculnya pribadi psikopat.

LaBrode (2007) mengungkapkan kasus para pembunuh berantai yang ternyata pada masa kecilnya mengalami kejadian-kejadian tidak menyenangkan dan cenderung traumatis. Para pembunuh berantai ini memiliki sejarah antara lain kekerasan fisik dan seksual pada masa kanak-kanak dan kehilangan pengasuhan dan kelekatan sehat dengan orang tua terutama ibu.

Kejahatan yang dituduhkan kepada Ryan mungkin pada akhirnya terbongkar dan terlihat jelas. Akan tetapi, saat ini, masih banyak lagi kejahatan yang berlangsung begitu tersembunyi oleh kelihaian pelakunya melakukan manipulasi sehingga sulit dilihat oleh masyarakat banyak namun sebenarnya memberi akibat yang jauh lebih merusak. Meskipun disebabkan oleh banyak faktor, kita dapat meminimalkan kengerian ini dengan belajar dan mengajarkan cinta dan kemampuan sosial lainnya mulai dalam keluarga kita masing-masing.

Bahagia Bikin Panjang Umur

TETAPLAH senandungkan lagu Don't Worry Be Happy. Lagu yang tenar di era 1980-an ini ternyata benar adanya. Sebuah penelitian menunjukkan, merasakan kebahagiaan membuat hidup bakal lebih awet dan lama.

"Kebahagiaan tidak menyembuhkan, tetapi melindungi kita dari penyakit," ujar Ruut Veenhoven dari Universitas Erasmus di Rotterdam dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan bulan depan.

Setelah meninjau kembali 3 penelitian yang telah dilakukan di berbagai belahan dunia selama periode hingga 30 tahun, profesor asal Belanda ini mengatakan bahwa efek bahagia pada panjang umur itu sama dengan kalau kita membandingkan antara orang yang merokok dan yang tidak merokok.

Merasa bahagia, katanya, dapat memperpanjang usia 7,5 hingga 10 tahun.
Temuan ini membawa pada sebuah pertanyaan baru yang cukup sulit dijawab, yakni soal penyebab bahagia. Apa yang bisa membuat seseorang bahagia?

Dan terkait dengan pertanyaan ini perlu kita cermati gejala yang menarik di negara-negara maju. Materi begitu diupayakan sedemikian rupa. Namun setelah dicapai, di tempat ini, kelebihan materi atau kelimpahan rezeki ternyata dianggap sebagai sesuatu yang tak lagi memuaskan hidup mereka.

Pertanyaan atas kebahagian muncul, dianalisis, dan menjadi pertanyaan yang serius untuk dicari tahu. Beberapa mengungkapkan jawaban yang kemudian jatuh pada keadaan yang disebut hedonis (mengutamakan kenikmatan materi, fisik).

"Ide bahwa ada situasi yang disebut bahagia dan kita dapat menjelaskan ciri-ciri mengenai rasa dan bagaimana mengukurnya, jelas-jelas merupakan ide subversif," ungkap Bill McKibben dalam bukunya Deep Economy: The Wealth of Communities and the Durable Future, 2007.

Ini akan membuat para pemuja ekonomi berpikir untuk meningkatkan kekayaan. Padahal, bertambahnya materi, kekayaan, hanya menyumbang sedikit bagi munculnya kebahagiaan seseorang. Demikian hasil riset itu.

Namun, kebahagiaan dapat muncul akibat suasana persahabatan yang hangat dan menyenangkan, juga karena faktor-faktor sosial seperti kemerdekaan, demokrasi, pemerintahan yang efektif, dan aturan hukum yang ditegakkan.

Dalam temuan Veenhoven, yang dipublikasikan di Journal of Happiness Studies, sebuah media ilmiah yang didirikan tahun 2000, bukti bahwa rasa bahagia sangat berpengaruh atas kehidupan seseorang ditemukan pada sekelompok biarawati di Amerika Serikat. Mungkin karena mereka didukung oleh komunitas yang saling mendukung, kedekatan antarpribadi dan kesatuan hati dan budi yang terjadi di antara mereka.

Lirik lagu dari pemenang Grammy 1989 Be Happy terinspirasi dari guru terkenal dari India, Meher Baba. Saat ini, di lebih dari 100 negara, dari Butan di Pegunungan Himalaya hingga Amerika Serikat dan Australia, para ahli ekonomi berupaya membuat indikator "kebahagiaan" (satu bentuk indeks kualitas hidup yang baru) ke dalam ukuran pertumbuhan.

Kebahagiaan, menurut para spesialis, yang diterima oleh masyarakat umum diartikan sebagai "penghargaan atas hidup seseorang sebagai manusia utuh".

Dalam tulisan ini, Veenhoven pertama-tama mencermati statistik untuk melihat apakah kegembiraan membawa pengaruh bagi orang yang sakit. Yang ditemui justru kebahagiaan memang membantu mengurangi derita yang dialami pasien kanker. Namun, secara umum kebahagiaan tidak akan memperpanjang hidup mereka.

Di antara warga masyarakat yang sehat, sebaliknya, kebahagiaan terbukti melindungi mereka dari sakit. Ini berarti memperlama hidup mereka.

Orang yang bahagia lebih mudah waspada akan berat badannya, lebih mengerti dan memahami gejala-gejala penyakit yang mungkin timbul di dalam dirinya, cenderung lebih moderat bila mereka perokok dan peminum, dan secara keseluruhan hidup mereka lebih sehat. Mereka juga lebih aktif, lebih terbuka terhadap dunia, lebih percaya diri, membantu membuat keputusan yang tepat, dan membangun jaringan sosial yang kuat.

"Selama ini kita tahu bahwa rasa bahagia akan membuat fisik kita menjadi sehat, tapi kita tidak tahu persisnya bagaimana. Kesedihan atau rasa kurang bahagia kronis mengaktifkan respons bertempur dalam diri kita. Artinya, kondisi ini bakal mengancam diri sendiri karena jangka lama bakal membuat kita sendiri hipertensi dan respons kekebalan tubuh menurun", tulisnya

Untuk meningkatkan rasa gembira perlu ada riset tambahan atas efek-efek kondisi tempat tinggal, sekolah, atau lingkungan yang mengelilingi hidup kita dalam waktu lama. Apakah semua itu membuat kita bahagia?

Bahkan, penelitian atas kepuasan kerja dan tempat kerja pun memengaruhi kebahagiaan seseorang. Karena itu, pemerintah perlu mengajari atau setidaknya memberikan suasana yang nyaman pada rakyatnya untuk bisa hidup nyaman sehingga semua orang bisa menikmati hidup dan mendapatkan makna yang berarti dalam hidupnya.

"Jika kita merasa tidak sehat, kita akan pergi ke dokter umum," katanya. "Jika kita merasa tidak bahagia, tak ada ahli dalam hal itu. Kita harus mengupayakan sendiri. Petunjuk profesional bagaimana caranya agar bisa hidup bahagia sampai sekarang belum ada," tuturnya. Ini jelas merupakan pertanda nyata kegagalan pasar dan ekonomi. Pada akhirnya, tanpa hal ini pun banyak orang merasa lebih bahagia.

Kamis, 10 Juli 2008

Awas, Makin Banyak Orang Sakit Jiwa!

JUMLAH penderita gangguan jiwa di daerah perkotaan terus meningkat seiring dengan makin beratnya tekanan hidup, baik secara ekonomi maupun sosial seiring dengan menaiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka umumnya mengalami gangguan psikologis dan perilaku sehingga menurunkan produktivitas mereka dan menghambat interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.

"BBM itu faktor dominonya kemana-mana. Harga-harga makin naik, sehingga banyak orang depresi," kata Sekretaris Rumah Sakit Jiwa/RSJ Menur Provinsi Jawa Timur dr Hendro Riyanto yang sedang berada di Jakarta, Rabu (9/7).

Di RSJ Menur menurut Kepala Sub Bidang Rekam Medik dan Informasi Bambang Nuji, jumlah pasien rawat inap di RSJ mengalami peningkatan terutama pada bulan Mei 2008 yakni mencapai 200 pasien. Ini adalah angka tertinggi selama satu semester 2008 untuk pasien rawat inap. Januari 2008 sebanyak 182 pasien, Februari 2008 158 pasien, Maret 2008 179 pasien, April 2008 188 pasien, Mei 2008 200 pasien dan Juni 2008 165 pasien.

Sedangkan untuk pasien rawat jalan di bulan Januari 2008 sebanyak 2.151 kunjungan, Februari 2008 1.923 kunjungan, Maret 2008 1.958 kunjungan, April 2008 1.152 kunjungan, Mei 2008 2.121 kunjungan, Juni 2008 2.141 kunjungan.

"Total pasien rawat inap Januari-Juni 2008 sebanyak 1.072, dan pasien rawat jalan Januari-Juni 2008 ada 12.445 kunjungan," kata Bambang Nuji. Hendro Riyanto mengatakan, menaiknya jumlah pasien di RSJ juga akibat penggunaan kartu Asuransi Kesehatan bagi Masyarakat Miskin/Askeskin, sehingga mereka bisa berobat gratis.

"90 persen pasien yang menderita gangguan jiwa ini adalah orang miskin, dan 70 persen di antaranya disebabkan karena masalah ekonomi, seperti menganggur, korban Pemutusan Hubungan Kerja/PHK sehingga keluarganya terlantar dan dia terganggu jiwanya," kata Hendro Riyanto

Selain itu, persoalan yang kini terjadi di Surabaya adalah makin banyaknya gelandangan psikotik yang berkeliaran di kota Surabaya karena tidak diurus keluarga mereka. Mereka ini ditampung di Dinas Sosial. Jumlahnya ada 600 orang. Kalau kondisinya parah, baru mereka dibawa ke RSJ Menur untuk berobat, kata Hendro Riyanto.

Untuk itu, dr Fidiansyah SpKJ, Wakil Direktur Medik Rumah Sakit Jiwa Soeharto Herdjan Jakarta, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (9/7), menyatakan pemerintah seharusnya meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan jiwa. Hal ini bisa ditempuh dengan menempatkan kesehatan jiwa sebagai salah satu kesehatan dasar yang harus diberikan di setiap pusat kesehatan masyarakat.

Saat ini, jumlah penderita gangguan jiwa ringan dan sedang sangat banyak di kalangan masyarakat. Diperkirakan, 20-30 persen dari total populasi penduduk di perkotaan mengalami gangguan jiwa ringan dan berat. Selain itu, sekitar satu persen dari total jumlah penduduk mengalami gangguan jiwa berat sehingga harus mendapat pengobatan di rumah sakit atau penyedia layanan kesehatan jiwa lain.

Sayangnya, sampai saat ini jumlah penderita gangguan jiwa yang telah mendapat pengobatan masih sangat terbatas. Untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan jiwa, kami mengadakan mobil keliling pelayanan kesehatan jiwa yang mengunjungi puskesmas-puskesmas di Jakarta. Selain mendeteksi warga yang mengalami gangguan jiwa, mobil keliling ini juga untuk mempermudah pasien yang sudah selesai dirawat di rumah sakit jiwa untuk kontrol secara teratur, ujarnya.

Penderita gangguan jiwa harus kontrol secara teratur untuk mengatasi gangguan neurotransmiter di dalam tubuhnya. Jika tidak berobat secara teratur dengan dosis yang sangat kecil, maka penderita bisa mengalami kekambuhan. Penderita gangguan jiwa itu seperti penyakit lain yang membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang. "Kondisi kesehatan jiwanya harus terus dikontrol agar bisa beraktivitas sehari-hari secara normal," kata Fidiansyah.

Penyebab gangguan kejiwaan itu multifaktor, bukan hanya karena tekanan ekonomi, ujarnya menambahkan. Jika penderita gangguan jiwa ringan dan berat tidak segera ditangani, maka gejalanya akan bertambah berat dan bisa mengakibatkan munculnya perilaku anarkhis dalam menghadapi persoalan pribadi dan sosial. Hal ini bisa dilihat dalam sejumlah kerusuhan yang dilakukan sekelompok masyarakat.

Selasa, 01 Juli 2008

Bermain, Atasi Kecemasan Anak

LEPAS dari lingkungan rumah untuk pertama kalinya, misalnya saat anak pertama kali menjalani pendidikan di taman kanak-kanak, merupakan tugas yang tidak mudah, baik bagi anak maupun orang tua.

Salah satu permasalahan yang biasa muncul adalah rasa cemas anak untuk berpisah dari orang tua atau pengasuhnya. Para psikolog menyebutnya dengan separation anxiety disorder, yaitu ketakutan dan tegangan yang berlebihan pada anak ketika diminta berpisah dari figur lekat utama.

Tegangan ini dapat muncul dalam bentuk kekhawatiran terhadap keamanan orang yang berpisah darinya, menolak pergi ke sekolah, gangguan tidur, dan keluhan-keluhan sakit fisik. Barlow & Beck (dalam Weems & Carrion, 2003) menjelaskan bahwa kecemasan pada anak umumnya terjadi karena peran proses belajar, pemikiran, dan aspek fisiologis dari gangguan kecemasan.

Ketika permasalahan seperti ini terjadi pada anak Anda, maka jangan paksakan anak untuk segera beradaptasi dengan lingkungan barunya karena dapat menambah pengalaman negatif anak yang berdampak pada munculnya seri permasalahan selanjutnya. Selain perlu mengetahui penyebab utamanya, Anda juga perlu segera melakukan sesuatu sebelum permasalahan berikutnya muncul.

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk mencapai dua tujuan tersebut adalah mengajaknya bermain. Axline (1947) mengatakan bahwa bermain merupakan media alami bagi ekspresi diri anak. Permainan yang Anda lakukan bersama anak ini dapat menjadi sebuah terapi, yang disebut terapi bermain (Schaefer, 2003).

Dengan terapi bermain, anak memiliki kesempatan untuk ‘memainkan’ perasaan dan permasalahannya, anak merasa menjadi orang yang paling penting, mengatur situasi dan dirinya, tidak ada kritikan dan aturan, dan dapat diterima secara penuh (Axline, 1947). Situasi seperti ini sangat kondusif untuk anak yang sedang mengalami kecemasan, sehingga rasa amannya terpenuhi.

Dalam tulisan ini akan diperkenalkan salah satu jenis terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan, yakni terapi bermain, khususnya dengan pendekatan kognitif perilakuan.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam tahap terapi bermain dengan pendekatan ini antara lain:

1. Membangun rasa aman.
Ketika anak mengalami kecemasan karena harus berelasi dengan dunia baru, hal yang dibutuhkan anak adalah rasa aman, maka ciptakan rasa aman pada diri anak dengan menungguinya di sekolah untuk beberapa saat.
2. Merubah pemikiran yang salah.
Anak yang mengalami kecemasan berpisah biasanya telah mengembangkan pemikiran yang salah tentang dunia barunya, misalnya dengan menganggap teman-teman barunya nakal, gurunya galak, pelajarannya sulit, atau hal-hal negatif lainnya. Pemikiran anak ini perlu segera diubah dengan cara memperlihatkan fakta yang sebaliknya.
3. Ajak anak bermain bersama.
Permainan yang digunakan tergantung pada pilihan anak. Yakinkan bahwa anak menjadi aktor utama dalam permainan tersebut dan beri kesempatan untuk banyak bermain peran. Melalui peran sebagai aktor utama ini, anak telah mengekspresikan secara bebas apa yang sedang dialaminya. Manfaatkan ekspresi anak ini untuk menggali apa yang sebenarnya menjadi penyebab utama kecemasan anak.

Dari sini, Anda dapat mengubah pemikiran keliru anak secara tidak langsung melalui percakapan dengan aktor utama. Guna mendukung efektivitas terapi ini, lakukan terapi ini di lingkungan sekolah bersama teman-teman sekelas, agar perasaan positif terhadap sekolah dapat terbentuk

Ekonomi Bikin Perceraian di Pontianak Tinggi

Sekretaris Panitera Pengadilan Agama Pontianak, Abang Muhammad Hasbi mengatakan, faktor rendahnya ekonomi menyebabkan tingginya angka perceraian di Pengadilan Agama Pontianak, Kalimantan Barat.

"Terhitung sejak Januari hingga Juni 2008, sudah sebanyak 452 perkara yang masuk ke kami, yang jumlahnya terbagi sisa perkara tahun lalu sebanyak 82 perkara dan 370 yang masih dalam proses," kata Abang Muhammad Hasbi, di Pontianak, Senin.

Ia mengatakan, menurut data pihaknya angka gugatan perceraian yang ditanganinya setiap tahun mengalami peningkatan. "Entah apa penyebabnya, apakah karena semakin banyak orang yang tidak memahami norma-norma perkawinan atau karena kesadaran masyarakat untuk menggugat di pengadilan semakin tinggi," katanya.

Kebanyakan, alasan gugatan perceraian karena kebutuhan ekonomi yang tidak dapat dipenuhi oleh kaum laki-laki sejak awal perkawinan, sehingga memicu pihak perempuan untuk mengajukan gugatan perceraian, di samping ada alasan lain.

Ia menambahkan, saat ini sebanyak 311 perkara gugatan perceraian, dan 59 perkara dalam tahap permohonan. Secara keseluruhan perkara yang sudah diputus sampai tanggal 24 Juni 2008 sebanyak 354 perkara.

"Sementara perkara yang belum diputus sebanyak 98 perkara, terdiri dari 84 perkara dalam tahap gugatan, dan 14 perkara tahap permohonan. Di tingkat banding lima kasus, satu perkara putus," ujarnya.

Dari data Pengadilan Agama Pontianak ada sembilan perkara yang masuk dalam tahap kasasi atau banding. Sementara enam perkara kasasi diajukan ke Pengadilan Negeri Agama, dan sudah satu perkara yang diputus.

Ia juga mengeluhkan, masih banyaknya akta cerai yang tidak diambil, baik oleh pemohon maupun termohon, sehingga saat ini menumpuk di Pengadilan Agama," katanya.

Angka Perceraian di Bantul Terus Meningkat

Banyaknya perkawinan yang tidak dilandasi pertimbangan matang, membuat angka perceraian di Bantul terus meningkat. Kantor Urusan Agama atau KUA selaku lembaga yang berperan dalam menikahkan dihimbau untuk menggiatkan pemberian nasehat perkawinan.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Bantul kasus perceraian tahun 2007 mencapai 699 kasus, padahal tahun 2006 baru 577 kasus. Tahun 2008 ini sampai dengan bulan Mei sudah ada 336 kasus.

Tren kasus perceraian di Bantul terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebulan rata-rata ada 60 kasus yang kami tangani. Sebagian besar karena faktor perselisihan. Perselisihan dipicu karena pihak laki-laki menelantarkan atau tidak memberikan nafkah kepada istrinya. "Kondisi ini memaksa pihak istri mengajukan gugatan cerai," kata Humas Pengadilan Agama Bantul, Jalaluddin, di kantornya, Rabu (25/6).

Menurut Jalaluddin, penelantaran adalah dampak dari kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga. Pihak suami tidak sanggup memberikan nafkah karena sulit mencari pekerjaan atau upah yang diterimanya tidak mencukupi. "Selain ekonomi motif lain adalah hadirnya orang ketiga yang membuat hubungan keduanya tidak harmonis. Sebagian besar yang bercerai berusia antara 30-40 tahun," katanya.

Beberapa kurun waktu terakhir, kasus perceraian selalu didominasi cerai gugat. Hal ini membuktikan bahwa perempuan tidak lagi takut dan merasa tabu menggugat cerai suaminya. Kalau dulu istri masih takut dan selalu dinilai negatif, tetapi sekarang pemahaman masyarakat sudah lain. "Hal tersebut adalah dampak semakin terbukanya informasi," katanya.

Jalaluddin menambahkan, untuk menekan angka perceraian, KUA harus lebih sering memberikan nasehat pra-perkawinan. Nasehat itu sangat dibutuhkan agar pasangan matang dan mantap memutuskan pernikahannya. "Kematangan ini menjadi bekal untuk kelangsungan perkawinannya," ujarnya.

Sebelum diputuskan cerai, kedua pasangan diberi solusi perdamaian terlebih dahulu. Namun, langkah ini biasanya jarang membuahkan hasil. Mereka tetap kukuh dengan pendirian masing-masing. "Nasihat kami untuk berdamai pun dengan mudahnya diabaikan," kata Muhamad Udiyono, Panitera Muda Hukum pengadilan Agama Bantul.

Mimpi yang Berulang, Pertanda Apa?

MIMPI sering menemani tidur kita, datang tanpa diundang dan sering pergi tanpa berbekas. Di antara Anda ada yang pernah bermimpi sama berulang kali. Apakah ini normal, atau menandakan sesuatu yang berbahaya? Mengapa mimpi ini kembali lagi dan lagi?

Inilah penjelasan psikolog Leila Ch Budiman dalam rubrik Konsultasi Psikologi untuk menjawab pertanyaan Ted, Fi dan Pop.

Diajak kawin - Bapak Ted di Bali
(Juga buat Pop yang memimpikan ibunya sebagai monster yang menyeramkan bermata satu dan mengejar-ngejar dirinya setelah ibunya mencaci maki calon pilihannya)yang memimpikan ibunya sebagai monster yang menyeramkan bermata satu dan mengejar-ngejar dirinya setelah ibunya mencaci maki calon pilihannya)

Bu Lei, tahun lalu saya (Ted, 60) bermimpi diajak kawin kakak ipar saya yang telah meninggal dunia. Dalam mimpi itu ajakannya saya tolak meskipun istri saya menyetujui. Mimpi ini berulang lagi sebulan kemudian, dengan modus yang sama sampai empat kali. Dua kali dengan kakak ipar yang sudah meninggal, sekali dengan teman wanita sekampung, lainnya dengan teman wanita yang di luar negeri. Impian yang terakhir baru-baru ini dan seluruh ajakan kawin saya tolak. Di antara keempat wanita itu hanya satu yang pernah punya hubungan khusus dengan saya. Itu pun sebatas ciuman, tidak lebih dari itu, juga terjadi sudah lebih dari 30 tahun lalu.

Setelah mimpi, badan saya lemas dan mimpi itu sangat sulit saya lupakan sampai mengganggu konsentrasi kerja saya sampai dua minggu lamanya. Saya juga mengalami perubahan dalam pergaulan dengan wanita. Saya lebih tertarik kepada mereka, terutama di kampus dan puas kalau dapat mengajaknya ngobrol atau makan kudapan bersama. Jika beberapa hari tidak saya lakukan ini, saya gelisah tidak menentu.

Sementara itu ada keinginan kuat mengajak istri saya ke masa lalu, saat kami baru menikah. Ingin sekali kembali ke masa ketika kami hidup berdua, hubungan intim. Istri saya siap dan penuh pengertian, tetapi sering dapat kendala dari lingkungan dan keluarga.

Apakah mimpi-mimpi itu tidak berbahaya? Apakah ketertarikan saya kepada teman wanita dan keinginan saya kembali ke kehidupan awal pernikahan saya dengan istri saya adalah gejala psikis yang wajar?

Dua bulan mimpi yang sama – Fi di Jabar

AssWrWb Bu Leila, saya (30) ibu rumah tangga yang bahagia dengan dua putra yang baik dan sehat. Suami mencintai saya, sangat jujur dan penuh pengertian. Suami adalah segalanya bagi saya. Saya sangat mensyukuri dan menikmati sekali keadaan ini.

Akhir-akhir ini ada hal yang sangat mengganggu pikiran saya. Dalam dua bulan terakhir ini saya terus-terusan bermimpi teman SMA. Padahal saya tidak pernah lagi berhubungan setelah memutuskan tidak berharap lagi padanya. Ini dua tahun sebelum saya mengenal dan menikah dengan suami saya.

Memang dulu saya pernah jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya. Dia hanya penjual tempe yang kurus, kalem, tetapi pintar. Melihatnya memakai sepeda kumbang yang butut adalah pemandangan terindah yang saya rasakan saat itu. Mati-matian saya menyembunyikan perasaan saya dan saya terbakar karena cemburu kalau dia memerhatikan cewek lain. Hanya ketika akan berpisah, dia sedikit memerhatikan saya dan tidak pernah menyatakan cinta kepada saya.

Sekarang sudah tujuh tahun saya menikah dengan suami yang selalu berusaha memanjakan saya, tanpa ujung-pangkal tiba-tiba mimpi itu datang terus. Bu, bagaimana caranya agar mimpi-mimpi itu hilang dan tidak mengganggu lagi?

Bapak Ted, Fi, dan Pop yang lagi gandrung bermimpi,

Benar, mimpi sering menemani tidur kita. Dia datang tanpa diundang dan seringkali pergi tanpa berbekas, hanya beberapa saja yang kita ingat. Mimpi senantiasa menemani tidur orang, sejak dia bayi sampai matinya. Ini gejala wajar, sewajar napas kita. Jadi, tidak dapat dihilangkan Fi. Bahkan psikiater Dr Mehta mengatakan mimpi itu berguna untuk membersihkan diri dari ”disturb feelings” (perasaan mengganggu) yang tidak mau kita akui.

Sigmund Freud sejak lama melihat pentingnya mimpi untuk mengerti masalah seseorang sebab mimpi adalah ”The royal road to the unconscious” (jalan ”tol” ke alam bawah sadar ) dalam bukunya yang terkenal The Interpretations of Dreams. Dari mimpi-mimpi inilah dapat dianalisis berbagai keinginan, ketakutan, perasaan yang tersembunyi.

Ada pula ahli yang mengatakan isi mimpi tidak begitu penting sebab itu hanyalah gejala fisiologis otak dalam usaha mengistirahatkan berbagai gugus neuronnya saja. Itu pula sebabnya isi impian seringkali tidak jelas, cukup kacau, dan tidak masuk akal.

Jika ada kerusakan dalam otak yang menyebabkan orang itu tidak bisa melihat atau tidak dapat mendengar, impiannya mengenai penglihatan dan pendengaran juga terganggu, bahkan dapat pula hilang (G William Domhoff, The scientific study of dreams, Washington, 2002). Jadi selama impian kita masih seru dan banyak ragamnya tandanya berbagai fungsi itu pun masih oke.

Bapak Ted, yang mulai menginjak masa sepuh, tetapi berulang kali mimpi diajak kawin beberapa wanita, mungkin tanpa sadar Anda ingin mengecap kembali suasana romantis. Dari keinginan yang samar-samar diajak kawin yang telah meninggal) jadi tambah nyata (yang terakhir si dia pernah dicium). Impian itu pun menguatkan kepercayaan diri untuk mendekati perempuan. Syukurlah jika Bapak Ted lebih getol mendekati istrinya daripada pergi ke orang lain. Apakah keinginan ini wajar? Ya, wajar, asalkan dengan perempuan lain ”kudapan” bersama tidak jadi kelonan bersama!

Jeng Pop yang memimpikan bundanya menjadi monster yang menyeramkan adalah refleksi perasaannya sendiri terhadap ibunya yang melabrak kekasihnya. Jika sikap ibunya lebih lembut dan rasional mungkin impian Jeng Pop tidak seram lagi alias minus sang monster.

Dinda Fi, meski cinta SMA itu sudah tutup buku, ia tetap masih tercatat dalam bawah sadarmu yang sewaktu-waktu bisa tersembul keluar dalam mimpi. Betapapun gangguan mimpi, lebih ringan daripada gangguan sebenarnya? Sering kali yang tidak kita dapatkan terasa lebih menarik dari yang didapat. Jika Anda menikah dengan ”pacar” SMA itu, mungkin tiap malam Anda akan memimpikan suamimu yang sekarang!

Berbahayakah mimpi? Tidak, selama posisinya tetap jadi mimpi, jangan di-upgrade dan diyakini sebagai ”ramalan jelek” dan ”nasib jelek”.