Sabtu, 27 Desember 2008

Alkohol: Merangsang Gairah, tapi Bikin Loyo

KEBIASAAN minum minuman keras atau menelan sejumlah besar bir atau anggur ternyata dapat menghilangkan tenaga. Padahal, sering terdengar, minuman beralkohol digunakan sebagai pembangkit gairah sebelum melakukan hubungan seks. Banyak iklan di pelbagai media cetak mengiklankan produk minuman keras dapat menimbulkan kesan hangat, penuh cinta, dan seksi.

Menurut Dr Eugene Schoenfeld dari San Fransisco dan penulis pada kolom Dr Hippocrates di berbagai surat kabar Amerika, alkohol memang merupakan contoh obat yang begitu luas digunakan, tapi jangan dianggap semata sebagai obat. “Dalam dosis yang lebih besar, terjadi depresi dan perlambatan refleks. Stimulasi akibat alkohol sebenarnya disebabkan pelepasan hambatan-hambatan yang ada,” tulisnya seperti dikutip dari buku Nutrisi Seksual (Sexual Nutirition) yang ditulis oleh DR Morton Walker.

Dr Eugene Schoenfeld mengatakan, kebiasaan minum minuman beralkhohol menyebabkan hati menghasilkan sejumlah besar enzim yang dapat menghancurkan testosteron, hormon pembangkit libido pria. Sebuah riset dari universitas di California menunjukkan bahwa kebanyakan pria tidak bisa ereksi setelah meminum tiga kali minuman keras yang masing-masing dosisnya 1 ons. Karena alkohol mengurangi produksi testosteron, kebiasaan minum yang berat dapat menyebabkan impotensi permanen, bahkan kecenderungan mandul pada pria.

Kendati demikian, beberapa orang dengan karakter pribadi yang kuat masih bisa ereksi meskipun dalam keadaan mabuk berat. Ahli riset seksual, dr CW Sheppard dan dr GR Gay, menyimpulkan, dengan mempertimbangkan adanya keraguan dalam manfaat dari penggunaan yang berlebihan, tidak masuk akal juga untuk menggunakan stimulan dari bahan-bahan yang mengandung alkohol.

“Seseorang yang tak dapat bereaksi terhadap stimulasi psikoseksual biasa seharusnya mencari bantuan profesional. Pada umumnya, minuman keras hanya memberikan kekecewaan, bukan pada perbaikan seksual,” tulis Sheppard dan Gray dalam laporannya yang dimuat dalam Journal of Abnormal Psychology.

Masih dalam laporan yang ditulis Shepperd dan Gray, dikatakan bahwa orang yang minum alkohol, semangatnya dapat naik, tapi penisnya hanya naik sementara saja, ereksinya pun hanya setengah keras. Dampak sebenarnya dari alkohol dalam segala bentuknya, wiski, anggur, dan bir, dapat menjadikan penis lembek alias loyo. Semakin mabuk, semakin lembek.”

Bagaimana dengan wanita? Beberapa wanita mengatakan, efek minuman keras dapat membuat gairah menjadi naik. Menurut penelitian psikolog dr G T Wilson dan dr D M Lawson, para wanita itu lebih cepat mabuk dan mabuk lebih lama dibandingkan dengan pria. Wanita lebih cepat menyerap alkohol dan lebih dulu menahannya dalam darah daripada pria. Akibatnya, dapat membahayakan janin.

Percobaan yang disebut Fetal Alcohol Syndrome (FAS), sindroma alkohol janin yang dilakukan para ahli di University of North Carolina, mengatakan, gangguan pada janin sudah dapat terjadi pada tiga minggu kehamilan, jauh sebelum wanitanya sendiri sadar dirinya hamil.

Hamil, Hindari Setengah Matang

MEMASUKI masa kehamilan merupakan periode paling rentan bagi seorang wanita. Pasalnya, segala aktivitas yang dilakukan bakal berdampak bagi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, saat hamil wanita tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat dan harus banyak istirahat.

Selain itu, dokter spesialis kandungan Boyke Dian Nugraha menyarankan, wanita hamil harus menjaga pola hidup yang sehat, yakni dengan memperbanyak makan buah dan sayuran. Ini penting untuk mendukung perkembangan janin.

Namun, pastikan juga makanan yang dikonsumsi harus benar-benar sehat. "Jangan makan-makanan setengah matang," kata Boyke. Pasalnya, pada makanan setengah matang seringkali masih terdapat virus yang bisa membahayakan janin.

Meski sebaiknya tidak melakukan banyak aktivitas, ibu hamil juga harus tetap berolahraga. Namun, cukup olahraga ringan, misalnya senam ibu hamil.

Di samping itu, ibu hamil juga harus intensif memeriksakan kesehatan dan kandungannya sebulan sekali, ia harus periksa ke bidan atau ahli kandungan. "Ini wajib, tidak boleh dilupakan," tandas Boyke.

4 Kunci Perkembangan Otak Anak

PERKEMBANGAN otak akan memengaruhi kecerdasan anak di kemudian hari. Hal yang memengaruhi perkembangan otak anak hingga usia 3 tahun antara lain faktor gen, asupan nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

Demikian dikatakan Dr Soedjatmiko dalam roadshow seminar "Memaksimalkan Kecerdasan Anak dengan Floor Time" di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (24/1).

Menurut Soedjatmiko, faktor gen dari orangtua memang sudah tak bisa diubah. "Ini sudah tak bisa diganggu gugat, misal orang tua cerdas, maka faktor gen akan menurun ke anak," jelasnya.

Adapun penambahan nutrisi terhadap bayi akan memberi efek positif bila diberikan sedini mungkin, yakni sekitar 6-12 bulan. "Perkembangan otak bayi setelah dilahirkan lebih penting dalam menentukan IQ anak di kemudian hari dibanding saat di dalam kandungan," tuturnya.

Nutrisi yang terbaik untuk bayi, dikatakan Soedjatmiko, air susu ibu (ASI) mengandung banyak zat yang diperlukan seperti protein dan asam amino, AA-DHA, Gangliosida (GA), kolin, dan zat gizi mikronutrien lainnya.

Di samping nutrisi, stimulasi juga memegang peranan penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. "Stimulasi diperlukan agar hubungan antarsel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang karena bila tak distimulasi, sinaps yang jarang atau tak terpakai akan musnah," ucapnya.

Stimulasi ini dapat diterapkan sejak dini, yakni sejak janin masih dalam kandungan hingga umur 2-3 tahun yang dikenal dengan masa keemasan perkembangan otak anak (golden age).
Stimulasi, menurut Soedjatmiko, dapat dilakukan dengan bermain aktif dengan penuh kasih sayang, gembira, dan bebas.

"Faktor kasih sayang ini juga penting karena kedekatan emosional saat orangtua dan anak itu bermain dapat menstimulasi anak untuk berpikir kreatif," jelasnya.

Selasa, 18 November 2008

Overweight Bikin Haid Tak Teratur?

Tanya:
Dok, haid saya sangat amat tidak teratur. Sudah kurang lebih 1 tahun saya tidak haid. Sebelumnya, kira-kira 2 tahun saya tidak haid. Kenapa ya dok? Saya memang overweight, masih single dan mungkin karena overweight, maka saya malas berolah raga, cepat capai. Bagaimana ya dok solusinya? saya khawatir nih. Mau tanya lagi dok, adik saya yang berusia 24 tahun, mahasiswa (laki-laki) masih punya kebiasaan mengompol. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ada teman yang menyarankan untuk meminum pil tofranil supaya tidak mengompol lagi. Apakah ada efek samping dari obat itu? Tiflo, 29 tahun

Jawab:
Siklus haid sangat dipengaruhi oleh fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Untuk terjadinya pelepasan sel telur dan menstruasi kadar hormon estrogen dan progesteron harus mencapai titik tertentu. Sedangkan proses metabolisme kedua hormon tersebut sangat dipengaruhi oleh kadar lemak dalam tubuh, karena bahan dasar hormon tersebut adalah lemak. Kadar lemak yang tinggi menyebabkan gangguan pada metabolisme kedua hormon tersebut, akibatnya siklus haid terganggu seperti yang anda alami. Dalam jangka panjang, kandung telur tidak dapat pecah dan mengeluarkan sel telur seperti wanita normal. Anda sudah tau penyebabnya, yaitu kelebihan berat badan, dan pastinya Anda juga tahu solusinya untuk memperbaiki fungsi reproduksi dari tubuh anda, hanya diperlukan motivasi yang kuat serta perubahan gaya hidup untuk mengurangi berat badan Anda. Setelah berat badan Anda berkurang biasanya pola menstruasi akan berangsur-angsur berubah mendekati normal. Bila Anda mau, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan dan memeriksakan kadar hormon dalam tubuh. Namun pemeriksaan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Adik Anda di usia 24 tahun masih sering mengompol, hal ini sangat tidak normal, sebaiknya adik anda memeriksaqkan diri ke dokter spesialis saraf untuk melihat adakah kelainan dari persarafan kandung kemih yang menyebabkan mengompol, selain itu ada kemungkinan diperlukan keterlibatan seorang psikiater untuk melihat apakah ada masalah kejiwaan yang melatarbelakangi kebiasaan adik anda ini. Obat yang anda sebutkan itu pada dasarnya adalah obat anti depresi yang juga dapat digunakan untuk kasus-kasus mengompol, namun sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu apa penyebab adik Anda masih mengompol, baru dapat diberikan terapi atau pengobatan yang sesuai.

Olahraga Saat Hamil? Kenapa Tidak!

Banyak perempuan yang takut untuk melakukan aktifitas terutama berolahraga, saat hamil dengan alasan menjaga kesehatan janinnya. Apalagi ketika usia kehamilan semakin bertambah, dan bobot tubuh yang semakin berat membuat perempuan menjadi malas bergerak.

Sebaiknya kini tinggalkan kebiasaan itu. Dr. James F. dari dari Universitas Kedokteran Cleveland, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa olahraga ternyata baik bagi kesehatan perempuan yang tengah hamil.

Sebuah penelitian dilakukan James terhadap 39 perempuan hamil. Perempuan-perempuan itu biasa berolahraga ketika mereka belum hamil. Sebanyak 20 orang dari mereka tetap menjalankan kebiasaan olahraganya saat hamil. Sedangkan 19 sisanya menghentikan kebiasaan olahraganya saat hamil.

Perempuan yang tetap menjalankan olahraga memiliki tingkat kesehatan 82 persen saat hamil. Sebaliknya perempuan yang tidak berolahraga tingkat kesehatannya hanya 52 persen.

Dikutip detikhot dari Reuters Health, Selasa (18/11/2008), perempuan yang masih aktif berolahraga saat hamil juga bisa menurunkan berat badannya lebih cepat. Tak hanya itu, detak jantung dan tekanan darah para perempuan tersebut juga menjadi lebih baik.

Tapi yang perlu diingat, kegiatan berolahraga harus dikurangi ketika usia kehamilan mencapai 12 minggu. Olahraga bisa kembali dilakukan secara normal setelah 6 bulan melahirkan.

Kencangkan Lengan Sambil Berbaring

Mau bentuk lengan indah tanpa mengeluarkan banyak keringat? Coba fitness tips berikut ini. Anda bisa mengencangkan lengan sambil berbaring lho!

Tak perlu menyiapkan banyak peralatan, yang Anda perlukan hanya selembar matras dan dumbell ringan. Ayo ikuti instruksinya!

1. Berbaringlah ke arah kiri, jadikan tangan kanan Anda penopangnya (seperti pose putri duyung). Tekuk kaki Anda ke arah belakang. Lalu pegang dumbell di tangan kiri.

2. Taruh tangan kiri Anda di atas pinggang dengan posisi membentuk sudut 90 derajat.

3. Angkat lengan hingga membentuk sudut 90 derajat, lalu turunkan perlahan.

4. Teruskan hingga 12-15 kali gerakan lalu ganti kesisi yang lain.

Lakukan secara rutin dan rasakan hasilnya. Tapi jangan salah loh, walau terlihat mudah, namun ternyata latihan ini cukup menguras tenaga. Selamat mencoba!

Trauma Masa Kecil dan Masa Depan Anak

BANYAK perempuan bertahan dan mempertahankan perkawinannya karena pertimbangan akan masa depan anak, walaupun dari perkawinan itu sendiri perempuan tidak memperoleh haknya akan kebahagiaan diri.

Sampai hari ini, setelah hidup bersama sebagai istri selama 27 tahun, saya tidak pernah merasakan apa arti hidup bahagia.

Memang dari segi materi dapat dikatakan cukup berlimpah, tetapi dari segi mental saya benar-benar terpuruk. Kecuali perlakuannya terhadap saya, suami saya pun tidak peduli akan kebutuhan kehangatan kasih yang saya dambakan. Kalaupun saya bertahan dalam perkawinan ini hanyalah karena ketiga anak saya.

Suami saya memang pengusaha yang berhasil, tetapi dia sangat egois dan kalau bicara atau berkomentar seenak sendiri, sama sekali tidak memerhatikan perasaan orang lain, apalagi terhadap saya dan anak-anak. Yang amat saya sesali adalah dia begitu kejam terhadap anak laki-laki nomor satu. Sejak sekitar usia dua tahun setengah kalau anak nakal (yang sebetulnya kenakalan biasa atau agak rewel saat tidak enak badan), maka tanpa segan anak disabet dengan lidi sampai badannya bilur-bilur. Saat anak itu sekitar usia tiga tahun, tiba-tiba anak itu menjerit menangis keras dengan suara ketakutan. Waktu itu saya sedang menyusui adiknya yang baru usia tiga minggu. Saya bergegas bangun untuk melihat apa yang terjadi, Bu.

Anak itu disiram air dan sedang diangkat akan dimasukkan ke bak mandi. Hal itu terjadi pada sekitar pukul tujuh malam. Ia rewel karena mengantuk dan suami saya terganggu konsentrasinya, sementara dia sedang menyelesaikan pembukuan perusahaan kami.

Anak itu langsung saya rebut dari tangannya. Saya sedih, Ibu, karena sejak saat itu anak pertama saya tersebut takut sekali bila didekati ayahnya.

Apalagi saat anak menjelang remaja, semakin kejam pula cara ayahnya menghukum. Anak disuruh berdiri menghadap tembok dan dipukul dengan ikat pinggang beberapa kali, sambil dicaci maki dengan kata-kata kasar, seperti anak bodoh, goblok, tolol.

Sedih saya, Bu, bila mengingat bagaimana anak saya dihukum ayahnya. Sebenarnya saat suami saya sedang tenang, saya sering menyarankan untuk tidak menghukum anak pertamanya dengan cara kejam seperti itu, tetapi dia selalu berdalih bahwa tanpa digembleng dengan keras dan kejam seperti itu, anak itu akan manja dan tidak bisa kerja.

Akibat hukuman tersebut, anak saya jadi pendiam, kurang berani, kurang inisiatif. Kecuali itu, rupanya diam-diam anak tersebut juga dendam terhadap ayahnya sehingga sampai saat ini (usia 26 tahun) selalu menghindarkan diri dari komunikasi dengan ayahnya.

Ia pun sama sekali tidak tertarik dengan perusahaan ayahnya. Saya khawatir, karena siapa lagi yang akan menggantikan ayahnya meneruskan perusahaan yang sudah sedemikian besar bila bukan anak itu. Saya bingung, tetapi tidak tahu mau berbuat apa, sementara semakin tua karakter suami saya semakin tidak menyenangkan.” Demikianlah keluhan Ny D (53).

Analisis

Dari ungkapan Ny D, sebenarnya ada dua masalah yang diutarakan. Yang pertama adalah masalah kehidupan perkawinannya yang sama sekali tidak membuat Ny D merasa bahagia karena cara suaminya berkomunikasi tidak membuatnya merasa nyaman, bahkan sering merasa terpojok dan terdiam seribu basa.

Persoalan kedua adalah masalah anak sulungnya yang sangat membenci ayahnya dan menghindari komunikasi dengan ayahnya, padahal dialah satu-satunya pewaris perusahaan keluarga di kemudian hari karena kedua anak lainnya perempuan.

Pola asuh yang diterapkan Tn D terhadap anaknya adalah dominan, otoriter, keras, dan kejam. Anak akan menderita pengalaman traumatis oleh perlakuan ayah dan menyisakan luka batin mendalam.

Ada dua kemungkinan sikap mental eksesif yang akan berkembang oleh pengalaman traumatis masa kecil anak:

(1). Bila pada dasarnya anak berwatak keras, ia pun kelak akan meniru dan menjadikan karakter ayahnya sebagai bagian dari dirinya. Ia akan menjadi orang yang berkepribadian dominan, keras, bahkan sadis-agresif dan tidak mampu berkompromi dengan lingkungan.

(2). Bila pada dasarnya dia berwatak lemah, ia akan menjadi berkepribadian submisif, cenderung menempatkan diri di bawah otoritas orang lain, tidak berani berkata ”tidak” (tidak asertif), terkesan menunggu inisiatif orang lain, bahkan tidak berani mengambil keputusan, baik bagi lingkungannya maupun bagi dirinya sendiri.

Apa pun reaksi eksesifnya, kedua peluang perkembangan kepribadian yang eksesif tersebut tetap akan menyisakan rasa dendam kesumat, kebencian yang intens terhadap ayahnya.

Perbedaannya, pada reaksi eksesif yang pertama, dendam kesumat dimunculkan dalam perilaku agresif-sadistis pada lingkungan. Anak akan dengan mudah terpicu mengungkap reaksi agresif yang terkadang destruktif.

Sementara reaksi eksesif yang kedua muncul dalam bentuk sikap tidak berani ambil inisiatif, tetapi bersifat pasif-agresif, yaitu sikap diam, tetapi bergeming, artinya bertahan pada sikap perlawanan tidak tergoyahkan, kaku, dan tidak fleksibel.

Makian, cercaan menyakitkan hati, dan merendahkan harga diri anak, apalagi disertai hukuman fisik yang berlebihan, hanya akan menyisakan dendam kesumat eksesif terebut di atas kemudian hari. Jadi, mengapa kita tidak mencari tahu tentang cara menghukum anak yang bersifat mendidik?