Selasa, 25 November 2014

Tenggorokan Sakit Saat Minum dan Menelan Makanan

Tenggorokan memiliki fungsi memisahkan esofagus dari trankea dan mencegah makanan dan minuman untuk masuk ke saluran pernapasan, dimana tenggorok terdiri dari 2 bagian, yaitu sebagai jalur makanan (kerongkongan) dan jalur nafas (tenggorok). Lalu, bagaimana jika tenggorokan Anda terasa sakit saat minum dan menelan makanan? Rasa tidak nyaman dan cemas pasti menghantui Anda.

Dalam sesi Konsultasi Umum sepanjang 2014, pertanyaan mengenai tenggorokan sakit saat minum dan menelan makanan menjadi salah satu pertanyaan yang sering disebutkan pembaca , misalnya Retno, wanita lajang berusia 24 tahun.

Dok saya punya keluhan di tenggorokan yang untuk menelan makanan dan minum sakit serta leher belakang sakit juga.

dr Dito Anugroho pengasuh Konsultasi Kesehatan Umum menjelaskan masalah itu umumnya muncul bila seseorang mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, tidak disertai batuk, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemui tender anterior cervical adenopathy. Selain itu disertai eksudat atau pembekakan amandel, maka ada kemungkinan diagnosisnya mengarah ke Group GABHS (group A beta-hemolytic streptococcal) pharyngitis.

"Tetapi, masih banyak lagi kemungkinan diagnosis (diagnosis banding) dari nyeri tenggorokan atau sakit tenggorokan selain faringitis, misalnya tonsillitis, tansilofaringitis, abses peritonsil," ucap dr Dito yang bekerja di Neuroscience Department and Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII).

Menurut dr Dito yang merupakan mantan pengajar di Universitas Surya, sakit tenggorokan atau nyeri tenggorokan 50-80% disebabkan oleh infeksi virus, misalnya virus Adenovirus, influenza virus, parainfluenza virus, dan sebagainya. Serta, sisanya (20-50%) nyeri tenggorokan disebabkan oleh bakteri, seperti: Streptococcus pyogenes grup A, Fusobacterium necrophorum, Haemophilus influenza type B, dsb.

Ia menambahkan, selain virus dan bakteri, kemungkinan lain dapat disebabkan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), Postnasal Drip (allergic rhinitis atau penyakit pernafasan lainnya), tiroiditis akut, batuk persisten, trauma (cedera, luka), nyeri gigi yang beralih/menjalar (referred dental pain).

"Pencegahan radang tenggorokan itu mudah. Hindari konsumsi makanan dan minuman yang beraroma tajam atau berpotensi mengiritasi (melukai) selaput lendir (mukosa) tenggorokan, misalnya makanan yang pedas, panas, berminyak (atau digoreng dengan minyak curah), dan asam. Seringlah konsumsi minuman yang hangat, seperti wedang jahe, dan jeruk manis hangat," saran dr Dito yang rajin menulis buku ini.

dr Dito menambahkan konsumsi air putih, sayuran dan buah-buahan harus diperbanyak, disertai menjaga stamina tubuh, istirahat teratur, memperbanyak beribadah, meningingkatkan spiritualitas, berpola hidup sehat, selaras, serasi dan seimbang untuk mencegah radang tenggorokan.

Kamis, 20 November 2014

Kurang Minum Susu? Waspadai Gejala Kekurangan Iodin di Usia Remaja

Gill Bembridge tak begitu khawatir ketika mendapati benjolan kecil di leher putrinya, Faye. Ia mengira putrinya hanyalah kedinginan. Hingga suatu ketika salah seorang temannya mengatakan itu bukanlah benjolan biasa.

"Ia seorang pensiunan dokter, namanya Pete Lansley. Ia bilang benjolan itu pertanda Faye kekurangan iodin. Ini tak pernah terlintas dalam benak saya sekalipun," kata Gill.

Dan ibu dua anak itu kaget ketika dampak jangka panjang dari kekurangan iodin bukan hanya benjolan, namun hingga gangguan mental, entah itu pada anak-anak maupun orang dewasa sekalipun. Khusus bagi remaja perempuan, mereka juga butuh lebih banyak iodin agar payudara dan ovariumnya berkembang dengan baik.

Menurut laporan WHO, kekurangan iodin juga erat kaitannya dengan turunnya IQ atau kepintaran, kelelahan akut, keguguran, hingga gangguan tiroid yang berperan penting dalam proses perkembangan. Bila sudah parah, kekurangan iodin juga dapat mengakibatkan hilangnya daya ingat dan mandul.

Ketika dimintai keterangan, Dr Lansley menerangkan gondongan atau benjolan yang muncul di leher gadis 9 tahun itu juga ia temukan pada anak-anak tetangganya yang masih remaja di kawasan Yorkshire. Benjolannya persis di tengah leher dan akan bergerak naik turun ketika sedang mengunyah.

"Gondongan merupakan gejala paling jelas dari kekurangan iodin. Bila tubuh kekurangan mineral ini maka kelenjar tiroid membesar agar dapat menghasilkan hormon tiroid sendiri, makanya membengkak," terang Dr Lansley .

"Di tahun 60-an saya pernah bertugas di Turki dan melihat banyak gadis remaja mengalami kondisi semacam ini, namun saya tak pernah mengira akan melihatnya di Inggris," tambahnya.

Namun dari sebuah penelitian yang dipublikasikan The Lancet di tahun 2011 terungkap bahwa 70 persen remaja di penjuru UK mengalami kekurangan iodin, meskipun hanya satu dari lima anak yang kadar iodinnya tergolong sangat rendah.

Lantas bagaimana bisa remaja-remaja di Inggris kekurangan iodin? Iodin dapat diperoleh dari makanan laut, rumput laut, ikan cod dan kerang. Akan tetapi yang lebih banyak ditemukan di Inggris adalah keju dan yoghurt.

Hanya saja di tahun 1970-an konsumsi susu di negara ini menurun drastis karena alergi dan perubahan selera di masyarakat. Sedangkan susu organik yang diproduksi di peternakan-peternakan Inggris mengandung iodin 40 persen lebih sedikit ketimbang susu yang dihasilkan di peternakan pada umumnya.

Beruntung setelah dibawa ke dokter dan mendapatkan resep suplemen iodin, gondong di leher Faye perlahan menghilang hanya dalam waktu satu bulan. Setelah itu Gill bertekad untuk memenuhi asupan susu dan makanan kaya iodin lainnya untuk putrinya itu.

Menurut ahli nutrisi Leona Victoria Djajadi, DNC, iodin tergolong ke dalam tiga nutrisi yang harus diberikan agar anak tumbuh cerdas. "Cara termudah untuk memenuhinya adalah menggunakan garam beryodium, tetapi juga jangan berlebihan," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Anak usia 0-1 tahun bisa mengonsumsi garam 1 gram per hari, kemudian untuk anak usia 1-6 tahun garam 2-3 gram bisa diberikan per hari.

Senin, 10 November 2014

Aktivitas Ini Bisa Memicu Keringat Meski Anda di dalam Ruangan

Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas cairan, sekitar 60% dari total berat badan. Berolahraga, berada di bawah terik sinar matahari, atau aktivitas lainnya yang menguras keringat seringkali membuat tubuh kehilangan cairan, alias dehidrasi.

Tidak banyak yang menyadari, berkeringat sebenarnya bisa dialami tak hanya di luar ruangan, melainkan juga di dalam ruangan. Selain itu, tak hanya berolahraga, berada di bawah terik sinar matahari, atau beraktivitas di luar ruangan saja yang dapat memicu keringat; melakukan kegiatan sehari-hari pun tanpa disadari bisa membuat Anda kehilangan cairan tubuh, lho!

Ini dia beberapa hal sehari-hari di dalam ruangan yang dapat memicu keringat dan mengakibatkan dehidrasi ringan:
  1. Naik-turun tangga/mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Saat bergerak dan aktif, tubuh menghasilkan panas yang harus segera dibuang oleh tubuh. Proses membuang panas dalam tubuh agar suhu tubuh tetap berada pada suhu normal, yaitu sekitar 37,5 derajat Celsius ini yang menyebabkan timbulnya keringat.
  1. Bekerja di ruang AC
Siapa sih, yang nggak suka berada di dalam ruangan ber-AC? Apalagi jika cuaca di luar ruangan sedang terik. Namun ternyata bekerja di ruangan AC tidak jaminan Anda terhindar dari keringat, lho! Saat berpikir keras dan berada dalam tekanan, tubuh mengeluarkan keringat untuk menetralkan suhu di dalam tubuh. Ditambah lagi, ruangan AC yang menyebarkan udara dingin ke seluruh ruangan mengandung udara yang dapat menyerap kelembapan di dalam ruangan tersebut, termasuk dari kulit kita. Itu sebabnya, kulit menjadi kering dan cairan yang ada dalam tubuh menjadi berkurang.
  1. Tidur
Meskipun tidak bergerak, tidur ternyata juga bisa membuat kita berkeringat dan menimbulkan dehidrasi. Apalagi bagi yang senang tidur siang atau tidur di dalam suhu ruangan yang panas. Hal ini disebabkan karena saat tidur kita mengeluarkan sebagian cairan tubuh yang menguap keluar melalui pernapasan.

Rabu, 05 November 2014

Bagi Diabetesi, Konsumsi Makanan Tinggi Serat Bantu Kontrol Gula Darah

Guna mengontrol kada gula darah, selain meminimalisir konsumsi asupan dengan kadar glukosa dan karbohidrat tinggi, penyandang diabetes juga bisa menerapkan konsumsi serat secara rutin. Apalagi, serat cukup mudah didapat misalnya saja dari buah dan sayur.

"Makanan tinggi serat mampu menurunkan kadar gula darah. Sebab, serat berfungsi menghambat proses penyerapan makanan yang dikonsumsi ke dalam darah. Jadi, jika mengonsumsi makanan berserat tinggi peningkatan gula darahnya tuh pelan-pelan," ucap Prof. Dr. dr. Achmad Rudijanto, SpPD-KEMD.

Pria yang akrab disapa Prof Rudi ini mencontohkan, ketika pasien diabetes mengonsumsi gula pasir misalnya dalam teh hangat, kadar gula darah ototmatis akan naik karena gula pasir pada dasarnya merupakan karbohidrat. Sebaliknya, saat mengonsumsi sayuran, kadar gula darah tidak akan naik drastis karena karbohidrat dalam sayuran tidak langsung diserap dalam darah.

"Sehari jumlah serat yang kita konsumsi paling tidak 60 gram untuk seribu kalori," lanjut Prof Rudi, ditemui di sela-sela Indonesia Diabetes Leadership Forum di JW Marriot, Kuningan, Jakarta.

Terkait konsumsi gula khusus diabet yang dibuat dari jagung, menurut Prof Rudi meskipun dikatakan tidak mengandung kalori, pada dasarnya tetap mengandung kalori. Hanya saja, kalori yang terkandung dalam gula jagung tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara drastis.

"Anda makan daging murni protein setengah kilo, penaikan gula darah Anda tidak seberapa. Namun, jika Anda makan nasi setengah kilo pasti gula darah Anda langsung naik," imbuhnya.

Kamis, 30 Oktober 2014

5 Kebiasaan Saat Makan Malam yang Justru Bikin Tubuh Tambah Melar

Guna mencegah badan tak melar, sering dilontarkan aturan-aturan terkait rutinitas makan malam. Misalnya saja sebaiknya tidak makan malam jika sudah lebih dari jam 7 malam. Toh Anda tetap makan malam di atas jam 7, sebaiknya perhatikan beberapa kebiasaan yang sering dilakukan.

Seperti dirangkum ada beberapa kebiasaan saat makan malam yang justru membuat jarum timbangan Anda mudah bergeser ke kanan alias bobot Anda bertambah.

1. Menjadikan makan malam sebagai menu paling besar



Meski disantap paling akhir, bukan berarti Anda harus menjadikan makan malam waktu mengasup makanan dengan porsi paling besar. Justru dengan makan dalam porsi besar, tubuh akan sulit untuk mencerna makanan.

"Akibatnya proses metabolisme tidak optimal, makanan tidak tercerna dengan baik, dan saat bangun tidur tubuh justru terasa tidak enak saat bangun di keesokan harinya," kata ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes.

2. Langsung tidur setelah makan


Ahli gizi Jaime Mass RD menuturkan sebainya beri jeda waktu 1-2 jam untuk tidur setelah makan malam. Sebab, sesudah mengasup makanan, tubuh akan melakukan metabolisme, regulasi gula darah dan keseimbangan hormon, serta proses menghasilkan energi.

"Jika Anda langsung tidur, perut akan terasa begah, metabolisme tidak berjalan dengan baik dan akibatnya berat badan makin bertambahm" tutur Mass.

3. Mengonsumsi banyak karbohidrat


Rita mengatakan, khususnya jika Anda sudah makan di jam-jam malam, sebaiknya hindari makanan 'berat' alias yang mengandung karbohidrat tinggi seperti nasi, pasta, atau kentang. Sebab, makanan tinggi karbohidrat bisa dipastikan dengan cepat menaikkan kadar gula darah sehingga menyebabkan kenaikan berat badan dengan signifikan.

"Apalagi setelah makan malam kan kita jarang melakukan aktivitas fisik. Jika ingin mengonsumsi makanan lengkap dan tinggi karbohidrat sebaiknya dengan porsi setengah," tutur Rita.

4. Makan sambil nonton TV


Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr Brian Wansink dari Cornell University, AS, dan Dr Ellen van Kleef dari Wageningen University, Belanda, menemukan bahwa mematikan televisi dan berbagi makanan di meja makan bersama keluarga merupakan cara sehat untuk makan.

"Pengalihan perhatian saat makan akan mempengaruhi pola makan dari masing-masing anggota keluarga itu sendiri. Sehingga saat makan sambil menonton TV bisa mengalihkan perhatian Anda dari fokus mengonsumsi makanan," tutur Dr Brian.

5. Tidak makan bersama keluarga


Makan bersama anggota keluarga lain di satu meja makan bisa membantu seseorang untuk mengonsumsi makanan lebih sedikit. Apalagi, dengan makan bersama akan ada orang lain yang mengingatkan ketika Anda makan berlebih.

"Bahkan hanya makan berdua dengan adik atau anggota keluarga lain bisa menimbulkan rasa ingin berbagi sehingga makanan yang banyak di meja makan seakan-akan tidak ingin kita habiskan sendiri," kata ahli gizi Mohamad Aldis, SKM.

Rabu, 29 Oktober 2014

Terlalu Sering Bercinta dan Sulit Hamil, Adakah Hubungannya?

Saya ingin sekali hamil. Saya sudah berhubungan seks saat masa subur ataupun tidak subur tapi tanda tanda kehamilan tak kunjung datang. Apakah terlalu sering berhubungan seks ada hbungannya dengan sulit hamil? Apa yang harus saya lakukan jika ingin cepat hamil? Terimakasih.

Widari (Perempuan menikah, 25 tahun)
dayumas_sriwidariXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 50 kg

Jawaban

Terjadinya kehamilan bila sel jantan (spermatozoa) yang sehat 'berjumpa' dengan sel telur (ovum) yang subur dalam rahim saat masa subur wanita, yaitu sekitar hari ke 12 sampai dengan 15.

Bila setelah menikah 6 bulan, Anda dan suami teratur bercinta saat masa subur Anda, tidak terjadi kehamilan, perlu segera konsultasi ke Klinik Fertilitas.

Kelak akan diperiksa kualitas sperma suami dan kualitas hormon reproduksi Anda. Terlalu sering bercinta bukan penyebab sulitnya terjadi kehamilan.

Dr. Andri Wanananda MS

Kondisi Rambut Kemaluan Pengaruhi Penampilan Wanita di Mata Pria, Benarkah?

Beberapa wanita ada yang rajin mencukur rambut kemaluannya dengan alasan kebersihan, kesehatan, dan keindahan organ vital. Sebaliknya, ada pula wanita yang cenderung cuek dan malas mencukur rambut kemaluan. Nah, kondisi ini kerap dikaitkan dengan pandangan pria terhadap performa sang istri ketika di ranjang.

Menanggapi hal ini, terapis seks di New York, Amber Madison, MA mengatakan pandangan pria soal kondisi rambut kemaluan terhadap performa wanita di ranjang tergantung dari bagaimana si suami memandang istrinya dan juga bagaimana sifat dia.

"Jika dia sendiri cuek, bisa jadi dia tidak terlalu peduli dengan keadaan rambut kemaluan si istri. Begitu pun ketika suami termasuk orang yang peduli kebersihan dan kesehatan, bisa jadi ia akan lebih suka rambut kemaluan yang rapi," terang Madison.

"Pandangan tersebut sangat relatif. Namun hal yang patut Anda ingat adalah ketika suami sudah bisa bergairah hanya karena sang istri, dia tidak akan terlalu peduli dengan kondisi organ vital Anda serta keadaan lain, misalnya saja perut yang menggemuk atau kulit yang menghitam," lanjutnya.

Ia menambahkan, dalam survei yang pernah digelar di Inggris, dari 1.870 wanita, sebanyak 51% mengaku pasangannya tidak terlalu mempedulikan kondisi area genitalnya, termasuk rambut kemaluan. Sementara 45% mengatakan pasangannya meminta mereka untuk merawat rambut kemaluan dan 62% pria lebih menyukai tampilan alami area genital pasangannya.

"Tetapi bisa dipastikan ketika ada masalah kesehatan misalnya timbul jamur, keputihan berlebih hingga timbul bau tak sedap sudah pasti ada respons tertentu yang diungkapkan pria kepada pasangannya," lanjut Madison.

Terkait pencukuran rambut kemaluan, dr Dani Djuanda SpKK menuturkan untuk area di 'bawah sana' ingin dibiarkan 'gondrong' atau 'gundul' terserah tergantung pada si pemilik karena bisa jadi ini soal selera.

"Bulu kemaluan tidak perlu dicukur, yang penting dijaga kebersihannya. Kan fungsinya sebagai peredam saat melakukan hubungan seksual. Jika area ini dibiarkan jorok, maka kuman bisa masuk, kutu di bulu kemaluan juga bisa bersemayam,' papar dr Dani beberapa waktu lalu.