Minggu, 21 September 2008

Kenali Lebih Dekat Tamu Bulanan Anda

PENGALAMAN kaum wanita tak selalu sama dalam menghadapi menstruasi. Ada yang harus istirahat di rumah karena kesakitan, ada pula yang tidak mengalami apa-apa. Kapan perempuan harus waspada dengan gejala-gejala menstruasi yang sedang dialaminya? Mari kita cermati kuis berikut ini.

Benar atau Salah:
1. Menstruasi yang jarang, sakit, atau banjir adalah hal yang wajar.
2. Stres adalah penyebab pokok semua masalah menstruasi.
3. Mungkin dokter akan menyarankan Anda menaikkan berat badan untuk mendapatkan menstruasi.
4. Minum pil KB dapat membantu meringankan sakit menstruasi.
5. Suplemen asam folat membantu mengatasi masalah menstruasi.

Jawaban:
1. Benar. Ini adalah tiga kategori utama masalah menstruasi. Menstruasi yang jarang adalah amenorrhea. Dimenorrhea adalah istilah untuk menstruasi yang sakit dan menorrhagia adalah banjir saat menstruasi.
2. Benar. Stres dapat menyebabkan menstruasi jadi jarang. Menstruasi sakit dapat disebabkan endometriosis, sejenis infeksi, atau ada sesuatu yang tumbuh di rahim seperti fibroid. Banjir saat menstruasi dapat juga disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon atau juga penggunaan IUD untuk mengatur kelahiran.
3. Benar. Jika Anda kekurangan berat badan, dokter mungkin akan menyarankan Anda menaikkan berat badan dan memeliharanya. Perempuan yang kekurangan berat badan atau menderita kelainan makan seperti bulimia seringkali berhenti mendapatkan menstruasi. Pengobatan lain untuk mendapatkan kembali menstruasi adalah mengurangi stres dan mencari penyebab permasalahannya. Juga cari tahu siapa tahu Anda berhenti menstruasi karena sedang hamil atau mendekati masa menopause.
4. Benar. Dokter Anda mungkin akan meresepkan pil KB atau progesteron saja untuk menyeimbangkan hormon dan meredakan nyeri. Pilihan pengobatan lain adalah obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti aspirin atau asetaminofen.
5. Salah. Suplemen asam folat bukanlah penyembuh menstruasi yang banyak. Dokter akan merekomendasikan asam folat dan besi untuk wanita yang mengalami masalah ini, tapi juga untuk mengobati atau mencegah anemia yang disebabkan oleh kekurangan darah, terkait dengan banyaknya darah yang keluar saat menstruasi. Dokter akan meresepkan obat untuk memperbaiki keseimbangan hormon. Anda mungkin juga diminta untuk mengurangi aktivitas fisik untuk sementara waktu.

Sabtu, 20 September 2008

Sel Punca Kelinci Lebih Menjanjikan

sel punca atau sel induk merupakan salah satu teknologi kedokteran yang saat ini marak dikembangkan. Pengembangan sel punca telah memberi harapan bagi penyembuhan berbagai penyakit yang belum bisa terobati sampai saat ini.

Walaupun masih berbenturan dengan problem etika dan beragam teknologi pengembangannya, terapi sel punca telah banyak dilakukan termasuk di Indonesia. Sejauh ini, ada beberapa sumber sel punca yang dikembangkan untuk terapi, baik yang berasal dari manusia seperti sel punca embrionik, sel punca dewasa dan sel punca tali pusat, dan sel punca yang berasal dari hewan (sel punca xeno).

Menurut Sekjen Perhimpunan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia (PERKAPI), Dr Suharto, SpKO, DPH, para ahli kini telah berhasil mengembangkan transplantasi sel punca xeno dari janin kelinci. Sel punca yang berasal dari kelinci ini dikembangkan oleh ahli transplantasi sel Prof Dr Michael Molnar dan diproduksi Bio Cellular Research Organization (BCRO) di Swiss sejak 1998.

Prof Molnar telah menemukan metode membuat 200 macam sel untuk keperluan klinis yang dapat ditanamkan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Sel punca ini, kata Suharto, relatif lebih aman dan sama efektifnya dibandingkan transplantasi stem sel dari janin manusia. Sel punca ini juga tidak menimbulkan efek penolakan dari tubuh sehingga pada pelaksanaan terapi pasien tidak membutuhkan penekan zat imun atau imunospresan.

Sel induk yang diproduksi BCRO ini, kata Suharto, juga dihasilkan dari kelinci pilihan yang telah dikembangkan selama 30 generasi, jadi dipastikan tidak dapat menularkan penyakit kepada manusia.

Penggunaan sel punca dari kelinci ini diyakini Suharto memiliki prospek menjanjikan di masa depan mengingat superioritas sel punca hewan (xeno) terhadap manusia dibandingkan sel manusia seperti sel punca embrionik. Sel punca dari kelinci juga lebih mudah diterima oleh kalangan pemuka agama, karena sebelumnya penah muncul perdebatan di Indonesia tentang penggunaan sel punca dari hewan babi.

Sementara itu pakar anti-penuaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Waluyo Soerjodibroto, menilai penggunaan sel punca kelinci yang dikembangkan Prof Molnar relatif lebih aman karena sel yang digunakan bukanlah sel punca embrionik atau pun sel punca dari darah di tali pusar.

Menurut Waluyo, sel punca embrionik yang diperoleh dari sel-sel pada tahap blastosit (5-7 hari pascapembuahan) berpotensi menjadi untuk berubah menjadi segala macam jaringan termasuk kanker. Sedangkan sel punca dari kelinci ini diperoleh pada tahap lebih lanjut di mana janin sudah mulai membentukan organ.

Jumat, 19 September 2008

Bebas Keputihan di Bulan Puasa

BULAN puasa merupakan bulan hikmah untuk beribadah bagi kaum Muslim. Namun, kenyamanan puasa bisa terganggu karena penyakit tertentu, misalnya keputihan. Padahal, sebetulnya penyakit ini dapat diatasi karena ada cara-cara pencegahan dan solusinya.

Keputihan merupakan penyakit umum yang sering diderita perempuan dan salah satu pencetusnya adalah pola makan yang tidak sehat. Pada bulan puasa umumnya perempuan tidak memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi saat berbuka sehingga dapat memengaruhi risiko keputihan akibat infeksi jamur.

Ahli gizi Universitas Indonesia (UI) Dr Elvina Karyadi mengatakan, keputihan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Keputihan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan genitalia dan pola makan yang sehat, menghindari faktor risiko infeksi seperti berganti-ganti pasangan seksual, pemeriksaan ginekologi secara teratur termasuk pemeriksaan deteksi dini kanker satu tahun sekali bagi yang pernah melakukan hubungan seksual.

"Keputihan dapat dicegah dengan makan-makanan sehat dan rajin olahraga," kata Elvina.

Lebih lanjut, Elvina menuturkan, banyak hal yang perlu diperhatikan selama bulan puasa agar terhindar dari risiko keputihan. Antara lain, cukup asupan cairan minimal 8 gelas per hari, cukup asupan serat dari buah dan sayuran, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung tepung dan gula. Dari segi terapi obat, keputihan dapat diobati dengan obat oral dosis tunggal dengan sekali konsumsi dan resep dokter.

Kamis, 18 September 2008

Diet Golongan Darah Belum Teruji

Hati-hati jika Anda menjalani diet berdasar golongan darah. Karena ternyata diet yang banyak dibincangkan banyak orang belakangan ini, ternyata belum teruji secara klinis.Menurut Ahli Gizi Universitas Indonesia (UI) Dr. Elvina Karyadi diet ini banyak diperdebatkan di kalangan ilmuwan karena belum terbukti secara ilmiah.

"Belum ada penelitian secara ilmiah yang menunjukkan diet ini aman dan efektif. Saya tidak recommended," kata Elvina, usai seminar mencegah keputihan, di Taman Sari Spa, Jakarta, Selasa (16/9). Memang, saat ini diet berdasar golongan darah banyak dibicarakan dalam milis dan buku-buku dan banyak orang yang menyatakan sukses dalam menjalani diet tersebut. Namun, ternyata diet ini belum terbukti secara ilmiah.

Elvina mengatakan diet dapat dilakukan dengan menjaga asupan gizi makanan yang dikonsumsi seperti, hindari makan goreng-gorengan, mengatur konsumsi kalori, dan meminimalkan konsumsi lemak dan karbohidrat. Sedangkan untuk pilihan konsumsi makanan dapat dilakukan dengan memperbanyak makan sayur dan buah-buahan.

Selain itu, bagi orang yang memiliki berat badan berlebih perlu membiasakan diri untuk melakukan olahraga minimal 3 kali seminggu. Olahraga dapat dilakukan di pagi hari, seperti jalan pagi, sit up, atau lari pagi. Menurut Elvina, orang yang kurus juga harus olahraga dengan porsi yang sama.

"BAB (Buang Air Basar) wajib minimal 1 hari sekali. Jika susah BAB, jangan terlalu sering melakukan pengobatan karena dapat menyebabkan usus botak," kata Elvina.Yang paling penting, kata Elvina, menghindari makan pada malam hari menjelang jam tidur. "Waktu istirahat juga harus cukup minimal 6-8 jam sehari," kata Elvina.

Kehamilan Ekstra Urine, Apa Itu?

T. Apakah arti kehamilan extra-urine?

J. Kehamilan extra-urine juga dikenal dengan keamilan ektopik yang terjadi jika embrio berada dan tumbuh di luar rahim – biasanya di saluran tabung falopia. Operasi bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi krisis khususnya jika terjadi pendarahan. Gejalanya termasuk rasa sakit, perih, tidak nyaman, vagina berdarah dan sakit saat usus bergerak

Rabu, 17 September 2008

Mengobati Pembengkakan Saluran Kencing

SEPERTI disebutkan dalam artikel sebelumnya, bahan Botox juga berperan dalam pengobatan kondisi pembengkakan saluran kencing. Selain Botox, kondisi ini bisa diatasi dengan salah satu cara di bawah ini:

Teknik Perilaku
Teknik ini mengajari anda cara mengendalikan kandung kemih dan otot sphincter. Latihan ini akan membantu anda mengendalikan keinginan untuk buang air kecil sambil secara bertahap dan mengurangi kunjungan ke kamar kecil. Teknik ini dianjurkan bagi penderita pembengkakan dorongan. Anda kemungkinan diminta mengurangi minum.

Rehabilitasi otot pelvis
Latihan olah raga, seperti Kegel dapat membantu memperkuat otot lemah yang memopang kandung kemih. Penanganan lainnya adalah mencatat feedback biologis dan latihan lantai guna menstimulasi tulang pinggul.

Pengobatan
Antibiotik, terapi pergantian hormon (HRT) dan obat lainnya untuk kandung kemih atau pengendalian otot kandung kemih bisa digunakan mengatasi infeksi air kencing, penggantian hormone dan memperkencang otot kandung kemih yang lemah.

Operasi
Ini adalah pilihan terakhir jika seluruh pengobatan tidak berhasil. Bentuk operasi bergantung pada jenis dan penyebab pembengkakan kandung kemih. Operasi dianjurkan untuk wanita yang menderita pembengkakan tekanan. Kini terdapat prosedur yang menggunakan pita bebas tekanan atau TVT (tension-free tape) untuk mengembalikan kandungan kemih ke posisi aslinya. Untuk pria yang terkena pembengkakan prostat, operasi endoskopi yang dikenal sebagai TURP (transurethral resection prostata) telah menggantikan prosedur operasi yang bertujuan untuk membuang sumbatan pada kandung kemih. Mereka yang memiliki kandung kemih kecil dapat melakukan operasi ini untuk memperbesar kandung kemih sehingga dapat lebih banyak menampung air kencing.

Cara Lain
Terdapat produk-produk di luaran seperti pembalut khusus dan katetar yang dapat digunakan untuk mengelola pembengkakan kandung kemih. Katetar adalah selang tipis yang dimasukan ke dalam saluran tubuh atau ditempatkan di dalam kandung kemih yang akan kosong setelah buang air kecil. Bagaimanapun, AHCPR menyatakan selang itu hanya harus digunakan untuk mendukung penanganan atau jika penanganan lainnya telah gagal.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah pembengkakan kandung kemih:
- Jangan malas untuk buang air kecil atau buang air besar
- Jaga agar pergerakan buang air besar anda teratur dan jangan abaikan ‘alarm’ untuk buang air besar
- Cari bantuan medis jika terjadi kebocoran air kencing yang tidak dapat dikendalikan, merasa sakit saat buang air kecil atau jika ada darah dalam air kencing
- Paling tepat untuk pencegahan, sebagaimana biasa, adalah jalani hidup gaya hidup sehat dengan berolahraga teratur dan hindari kegemukan.

Perubahan Kelamin karena Sex Ambiguity

KASUS yang menimpa Nia Andina alias Nizar Ramadhan hanya terjadi pada satu dari 20.000 kelahiran. Namun demikian, menurut spesialis andrologi dari RSUD Dr Soetomo, dr Susanto Sp And, apa yang terjadi pada Nia tak bisa persis disebut sebagai kasus kelamin ganda atau hermaprodit.

“Lebih tepatnya adalah (kasus) ketidakjelasan jenis kelamin atau ambiguous genitalia atau sex ambiguity,” jelas Susanto ketika dihubungi Surya, Senin (8/9) malam.

Kelainan itu terjadi karena adanya sel yang tidak membelah dengan sempurna saat janin dalam kandungan, terutama pada sel kelaminnya sehingga membentuk dua kelamin.

Selanjutnya, untuk proses penanganan medis guna menentukan kecondongan kuat jenis kelamin, harus lebih dulu menjalani pemeriksaan berupa Cario Typing atau Sex Cromosome. Pemeriksaan tersebut berupa pengambilan darah, yang kemudian disaring menjadi inti sel yang dalamnya mengandung DNA. DNA inilah yang akan menunjukkan kromosom sel, yang salah satunya kromosom jenis kelamin. “Dari situ bisa ditentukan pilihan jenis kelamin apa yang lebih tepat,” kata Susanto.

Kelainan berupa ketidakjelasan jenis kelamin ini bervariasi bentuknya. Mulai dari hipospadia (kelainan pada saluran kencing) sampai bentuk kelamin luar (perempuan atau laki-laki) yang tak normal.

Hipospadia sering menyulitkan penentuan jenis kelamin, terutama pada bayi baru lahir. Pada kelainan ini, saluran kencing bayi tidak berakhir di ujung penis, tapi terputus di tengah saluran. Karena itu, jalan keluar urine ada di tengah bawah batang penis, pada daerah perineal di dekat anus atau di antara buah zakar.

Kalau lubang itu cukup besar, ini memberikan kesan mirip lubang kemaluan perempuan. Apalagi pada bayi baru lahir, buah zakar belum begitu besar atau belum turun dari rongga perut sehingga keberadaan lubang abnormal ini mengesankan kantong buah zakar seperti bibir vagina.

Kasus yang lebih kompleks disebut true hermaphroditism, yakni terdapat dua macam gonad (indung telur dan testis). Secara sitogenetik (ilmu tentang sel dan genetika), pada penderita terdapat dua macam kromosom seks, yaitu XY (laki-laki) dan XX (perempuan) dengan perbandingan bervariasi.

Keadaan ini disebut mosaicism. Pada kasus ini psikiater atau psikolog diharapkan lebih berperan, terutama dalam membantu menentukan pilihan jenis kelamin yang dikehendaki si penderita kelainan.

Kasus Ambiguous Genitalia ini sangat berbeda dengan kasus transjender atau operasi ganti kelamin. Ahli bedah plastik dari RSUD Dr Soetomo, Prof Dr dr Djohansjah Marzoeji Sp BP, menyebutkan, pada kasus transjender pasien memiliki bentuk kelamin yang jelas, tapi dia ingin mengubahnya menjadi kelamin yang berbeda.

“Hal ini terjadi akibat pengaruh kejiwaan si pasien yang berimbas pada perilaku,” ucap Djohansjah, yang menggemparkan dunia kedokteran Indonesia saat melakukan operasi transjender pada Dorce tahun 1980-an.