Kamis, 10 Juli 2008

Edukasi Seks Jadi Ekstrakurikuler SMA

PENTINGNYA edukasi atau pendidikan tentang seksualitas khususnya bagi kalangan remaja memang tak terbantahkan lagi. Derasnya arus informasi telah menyebabkan orang tua sulit lagi menahan atau membatasi anak-anaknya dari akses informasi termasuk perihal seksualitas.

Oleh karena itulah, edukasi soal seks kini telah mulai diupayakan untuk menjadi bagian dari pendidikan sekolah, meskipun belum bisa menjadi bagian kurikulum. Berkat inisiatif serta dorongan sejumlah lembaga nirlaba, sekitar 20 Sekolah Menengah Atas (SMA) di lima wilayah Jakarta telah menjadikan edukasi seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang digelar secara rutin setiap pekannya.

Seperti diugkapkan Direktur Mitra INTI Foundation, Laily Hanifah M.Kes, pihaknya bersama dengan beberapa lembaga non profit lainnya telah berhasil melobi serta mendesak beberapa sekolah menggelar pendidikan seks sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

"Ada empat sekolah di tiap wilayah di Jakarta yang telah berinisiatif menjadikan pendidikan seks sebagai bagian ekstrakurikuler. Di antara mereka ada yang sudah mulai, sebagian lain masih dalam persiapan untuk mulai," papar Laily di sela-sela talkshow "Seksualitas di Indonesia : Tabu atau Perlu?" dan acara peluncuran Buku Kesproholic di Jakarta, Kamis (10/7). .

Untuk saat ini, lanjutnya, pendidikan seks sebagai memang belum memungkinkan untuk menjadi bagian kurikulum sekolah menengah mengingat padatnya jadwal serta beban pelajaran. Laily juga menyesalkan pihak pemerintah yang seperti menutup mata terhadap pentingnya pendidikan seks menjadi bagian dari pelajaran di sekolah-sekolah.

"Padahal edukasi seks jelaslah sangat penting mulai SD hingga perguruan tinggi Kenapa pemerintah seperti tidak bertindak apapun. Seharusnya pemerintah yang punya power lebih gencar dalam hal ini. Oleh karena itulah, menjadikannya sebagai kegiatan ekstrakurikuler merupakan langkah awal. Yang penting, ada komitmen dari pihak sekolah dan pendidikan seks di sekolah. Yang memberi materi juga sebaiknya guru sekolah masing-masing supaya berkesinambungan," tambahnya

Bila pilot project ini berhasil, lanjut Laily, diharapkan pemerintah akan semakin terbuka mata. Dengan begitu, pendidikan seks diharapkan akan menjadi mata pelajaran di seluruh sekolah di masa mendatang.

Vegetarian, Sekarang Jadi Gaya Hidup

Menjadi vegetarian adalah gaya hidup, bukan mengikuti aliran terkait agama tertentu. Alasan utama menjadi vegetarian biasanya demi kesehatan. Namun di sejumlah negara maju, alasan tadi telah bergeser menjadi demi lingkungan dan etika.

Sementara di Indonesia, seperti dikemukakan Koordinator Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Prasasto Satwiko, vegetarian banyak dianggap berkaitan dengan ajaran agama tertentu. Belum dipandang sebagai gaya hidup.

Kaum vegetarian baru di negara-negara maju sekarang menempatkan lingkungan dan etika sebagai alasan, ujarnya Kamis (10/7). Lingkungan dipakai sebagai alasan karena pemakaian energi untuk menghasilkan daging teramat mahal dan merusak alam.

Sementara etika berhubungan dengan manusia yang mestinya menghargai binatang sebagai sesama. Dalam bingkai perikemanusiaan, binatang jangan diperlakukan semena-mena. Sikap semena-mena, termasuk membunuh binatang secara keji, akan berimbas ke perilaku.

Gaya hidup itu bukan tentang orang yang smakan sayur dan buah karena tak suka mengonsumsi atau membeli daging. "Tapi tentang orang yang memakan sayur dan buah karena mereka suka dan mendapat manfaat, " ujar Prasasto yang juga vegetarian ini.

Proses membunuh hewan dan keterbiasaan manusia melihat penderitaan hewan-apalagi hewan konsumsi-sedikit banyak berdampak pada perilaku. Kenyataan membuktikan kaum vegetarian lebih bisa menjaga kestabilan emosi ketimbang orang yang mengonsumsi daging.

Gaya hidup vegetarian, disampaikan Prasasto, dalam beberapa tahun terakhir, sudah menjadi tren di negara maju seperti Inggris dan Selandia Baru. Namun uniknya, Selandia Baru adalah negara pengekspor daging ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Penanganan Menopause di Asia Belum Optimal

Menjelang memasuki masa menopause, banyak perempuan mengalami sejumlah gejala klinis dan psikologis yang mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas hidup dan rasa percaya diri. Sayangnya, hanya sedikit perempuan di Asia yang menjalani pengobatan efektif untuk menopause.

Menopause adalah keadaan wanita yang ditandai defisiensi yang dapat mempengaruhi produktivitas serta kualitas hidupnya. Namun, hal ini bisa diatasi dan diobati, kata Dr Blanca de Guia, Profesor dan Konsultan Obstetri dan Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi UP College of Medicine, Filipina serta Anggota Federasi Menopause Asia Pasifik.

Konsekuensi jangka panjang yang penting mengenai menopause adalah, kehilangan massa tulang yang progresif atau osteoporosis, yang dapat mengakibatkan patah tulang, seperti pada pergelangan tangan, panggul dan tulang belakang. Sejumlah penelitian menunjukkan, wanita pasca menopause berisiko lebih besar terhadap kejadian penyakit jantung koroner (PJK) dibanding perempuan pra menopause.

Meski hampir setengah dari wanita menopause yang diwawancarai menyadari bahwa menopause meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah, penelitian itu mengungkapkan, hanya tujuh persen dari para wanita yang mengetahui bahwa terapi sulih hormon dapat membantu menurunkan faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Direktur Pusat Eksperimen dan Penelitian Medis IRCCS San Faffaele Dr Guiseppe Rosano di Roma menyatakan, rekomendasi terakhir dari Perhimpunan Menopause Internasional adalah TSH merupakan pilihan terapi utama untuk menghilangkan gejala-gejala menopause. Data yang diperoleh dari penelitian acak menyatakan adanya penurunan kejadian penyakit jantung yang signifikan sebesar 39 persen pada para wanita yang mulai menggunakan TSH sebelum usia 60 tahun.

Pilihan terapi hormon yang baru berisi estradiol dan dro spirenone efektif mengatasi gejala menopause dan memberi nilai tambah bagi para wanita yang mampu menurunkan risiko terserang penyakit jantung dan pembuluh darah, khususnya jiwa memulai pengobatan sejak dini. Obat itu mengandung progestogen baru yaitu drospirenone yang memberi efek penurunan tekanan darah pada perempuan dan mencegah peningkatan berat badan akibat penahanan cairan tubuh yang dipicu estrogen.

Pada saat yang sama, pasien akan mengalami berkurangnya keluhan rasa kembung dan efek samping lain yang berhubungan dengan penahanan cairan tubuh yang kerap dialami pada penggunaan TSH konvensional. Suatu hal penting bahwa para wanita dan dokter mereka perlu mendiskusikan penatalaksanaan menopause agar membuahkan suatu pendekatan individual yang menawarkan pengobatan cepat serta efektif, ujar Blanca de Guia.

Prof dr Ali Baziad dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam media edukasi, Kamis (10/7), di Jakarta, menjelaskan, kurangnya pengetahuan mengenai menopause ditambah dengan kecenderungan mengabaikan gejala-gejalanya, menyebabkan perempuan Indonesia berisiko serius terhadap kondisi kesehatan jangan panjang seperti keropos tulang dan penyakit jantung.

Awas Keseringan Makan Tahu! Lansia Bisa Pikun

KAUM lansia yang mengkonsumsi minimal satu tahu setiap hari ternyata kualitas fungsi memorinya lebih rendah daripada lansia yang jarang mengkonsumsi tahu atau lansia yang lebih sering mengkonsumsi tempe. Padahal, tahu dan tempe mengandung phytoestrogen, atau estrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sebagai pengganti kadar estrogen yang turun seiring pertambahan usia.

Hal ini terungkap dalam penelitian ahli bidang geriatrik atau kesehatan lanjut usia Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia Prof Tri Budi Rahardjo yang bekerja sama dengan ahli geriatrik lainnya dari Loughborough University, Oxford Institute of Ageing dan Universitas of Respati Health Institute Yogyakarta.

Menurut Tri Budi, awalnya mereka ingin memotret hubungan antara konsumsi tahu tempe dengan fungsi memori pada lansia berumur 65 tahun ke atas dan berharap bahwa lansia yang mengkonsumsi phytoestrogen akan memiliki fungsi otak yang lebih baik. Air liur (saliva) mereka dibawa ke laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) dan diperiksa kandungan estrogennya.

"Ternyata mereka yang di atas 65 tahun, yang konsumsi tahunya itu terlalu sering, cenderung kognitifnya lebih jelek. Artinya (makan tahu) sebetulnya baik, tapi jangan terlalu sering untuk yang sudah di atas 65 tahun ke atas," ujar Tri Budi ketika ditemui Kompas.com di kantornya, Depok (10/7).

Penelitian yang dilakukan kepada 719 lansia di tiga daerah, yaitu Borobudur, Sumedang dan Jakarta, ini juga menemukan bahwa ternyata mereka yang terlalu banyak makan tempe memiliki fungsi memori yang bagus. Tri Budi juga mendapati bahwa mereka yang pendidikannya tinggi, mengkonsumsi buah-buahan dan makanan lain yang mengandung phytoestrogen ternyata juga memiliki fungsi memori yang lebih baik. "Jadi memang harus proporsional," tandas Tri Budi.

Oleh karena itu, Tri Budi membantah pemberitaan atas penelitian yang berlangsung selama enam bulan ini yang menyebutkan bahwa tahu itu berbahaya untuk lansia. Tri menegaskan bahwa hasil penelitian ini tidak meneliti apakah tahu memperburuk fungsi memori pada lansia atau tidak. "Untuk kenapanya, lagi dalam penelitian calon doktor gizi yang kami pimpin. Ada apa sih di tahu, ada apa sih di tempe. Kami tidak bisa mengatakan, 'oh di tahu ada racunnya!'. Kami tidak bisa mengatakan itu sebelum kami mengurai tahunya itu," ujar Tri Budi.

Untuk sementara, Tri Budi mengatakan kemungkinan hasil positif pada tempe karena melalui proses peragian atau fermentasi yang menyebabkan keluarnya asam folat, suatu zat yang baik untuk memproteksi otak dari kerusakan. Belum banyak rekomendasi praktis yang dapat disebut Tri Budi melalui hasil penelitiannya ini, namun Tri Budi berharap agar penelitiannya ini dapat menjadi acuan bagi penelitian-penelitian yang lebih dalam untuk membantu lansia dalam menjaga kesehatannya.

Wah, Pria Gemuk Spermanya pun Buruk!

KEGEMUKAN memang membawa beragam masalah pelik. Satu lagi masalah yang benar-benar tak mengenakkan bagi pria kegemukan adalah persoalah kualitas sperma. Ternyata, terlalu banyak lemak menyebabkan kualitas sperma buruk. Kata para ilmuwan, ini akibat lemak-lemak yang mengelilingi testis membuat suhu sperma meninggi.

Para ilmuwan dari Universitas Aberdeen ini mencoba mempelajari 2000 pria pada para pasangan yang mengalami kesulitan hamil. Para pria ini dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan indeks massa tubuhnya. Para pria yang berat badannya luar biasa, spermanya ternyata abnormal, sama seperti persoalan kesehatan lainnya. Pria yang mempunyai BMI (body mass indeks) antara 20 hingga 25 memiliki kualitas sperma lebih baik dibanding yang BMI nya lebih tinggi.

Mereka juga memiliki volum semen yang lebih banyak. Soal konsentrasi dan aktivitas sperma, tak ada perbedaan berarti yang berarti di antara empat kelompok pria ini. Penelitian ini juga mengungkap bahwa kegemukan bakal menyebabkan kerusakan DNA pada sperma. Kualitas sperma yang buruk menyebabkan tidak suburnya seorang pria bahkan merusak spermanya.

Karena itu, para ilmuwan yang mengungkapkan hal ini dalam Konferensi Fertilitas Eropa menyatakan bahwa menurunkan berat badan dapat meningkatkan kesuburan seorang pria. Menjadi gemuk apalagi kegemukan sejak lama juga sudah diketahui bakal mempengaruhi kesempatan para wanita untuk bisa hamil.

Dr. Ghiyath Shayeb, ketua peneliti mengungkapkan,"Dari temuan kami yang dibuat independen ini kami menyarankan agar para pria menormalkan berat badannya dulu bila ingin punya anak. Ini merupakan manfaat tambahan dengan adanya BMI yang ideal selain kesehatan secara umum."

Dr. Shayeb menambahkan, tentu saja ada faktor lain yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun seperti merokok, konsumsi alkohol yang begitu kerap, juga usia seseorang.

Rabu, 09 Juli 2008

Nenek Lahirkan Kembar Tiga

SEORANG nenek usia 46 di Australia berhasil melahirkan bayi laki-laki kembar tiga setelah melalui proses kehamilan secara alami. Tim dokter yang menangani di Brisbane's Mater Mother's Hospital menyebutkan bahwa kasus kehamilan dan persalinan seperti ini terbilang sangat jarang dan hanya bisa terjadi satu dari 10 juta.

Ketiga bayi laki-laki 99,9 persen dapat dikatakan bayi kembar identik masing-masing, Cooper (1.570 gram) Kyle (1.660 gram) dan Jordan (1.610 gram) lahir pada usia kandungan 34 pekan melalui bedah caesar pada Kamis lalu di Brisbane.

Sang ibu, yang bernama Janelle Perry, beserta suaminya Robert sudah memiliki satu orang putri berusia 4 tahun. Janelle juga memiliki empat orang anak dari perkawinannya yang pertama dan kini berusia 20-an dan telah mempunyai cucu dua orang.

Pada Oktober lalu, suami istri Perry sempat kehilangan harapan untuk memiliki anak lagi. Dokter mereka menyatakan bahwa peluang Janelle untuk hamil secara alami hanya sekitar 5 persen saja. Upaya memberi obat penyubur pun tidak menunjukkan hasil berarti selama dua tahun terakhir.

Namun, di luar dugaan kelurga Perry mendapat berkah yang sangat besar dengan kehamilan dan kelahiran kembar tiga yang diklaim hanya terjadi satu dalam 10 juta kelahiran.

Kelompok Fertilitas Queensland yang dipimpin David Molloy mengatakan bahwa kesempatan untuk memiliki bayi kembar tiga di usia 46 dapat disamakan dengan sebagai mendapatkan hadiah utama lotere yang amat besar jumlahnya.

"Kemungkinan saya harus menggunakan cat kuku yang berbeda untuk membedakan mereka (bayinya) satu sama lain. Saya tak mau mereka tertukar. Kami juga akan menggunakan papan putih untuk mencatat siapa yang sudah makan dan berapa banyak, hal itu akan menjadi rutin dan perlu dilakukan," kata Janelle.

Selasa, 08 Juli 2008

Mati Saat Lahir, Bayi Hidup Lagi

Seorang bayi seperti mendapat sebuah mukjizat karena bisa hidup lagi setelah dilahirkan dalam keadaan meninggal. Seperti dilaporkan BBC, Jumat (20/6), Sebuah rumah sakit India dikejutkan dengan kasus bangkitnya seorang bayi dari kematian. Bayi perempuan ini sempat dinyatakan meninggal oleh dokter yang menangani persalinannya, tetapi di luar dugaan bayi itu hidup kembali keesokan harinya.

Bayi perempuan yang lahir di kota Mumbai (Bombay) ini sebenarnya telah didiagnosa meninggal saat lahir, Senin malam lalu. Tapi secara mengejutkan, saat keluarganya akan mengantarkannya ke pemakaman, bayi itu seperti bangkit kembali dan mengeluarkan suara-suara seperti tersedak.

Kuat dugaan, bayi tersebut bisa hidup hidup kembali karena pengaruh obat-obatan yang diberikan kepada ibunya menjelang melahirkan. Pihak rumah sakit mengatakan, mereka masih terus menyelidiki kemungkinan adanya kelalaian petugas medis yang menangani proses persalinan.

Kelumpuhan saat lahir
"Kami harus bertanggung jawab. Dokter yang bertugas masih terus diinterogasi dan penyelidikannya akan berlangsung sehari penuh," ungkap Dr Suleiman Merchant, juru bicara Sion Hospital di Mumbai, tempat bayi ini dilahirkan.

Dr Merchant menjelaskan, ibu bayi tersebut berusia 30 tahun dan hamil tujuh bulan. Sang ibu kejang-kejang dan mengalami tekanan darah tinggi selama akhir pekan lalu sehingga membutuhkan penangangan dengan pemberian obat-obat keras.

Ia menambahkan, para dokter yakin bahwa sang bayi, yang mengalami kelumpuhan saat dilahirkan, tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti detak jantung atau nadi. Bayi itu bahkan telah diberikan sertifikat kematian pada Selasa lalu dan dua jam kemudian setelahnya jenazah bayi diserahkan kepada orangtuannya.

Tetapi tak lama setelah itu ketika pengaruh obat-obatan mulai hilang , lanjut Dr Merchant, sang bayi menunjukkan usaha dan berupaya keras untuk bernapas. "Dalam keadaan seperti itu tampaknya para dokter tidak punya alasan untuk berasumsi bahwa bayinya sudah mati. Sebuah kenyataan yang harus dihadapi bahwa kelalaian ini harus dijawab," tegasnya.

Ketika keluarganya yang berduka berjalan menuju pemakaman, bayi tersebut dilaporkan mulai mengeluarkan suara terbatuk-batu dan secepatnya dibawa kembali ke rumah sakit. Saat ini bayi masih dalam kondisi kritis dan dirawat dalam ventilator.

Para ahli kesehatan mengatakan bahwa penjelasan yang paling masuk akal dari kejadian tersebut adalah obat-obatan yang diberikan pada ibu telah menekan dan menghambat detak jantung sang bayi. Namun, detak jantung mulai menguat kembali setelah efek obat berkurang.