Selasa, 13 Mei 2008

MINUM AIR PADA SAAT PERUT KOSONG

Di Jepang sekarang ini sangat popular sekali trend minum air segera setelah Bangun pagi. Apalagi, test ilmiah telah membuktikan keampuhannya. Kami memberikan deskripsi penggunaan air kepada pembaca kami dibawah ini. Terapi air ini telah dibuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang untuk penyakit lama dan serius dan juga penyakit moderen. Penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut:
Sakit kepala, sakit badan, system jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancar, dan penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.

METODE TERAPI

1.
Setelah anda Bangun pagi sebelum mengosok gigi, minum 4 x 160 gelas air
2.
Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apapun selama 45 menit
3.
Setelah 45 menit anda boleh makan dan minum seperti biasa
4.
Setelah 15 menit sarapan, makan siang dan makan malam, jangan makan ataupun minum apapun selama 2 jam
5.
Untuk anda yang tua ataupun sakit dan tidak dapat minum 4 gelas air pada saat mulai bisa digantikan dengan meminum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas per hari.
6.
Metode diatas adalah terapi untuk mengobati penyakit dari orang yang sakit dan orang lain dapat menikmati hidup yang sehat.

Daftar berikut adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk terapi pengobatan/control/mengurangi penyakit utama:
1. Tekanan darah tinggi (30 hari)
2. Asam lambung (10 hari)
3. Diabetes (30 hari)
4. Susah buang air besar/konstipasi (10 hari)
5. Kanker (180 hari)
6. Tuberculosis (90 hari)
7. Pasien arthritis disarankan untuk mengikuti terapi diatas ini hanya 3 hari pada minggu pertama dan dari minggu kedua dan seterusnya – setiap hari

Metode pengobatan ini tidak mempunyai efek samping, tetapi pada saat pelaksanaan pengobatan ini anda mungkin akan buang air beberapa kali.

Adalah lebih baik jika kita melanjutkan terapi ini dan menjadikan prosedur ini sebagai rutinitas kerja dalam kehidupan kita. Minum air dan tetap sehat dan aktif.

Hal ini masuk akal…. Orang Cina dan Jepang minum the hangat pada saat makan mereka ... bukan air dingin. Mungkin sudah waktunya kita mengadopsi kebiasaan minum mereka sewaktu makan !

Untuk yang suka minum air dingin, artikel ini mungkin berguna untuk anda. Adalah enak untuk minum minuman dingin setelah makan. Bagaimanapun, air dingin akan memadatkan minyak yang anda konsumsi. Ia akan memperlambat pencernaan.

Sekali “kotoran” ini bereaksi dengan asam, ia akan dipecah dan diserap oleh intestine lebih cepat daripada makanan padat. Ia akan berbaris dalam usus besar. Dengan cepat, ini akan berubah menjadi lemak dan menjadi pemicu kanker. Adalah sangat bagus untuk minum sup hangat ataupun air hangat setelah makan.

Pesan yang serius untuk serangan jantung:
·
Wanita seharusnya tahu jika tidak semua simptom serangan jantung adalah sakit pada lengan kiri.
·
Berhati-hatilah terhadap sakit yang sangat pada garis rahang
·
Kamu mungkin tidak pernah merasakan sakit pertama pada dada selama serangan jantung
·
Pusing dan keringat berlebihan merupakan simptom pada umumnya.
·
60% dari orang mengalami serangan jantung ketika mereka sedang tidur tetapi tidak bangun lagi.
·
Sakit pada rahang dapat membangunkan anda dari tidur yang lelap. Mari berhati-hati dan sadar. Makin banyak kita tahu, kesempatan bertahan hidup menjadi lebih besar

Seorang ahli jantung berkata jika semua orang yang mendapatkan email ini melanjutkan pengiriman kepada semua orang yang mereka kenal, anda akan bisa pastikan kita akan menyelamatkan setidaknya satu nyawa.

Waktu yang Tepat Usahakan Kehamilan

Tiga pertanyaan ini sering dilontarkan baik oleh pria maupun wanita, terutama pasangan yang sedang ingin memperoleh anak dan mengusahakan kehamilan. Apakah ada risikonya bila punya anak diatas usia 35 tahun? Dan kapan waktu yang tepat mengusahakan kehamilan. Silakan simak jawaban dari pertanyaan berikut:

Tanya (T): Berisikokah memiliki bayi di atas usia 35 tahun?

J: Sejak tahun 1970an wanita cenderung menunda kehamilan. Permasalahan yang mungkin dihadapi wanita diatas usia 35 tahun yang menghendaki kehamilan meliputi:

1. Kesuburan yang menurun : Seorang wanita dilahirkan dengan semua sel telurnya dan tingkat kesuburannya mulai menurun di awal usia 30an. Meskipun perawatan kesuburan bisa dilakukan, namun itu membutuhan biaya yang tidak sedikit, seringkali memusingkan, dan keras terhadap tubuh wanita.

2. Kemungkinan besar melahirkan anak kembar : Meskipun wanita usia 30an berkurang kesuburannya, ia memiliki kemungkinan yang besar untuk melahirkan bayi kembar.

3. Tingginya risiko keguguran : Risiko kehamilan yang berakhir dengan keguguran bertambah seiring dengan bertambahnya usia wanita; hal ini mungkin ada hubungannya dengan risiko wanita diatas 30 tahun yang cenderung mengandung bayi dengan kromosom yang tidak normal.

4. Meningkatnya risiko kelahiran yang bermasalah: Kemungkinan seorang bayi lahir dengan proses yang tidak sempurna meningkat dengan bertambahnya usia si ibu. Hal ini terbukti seasuai dengan kasus syndrome down berikut:

- Seorang wanita usia 25 tahun hanya memiliki 1 : 1250 kemungkinan melahirkan bayi dengan syndrome down.

- Menjelang usia 30, kemungkinannya menjadi 1 : 952.

- Menjelang usia 35, kemungkinannya menjadi 1 : 378.

- Menjelang usia 40, kemungkinannya menjadi 1 : 106 .

- Menjelang usia 45, kemungkinannya menjadi 1 : 30.

5. Komplikasi : Para ibu yang lebih tua bakal menghadapi kemungkinan komplikasi lebih tinggi selama kehamilan atau pada saat melahirkan dibanding mereka yang lebih muda. Mencakup: tekanan darah tinggi, diabetes, meningkatnya masalah pada plasenta, meningkatnya kesulitan saat hampir dan selama proses melahirkan, termasuk kemungkinan melahirkan secara cesar.

Daftar komplikasi tersebut mungkin terdengar menakutkan, namun Anda dapat melakukan beberapa hal untuk bisa menjalani kehamilan serta memiliki bayi yang sehat.

Misalnya, Anda bisa melakukan check-up kehamilan bahkan sebelum hamil dan melakukan perencanaan tentang kehamilan dengan bidan Anda.

Juga dianjurkan untuk:

- Berhenti merokok

- Berhenti menkonsumsi minuman beralkohol. Karena meskipun sedikit jumlahnya, alkohol tetap dianggap tidak aman.

- Hindari penggunaan obat jalan atau obat yang diresepkan tanpa persetujuan dokter selama mengusahakan kehamilan dan selama masa kehamilan.

- Lakukan olahraga secara teratur sebelum hamil; teruskan berolahraga selama masa kehamilan dengan persetujuan dokter.

- Miliki dan pertahankan berat badan yang sehat sebelum hamil.

- Ikuti panduan dokter untuk memperoleh berat badan yang sehat selama kehamilan.

Mulailah menkonsumsi multivitamin minimal 400 miligram asam folik bahkan sebelum mengusahakan kehamilan, dan teruskan kebiasaan ini selama kehamilan untuk mengurangi risiko kelahiran bermasalah.

Buatlah jadwal kunjungan prenatal yang teratur dengan dokter selama masa kehamilan.

T: Kapankah waktu yang tepat untuk mengusahakan kehamilan?

J: Wanita cenderung berovulasi dalam setiap siklus, namun lebih akurat untuk mengatakan bahwa wanita berovulasi 14 hari sebelum menstruasi. Wanita selalu berovulasi setiap waktu selama siklusnya, termasuk selama menstruasi meskipun hal ini tidak biasa.

Kesuburan tergantung dari tiga faktor, yaitu: sel telur yang sehat, sperma yang sehat, serta kondisi cairan rahim yang juga sehat. Seorang wanita berovulasi dalam satu siklus.

Sel telur yang hidup selama 12 sampai 24 jam akan luruh jika sel telur tersebut tidak subur.

Dalam kondisi cairan rahim yang sehat berfungsi untuk membantu dan menuntun sperma yang mungkin sekali mati dalam setengah jam atau bahkan tidak pernah mencapai sel telur), sperma dapat bertahan selama 5 hari dalam tubuh.

Sebuah metode symptothermal tentang kesuburan merupakan sebuah cara yang paling tepat dalam menentukan kapan waktu yang terbaik untuk mendapat kehamilan.

Metode ini terdiri dari dua bagian, yaitu:

1) sebelum seorang wanita berovulasi, observasi cairan rahim dikombinasi dengan perkiraan yang didasarkan riwayat siklus sebelumnya (menggunakan perhitungan kalender), dan

2) untuk memastikan ovulasi, perubahan dalam suhu tubuh basal dikombinasikan dengan cairan rahim.

T: Kapan seorang wanita pada siklus menstruasinya berada pada kemungkinan terbesar untuk hamil?

J: Sel telur keluar dari ovarium kurang lebih dua minggu sebelum awal masa mentruasi berikutnya.

Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah bahwa sel telur keluar dari ovarium pada siklus pertengahan atau separuh waktu masa-masa menstruasi. Hal ini memang benar hanya kalau siklusnya selama 28 hari. (sesuatu yang tidak dapat diketahui kepastiannya sampai siklus itu berakhir dan menstruasi datang).

Seorang wanita bisa hamil karena hubungan seksual tanpa alat pelindung sampai 5 hari sebelum ovulasi. Sperma bisa bertahan dalam tubuh wanita selama 3 sampai lima hari, menunggu untukj membuahi sel telur selama proses ovulasi. Maka dari itu, mengira-ngira berapa lama masa menstruasi anda dan menghitung 14 hari ke belakang bukanlah merupakan cara yang efektif untuk mengontrol kelahiran.

Namun metode kesuburan tentang pengendalian kelahiran (satu prosedur bulanan yang sudah distandarkan) bisa menjadi cara yang efektif jika digunakan secara teratur dan tepat. Untuk mengetahui masa-masa subur, Anda harus melakukan hitungan hari, memeriksa cairan rahim, mengamati suhu tubuh dengan termometer basal setiap hari, serta membuat daftar pengamatan Anda. Metode ini juga memerlukan motivasi yang tinggi.

Kesadaran akan kesuburan bisa efektif jika diajarkan secara hati-hati, dimengerti secara menyeluruh, dan digunakan dengan benar. Kerugian terbesar yang mungkin terjadi adalah risiko kehamilan jika tidak menggunakannya dengan tepat; metode ini tidak bisa melindungi anda dari kemungkinan tertular penyakit kelamin termasuk infeksi HIV; ini membutuhkan 2 - 3 siklus untuk dipelajari serta digunakan dengan yakin; ini bisa menimbulkan kecemasan seksual jika lebih memilih tidak melakukan hubungan intim dari pada menggunakan metode pelindung saat dalam masa subur.

Terpenting, hal ini mungkin tidak praktis jika tidak menjalin hubungan yang kooperatif dengan pasangan seksual.

Diet Lemak Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Sebuah studi yang telah lama diacuhkan oleh para peneliti kini dibuka kembali, apakah wanita yang melakukan diet tinggi lemak rawan terkena risiko kanker payudara?

Sebuah studi menyatakan bahwa wanita yang mengkonsumsi rata-rata sekitar 90 gram lemak per harinya berisiko ganda dibandingkan yang hanya mengkonsumsi 37 gram lemak perharinya. Namun penemuan tersebut tampaknya mengundang kontroversial, karena banyak sekali terdapat perbedaan, dan sebuah studi menyatakan jika tak terdapat hubungan antara konsumsi lemak dan risiko terserang kanker.

Namun beberapa peneliti yang melakukan studi terakhir menyatakan jika penelitian sebelumnya bisa digunakan sebagai patokan untuk mengukur tipe diet kaum wanita.

Meskipun para penelitian yang lain menuturkan jika diet berperan kecil untuk menentukan apakah seorang wanita menderita kanker.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Lancet medical journal di Cambridge University, Inggris melakukan sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 13.070 wanita yang melakukan diet mulai tahun 1993 sampai 1997.

Para peneliti tersebut memulai penelitian untuk memperbaiki penelitian sebelumnya bahwa diet tak ada hubungannya dengan risiko terkena kanker. Mereka menggunakan metode pengujian kebiasaan wanita dalam berdiet – menggunakan kuisener frekuensi makanan yang dikonmsumsi dan meminta para responden untuk selalu mencatat apa saja yang mereka konsumsi setiap hari.

Pada 2002, sekitar 168 wanita menderita kanker payudara, masing-masing kasus tersebut disesuaikan dengan empat waniat sehat yang berusia sama yang sebelumnya telah mengisi kuisener pada waktu yang sama dengan penderita kanker payudara tersebut.

Seluruh grup dibagi dalam lima kategori yang sama sekitar 170 sesuai dengan lemak yang mereka konsumsi tiap harinya. Dua metode digunakan untuk mengelompokkan wanita dalam satu dari lima kategori tersebut; salah satunya didasarkan pada kuisener dan yang lainnya pada catatan harian.

Kemudian para peneliti akan menghitung secara terpisah kedua metode tersebut, dengan perbedaan risiko kanker pada wanita yang jarang mengkonsumsi lemak dan wanita yang berlebihan mengkonsumsi lemak.

Efeknya memang tak terlihat dalam kuisener frekuensi makanan yang dikonsumsi, ujar Sheila Bingham, perwakilan direktur nutrisi manusia dari Cambridge University. Bingham menyebut kuisener tersebut metodenya sangat mentah dan tak dapat diandalkan.

Namun saat catatan harian digunakan untuk mengkategorikan para wanita tersebut, responden yang mengkonsumsi diet tinggi lemak berisiko dua kali terkena kanker payudara dibanding yang mengkonsumsi sedikit lemak.

Pada kategori terendah, sekitar 14% penderita kanker payudara dibandingkan dengan 20% dalam kelas tertinggi.

Semakin banyak lemak yang mereka konsumsi semakin tinggi juga risiko kanker yang mereka idap.

Para wanita yang mengkonsumsi lemak berkadar tinggi dipandang bukan karena risiko kegemukan yang mereka idap namun lebih karena risiko kanker payudara, seperti berat tubuh dan total kalori yang mereka konsumsi, wanita yang mengkonsumsi lemak jenuh cenderung mengalami dua kali risiko menderita kanker daripada mereka yang sedikit mengkonsumsi lemak.

Pada umumnya para wanita melakukan diet lemak jenuh, sehingga asupan total lemak cenderung seimbang.

Marji McCullough, seorang pakar epidemiology pada American Cancer Society menyatakan bahwa para peneliti tersebut tak setuju dengan hasil kuisener ataupun catatan harian (food diary) yang memang kurang akurat.

Sampai sekarang banyak sekali kita temui studi tentang kanker tersebut, sebut saja penelitian terbaru yang menggabungkan sekitar 7000 kasus kanker dalam delapan penelitian dan menemukan bahwa tak ada risiko yang ditimbulkan karena konsumsi lemak.

“Jika Anda mempertimbangkan bukti-bukti tersebut, Anda akan berasumsi bahwa sedikit sekali lemak yang menyebabkan kanker, tambah McCullough.

Namun, Dr. Elio Riboli, seorang ahli gizi dan kanker menuturkan,”Penelitian ini membuka kembali seluruh penelitian serta hipotesa yang pernah dilakukan sebelumnya untuk mendapat hasil yang lebih baik pada hipotesa apakah lemak jenuh memicu timbulnya kanker.”Seorang wanita cenderung mengembangkan kanker payudara dalam hidupnya sekitar 8% dan 11%, menurut World Health Organization (WHO).

“Artikel ini adalah langkah awal untuk mengidentifikasi penentu diet terhadap risiko kaker payudara,” ujar Riboli, yang bekerja sama dengan International Agency for Research on Cancer milik PBB. “Menggandakan atau mengurangi sekitar 50% risiko kanker tersebut dapat menyelamatkan wanita dari risiko kanker setiap tahunnya.

Banyak sekali studi sebelumnya yang berpatokan pada diet pada kanker payudara dan membandingkan mereka dengan pola makan makan wanita sehat pada usia yang sama, dan hasilnya menyebutkan jika diet tinggi lemak atau lemak jenuh – lemak produk hewani seperti daging, ikan serta produk-produk susu – kecil sekali kaitannya meningkatkan risiko kanker payudara. Meskipun percobaan di laboratorium juga menunjukkan bahwa asupan lemak jenuh dapat memicu risiko kanker payudara.

Sayang begitu banyak penelitian yang dilakukan yang melibatkan para wanita sehat masih gagal menemukan hubungan lemak dan risiko kanker payudara

Rahasia Kelembutan Kulit Bayi

Para peneliti telah menemukan rahasia kulit lembut bayi. Substansi yang melindungi kulit bayi pada rahim wanita merupakan pelembab yang alami, penyembuh luka serta antiseptik.

Tim penelitian Amerika Serikat (AS) berharap dapat menandingi pelembab alami yang dihasilkan ibu hamil dengan memproduksi sebuah jenis sintetik yang biasanya digunakan untuk produk-produk popok bayi, kain pembalut serta lotion kulit.

Sebuah cairan berlemak dan berwarna putih yang dikenal dengan vernix yang berkembang sekitar 27 minggu masa perkembangan.

Seorang bayi yang lahir lebih awal pada minggu ke 32 sampai minggu ke 33 akan diselimuti dengan vernix tetapi bagi bayi yang lajhir sesuai dengan waktunya mungkin sudah tidak diselimuti cairan tersebut.

Membasuh bayi sesaat setelah dilahirkan merupakan hal umum yang banyak dijumpai di beberapa negara, tetapi para peneliti berani menantang kebiasaan tersebut.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Cincinnati Children's Hospital Medical Center, vernix menjaga kulit dari kekeringan, kulit mengelupas, serta pH yang seimbang. “Seharusnya vernix harus tetap ada saat bayi dilahirkan," ujar Marty Visscher, direktor Skin Sciences Institute di sebuah rumah sakit.

Kelahiran Prematur

Institut sepakat bekerja sama dengan sebuah perusahaan farmasi yang melibatkan perawatan kulit yang mengembangkan jenis sintetik pada suatu bahan yang membantu bayi yang lahir prematur tanpa vernix.

“Kita mengembangkan produksi vernix yang menyerupai sebuah formula sebagi pengganti susu,” ujar Dr Visscher. “Alam telah menemukan cara untuk memproduksinya. Pada jangka panjang kita berharap untuk memproduksi sebuah zat sintetik yang ekivalen.

Tidak ada satupun di luar sana yang dapat menandingi sustansi yang dibawa bayi saat lahir serta usaha untuk meniru vernix yang tiada akhir.” Sebuah studi telah dilakukan pada sejumlah bayi yang separuh vernixnya telah dihapus dan sisanya dibiarkan pada tubuh si bayi.

Bermacam-macam faktor seperti tingkat kekeringan (hydration), tingkat kelelmbapan, serta pH kulit yang diukur setiap satu, empat serta dua puluh empat jam setelah lahir.

'Gimmick'

Hasil keseluruhan pada studi tersebut dilaporkan saat pertemuan tahunan di Pediatric Academies Societies di Seattle, Amerika.

Namun, tidak semua orang yakin pada perkembangan vernix sintetik.

Janet Fyle, seorang bidan di Royal College of Midwives di Inggris menciptakan sebuah ide yang disebut "gimmick". “Hal tersebut sangat berlawanan dengan alam bagi setiap orang yang mengembangkan apa yang telah diberikan alam saat bayi lahir,“ ujarnya pada BBC News Online. “Seorang bidan dan ahli kebidanan mengetahui nilai dari sebuah vernix jadi jangan membasuhnya,”lanjutnya.

"Kita akan memberitahu seorang ibu yang ingin membersihkan vernix tersebut dan memberitahunya bahwa substansi tersebut sangat baik bagi kesehatan kulit bayinya,” tambahnya.

Pasangan Seks dari Internet Lebih Rawan Risiko PMS

Anda mencari cinta di tempat yang salah?Ehm... bisa jadi, jika Anda berhubungan dengan dunia cyber untuk mencari patner seks.

Studi terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa siapa yang mencari patner seksual online berisiko tinggi terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) termasuk HIV daripada mereka yang mencari patner dengan 'jalan tradisonal'.

“Mereka punya banyak pasangan-pasangan seksual, seks yang lebih berisiko dan lebih banyak sejarah PMS," kata Mary McFarlane, seorang peneliti psikologi di CDC di Atlanta yang langsung melakukan penelitian.

Bukan Seperti Jasa Kencan Online

Populasi ini sangat bereda dengan pria yang mencari pasangan hidup melalui online tambah TMcFarlane, dan tidak bisa diaplikasikan ke semua 'kamar bicara' (chatting) dan pada Website-website biro jodoh.

Penelitian yang dipublikasikan belum lama ini di Journal of the American Medical Association, mempelajari grup spesifikasi tinggi tidak bertipe dari populasi umum yakni 856 orang yang mendatangi klinik di Denver untuk tes AIDS. Sekitar 2/3 dari mereka yang dites adalah heteroseksual.

85% populasi ini--yang selanjutnya dinamakan offline group — tidak mencari seks dengan orang di internet. 50%--122 pria dan 13 wanita menyatakan mereka mendapat patner seks dari internet. Dari grup itu, mereka mengaku juga sukses mencari patner seks online, 90% adalah pria dan 67% adalah homoseksual.

Lebih Banyak dan Mudah

Dari grup seks “online” ini, 59% mengaku melakukan dengan lebih dari 7 patner dalam tahun sebelumnya dibandingkan dengan hanya 18,5% dari grup offline dan 33% mempunyai sejarah PMS dibanding 20% dari “offline” group.

Grup ini juga 2 kali lipat pernah mengalami seks anal dan melakukan hubungan seks dengan patner yang terkena HIV,keduanya berisiko terkena AIDS.

“Hanya dengan internet membuat kantor atau kehidupan rumah lebih nyaman, Internet mungkin mempermudah menemukan patner seks dan lebih efisien," kata asisten peneliti Sheana Bull dari Denver Public Health.

Department. “Anda pergi ke bar dan pilihan Anda terbatas pada siapa yang ada disana pada waktu itu. (Di internet), Anda bisa akses siapa saja." kata Paul, Webmaster di Brandon, Florida yang meminta nama akhirnya tidak digunakan menjalankan, www.swappernet.com, Web site yang berumur setahun untuk swingers (tukar pasangan seks) dari semua latar belakang dengan lebih dari 70.000 registered users.

Ia setuju bahwa internet membuat lebih mudah menemukan patner seks daripada sebelumnya, ketika orang hanya membaca iklan majalah atau nightclub.

“[Bertemu online] memang menempatkan diri pada risiko tinggi, karena mereka pertemu dengan orang-orang yang tidak mereka temui secara normal," katanya. "Tapi saya tak berpikir bahwa penelitian ini akan membuat orang menjauhi mencari patner seks online."

Salah satu sisi baiknya. Mereka yang menemukan patner via online lebih banyak menggunakan kondom daripada offline grup, mungkin dengan level risiko, mereka lebih menjaga meningkatnya risiko bahaya.

Penelitian pelengkap dalam dokumen jurnal menunjukkan bagaimana petugas kesehatan San Fransisco menggunakan internet untuk menyebarkan peringatan mewabahnya sipilis. Mereka memasang informasi itu di tempat utama chat room.

"Internet cukup ampuh digunakan oleh departemen kesehatan...langkah utama kesehatan umum era milineum," kata Dr. Kathleen Toomey dari Divisi Kesehatan Umum Georgia dan Dr. Richard Rothenberg dari Emory University di Atlanta yang menulis di editorial.

Ayah Manula Berisiko Kena Schizephrenia

Anak-anak yang memiliki ayah manula berisiko kena schizophrenia pada usia lanjutnya.

Hal itu kemungkinan karena adanya mutasi gen sang ayah, menurut hasil riset terbaru dari Swedia, yang dipublikasikan belum lama.

Kaitan antara usia tua dan schzophrenia telah disebut-sebut sebelumnya, tetapi tidak dapat dipastikan apakah itu karena meningkatnya mutasi dengan bertambahnya umur atau karena faktor keturunan.

Untuk mencari jawabannya, University of Wales College of Medicine di Cardiff, Inggris, dan Gothenburg University di Swedia memeriksa catatan medis 50.087 wamil Swedia yang direkrut pada 1969 dan 1970.

Temuan mereka, yang dilaporkan di British Journal of Psychiatry, memperlihatkan 362 bekas tentara itu mengalami schizophrenia pada 1996. Umur ayah mereka bervariasi antara 19 dan 65. Dalam kelompok pria yang kena penyakit itu, ayah mereka berusia antara 15 dan 75 tahun.

Studi itu menyimpulkan perkembangan schizophrenia naik 30% untuk setiap 10 tahun kenaikan usia sang ayah.

"Data ini mendukung hipotesa bahwa akumulasi mutasi sel kuman mungkin menimbulkan kenaikan pada kecenderungan genetik ke schizophrenia pada keturunannya," ujar Stanley Zammit dari University of Wales.

Obat Diurektik Baik Untuk Atasi Gangguan Jantung

Obat diurektik (pelancar air seni) dengan dosis rendah lebih efektif untuk mencegah gangguan kesehatan jantung dan aliran darah (cardiovascular) dibanding obatan-obatan tekanan darah lainnya di pasaran, menurut hasil studi yang dipublikasikan pertengahan pekan ini.

Penemuan tersebut berasal dari analisis terhadap 42 tes klinis mencakup hampir 200.000 orang, menjadikan penelitian ini sebagai pengkajian paling lengkap untuk obat-obatan tekanan darah tinggi yang tersedia.

Hasil penelitian terakhir ini memperkuat hasil penelitian serupa sebelumnya yang dipublikasikan Desember tahun lalu dengan hasil senada.

"Analisis ini memberi bukti kuat bahwa obat diurektik dosis rendah merupakan pengobatan paling efektif untuk mencegah terjadinya kematian dan penyakit kardiovaskular," kata penulis penelitian tersebut dalam jurnal medis Amerika (JAMA).

Pada tahun 1993 petunjuk-petunjuk kesehatan di Amerika menyatakan obat diurektik sebagai pengobatan utama bagi pasien-pasien hipertensi, namun penggunaan obat diurektik berkurang pada tahun 1990-an, sementara penggunaan obat-obatan bermerk dagang dan lebih mahal meningkat.

Sejak itu berbagai percobaan telah dilakukan, mengkaji keuntungan sejumlah obat-obatan hipertensi yang ada di pasaran, namun hasilnya beragam, menurut penulis studi tersebut.

Dalam upaya mencapai kesimpulan dari bukti tersebut, para periset dari Unit Riset Kesehatan Kardiovaskular, Universitas Washington di Seattle meninjau kembali data dari 42 percobaan klinis yang diterbitkan antara tahun 1995 hingga 2002.

Mereka mendapati bahwa obat diurektik dosis rendah setidaknya sama baiknya, jika bukan lebih baik dari, obat-obat pengganti yang lebih mahal seperti penghilang-penghilang ACE (angiotensin-converting enzyme), CCB (calcium channel blockers) dan alpha blockers, untuk gangguan-gangguan yang berhubungan dengan tekanan darah.

Penelitian itu khususnya menunjukkan bahwa tidak satupun obat pengganti tersebut lebih baik dalam mencegah serangan jantung, kegagalan jantung, stroke, ataupun kematian karena penyakit-penyakit kardiovaskular dibanding obat diurektik yang murah.

Dan pada setiap kasus, obat diurektik -- yang meningkatkan pengeluaran air seni -- lebih efektif daripada masing-masing obat-obat pengganti setidaknya pada satu hal.

"Jika Anda sedang menjalani perawatan tekanan darah tinggi, dan bila Anda tak menggunakan obat diurektik dosis rendah, ada alasan untuk bertanya kepada dokter Anda, `mengapa?`," kata Bruce Psaty, salah satu penulis dan profesor epidemiologi, Universitas Washington.

Psaty dan rekan-rekannya tidak meneliti mengapa penggunaan obat diurektik merosot selama tahun 1990-an, namun ia berspekulasi bahwa kecenderungan itu sebagian terdorong oleh agresifnya pemasaran obat-obatan bermerk dagang oleh perusahan-perusahaan obat.

"Terapi-terapi lainnya itu lebih luas dipasarkan dan promosinya," kata Psaty, yang menambahkan penelitiannya memberi konfirmasi bahwa studi sebelumnya, yang telah menyimpulkan obat diurektik lebih unggul dibanding obat-obatan lebih baru, sesungguhnya sejalan dengan catatan medis dan bukan kebetulan saja.

Penelitian tersebut disponsori oleh Lembaga Jantung, Paru-paru dan Darah (NHLB) dan muncul di JAMA edisi Desember lalu.

Untuk keperluan penelitian terakhir tersebut, hipertensi -- atau tekanan darah tinggi -- diberi definisi sesuatu di atas 90 dan melebihi 140.