Kamis, 03 April 2008

Katakan Tidak Pada Perselingkuhan

Selingkuh, hubungan gelap, love affair, love cheat atau apapun namanya, disebut-sebut sebagai bentuk lain dari penipuan cinta. Seringnya pria dituding sebagai biang keroknya. Benarkah pria tidak dapat setia?

Dimana-mana perselingkuhan tidak pernah membuahkan kebahagiaan. Akan selalu ada pihak yang disakiti, air mata, dan penyesalan. Bahkan seringkali perselingkuhan tidak hanya memporakporandakan rumah tangga seseorang, namun juga karir dan seluruh aspek kehidupan yang bersangkutan.

Anda mungkin masih ingat kasus Gary Hart yang mencalonkan dirinya sebagai Presiden Amerika di penghujung tahun 1980-an. Saat itu Hart adalah calon presiden yang sangat potensial, poling menunjukan namanya lebih unggul dibanding kandidat saingannya. Jalan menuju Gedung Putih sudah terbentang di depan mata, ketika tiba-tiba surat kabar memuat foto Gary Hart bersama seorang wanita di pangkuannya di sebuah kapal pesiar.

Dalam sekejap popularitas Hart langsung merosot, keinginannya menjadi Presiden Amerika pun hanya tinggal impian. Love affair Hart dengan Donna Rice, wanita yang tampak di fotonya bersamanya, telah mengakhiri karir politiknya.

Masih banyak kasus-kasus Gary Hart yang bisa ditemui di sekitar kita. Satu pelajaran berharga adalah betapa mahal harga yang dibayar dari sebuah perselingkuhan. Kendati demikian, cerita tentang selingkuh seperti tidak pernah ada habisnya. Bahkan sebagian orang melegitimasinya dengan melakukan poligami.

Dalam setiap kasus perselingkuhan, pria lebih sering dituduh sebagai penyebabnya. Jarang sekali kita menemukan kasus polyandri, sebaliknya kasus poligami sangat mudah ditemui. Dari pejabat, artis, sampai pedagang sayur melakukan poligami. Dari poligami itu sebagian diawali dengan perselingkuhan. Namun sebaliknya, sebagian besar perselingkuhan tidak berakhir pada pernikahan.

Dari banyaknya kasus perselingkuhan dan pologami, timbul pertanyaan: benarkah pria tidak bisa setia pada pasangannya? Bahkan sebuah penelitian menyatakan dua dari tiga pria di Jakarta pernah selingkuh. Konon saat ini jumlahnya meningkat menjadi empat dari lima pria. Julukan pria mata keranjang, playboy, laki-laki hidung belang, adalah julukan-julukan pada pria-pria yang telah mengkhianati cinta pasangannya itu.

Apakah memang kodrat pria untuk memiliki lebih dari satu pasangan hidup? Menurut Winarini W.D Mansoer, PhD, Psikolog dari Universitas Indonesia, Jakarta, pendapat kaum pria cenderung berkeinginan memiliki pasangan lebih dari satu tidak dibenarkan.

Banyak faktor
Dijelaskan Winarini, pria pada umumnya mudah sekali tertarik dan terangsang pada bentuk fisik (polierotik, red). Apalagi ada mitos mengatakan nafsu pria lebih besar dari perempuan sehingga untuk menyalurkan nafsunya tak cukup dengan satu pasangan. Mitos keliru inilah yang kemudian membuat masyarakat melihat, wajar jika pria mempunyai selingkuhan atau melakukan poligami.

Walau ketertarikan fisik atau polierotik dalam tiap manusia merupakan hal yang alamiah, Winarini mengakui hal ini pula yang kerap memunculkan niat pria untuk menaklukkan perempuan lain meski dirinya telah memiliki pasangan. Seringkali perselingkuhan hingga poligami tidak terjadi secara spontan, tetapi ada serangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.

Penyebab utama pria kurang setia umumnya kurangnya perhatian isteri. Celah ini seringkali dijadikan pria sebagai alasan. Padahal pria seringkali tidak menyadari bahwa kurangnya perhatian isteri disebabkan oleh kesibukannya untuk mengurus anak-anak dan pekerjaan rumah lainnya.

Kondisi demikian, makin memperburuk komunikasi suami isteri. Celakanya, hal ini membuat pria makin tidak peduli dan mencari pelampiasan di luar rumah. Apalagi jika pasangan selingkuhannya dapat memberikan perhatian yang tidak diberikan istri di rumah, imaka a akan makin hanyut perselingkuhan dan tak jarang berakhir dengan pernikahan poligami.

Kebutuhan pria untuk memiliki lebih dari satu pasangan ini, menurut psikolog kelahiran Jakarta 48 tahun silam, didorong pula oleh situasi pekerjaan pria yang mengharuskan berhubungan dengan banyak orang, terutama perempuan. Bisa jadi awalnya pria tersebut tidak berniat melakukan perselingkuhan atau menikah dengan perempuan lain. Namun karena lingkungan di sekitarnya mendukung, maka terjadilah perselingkuhan itu.

Status kejantanan dan kebanggaan juga mendorong pria memiliki perempuan lain. Selain itu, keinginan untuk memiliki lebih dari satu pasangan ini dapat pula terbentuk dari pengaruh keluarga. Umumnya orang yang ingin memiliki lebih dari satu pasangan berasal dari keluarga poligami. Namun di sisi lain, poligami juga menyimpan trauma yang membuat seseorang takut untuk berkeluarga.

Alasan pria dan wanita berbeda
Kendati pria selalu dianggap sebagai biang kerok perselingkuhan, pada kenyataannya, wanita juga bisa melakukan perselingkuhan. Jadi mitos yang mengatakan kecenderungan pria berkeinginan selingkuh tidak benar. Pasalnya perempuan pun saat ini memiliki kecenderungan yang sama. Namun keinginan wanita untuk memiliki lebih dari satu pasangan, tidak sebesar pada pria.

Latar belakang melakukan perselingkuhan pada pria dan wanita berbeda. Perempuan biasanya berselingkuh karena adanya kebutuhan emosional. Dalam berbagai penelitian pun terungkap perselingkuhan yang dilakukan perempuan karena mereka tidak mendapatkan kebutuhan emosional dari pasangan resminya.

Sedangkan pada pria, perselingkuhan umumnya didorong oleh kebutuhan seksual. Sementara wanita bersedia melakukan hubungan seksual jika ada kebutuhan emosional. Sehingga ada dua macam perselingkuhan, perselingkuhan seksual dan perselingkuhan emosional tanpa hubungan seksual.

Winarini mengingatkan ketika sebuah penghianatan atau ketidakjujuran terbongkar, maka akan dibutuhkan waktu lama untuk mengerti, memahami dan memaafkan akibat yang ditimbulkannya. Seringkali bukan hanya pasangan yang jadi korban, tapi juga anak-anak. Jadi, say no to affair!

Tips setia pada pasangan
------------------------------------

•Bangun komunikasi yang positif dengan pasangan.
•Berpikir positif terhadap masalah yang menggangu hubungan dengan pasangan.
•Ingatkan selalu tujuan pernikahan Anda.
•Lupakan masalah dan tatap masa depan dengan optimis.
•Cobalah meminta bantuan terapis, konselor atau pun orang-orang yang ahli dalam mengatasi persoalan perkimpoian.

Tentang Katarak

Katarak tak hanya diderita oleh manula. Kenali gejala, penyembuhan dan pencegahannya, mengingat katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan
Salah satu penyebab utama kebutaan pada manusia adalah katarak. Menurut penelitian beberapa tahun lalu, di Indonesia, angka kebutaan sekitar 1,4 persen dari jumlah penduduk, 78 persen-nya disebabkan oleh katarak.

Pandangan mata yang kabur atau berkabut bagaikan melihat melalui kaca berembun, ukuran lensa kacamata yang sering berubah, penglihatan ganda ketika mengemudi di malam hari, merupakan gejala katarak. Tetapi di siang hari penderita malah merasa silau karena cahaya yang masuk ke mata terasa berlebih.

Kalau pada orang normal lensa mata jernih dan tembus cahaya, maka penderita katarak tidak bisa melihat dengan jelas. Dalam penglihatan mereka segalanya terlihat keruh, berkabut dan buram. Cahaya sulit mencapai retina yang ada di bagian belakang mata, hingga akibatnya muncul bayangan pada retina yang kabur. Dapat diumpamakan seperti hasil pemotretan yang tidak jelas akibat lensa kamera yang kotor.

Menurut dr. Ira Sudarmadji, SpM dari Klinik Mata Nusantara - Jakarta, katarak merupakan istilah yang berarti kekeruhan pada lensa mata, yang letaknya di dalam biji mata dan dekat daerah pupil. Biasanya disebabkan oleh kelainan metabolisme di lensa mata. “Layaknya organ tubuh lain, lensa mata juga perlu suplai makanan untuk mempertahankan kejernihannya, hingga bila ada gangguan pada aliran darah yang selalu keluar masuk lensa akan menimbulkan kekeruhan pada lensa mata,” ujar dr. Ira.

Berbagai hal bisa menyebabkan gangguan pada suplai makanan ke lensa mata. Pada orangtua disebabkan sel-sel lensa yang mulai menua, “Seperti mobil yang mulai tua, rusak disana-sini, pada manula beberapa organnya sudah tidak mendapatkan suplai makanan yang baik,” ucap dokter berusia 47 tahun ini.

Bukan hanya diderita manula
-----------------------------
Dijelaskan dr. Ira, penyebab katarak beragam seperti penyakit yang diturunkan sejak lahir oleh ibu (katarak kongenital), benturan/trauma akibat kecelakaan (katarak traumatik), proses penuaan (katarak senilis), atau komplikasi penyakit lainnya (katarak komplikata). Dilihat dari penyebabnya, dapat disimpulkan bahwa kekeruhan pada lensa mata ini bukan hanya dialami oleh manula.
Ibu hamil yang pada masa kehamilannya kekurangan gizi atau menderita infeksi seperti toxoplasma dan rubella, dapat menyebabkan katarak pada bayi yang dilahirkannya. Selain itu seseorang yang mengalami trauma akibat terbentur atau kecelakaan juga memiliki kemungkinan untuk menderita katarak.
Bila seseorang menderita uvetis atau disebut juga penyakit mata yang menyebabkan radang pada bagian mata yang bernama uvea, maka kemungkinan besar akan menimbulkan komplikasi berupa penyakit katarak.
Selain penyakit mata, orang dengan diabetes melitus (kencing manis) juga berisiko mendapatkan katarak. “Penyakit kencing manis menganggu peredaran darah, darah cenderung lebih kental dan alirannya lebih lamban pada akhirnya dapat menganggu metabolisme di lensa mata,” jelas dokter yang hobi melukis ini.

Selain kategori penyebabnya, katarak juga dibagi berdasarkan tingkat kekeruhannya. Yaitu katarak awal, setengah matang, matang, dan terlalu matang. Semakin matang sifat katarak, maka semakin tebal juga kekeruhan yang ada pada lensa mata penderitanya.

Pengobatan dengan operasi
------------------------------
Satu-satunya pengobatan katarak adalah operasi untuk mengangkat lensa yang telah keruh dan sekaligus menanam lensa intra-okuler. Perlu tidaknya mata penderita dioperasi, ditentukan dari hasil konsultasi dengan dokter spesialis mata. Apabila penderita sudah merasa terganggu penglihatannya, maka biasanya dokter akan menyarankan operasi.
Sebelum menjalani operasi, dokter akan mengadakan tes rutin untuk mengetahui keadaan kesehatan pasien. Hal ini dilakukan karena operasi memerlukan insisi (pembukaan) hingga menyebabkan luka yang harus sembuh setelah operasi. Jadi bila pasien menderita kencing manis, penyakitnya harus diatasi terlebih dahulu, supaya luka operasi dapat sembuh dengan baik.
Teknik operasi terbaru disebut teknik fakoemulsifikasi dimana dokter akan membuat irisan sekitar tiga mm di sisi kornea. Untuk menghilangkan katarak / kekeruhan pada lensa, digunakan getaran ultrasonik, kemudian sebuah lensa intraocular akan dimasukkan melalui irisan tersebut.

Irisan kecil tersebut dapat pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan jahitan. Operasi berlangsung singkat, hanya sekitar 15-30 menit. Sedangkan biaya operasi tergantung tempat dan teknik operasi, biasanya berkisar antara 4-7 juta rupiah.
Lensa yang ditanamkan di mata pasien terbuat dari beragam jenis bahan yaitu pmma (poly metil meta crylat), silikon, atau acrylic. Biasanya untuk pemilihan bahan, dokter akan mengetes terlebih dahulu jenis bahan mana yang lebih cocok untuk pasien.
Fungsi lensa tanam pengganti ini agar mata kembali memiliki daya refraksi atau mampu membiaskan sinar. Hasilnya seseorang dapat melihat dengan jelas kembali dan bebas dari rasa buram atau berkabut pada mata. Selesai operasi pasien tidak perlu menginap di rumah sakit. Bila kondisi sehat pasien bisa langsung pulang tapi wajib kontrol tiap minggunya hingga beberapa bulan.
Perlu diketahui bahwa operasi hanya untuk menghilangkan kekeruhan, bukan lantas menghilangkan minus atau plus pada mata seseorang. Karenanya selesai operasi (bila perlu) seseorang masih tetap menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatan atau baca.

Apabila beberapa saat setelah operasi timbul keluhan dari pasien, misalnya penglihatannya kembali keruh, maka perlu diadakan tindakan dengan laser. Sebenarnya kekeruhan yang menimbulkan gejala katarak lagi (secondary cataract) tersebut diakibatkan kekeruhan pada lensa mata bagian belakang lensa tanam (lensa mata asli yang tidak dibuang).

“Biasanya sekitar 90 persen operasi berhasil dengan baik kecuali bila daya tahan tubuh kurang baik atau terkena infeksi,” tutur ibu dua anak ini. Karenanya bila mata menunjukkan gejala katarak, segeralah periksakan diri ke dokter dan jangan takut karena operasinya singkat dan penyembuhannya tidak memakan waktu lama

Pencegahan Katarak
------------------------
Untuk pencegahan katarak disarankan banyak mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C, A dan E. Selain itu cukup olahraga dan mengonsumsi makanan bergizi yang dapat memperlancar metabolisme di daerah lensa hingga dapat memperkecil kemungkinan terkena katarak.

Menurut literatur, para ahli dari Universitas Tufts AS, menyimpulkan bahwa mengkonsumsi vitamin dapat menghindari katarak. Hasil penelitian yang dimuat di American Journal of Clinical Nutritions beberapa waktu lalu juga menyebutkan, semakin lama tambahan vitamin dikonsumsi, semakin rendah risiko terkena katarak.

Pada beberapa kasus, angka penderita katarak sekitar 60 persen lebih rendah pada wanita yang mengkonsumi vitamin C untuk jangka waktu lebih dari 10 tahun. Selain itu wanita yang tidak pernah merokok dapat mengurangi risiko terkena katarak jika rajin mengonsum folat—salah satu jenis Vitamin B— dan Karotenoid, seperti Karoten.

Jika sudah pernah menjalani operasi pengangkatan katarak, untuk menghindari munculnya katarak kembali, pasien harus rajin kontrol sesuai anjuran dokter dan menjaga kebersihan mata untuk mencegah infeksi
Jangan lupa, periksakan kesehatan mata minimal setahun sekali sebagai langkah deteksi dini.

Terapi Tertawa

Sering-seringlah tertawa. Disamping gratis, tertawa juga menyehatkan.

Tertawa merupakan reaksi normal pada setiap orang saat melihat atau mendengar sesuatu yang lucu. Kelihatannya tertawa memang aktivitas biasa Namun, jangan sekalipun menganggap sepele urusan tertawa. Demikian dikatakan dr. H. Yul Iskandar, Ph.D, Psikiater dari Rumah Sakit Khusus Dharma Graha, Jakarta.

Menurut pakar terapi tertawa ini, sejak ratusan tahun lalu tertawa diketahui memiliki efek medis terhadap kesehatan manusia. “Orang yang cepat sedih, akan lebih mudah terkena penyakit dibandingkan orang yang mudah tertawa dengan spontan,” jelasnya. Meski orang sudah tahu manfaat positif tertawa tersebut, banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara melakukan tertawa yang sehat.

Tontonan komedi yang hampir tiap saat hadir di layar televisi, menurut dr Yul, bukanlah media yang tepat untuk membuat orang tertawa dengan sehat. “Tayangan Mr. Bean memang lucu dan membuat orang tertawa. Akan tetapi tidak semua orang bisa tertawa melihatnya, mungkin saja ada yang marah dan benci. Tertawa yang sehat harus spontan dan tidak memerlukan stimulus seperti guyonan atau adegan film. Justru dengan adanya stimulus, reaksi tertawanya tidak akan bisa dikontrol,” katanya.

Dokter yang juga President Director dari Institute for Cognitive Research ini menyatakan, sejak akhir tahun 1990, dia sudah mengembangkan Terapi Tertawa yang merupakan bagian dari program Escape From Stress (EFS). Program tersebut adalah upaya merubah perilaku untuk mengurangi efek buruk dari stres.

“Tertawa diketahui bisa mengurangi bahkan mengatasi stres yang dialami seseorang. Orang yang biasa tertawa dengan spontan lebih mungkin tidak mengalami stres,” tegasnya. Gangguan stres, katanya, lebih efektif diatasi bila dilakukan terapi tertawa secara teratur.

Ketika seseorang tertawa maka tubuhnya akan menghasilkan zat baik seperti melantonin, endorphin dan serotonin yang menekan capisol, adrenalin serta radikal bebas. “Secara berangsur-angsur tubuh akan merasakan rileks dalam jangka panjang dan membuat rasa senang. Efek jangka panjangnya, tertawa akan mencegah kanker dan membuat awet muda,” katanya.

Stres jika tidak ditangani secara serius akan berakibat fatal. Seperti terjadinya serangan jantung, stroke, serta depresi. “Stres sedang dan sub-kronik bisa menyebabkan nyeri lambung, sakit jantung, sakit kepala, impotensi, sakit punggung, diare juga insomnia,” tukasnya.

Melihat efek berbahaya stres tersebut, ia menganjurkan orang untuk hidup sehat dan menghidari stress. Salah satu caranya bisa dengan tertawa. Namun ditegaskan dr Yul, terapi tertawa hanya merupakan upaya tambahan dari suatu terapi medis.

“Dengan tertawa tidak mungkin semua penyakit itu hilang. Penyakitnya juga harus diobati,” ungkapnya. Dokter Yul kembali mengingatkan, tertawa yang sehat itu tidak asal tertawa saja tetapi harus dilakukan dengan teknik-teknik tertawa seperti yang sejak lama telah dikembangkannya yaitu terapi tertawa spontan.

Teknik Terapi Tertawa
Di Indonesia, meski terapi tertawa sudah diperkenalkan sejak 10 tahun lalu, meskipun perkembangannya masih kurang menggembirakan. Terapi ini lebih banyak dikenal di kalangan medis saja, meski banyak pasien yang telah mengalami efek positif terapinya. “Mungkin orang Indonesia itu sudah bisa tertawa sendiri dengan melihat kejadian sehari hari,” katanya.

Padahal di India, jumlah grup terapi tertawa lebih dari ribuan dan di Singapura sudah berdiri ratusan grup terapi tertawa. Sementara untuk teknik terapi tertawa yang telah dikembangkan RS Dharma Graha telah terbukti membuat peserta bisa tertawa spontan dan tertawa dengan terbahak-bahak selama 5-10 menit.

Tekniknya sendiri biasanya dilakukan dalam grup dengan jumlah anggota minimal lima orang. Selain itu, diharuskan ada pemandu terapi yang mampu dan mudah tertawa. Dialah yang memberikan arahan dan kontrol terhadap semua aktivitas terapi yang dilakukan anggota terapi tertawa.

Sebelum melakukan terapi, dilakukan dulu meditasi yang membuat mental peserta siap untuk berkonsentrasi hingga membuat semua perasaan dapat dirangsang secara monoton. Para peserta ditempatkan dalam ruangan yang penuh dengan oksigen dan mencium bau yang menenangkan, misalnya sejenis parfum tertentu.

Di depan peserta ditempatkan juga sebuah slide yang menayangkan visualisasai abstrak sebuah bentuk yang menuntun peserta melihat gerakan yang tak ada artinya dengan disertai suara-suara alam. Setelah itu, peserta melakukan relaksasi yang dipandu sang pemandu sebelum melakukan pemanasan dengan pernafasan perut dan pernafasan diafragma.

Peserta kemudian berkumpul membentuk sebuah lingkaran dimana pemandu mulai melakukan aba-aba ke semua peserta untuk melakukan tertawa. Bila grup kurang kompak ketika tertawa, maka tertawanya akan berlangsung singkat. Bila ini terjadi, perlu diulang lagi dengan teknik pernapasan dan dimulai aba-aba lagi, hingga terdengar haa-haa-haa-hii hii hii-huu huu huu…. yang panjang.

Ada beberapa pantangan dalam terapi tertawa ini. Jangan dilakukan bila grup kurang dari lima orang karena bila hanya 2-3 orang saja, terapi ini seringkali tidak berjalan dengan baik. Tidak perlu joke karena guyonan yang konyol atau basi justru membuat orang bukannya tertawa tapi malah marah. Juga jangan mentertawakan orang lain. Bila ada orang yang merasa ditertawakan bisa membuatnya marah dan grup itu akan sulit untuk kompak.

“Tertawa yang spontan dan berlangsung dalam beberapa menit, akan mengakibatkan stres yang dialami tubuh berkurang,” tukas dr. Yul. Efek positif terapi tertawa itu tidak akan langsung dirasakan tubuh saat itu juga, karena harus dilakukan secara teratur dan dalam jangka waktu tertentu. “Keberhasilan terapinya memang membutuhkan waktu yang lumayan lama. Meski begitu, terapi yang dilakukan teratur dengan baik akan membuat kita tidak mudah terkena penyakit,” tuturnya.

Bisa awet muda
Dijelaskan psikiater ini, dengan tertawa, otot muka menjadi rileks hingga membuat kerut-kerut di kulit muka hilang dan tampak awet muda. Tertawa yang reguler pun akan mengurangi stres dan nyeri kronik. “Tertawa dalam waktu 1-5 menit dapat merangsang pengeluaran endorphin, serotonin, melatonin. Pelepasan dari zat-zat itu akan menyebabkan perasaan seseorang itu menjadi tenteram, nyaman serta bahagia,” jelasnya.

Efek tertawa lainnya, pengeluaran adrenalin dapat dikurangi, juga kartisol dan radikal bebas lainnya. Tekanan darah dan detak jantung pun akan menurun setelah melakukan aktivitas tertawa. “Yang terpenting, tertawa bisa mengurangi kolesterol jahat yang ada dalam tubuh kita,” tegasnya.

Penelitian terkini pun menyatakan, tertawa merangsang sistem imun dalam tubuh yang membuat sel-sel anti-kanker akan memakan sel-sel kanker dalam tubuh. Selama ini, dr Yul telah memberikan terapi tersebut kepada ratusan pasien-pasiennya dan ternyata tidak pernah mengalami kegagalan.

Pasien yang tidak suka tertawa pun akan berangsur-angsur bisa tertawa setelah masuk grup terapi tertawa. Bagi yang ingin masuk dalam tearpi tertawa, ia merekomendasikan kepada orang yang telah berumur diatas 15 tahun. Karena gangguan stres umumnya dialami kelompok orang yang berada di atas batas usia tersebut.

Mari tertawa sehat, agar tubuh sehat dan awet muda!

Vagina Anda Rusak? Rekonstruksi Saja

Vagina, adalah alat vital paling sensitif dan paling bermakna bagi seorang wanita. Vagina adalah cerminan utuh seorang perempuan dengan segala haknya, begitu yang diungkap dalam buku maupun pementasan Vagina Monologues. Beragam fungsi vagina untuk tubuh, belum lagi jika menyangkut urusan kenikmatan seksual yang juga menjadi hak kaum wanita.

Semua wanita menginginkan kesempurnaan untuk vaginanya. Ketika kondisi vagina itu memiliki kelainan sejak lahir atau disebabkan faktor-faktor lainnya ketika dewasa (misalnya kecelakaan ataupun pemerkosaan), tak terbayang kekecewaan yang akan dipikul sepanjang hidup.

Jika Anda mengalaminya, rekonstruksi vagina bisa menjadi salah satu solusi. Rekonstruksi vagina dapat dilakukan oleh dokter bedah plastik untuk mengupayakan perbaikan pada kelainan anatomi vagina.

Kelainan sejak lahir
Pada vagina terdapat labium yang terdiri dari labium minora dan labium mayora. Labium minora adalah bibir dalam kemaluan yang tidak berambut. Sedangkan labium mayora adalah bibir luar kemaluan yang berambut dan berfungsi melindungi serta menjaga agar bagian dalam vagina tetap lembab. Selain labium, vagina juga terdiri dari introitus vagina atau pintu masuk vagina.

Vagina berhubungan dengan uterus di dalamnya. Selain itu juga dekat dengan saluran kencing di bagian atasnya. Bagian bawah berhubungan dengan saluran anus sebagai tempat pembuangan kotoran dari tubuh. Bagian-bagian yang saling berdekatan ini berpengaruh satu sama lain. Jika ada kelainan pada vagina, bisa jadi hal ini merupakan kelainan kongenital (bawaan).

“Ada yang sejak lahir tidak punya vagina. Vaginanya tertutup oleh lapisan. Tapi kondisi ini biasanya sifatnya hanya sebentar. Karena, begitu dilakukan tindakan untuk membelahnya, maka vagina akan terlihat. Jadi hanya luarnya saja yang terbungkus lapisan,” papar dr. Gwendy Aniko, SpBP dari Klinik Swadana Bedah Plastik Estetik RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Kondisi tersebut adalah salah satu kelainan vagina sejak lahir yang disebut juga agenesis vagina. Yaitu lubang vagina tertutup oleh selaput. “Sehingga, ketika dia lahir, orang tuanya bingung melihat tidak ada lubang vagina. Biasanya langsung dikerjakan sebentar oleh dokter, sehingga bisa terbuka lagi,” ujarnya. Kelainan ini terjadi karena pertumbuhan vagina pada fase terakhir kehamilan tidak sempurna, sehingga terjadi kondisi masih tertutupnya selaput pada vagina.

Kelainan ini sebenarnya bisa diketahui sejak bayi lahir. Namun, kadang karena ketidaktahuan orang tua dan pihak yang membantu proses kelahiran yang biasanya non dokter, membiarkan kondisi tersebut. Sehingga baru saat si anak dewasa diketahui. “Sebenarnya ketika anak lahir, mau langsung dibuka selaputnya boleh saja. Tapi kalau tidak dibuka juga tidak apa-apa,” tambah dr. Gwendy.

Yang bahaya adalah ketika si anak akil balikh, darah menstruasi tidak bisa keluar. Karena saluran keluarnya darah menstruasi bukan dari saluran kencing. Jadi tetap harus dibuka sebelum anak akil balikh. Jika tetap tertutup, darah tidak akan keluar. “Masalahnya, kita tidak pernah tahu usia akil balikh anak perempuan. Ada yang usia delapan tahun, sembilan tahun, 14 tahun juga ada. Sehingga lebih baik sejak awal sudah dilakukan tindakan,” jelas dokter kelahiran 43 tahun yang lalu ini.

Fistula dan tumor
Menurut dr. Gwendy, prevalensi kelainan vagina di Indonesia kurang diketahui. “Tapi yang jelas di Cipto Mangunkusumo, kasus kelainan sejak lahir yang sering datang ke kami adalah agenesis vagina,” ujarnya.

Ada kelainan lain pada vagina, yaitu terbentuknya fistula yang bisa terjadi karena kelahiran atau faktor lain seperti infeksi juga operasi. Infeksi ini menyebabkan ada saluran antara anus dan vagina. Adanya saluran ini mengakibatkan cairan merembes tak beraturan, sehingga semua cairan buang air bisa keluar di dua tempat.

Fistula ini bisa terbentuk sejak lahir atau karena tindakan operasi melahirkan anak dan infeksi sehingga menyebabkan ada saluran ke bawah dari vagina. Pada dasarnya, dalam kesehatan, fistula berarti saluran abnormal di antara organ yang secara normal tidak bersambungan.

Pada kondisi rectovaginal fistula, fistula terjadi antara rektum (anus) dengan vagina. Rectovaginal fistula dapat melemahkan kondisi seseorang. Jika sambungan antara anus dan vagina begitu lebar, gas dan kotoran yang keluar dari anus dapat keluar juga dari vagina.

Akibat perkosaan
------------------------
Kelainan lain yang dapat dialami vagina adalah adanya trauma pada vagina. “Trauma ini bisa terjadi karena benturan atau naik sepeda yang menyebabkan kerusakan vagina. Ada juga trauma karena persalinan yang dapat menyebabkan kerusakan otot-otot vagina,” jelas dr. Gwendy.

Trauma karena kekerasan seperti perkosaan pun dapat menimbulkan kerusakan pada vagina. Ketika ada benda asing masuk ke dalam vagina, dapat merusak kondisi vagina.

Pada perkosaan, kondisi paling banyak adalah robeknya vagina. Karena memang ada pemaksaan berhubungan seks dalam keadaan si perempuan menolak. “Jika dalam hubungan seks atas dasar suka sama suka, biasanya tidak ada keluhan. Paling hanya lecet biasa,” ujarnya. Kondisi-kondisi ini dapat direkonstruksi agar kondisi vagina kembali seperti semula.

Demikian juga pada kondisi adanya tumor pada vagina. Jika tumor itu telah diangkat, maka ada bekas tumor pada vagina. Akibatnya bentuk vagina jadi tidak beraturan. “Misalnya ada tumor di sekitar lubang vagina. Seperti di selaput atau di lipatan bagian bawah. Begitu tumornya diangkat, vagina ini harus direkonstruksi ulang agar bentuknya lebih baik. Rasa sensitivitasnya juga bisa sama seperti semula,” kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

Pada rekonstruksi ini, bagian-bagian di dalam vagina juga diperbaiki agar kelembutan di dalamnya terasa. Karena, menurut dr. Gwendy, jika mukosa atau selaput lendir tidak dikerjakan dengan baik, akibatnya akan kasar dan keras. Jika keras, hubungan seksual dengan suaminya akan tidak enak. “Sehingga kami tetap mengusahakan rekonstruksi ini dilakukan semaksimal mungkin, dalam konteks vagina ini direkonstruksi mirip dengan kondisi vagina pada awalnya,” tambahnya.

Prosedur rekonstruksi
---------------------
Pada vagina yang kerusakannya parah, rekonstruksi vagina memang sangat diperlukan. Namun, tindakan seperti vaginoplasty yang hanya bertujuan untuk menyempitkan lubang vagina, meskipun faktor penyebabnya tidak banyak, juga termasuk tindakan rekonstruksi vagina. Rekonstruksi vagina dapat dilakukan di klinik bedah plastik, dengan beberapa prosedur.

Awalnya, dokter akan mengevaluasi apa yang akan dikerjakan dalam tindakan rekonstruksi ini. Dokter harus mengetahui lebih dulu penyebab kelainan atau kerusakan vagina untuk mengetahui apa yang harus dikerjakan. Kemudian, dokter menginformasikan kepada pasien untuk mendiskusikan tindakan selanjutnya.

Dokter akan memberi informasi pada pasien bahwa apa pun tindakannya. “Tujuannya adalah untuk memperbaiki dengan mengupayakan hasil yang maksimal,” tegas dr. Gwendy.

Lama rekonstruksi akan berjalan tergantung kondisi kerusakan vagina. Untuk kondisi agenesis vagina, biasanya sebentar, sekitar lima menit saja. Namun, jika rekonstruksinya kompleks, seperti harus memperbaiki otot vagina, mukosa vagina, lalu rektum di bawah vagina, maka waktunya mungkin berlangsung lebih lama. Bahkan bisa jadi dilakukan rekonstruksi dalam beberapa kali tindakan.

Dalam rekonstruksi vagina akibat fistula, biasanya dikerjakan dalam dua kali tindakan yang terpisah. Pertama dokter mengalirkan saluran kotoran (faeces) terlebih dahulu. Setelah itu baru direkonstruksi. Jadi, tindakan rekonstruksi vagina bisa berlangsung mulai dari lima menit hingga empat jam, tergantung kondisi kelainannya.

Setelah operasi, ada perawatan-perawatan pasca operasi yang dapat dilakukan. “Kita tahu bahwa daerah vagina itu kotor, karena adanya kuman-kuman. Untungnya Tuhan menyediakan enzim pembasmi kuman pada setiap daerah yang memiliki mukosa dan terdapat kuman yang sembunyi di situ. Secara normal siklusnya seperti itu. Kecuali keputihan yang terjadi karena kesalahan sendiri akibat kondisi tubuh yang terganggu,” ujar dokter yang punya hobi olahraga dan melakukan outdoor activities ini.

Vagina merupakan rongga yang tersembunyi, di mana terdapat kotoran-kotoran. Tapi, karena ada mukosa yang mengeluarkan cairan, cairan ini akan mematikan kuman yang dianggap mengganggu. Setiap selesai tindakan operasi, hal yang harus dijaga adalah kebersihan terhadap vagina. Misalnya pencucian dengan cairan antiseptik atau lotion pembersih. Hal ini juga untuk merawat vagina setelah terkena air seni.

Kadang, untuk kasus tertentu, untuk menjaga sterilisasi, biasanya digunakan selang atau kateter untuk buang air kecil. Penggunaannya selama 3-4 hari atau satu minggu. Tapi untuk kasus sederhana tidak perlu, cukup dengan olesan lotion perawatan.

Dalam rekonstruksi ini, mungkin juga terjadi efek samping. Pada dasarnya, setiap tindakan operasi pasti ada efek samping. Efek samping yang paling sederhana adalah infeksi, atau kemungkinan saat rectovaginal ditutup, tapi ternyata fistulanya terjadi lagi.

Jadi, apa pun yang sebenarnya dilakukan pada rekonstruksi vagina, yang dikerjakan adalah mempertautkan dan membentuk kembali vagina dengan memanfaatkan kulit, mukosa, atau jaringan yang ada di sekitar vagina. Jika kekurangan jaringan di vagina, dokter akan mencari di tempat lain yang ada di sekitar vagina untuk dipindahkan. “Itulah yang terjadi dalam rekonstruksi. Dokter yang mengoperasi harus memakai imajinasi yang cukup kuat terhadap apa yang akan dikerjakan,

Persiapan
-------------------
Sebelum menjalani rekonstruksi vagina, pasien harus mempersiapkan mental sebelumnya. Karena rekonstruksi ini dilakukan pada vagina. Vagina adalah organ perempuan yang sangat sensitif. Apalagi jika perempuan lajang yang masih berpikir banyak efek-efek akibat rekonstruksi vagina, ia perlu persiapan psikologis. Berbeda halnya dengan perempuan yang sudah tua yang mungkin sudah tidak memikirkan lagi efeknya, karena sudah tidak punya keinginan berhubungan seksual lagi.

Selain itu, perlu juga disiapkan dana untuk operasi. Menurut dr. Gwendy, dana ini bervariasi. Untuk agenesis vagina, kemungkinan biaya yang dikeluarkan tidak besar, karena termasuk operasi yang sederhana. Namun untuk rekonstruksi yang kompleks akibat adanya fistula, operasi bisa berlangsung dua tahap. Dana juga tergantung tempat dimana dilakukan rekonstruksi dan fasilitas yang diinginkan pasien di rumah sakit.

Tentang Jerawat

Siapa yang tak pernah jerawatan? Semua orang pasti pernah mengalami jerawat, sekecil apapun di dalam kurun waktu kehidupannya.

Meski terlihat sepele tetapi soal jerawat tak bisa dianggap enteng karena memang tidak membahayakan tapi jerawat bisa memberikan dampak negatif. Seperti berkurangnya keindahan kulit karena pada wajah timbul scar, bopeng, atau flek bekas jerawat dan dampak psikologis seperti rasa minder atau malu.

Begitu juga rasa malu yang dirasakan Prily Lavia Adinda Putri, 24, akibat jerawat. Mahasiswi sebuah universitas terkenal di Jakarta ini pusing tujuh keliling. Pasalnya sudah berbagai jenis obat oles dipakainya, tetapi jerawat di mukanya yang lumayan banyak tak kunjung bersih juga.

Adakalanya jerawat tersebut hilang, tapi hanya sementara, karena tak lama kemudian jerawat kembali muncul memenuhi wajahnya yang manis. Padahal Prily cukup menjaga kebersihan wajahnya, setiap akan berangkat tidur malam, tak lupa membersihkan wajah dan mengoleskan krim penghilang jerawat.

Menurut dr. Dyah Ellyaningsih SpKK, dokter spesialis kulit Pusdokkes Polri, penanganan jerawat seharusnya dilakukan baik dari dalam maupun dari luar. “Tak cukup hanya mengandalkan obat jerawat topikal yang dioles saja yang sebenarnya bekerja secara temporer, pengobatan dari dalam seperti obat oral yang berguna untuk mengurangi produksi berlebih minyak (sebum) oleh kelenjar sebaceus sangat diperlukan karena perawatan internal memang paling efektif,” ujar dokter yang telah melakukan riset terapi penanganan jerawat terhadap sejumlah responden di Indonesia itu.

Penyebab Jerawat
-------------------
Jerawat merupakan penyakit kulit yang dapat dialami oleh setiap orang. Kulit mengalami pembengkakan (abses) pada permukaannya, dimana kelenjar yang memproduksi minyak tersumbat dan terkontaminasi oleh bakteri.
Penyakit kulit ini mungkin lebih sering timbul pada remaja yang mempunyai jenis kulit berminyak. Namun ada beberapa kasus dimana jerawat juga dapat timbul pada seseorang yang sudah berumur puluhan tahun. “Jerawat masih mungkin untuk terjadi bahkan sampai seseorang berusia 40 tahun, «’’ ujar dr. Dyah.

Pada masa remaja, kadar hormon Androgen naik dan menyebabkan stimulasi kelenjar (sebaceous glands) dan produksi lemak (sebum). Di masa-masa ini juga saluran-saluran kelenjar (pilosebaceous canals) sering buntu yang menyebabkan pengaliran pembuangan lemak (sebum) ke permukaan kulit jadi kurang lancar. Tambahan lagi kelenjar-kelenjar tersebut sering terinfeksi dengan bakteri (Propionibacterium Acnes).
Jerawat sendiri menurut dr Dyah, sering dipicu oleh berbagai faktor, antara lain pemakaian kosmetik yang tidak cocok, konsumsi makanan yang tidak sehat, dan kondisi kulit yang tidak bersih.

Salah satu sebab utama yang dapat menimbulkan jerawat adalah ketidakseimbangan hormon. Faktor-faktor lain yang sering menyebabkan timbulnya jerawat antara lain kontaminasi bakteri, kontaminasi zat-zat kimia tertentu atau alergi obat, makanan tertentu antara lain yang banyak mengandung lemak dan bersifat merangsang aktivitas kelenjar lemak, cuaca yang panas, tekanan psikologis (stres), dan faktor keturunan (genetik).

Makanan yang dapat memperburuk keadaan jerawat antara lain udang, ayam, makanan berminyak, cokelat, kacang-kacangan, es krim, daging bergajih, dan gula yang berlebihan.

Penanganan
-----------------------
Jika ingin mendapatkan hasil maksimal, cara penanganan jerawat berbeda-beda berdasarkan beberapa tipe jerawat yang ada seperti jerawat biasa, jerawat batu, dan komedo.

Misal saja untuk komedo. Komedo disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan kelenjar minyak yang berlebihan dan menumpuk pada kulit yang membuat pori-pori tersumbat. Biasanya komedo tertutup atau biasa disebut whitehead, memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga nampak seperti tonjolan putih kecil-kecil di bawah kulit.

Untuk menghindari komedo, cucilah wajah dengan scrub cream atau memakai sabun muka yang mengandung asam salisilat (salicylic acid) atau yang mengandung AHA/BHA secara berkala untuk mengelupas sel-sel kulit mati.

Sementara tipe ‘jerawat biasa’ yang mudah dikenal dengan tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan, terjadi karena pori-pori yang tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri.

Bakteri ini dapat berasal dari luar permukaan kulit, seperti udara kotor, kuas make-up, jari tangan atau pesawat telepon. Untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab jerawat ini, dapat digunakan sabun muka yang mengandung benzoyl-peroxida atau sabun sulfur.

Gunakan masker anti bakteri atau jerawat seminggu sekali. Jika obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak mampu untuk mengobati, mintalah ke dokter kulit obat jerawat yang mengandung vitamin A derivatif dan vitamin serta mineral lain yang penting bagi proses penyembuhan jerawat.

Lain lagi untuk tipe jerawat batu (cystic-acne) yang mempunyai ukuran lumayan besar, dengan tonjolan-tonjolan yang meradang hebat. Jerawat ini biasa penuh menyebar di seluruh wajah.

Biasanya obat-obat jerawat yang dijual bebas tidak akan mampu mengobati jerawat jenis ini. Kalaupun sempat hilang, biasanya bersifat sementara. Oleh karenanya segera ke dokter spesialis kulit untuk diperiksa lebih lanjut tindakan yang akal dilakukan. Biasanya dokter akan memberikan resep antibiotik yang cocok.

Terapi pengendalian
-------------------------
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin maju memberikan banyak ragam pengobatan dan terapi untuk pengendalian jerawat. Pencegahan dan pengendalian jerawat biasanya difokuskan dengan tiga tujuan yaitu mengurangi produksi kelenjar lemak atau sebum, mengurangi penumpukan sel-sel mati, dan mengendalikan radang serta bakteri atau jamur (microflora).

Untuk mencegah timbulnya jerawat, menjaga kebersihan kulit sangat penting. Bersihkan wajah secara rutin minimal 2 kali sehari dengan menggunakan sabun khusus untuk wajah berjerawat. Gunakan pembersih dan penyegar di pagi dan malam hari sebelum tidur. Pembersih yang baik adalah yang keasaman atau pH-nya sedikit asam dengan mengandung asam glikolat. Jangan menggunakan sabun yang alkalis sebab dapat menimbulkan iritasi yang justru memperburuk keadaan.

Selain itu penting juga meminum supplemen makanan yang mengandung vitamin dan zinc, yang dapat membantu mengurangi radang pada jerawat. Menurut dr. Dyah, saat ini teknologi semakin maju, ada beragam pengobatan untuk jerawat yang bisa disesuaikan dengan keinginan kita. Misal saja, saat ini malah sudah beredar di pasaran suplemen oral natural yang bisa juga berfungsi untuk mengatasi jerawat secara aman dan efektif.

Suplemen ini mengandung APC Complex yang mengandung vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan kulit untuk mengatasi masalah jerawat dari dalam serta memberi nutrisi untuk kulit wajah.

Formula APC Complex adalah komposisi spesial dari beberapa vitamin dan mineral dengan dosis khusus yaitu natural betacarotene (Vit A), natural vitamin C, Natural Vit E, Zinc dan Chromium. Formula khusus jerawat ini telah diuji pula secara klinis dengan tingkat keberhasilan > 95%.
Untuk kasus jerawat sendiri, tidak hanya vit A yang berperan, semua komponen mempunya andil dalam proses penyembuhan jerawat. Seperti Vit A berfungsi memperbaiki regenerasi kulit, Vit C mempercepat penyembuhan luka akibat jerawat, Vit E untuk meningkatkan kekenyalan kulit. Sementara zinc untuk mengontrol produksi sebum dan mempunyai efek anti radang dan Chromium mempercepat penyembuhan luka dan meminimalkan bekas luka jerawat

Menurut dr.Dyah, dari riset yang telah dijalani, APC Complex ini malah bisa dibilang bisa menggantikan fungsi antibiotik untuk jerawat. Kelebihannya APC Complex adalah suplemen ini bukanlah pengobatan hormon ataupun antibiotik sehingga aman untuk dikonsumsi guna mengurangi jerawat dengan mengontrol produktifitas kelenjar sebum. Tambahan lagi suplemen ini tidak akan menyebabkan ketagihan.

Selain menjaga kebersihan wajah, menghindari makanan yang mengandung lemak tinggi juga penting dilakukan. Tambahan lagi banyak-banyaklah mengonsumsi air putih, sayur dan buah-buahan segar disamping menjaga waktu tidur yang cukup, karena kurang tidur juga dapat menyebabkan timbulnya jerawat.(Nila Sofianti)


Berdasarkan kebutuhan per hari yang disarankan (RDA/recommended daily allowance) untuk wanita dan pria usia 10 tahun keatas kecuali wanita hamil dan menyusui yang mempunyai dosis yang lebih rendah sebagai berikut:
- Betacarotene 15000 IU (15 mg) /day
- Zinc 50 mg/day
- Vit E 400 IU/day
- Vit C 60 mg/day
- Chromium 200 mcg/day

Kesehatan Wanita dan Aborsi

Tiga fakta utama yang mengangkat aborsi sebagai masalah kesehatan yang harus mendapatkan perhatian adalah ;aborsi yang dilakukan secara tidak aman merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian wanita; kebutuhan akan induksi aborsi merupakan kenyataan yang sering dan terus menerus dijumpai; dan wanita tidak perlu meninggal akibat aborsi yang tidak aman, oleh karena apabila induksi dilaksanakan secara benar dan higienis, tindakan aborsi sangatlah aman (Judith Timyan., 1996). Secara ringkas kesakitan dan kematian akibat aborsi hampir seluruhnya dapat dicegah.


Komplikasi akibat aborsi yang tidak aman menyebabkan kurang lebih dari 40% kematian ibu diseluruh dunia (Coeytaux et al., 1989; Royston dan Armstrong, 1989). Artinya paling tidak 200.000 dari 500.000 kematian setiap tahun akibat proses yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan, meninggal karena aborsi yang tidak aman. Baik yang tercatat maupun yang tidak tercatat. Karena juga terdapat masalah aborsi gelap yang merupakan masalah yang sensitif.

Kesakitan akibat aborsi yang dilakukan secara tidak aman masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat yang belum mendapat perhatian khusus. Ini karena masalah ini kolaboratif dengan budaya setempat. Persoalan tabu dan malu. Selain itu isu lain membuat persoalan aborsi terkesan tertutup-tutupi dikalangan masyarakat kita khususnya di Indonesia. Masalah terbesar tentang kesehatan wanita terutama tentang kesehatan reproduksi terbanyak berada di negara berkembang. Indonesia mencakup salah satunya. Meskipun data yang menggambarkan besarnya masalah secara tepat masih kurang, namun tidak diragukan lagi bahwa aborsi yang tidak dilakukan secara higienis merupakan penyebab utama kesakitan yang kemudian menyebabkan infertilitas.

Aborsi yang tidak aman masih meminta korban. Dari kondisi ini anak yang kemudian harus kehilangan ibu adalah suatu kondisi yang menyedihkan. Setiap tahun 1,5 juta anak menjadi tidak beribu akibat kematian ibu (WHO). Belum ada masyarakat yang berhasil melenyapkan induksi aborsi sebagai bagian dari pengendalian fertilitas. Induksi aborsi adalah yang tertua, dan menurut para ahli, juga yang paling banyak digunakan (Royston dan Armstrong, 1989). Masih banyak kehamilan yang tidak diinginkan tiap tahunnya diakhiri dengan induksi aborsi. Dan telah nyata bahwa separuh dari jumlah aborsi ini adalah ilegal.

Fakta bahwa wanita melaksanakan aborsi merupakan kenyataan yang tidak akan berubah. Di seluruh dunia, insidensi induksi aborsi meningkat meskipun ada kode legal dan sangsi agama, dan bahaya individual. Wanita dari berbagai latar belakang mengambil jalan aborsi. Faktor-faktor yang ikut mempengaruhi peningkatan ini meliputi keinginan memiliki keluarga yang lebih kecil, meningkatnya jumlah wanita usia subur, pergeseran dari masyarakat pedesaan ke perkotaan dan kenaikan insidensi aktivitas seksual di luar pernikahan (Coeytaux, 1990).

Disamping masalah kesehatan, aborsi juga menimbulkan kerugian-kerugian lain. Pada wanita, kerugian tersebut meliputi kerugian waktu, stres psikologis, kerugian biaya, dan lebih benayk lagi beban individual yang lain. Selain besarnya kerugian secara individual, perawatan komplikasi aborsi menimbulkan beban yang berat bagi sistem kesehatan di negara berkembang, tempat terjadinya 99% dari seluruh kematian ibu di dunia. Di negara seperti indonesia, perawatan komlpikasi aborsi dapat mengkonsumsi hingga 50% anggaran rumah sakit.

WHO menganggap aborsi sebagai masalah yang gawat, pada rekomendasi tindakan tahun 1991 "mendorong pemerintah untuk melakukan semua upaya yang mungkin untuk menghilangkan risiko kesehatan yang berat akibat aborsi yang tidak aman" (WHO, 1991). Pada tahun konferensi Safe Motherhood menyimpulkan bahwa aborsi yang tidak aman pada kehamilan yang tidak diinginkan menyebabkan 25-35% kematian ibu, ini karena wanita kurang memiliki akses terhadapa pelayanan keluarga berencana, prosedur yang aman, dan perlakuan yang ramah.

Tindakan efektif adalah memerlukan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana wanita membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana wanita membuat keputusan reproduktif dan bagaimana keputusa-keputusan seperti ini dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya yang berhubungan dengan fertilitas, kondisi - kondisi yang mempengaruhi akses kontasepsi dan cara-cara yang menyebabkan perubahan sosial dan pembangunan ekonomi berpengaruh terhadap status, peran, dan kesempatan wanita. Meskipun begitu, kebutuhan akan pemahaman pengalaman dan kebutuhan wanita secara lebih mendalam bukan merupakan alasan tidak adanya tindakan.

Tentang masalah Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut sangat mempengaruhi kesehatan seluruh tubuh

Gigi yang kuat dan bersih, nafas segar, gusi berwarna merah jambu dan tidak mudah berdarah, merupakan idaman setiap orang. Tapi hampir semua orang pernah bermasalah dengan kesehatan gigi dan mulutnya.

Ada yang karena berlubang (caries), gusi (gingivitis), radang jaringan penyangga gigi (periodontitis), sariawan (stomatitis aphtosa), maupun bau mulut (halitosis). Sehingga menjaga kesehatan mulut amatlah penting, apalagi hal tersebut berkaitan dengan penampilan diri.

Terlebih lagi, mulut tak hanya bagian permulaan dari sistem pencernaan, namun juga cerminan penampilan diri seseorang. Jika bagian mulut dan gigi tidak diberi perhatian, kesannya dapat dilihat pada gigi yang tidak bersih dan rusak, disamping bau mulut tak sedap. Sakit gigi juga bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Bahkan seseorang menjadi lebih cepat emosi kala sakit gigi.

Hal tersebut dibenarkan drg. Dian Tjahyawati dari RS. Bunda, Jakarta, apalagi rongga mulut mempunyai dua fungsi utama,yakni sebagai pintu gerbang untuk nutrisi dan sebagai sarana komunikasi verbal. Kedua fungsi tersebut sangat penting dalam tumbuh kembang seseorang. Jika keadaan mulut sehat, nutrisi akan mudah masuk ke dalam tubuh, sehingga dapat terpenuhi kebutuhan untuk proses tumbuhnya.

Keadaan mulut yang sehat juga sangat penting sebagai sarana komunikasi dengan orang lain. “Tak sedikit orang yang merasa kurang percaya diri kala harus berbicara dengan orang lain, akibat bau mulut yang menyengat,” ungkap drg. Dian.

Selain itu, pada keadaan tertentu, rongga mulut berfungsi sebagai saluran nafas atas, misalnya pada saat infeksi yang disertai dengan sumbatan hidung.

Saling berhubungan
-----------------------
Biasanya orang cenderung memisahkan kesehatan mulut dengan kesehatan umum keseluruhan, dan mereka tidak menyadari bahwa keduanya saling berhubungan. Kenyataannya, kesehatan gigi dapat mempengaruhi kesehatan. Kesehatan mulut sama penting dengan kesehatan tubuh lain.

Pasalnya, jika gigi berlubang maka proses pengunyahan terganggu sehingga makanan yang dimakan tidak halus. Hal tersebut dapat menggangu organ pencernaan lainnya karena kerja organ pencernaan terlalu berat yang mengakibatkan proses pencernaan dan penyerapan makanan tidak sempurna. Sedangkan gigi yang sehat dan tanpa lubang serta jumlah gigi tak berkurang banyak, otomatis proses pengunyahan sempurna dan kerja organ pencernaan pun dapat bekerja dengan baik.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas North Carolina di Chapel Hill yang dipublikasikan pada salah satu situs kesehatan mengungkapkan pengaruh gigi yang buruk dapat memicu kondisi lain, seperti penyakit jantung, stroke, bahkan meningkatkan resiko kelahiran prematur. Hal ini juga diketahui bahwa wanita hamil dengan penyakit gusi berpengaruh pada kelahiran bayi dengan berat rendah dan melahirkan sebelum waktunya.

Senada dengan hasil penelitian tersebut, drg. Dian membenarkan bahwa orang dengan penyakit gusi juga memiliki risiko jelas menderita serangan jantung dibanding mereka yang tidak memiliki penyakit gusi. Pasalnya, penyakit gusi mengakibatkan infeksi bakteri yang dapat merusak pembuluh darah kecil yang mengantarkan oksigen dan nutrisi.

“Jika pembuluh darah rusak, bakteri masuk dalam sirkulasi tubuh secara umum. Setelah masuk dalam aliran darah, bakteri dapat membentuk plakat bakteri. Gangguan pada plakat ini dapat memicu serangan jantung atau stroke dan memicu peradangan pemburuh darah, yang menyumbat arteri,” jelas dokter jebolan Universitas Indonesia ini.

Karies gigi
-----------
Tak sedikit yang menyadari pentingnya perawatan gigi hanya saat gigi telah berlubang. Bahkan kita sering menunda melakukan pemeriksaan karena gigi yang berlubang tidak menimbulkan rasa sakit. Jika sudah terasa sakit barulah melakukan pemeriksaan ke dokter.

Padahal lubang gigi yang terlalu dalam dapat mengenai syaraf gigi sehingga menimbulkan sakit yang luar biasa. Apalagi lubang gigi tersebut kerap menjadi timbunan sisa-sisa makanan yang dapat menyebabkan infeksi pada syaraf gigi akibat pembusukan sisa-sisa makanan dan menimbulkan peradangan hingga ke syaraf gigi.

Dokter Dian mengungkapkan tak semua gigi berlubang nampak dengan kasat mata. Padahal bagian dalam gigi telah terbentuk lubang yang besar pada bagian dalam dan menyebabkan infeksi pada syaraf gigi. “Kerusakkan gigi yang dikenal dengan karies gigi merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakkan gigi, bahkan gigi menjadi berlobang. Karies gigi disebabkan oleh bakteria di dalam plague gigi yang berada dipermukaan gigi,” ujar drg. Dian. Plague gigi merupakan lapisan tipis yang terdiri dari sisa-sisa makanan dan sel-sel epitel yang mati. Ini merupakan media bagi pertumbuhan bakteri.

Dokter kelahiran Jakarta 46 tahun silam ini mengakui kerap menemui pasien yang kondisi giginya bagus namun saat makan manis dan minum air dingin, giginya terasa nyeri dan linu. Hal ini merupakan tanda telah terjadi kebocoran di antara email dan harus segera ditangani sebelum karies atau lubang giginya membesar dan masuk ke syaraf gigi. Jika dibiarkan akan terjadi peradangan pada syaraf gigi.

Infeksi tersebut menimbulkan suatu abses atau pembengkakan pada gusi atau gusi bernanah. Hal tersebut ditandai dengan rasa nyeri saat makan dan linu saat minum dingin atau panas. “Jika infeksi tersebut dibiarkan dapat membentuk suatu kista dan infeksinya bisa menjalar ke daerah tubuh lainnya. Bahkan dapat menyebabkan kanker mulut,” ungkapnya.

Oleh karena itu, drg. Dian menyarankan untuk menghindari makanan yang padat gula. Selain itu, orang tersebut secara berkala melakukan pemeriksaan berkala dengan dokter untuk membersihkan karies sedini mungkin.

Peradangan gusi (gingivitis)
------------------------------
Peradangan gusi (gingivitis) atau pembengkakan gusi disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri yang bertumpuk sekian lama di gigi dan gusi. Gingivitis sering terjadi karena adanya lubang pada gigi hingga mengenai syaraf gigi. Selain itu, pembengkakan gusi tersebut juga seringkali terjadi akibat menggosok gigi terlalu keras sehingga gusi terbuka dan terjadi penimbunan plak.

Penimbunan plak yang terlalu lama mengakibatkan terjadinya karang gigi. Padahal, penimbunan karang gigi yang terlalu banyak akan menekan gusi ke bawah dan terjadi pembukaan gusi. “Kondisi gusi terbuka inilah yang membuat gusi meradang dan bernanah serta berdarah kala menggosok gigi, bahkan hanya mengecap udara sedikit saja dapat keluar darah yang disertai bau yang menyengat,” papar drg. Dian.

Perlindungan terbaik melawan gingivitis, lanjutnya, adalah menggosok gigi dengan benar dan menggunakan benang floss untuk melenyapkan bakteri dan mulut. Oleh karena itu, jika menyikat gigi, lakukan tanpa tekanan dan gosok sampai ke leher gigi. Karena sering kali orang lupa menggosok leher gigi.

Rasa linu tersebut akibat lapisan leher gigi ke bawah tak dilindungi email, kata drg. Dian, padahal yang dilindungi email hanya mahkota hingga leher gigi. Jika infeksi tersebut mencapai jaringan tulang maka menimbulkan periodontitis (radang jaringan penyangga gigi).

Pengobatannya pun menurut drg. Dian diberikan beberapa obat untuk menyembuhkan infeksi tersebut. Sedangkan jika sudah meradang hingga jaringan penyangga gigi, harus dilakukan pembersihan infeksi dengan membuka jaringan gusi.

Sariawan
--------------
Penyakit mulut lain yang sering diderita adalah sariawan. Menurut drg. Dian, sariawan atau luka pada rongga mulut tersebut terjadi akibat gigitan pada lidah atau dinding mulut saat mengunyah makanan dan akibat sikat gigi yang terlalu keras sehingga timbul luka.

Selain itu, sariawan bisa terjadi akibat kekurangan vitamin C atau B kompleks atau pun akibat suhu dalam tubuh yang tinggi sehingga timbul luka dalam rongga mulut. Luka inilah yang kemudian berkembang menjadi sariwan. “Untuk pengobatannya, penderita hanya diberikan obat untuk mengeringkan sariawan tersebut dan diberi vitamin yang dibutuhkan tubuh,” ujarnya.

Bau mulut
--------------

Penyebab bau (halitosis) mulut bisa berasal dari mulut, atau juga dari rongga sekitarnya. Jika bau nafas yang sebelumnya normal berubah menjadi bau segera setelah mengonsumsi makanan tertentu, maka penyebabnya tentu adalah makanan-makanan tersebut. Apalagi ada banyak makanan yang dapat menimbulkan bau mulut, seperti petai, jengkol, bawang merah, bawang putih, kol dan lain sebagainya.

Selain itu, merokok, minuman beralkohol, vitamin (terutama dalam dosis tinggi), dan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan bau mulut. Namun kebersihan dan kesehatan gigi serta rongga mulut merupakan faktor pertama yang harus diperiksa pada seseorang yang menderita halitosis. Kebersihan gigi yang buruk, karies gigi, abses gigi, impaksi gigi, penyakit gusi (gingivitis, periodontitis), semuanya dapat menjadi penyebab halitosis.

Nafas bau kronis biasanya disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan partikel sulfur berbau tak sedap karena mencerna makanan tersisa di gigi. Secara normal air ludah membantu mengurangi nafas tak sedap dengan membawa keluar makanan dengan airnya dan mencairkan partikel sulfur. Orang dengan mulut kering tidak punya cukup air ludah.

Mulut kering dapat disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk penggunaan obat-obatan tertentu atau sedang melakukan diet sehingga tidak menghasilkan cukup ludah. Selain itu, Perubahan hormonal juga menyebabkan bau mulut dan hal ini terjadi pada kaum wanita sesaat sebelum menstruasi.

Bau tak sedap juga bisa timbul akibat tumbuhnya jamur di permukaan lidah. Karenanya biasakan diri menggosok gigi dan lidah secara rutin, selain menghindari gigi berlubang.

Oleh karena itu, dokter gigi umumnya merekomendasikan untuk menggosok gigi dua kali sehari. Lebih dari itu dikhawatirkan akan menghilangkan gusi dan merusak gigi. Sedangkan kurang dari dua kali tidak cukup mengendalikan bakteri yang ada di dalam mulut.

Drg. Dian menyarankan untuk menghilangkan bau mulut, seseorang harus membersihkan karang gigi yang ada agar tidak membuat gigi berlubang. Sebaiknya juga melakukan pembersihan karang gigi setiap enam bulan sekali, tetapi jika kondisi karang giginya cukup parah, pembersihan dilakukan sekali dalam jangka waktu dua bulan.

Sedangkan untuk bau mulut akibat gigi berlubang dan adanya peradangan jaringan penyangga gigi (periodontitis), harus dilakukan pembersihan tulang rahang dengan membuka gusi untuk membersihkan infeksi yang terjadi.



Cegah bau mulut;
----------------------------
• Pelihara kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi dan lidah terutama lidah dengan lapisan keputihan yang tebal atau setiap kali setelah makan.
• Bersihkan sela-sela gigi dan pinggir gusi dengan menggunakan benang gigi (dental floss) kemudian kumur-kumur
• Gunakan cairan pencuci mulut/penyegar mulut (mouthwash) seperlunya, jangan terus menerus karena dapat menyebabkan terganggunya flora normal di dalam mulut.
• Periksa rutin ke dokter gigi tiga bulan sekali
• Mengubah kebiasaan dan diet ; merokok mempunyai efek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis, alkohol dapat mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut dan mengiritasi mukosa mulut.