Kamis, 27 Desember 2007

Resep Aneka Jus Dan Manfaatnya Untuk kesehatan

Jus tidak secara otomatis membuat masalah kesehatan anda terselesaikan. Namun, minuman menyegarkan ini dapat membantu tubuh Anda dengan keaneka-ragaman manfaatnya.

Pengusir lelah: Zat yang diperlukan vitamin B kompleks, vitamin C, E, seng, besi, magnesium dan potasium.Bahan:
4 buah wortel, 2 cm jahe, 3 lembar daun bayam, ½ genggam peterseli, 6 tangkai selada air, atau
3 lembar daun bayam, 5 buah wortel dan Brussel sprout, atau
6 lembar daun bayam, 1 apel, ¼ jeruk nipis, 6 buah leci, 4 buah kiwi.
Tambahkan air sesuai kekentalan yang diinginkan.

Mengusir Jerawat: Gizi yang diperlukan vitamin B2, C, E, beta karoten, potasium dan seng.

Bahan:
4 buah wortel, 1 buah lobak cina dan 2 cm jahe.

Kulit kusam: Gizi yang diperlukan: vitamin B2, C dan E, beta karoten dan potasium

Bahan:
110 gram buah anggur merah, 10 buah strawbery atau
2 buah jeruk, 1 buah jambu biji dan ½ buah jeruk nipis.

Anti Keriput: Gizi yang diperlukan vitamin B2, C, E, silikon, selenium dan potasium.

Bahan:
4 buah wortel, 1 buah pir, 6 lembar daun seledri dan segenggam peterseli.

Memulihkan gairah bercinta: Gizi yang diperlukan beta karoten, vitamin E dan seng.
Bahan:
3 buah apel, 2 cm jahe, 2 tangkai seledri atau:
4 buah wortel, 2 lembar daun bayam ditambah ½ genggam peterseli atau
170 gram buah anggur merah ditambah 3 buah peach.

Mengurangi keluhan PMS (pre-menstrual syndrome = sindrom prahaid): Gizi yang diperlukan vitamin E, seng dan magnesium.Bahan:
4 buah wortel, 4 lembar daun bayam, 2 tangkai seledri dan 2 cm jahe.

Stres dan depresi Gizi yang diperlukan vitamin B kompleks, C, zat besi dan magnesium.

Bahan:
220 gr melon dan 6 lembar daun bayam atau
4 lembar daun bayam dan 110 gr anggur merah.

Pereda Flu : Gizi yang diperlukan: vitamin C, beta karoten dan seng.Bahan :
1 buah jeruk yang besar, 1 buah jambu biji dan air atau
2 buah jeruk yang besar, ½ jeruk lemon, ½ buah jeruk nipis dan 1 buah pepaya.

.Tekanan darah tinggi: Gizi yang diperlukan potasium, kalsium dan magnesium
Bahan:
110 gr buah ceri, 170 gr buah anggur dan 1 buah pir.

Mencegah artritis: Gizi yang diperlukan niasin, vitamin B3, vitamin C, kalsium dan selenium.

Bahan:
4 buah wortel dan 6 tangkai selada air atau
1 buah jambu biji, ¼ buah jeruk nipis dan 2 cm nanas potongan melintang.

Mencegah osteoporosis : gizi yang diperlukan vitamin D dan kalsium.Bahan:
3 buah wortel, 1 buah apel, 4 kuntum brokoli beserta batangnya dan ½ genggam peterseli.

Problem Percernaan: Gizi yang diperlukan asam folat dan beta karoten.Bahan:
3 buah wortel, 1 buah lobak cina dan 2 buah apel atau
3 buah apel, ¼ buah mentimun dan 4 tangkai selada air.

Gusi berdarah: Gizi yang diperlukan vitamin C, kalsium dan magnesium.Bahan:
4 lembar daum bayam, 3 buah apel dan 1 buah pir atau
6 lembar daun selada, 5 buah wortel dan segenggam peterseli.

Mata lelah: gizi yang diperlukan: beta karoten.Bahan:
6 buah wortel dan 4 tangkai selada air.

Pertolongan pertama pada anak-anak

1) Luka Bakar
Lakukan : Pertolongan pertama, biasanya segera diguyur
dengan air dingin yang mengalir untuk mengurangi panas
dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas.
Lepaskan pakaian anak secara perlahan dan 'kipas-kipas'
agar panasnya berkurang. Kemudian segera bawa ke rumah
sakit terdekat.
Penggunaan Salep luka bakar "BIOPLASENTON" akan
sangat membantu.
Jangan : Sebaiknya hindari pemberian kecap, mentega atau
pasta gigi pada bagian yang terluka karena bisa menjadi
tempat berkumpul kuman & infeksi.
Jangan mandikan anak dengan air karena dapat
menyebabkan hipotermi (menurunkan suhu tubuh) dan
bisa memecahkan lepuhan luka.

2) Luka Berdarah
Lakukan : Tekan luka dengan kapas yang dilapisi kasa steril,
sampai darah berhenti. Kemudian balut dengan kasa bersih
yang telah diberi obat merah.
Ikat dengan kuat, tapi tidak terlalu kencang. Kalau terlalu
dalam, bawa ke dokter, karena mungkin harus dijahit dan
diberi antibiotik agar tidak infeksi.
Jangan : Hindari penggunaan sapu tangan yang 'diragukan'
kebersihannya, karena bisa membuat luka infeksi.
Jangan menutup terlalu rapat luka tersebut, karena bisa
'membuat' kuman lebih gampang berkembang.

3) Mimisan
Lakukan : Tenangkan anak agar ia tidak merasa panik dan
segera tidurkan anak dengan posisi kepala lebih rendah
dari kaki. Ini dilakukan agar darah tidak kembali keluar
dari hidung. Pengobatan alternatif lainnya adalah
menciumkan irisan daun sirih ke hidung anak.
Jangan : Cegah anak dari memegang dan memencet hidungnya,
karena bisa mempercepat pendarahan.

4) Syok
Lakukan : Baringkan anak di permukaan datar dan angkat
kedua kaki agar letaknya lebih tinggi dari jantung.
Ini dilakukan agar darahnya kembali mengalir normal.
Lepaskan pakaian yang terlalu ketat dan mengikat.
Terus cek pernapasan, selama anda menunggu dokter
datang ke rumah.
Jangan : Jangan peluk si kecil dengan alasan memberikan
ketenangan padanya. Ini justu membuat ia tidak lega bernapas.
Jangan biarkan orang mengerumuni si kecil, karena dia
membutuhkan kadar oksigen yang lebih besar.

5) Pingsan
Lakukan : Longgarkan pakaian anak dan perhatikan 4 hal
berikut ini:
1) Jika tidak bereaksi, miringkan kepala anak dan periksa
pernapasannya
2) Jika bernapas, kepalanya tetap dimiringkan,
tetapi periksa kemungkinan cedera kepala dan leher.
3) Jika bernapas tapi mendengkur, periksa pernapasan
dengan jari perlahan, mungkin ada yang menyumbat.
4) Jika tidak bernapas, lakukan pernapasan dari mulut ke mulut.
Jangan : Jangan menunggu waktu lama untuk membawa
anak ke dokter. Selama itu, jangan beri makanan atau
minum apapun.

6) Keracunan
Lakukan : Usahakan agar anak memuntahkan zat yang
mengandung racun (kecuali zat korosif), tapi jangan paksa
tenggorokannya. Coba dengan memberikannya segelas air
garam. Kalau ia memakan zat korosif, beri anak minum
susu dingin dan segera bawa ke rumah sakit.
Jangan : Jangan beri makan apa pun jika anak mengalami
kejang atau mengeluarkan buih ketika keracunan.

7) Tercekik
Lakukan : Segera lepaskan benda yang mencekik leher anak.
Jika leher terikat, lepaskan dengan gunting, tapi tetap
sanggah tubuhnya sementara Anda melepaskan ikatan.
Jangan : Jangan menunggu terlalu lama melepaskan ikatan,
karena kecelakaan tercekik sangat cepat dapat
menghambat jalan napas.

8) Tersedak
Lakukan : Baringkan anak dalam posisi telungkup,
tepuk-tepuk punggungnya beberapa kali. Segera balikkan
tubuhnya sehingga terlentang kembali di atas pangkuan Anda.
Aturlah agar posisi kepalanya lebih rendah dari tubuhnya.
Kalau memungkinkan keluarkan benda asing tersebut,
tapi jika tidak segera bawalah anak ke rumah sakit.
Jangan : Jangan sekali-kali memasukkan tangan ke dalam
mulutnya, dengan maksud mengeluarkan benda asing tersebut.
Yang ada nantinya akan menyebabkan benda asing tersebut,
makin terdorong masuk ke dalam.

9) Tersengat Listrik
Lakukan : Putuskan aliran listrik yang mengenai tubuh si
kecil dengan bahan lator, seperti handuk kering dan pakai
alas kaki yang kering. Segera periksa jalan pernapasannya,
jika berhenti, lakukanlah pernapasan buatan dari mulut ke
mulut.
Jangan : Jangan sepelekan luka bakar yang terjadi,
sekecil apapun segera obati dengan obat luka.
Ditakutkan luka tersebut bisa berkembang menjadi infeksi

10) Gigitan Binatang
Lakukan : Hibur anak agar ia tidak panik dan tidak
menimbulkan trauma berkepanjangan. Cuci lukanya
dengan sabun untuk mengilangkan darah. Jangan lupa
oleskan krim antibiotik dan tutup dengan kasa steril.
Tapi kalau luka membengkak, segera bawa si kecil ke dokter.
Jangan : Jangan biarkan anak menggaruk-garuk luka
akibat gigitan binatang ini. Tindakan ini bisa membuat luka
pada gigitan semakin besar. Kalau anak merasa alergi pada
bekas gigitan, coba beri krim yang mengandung halamin.

11) Proses Pernapasan Buatan :
1. Baringkan anak dengan kepala ditarik perlahan ke belakang,
agar jalan napas terbuka. Longgarkan seluruh pakaian
yang mangikat
2. Buka mulut anak dengan menekan rahangnya perlahan
dengan satu tangan, jaga tangan jangan sampai menekan leher.
Kemudian pencet hidungnya
3. Tempelkan mulut anda ke mulut anak sampai seluruh
mulut menutup bibir anak
4. Hembuskan napas kuat-kuat ke dalam mulutnya,
sampai terlihat gerakan naik turun pada dada. Kalau ini terjadi,
Anda telah melakukannya dengan benar.

Pasutri Gemuk sulit mendapatkan keturunan

Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas tentu lebih banyak tidak enaknya, selain gerak tubuh jadi lamban, juga rawan terkena penyakit, konsekuensi lainnya adalah sulit memiliki anak.

Dalam survei yang dilakukan peneliti dari Denmark di tahun 1996 dan 2002 terhadap 48 ribu pasangan suami istri (pasutri) yang salah satu atau keduanya obesitas, mayoritas responden mengaku sulit mendapatkan anak.

Adapun ukuran waktu yang dipakai para peneliti untuk mengukur kesuburan adalah berapa lama pasangan ini bisa hamil sejak mereka melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi.

Jika kedua pasangan obesitas, kemungkinan untuk bisa hamil setahun kemudian, lebih lama tiga kali lipat dibandingkan dengan pasangan yang berat tubuhnya normal.

Selama ini dunia kedokteran memang sudah mengetahui bahwa kelebihan berat badan bisa menggangu kesuburan seseorang. Karenanya fokus penelitian saat ini adalah bagaimana jika keduanya obesitas.

Studi sebelumnya menyebutkan kualitas sperma dan kadar hormon reproduksi pria yang kegemukan akan berkurang. Sedangkan pada perempuan, obesitas bisa mengganggu proses ovulasi dan gangguan perkembangan janin di awal masa kehamilan.

"Jika pasutri yang kegemukan ingin segera hamil, kami sarankan mereka untuk mengurangi berat badan dulu," kata seorang peneliti, Cecilia Hansen dari Universitas Aarhus, Denmark.

Ia mengatakan bahwa penelitian ini tidak menguji apakah frekuensi hubungan seks pasutri yang gemuk lebih sedikit dari pasutri yang beratnya normal. "Kami memang tidak mengetahui apakah para responden kami sering melakukan hubungan seks atau tidak," katanya. "Yang pasi, semakin berat badan seseorang, semakin lama kemungkinannya untuk hamil," kata Hansen.

Tingkatkan kesuburan dengan Es Krim

Jorge E. Chavarro dan mahasiswa dari Harvard melakukan studi terhadap 18.555 wanita berkeluarga. Hasilnya sangat mengejutkan.

Rupanya makanan berlemak seperti es krim dan yang banyak mengandung susu dapat meningkatkan kesuburan. Seorang wanita yang sedikit mengkonsumsi susu rendah lemak, berisiko bermasalah dengan kesuburan hingga 85%.

Sementara mereka yang setiap harinya mengkonsumsi susu berlemak tinggi hanya 27% mengalami gangguan kesuburan. Jadi bisa disimpulkan bahwa susu berlemak itu punya efek yang bagus terhadap kehidupan seks Anda.

"Penemuan ini sangat tidak diduga. Kami sama sekali tak menduga bahwa susu rendah lemak punya efek besar terhadap proses pembuahan," ujar Jorge seperti dilansir dari CBSnews.

Namun bukan berarti wanita harus mengkonsumsi susu berlemak tinggai atau es krim dalam jumlah besar. Dalam porsi yang kecil, susu berlemak tinggi juga punya pengaruh terhadap kesuburan.

Wanita yang tertarik menempuh cara ini untuk hamil juga harus berhati-hati. Sebab, jika terlalu banyak menumpuk lemak maka wanita juga akan sulit hamil.

"Ini seharusnya tidak jadi alasan wanita untuk terus mengkonsumsi es krim dengan berlebihan. Karena hasilnya nanti malah jelek untuk kesuburan dan buruk juga untuk kesehatan keseluruhan tubuh Anda," tandas Jorge yang belum bisa dengan pasti menyebutkan efek sebab akibat dari susu dan kesuburan.

Informasi Tentang Masa Subur

Definisi dan pengertian

Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:

1. Perubahan suhu basal tubuh

2. Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks)

3. Perubahan pada serviks

4. Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender)

5. Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.

Melalui pengalaman, fase subur dan fase tidak subur dalam siklus menstruasi dapat dinilai secara akurat dan pengetahuan ini dapat digunakan untuk merencanakan kehamilan dan menghindari kehamilan.

Sebelum membahas lebih jauh indikator-indikator tersebut ada baiknya kita mengenal secara ringkas fisiologi sperma dan siklus menstruasi.



Fisiologi sperma

Beberapa fakta tentang sperma:

1. Sperma dihasilkan oleh testis secara terus menerus.

2. Pada saat ejakulasi, sekitar 2 – 5 ml cairan semen dikeluarkan yang terdiri dari 100 juta sperma per ml.

3. Sperma akan hidup untuk 3 – 5 hari atau lebih lama dalam serviks perempuan bila ada lendir serviks yang subur.

4. Penetrasi sperma akan dihalangi oleh lendir sperma yang tebal yang menutupi serviks selama masa tidak subur. Sperma yang tinggal di vagina akan dirusak dalam beberapa jam oleh keasaman cairan vagina.

5. Sperma dapat pula ditemukan pada cairan yang dikeluarkan laki-laki sebelum terjadi ejakulasi. Dengan alasan ini, coitus interuptus dapat pula menyebabkan terjadinya kehamilan bila dilakukan pada masa subur.

Dengan fakta di atas, maka disimpulkan bahwa seorang laki-laki selalu dalam keadaan subur, sedangkan kesuburan perempuan terjadi dalam suatu siklus.



Fisiologi siklus menstruasi

Panjang siklus bervariasi dari 23 hari atau kurang untuk siklus pendek dan lebih dari 35 hari untuk siklus yang panjang. Ada sejumlah perempuan yang siklusnya teratur, sementara ada pula yang bervariasi sampai dengan 7 hari. Untuk lebih memudahkan pemahaman, pada tulisan ini kita gunakan rata-rata siklus 28 hari.

Siklus menstruasi dibawah kontrol hormon seks. Untuk memudahkan, siklus ini dibagi dalam 2 fase yaitu fase sebelum ovulasi dan fase setelah ovulasi.

Fase sebelum ovulasi – dikontrol oleh FSH dan esterogen.

Kelenjar pituitari pada dasar otak akan mengeluarkan FSH yang akan merangsang pematangan folikel di ovarium (indung telur). Pematangan folikel ini akan meningkatkan produksi esterogen.

Pada saat kenaikan esterogen mendekati ovulasi, terjadi perubahan – perubahan sebagai berikut:

Endometrium (selaput lendir rahim) menebal.

Serviks menjadi panjang dan lunak serta terbuka.

Lendir serviks yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar pada serviks menjadi lendir yang bersahabat dengan sperma.

Peningkatan garam, gula, dan asam amino untuk memberikan makanan pada sperma.

Peningkatan cairan sampai dengan 10 kali peningkatan volume lendir.

Lendir yang subur terdiri dari 98 % air – transparan, berkilat, licin, elastis yang disebut efek spinnbarkeit.

Struktur lendir yang subur bila dilihat dengan menggunakan nuclear magnetic resonance memperlihatkan jaringan yang jarang sehingga dapat dilewati oleh sperma.

Suhu menetap pada tingkat yang rendah.



Ketika esterogen mencapai tingkat tertentu dalam darah, kelenjar pituitari distimulasi untuk menghasilkan LH yang meningkat cepat yang kemudian akan menimbulkan ovulasi (pecahnya folikel yang matang dan mengeluarkan ovum ) dalam 36 jam kemudian.

Fase setelah ovulasi – dikontrol oleh progesteron

Setelah ovulasi, LH menyebabkan pecahnya folikel yang kemudian folikel tersebut akan berkembang menjadi korpus luteum, yang memproduksi progesteron.

Di bawah pengaruh progesteron terjadi perubahan-perubahan:

Endometrium melunak guna mempersiapkan diri untuk menerima implantasi (penempelan) telur yang telah dibuahi

Serviks memendek, keras, dan tertutup.

Lendir serviks menjadi tidak bersahabat untuk mencegah penetrasi sperma.

Setelah ovulasi terdapat perubahan status kesuburan – jaringan filamen-filamen menjadi lebih padat membentuk lendir yang tebal yang mencegah penetrasi sperma. Sperma secara cepat akan dirusak oleh cairan vagina yang bersifat asam

Suhu akan meningkat sekitar 0,2 ˚C atau lebih.



Korpus luteum akan bertahan sekitar 14 hari, kemudian akan kisut dan mati; progesteron akan turun; suhu turun; dan endometrium akan mengalami disintegrasi sehingga terjadilah menstruasi dan lengkaplah satu siklus.

Hari pertama menstruasi adalah hari pertama siklus. Hari-hari selanjutnya diberi nomer namun tidak termasuk hari pertama menstruasi berikutnya. Hari-hari setelah menstruasi merupakan hari-hari yang relatif tidak subur. Fase subur terjadi di sekitar ovulasi. Adanya lendir serviks menandakan mulainya fase subur, karena sperma dapat bertahan hidup dalam lendir tersebut untuk menunggu ovulasi. Setelah ovulasi, kesuburan ditentukan dengan lamanya ovum bertahan hidup dan adanya kemungkinan terjadinya ovulasi kedua dalam 24 jam. Masa tidak subur setelah ovulasi ditentukan dengan kombinasi temperatur dan lendir kira-kira tiga hari setelah ovulasi. Fase ini akan berakhir sampai dimulainya menstruasi berikutnya. Fase setelah ovulasi ini paling efektif untuk menghindari kehamilan.

Variasi Panjang Siklus

Interval waktu antara ovulasi dengan waktu terjadinya menstruasi berikutnya biasanya tetap, yaitu sekitar 14 hari. Ketika lamanya siklus bervariasi, hal ini terjadi pada interval antara mulainya menstruasi dengan saat ovulasi.

Pada siklus yang pendek, misalnya 21 hari, ovulasi terjadi sekitar pada hari ketujuh dan di sini tidak ada fase tidak subur sebelum ovulasi. Sedangkan pada siklus yang panjang, misalnya 35 hari, ovulasi tidak akan terjadi sampai dengan hari ke 21, sehingga mempunyai hari-hari tidak subur sebelum ovulasi yang panjang.



Mengamati Perubahan Fisiologis

Kita dapat mengamati siklus mentruasi dengan mengamati perubahan fisiologis pada tubuh, dengan menggunakan kombinasi beberapa indikator kesuburan. Indikator-indikator ini secara ilmiah telah terbukti merefleksikan perubahan hormonal dan status kesuburan secara akurat.

Metode yang paling efektif adalah dengan menggunakan pendekatan berbagai indikator biasanya perubahan suhu yang dikombinasikan dengan perubahan lendir serviks.

Indikator pertama- perubahan suhu

Peningkatan suhu menunjukkan adanya ovulasi. Peningkatan suhu yang menetap selama 3 hari mengindikasikan 48 jam setelah ovulasi dan menandakan dimulaiya fase tidak subur setelah ovulasi. Peningkatan suhu ini sekitar 0,2 ˚C atau lebih.

Pembacaan suhu tidak dapat menentukan dimulainya masa subur, sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.

Cara untuk menggunakan indikator pertama ini adalah:

1. Suhu diukur segera setelah bangun tidur sebelum bangkit dari tempat tidur dan melakukan aktivitas lainnya serta dilakukan lebih kurang pada waktu yang sama.

2. Waktu pengukuran yang bervariasi lebih dari 1 jam, harus dicatat.

3. Suhu diukur lewat mulut, vagina, atau anus.

a. Mulut. Ujung perak termometer diletakkan di bawah lidah dengan bibir tertutup selama lebih kurang 5 menit.

b. Vagina. Termometer dimasukkan ke vagina secara perlahan. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.

c. Anus. Dengan menggunakan jelly atau vaselin yang dioleskan di ujung termometer, termometer dimasukkan ke anus dengan perlahan, dengan posisi berbaring pada salah satu sisi dan lutut ditarik ke atas. Waktu pencatatan lebih kurang 3 menit.

4. Untuk akurasi, bila salah satu metode telah dipilih untuk digunakan, maka sebaiknya tidak diganti sampai dengan siklus berikutnya.

5. Grafik dibuat dengan menggambarkan hasil pembacaan suhu dengan sebuah titik pada lokasi yang sesuai. Titik-titik ini kemudian dihubungkan untuk membentuk sebuah grafik. Jika terjadi kelupaan pengukuran, titik-titik tersebut tidak boleh disambung.

a. Termometer manual – jika air raksa berhenti di antara dua angka, angka yang terendah yang dicatat.

b. Termometer digital – hanya mencatat satu angka desimal

6. Termometer sebaiknya dibersihkan dengan kapas dan air dingin.

7. Grafik baru dimulai pada hari pertama menstruasi. Jika menstruasi mulai pada siang hari, hasil pengukuran pada pagi harinya dipindahkan pada grafik yang baru.

8. Segala sesuatu yang tidak biasa seperti demam, tidur larut, kondisi sedang stress sebaiknya dicatat.

9. Sebaiknya memiliki dua buah termometer, untuk mengantisipasi bila termometernya pecah.



Interpretasi grafik suhu

Siklus dengan ovulasi ditandai dengan adanya grafik bifasik. Suhu akan berada pada tingkat yang rendah sampai dengan terjadinya ovulasi ketika peningkatan terjadi sekitar 0,2 ˚C atau lebih. Peningkatan ini biasanya terjadi secara tiba-tiba antara satu hari dengan hari berikutnya. Selanjutnya suhu akan menetap pada tingkat yang lebih tinggi sampai sebelum atau pada awal menstruasi selanjutnya.



Menentukan fase tidak subur setelah ovulasi

Jika kehamilan dihindari, hubungan seksual tidak dilakukan segera setelah perubahan suhu dicatat. Sel telur dapat dibuahi sampai dengan 12 jam setelah ovulasi dan kelonggaran harus dibuat untuk kemungkinan ovulasi yang kedua dalam 24 jam setelah ovulasi yang pertama.

Untuk mengidentifikasi suhu yang relevan, dapat digunakan aturan 3 di atas 6 (the rule of 3 over 6). Pada aturan ini, sebuah garis horisontal ditarik di atas suhu tertinggi pada suhu-suhu yang rendah. Enam hasil pengukuran suhu akan berada pada atau di bawah garis horisontal ini. Garis vertikal kemudian ditarik antara dua hari ketika suhu berganti dari tingkat yang rendah ke tingkat yang tinggi. Kemudian dibuat garis horisontal lagi pada suhu-suhu yang tinggi. Tiga hasil pengukuran suhu pada atau di atas garis, mengisyaratkan grafik tersebut sesuai dengan aturan 3 di atas 6.



Segera setelah tiga suhu pada level yang tinggi dicatat, maka sampai dengan akhir siklus, kondisi ini merupakan kondisi tidak subur.

Penggunaan garis horisontal untuk membantu menghindari kesalahan interpretasi ketika 6 suhu pada level yang rendah meragukan. Hal ini bisa terjadi misalnya pada menyusui, setelah menggunakan pil kontrasepsi atau pada waktu premenopause.

Dengan pengalaman dalam mencatat suhu ini, dapat dikenali bentuk garis horisontal dan range normal untuk fase suhu yang rendah dan fase pada suhu yang tinggi. Pengalaman ini dapat membantu menginterpretasikan grafik yang lebih sulit.



Variasi kenaikan dan perubahan suhu

Peningkatan suhu yang tiba-tiba merupakan bentuk yang paling sering ditemui, dengan suhu yang memperlihatkan peningkatan tajam antara satu hari dengan hari berikutnya.

Peningkatan suhu yang lambat yaitu suhu meningkat dengan lambat sampai beberapa hari.

Peningkatan suhu anak tangga yaitu peningkatan suhu yang bila digambarkan pada grafik akan membentuk beberapa anak tangga.

Peningkatan suhu gigi gergaji yaiu peningkatan suhu yang bila digmbarkan di grafik akan menggambarkan serangkaian suhu puncak dan lembah. Meskipun sangat jarang, bentuk ini lebih sulit diinterpretasikan.

Dengan menggambar garis horisontal pada suhu-suhu rendah, dapat mengidentifikasi permulaan peningkatan suhu. Fase tidak subur setelah ovulasi dimulai setelah suhu kelima telah dicatat.

Variasi hari terjadinya perubahan suhu

Panjang siklus akan bervariasi tetapi perubahan suhu terjadi 12 – 16 hari sebelum menstruasi berikutnya sehingga pada siklus yang pendek, peubahan suhu terjadi lebih awal, sedang pada siklus yang panjang terjadi kemudian. Panjang fase subur sebelum ovulasi akan bervariasi tetapi fase tidak subur setelah ovulasi cenderung tetap.

Peningkatan suhu

Peningkatan suhu terjadi bila pencatatan suhu 0,2 ˚C atau lebih di atas suhu-suhu beberapa hari sebelumnya. Peningkatan suhu ini dapat disebabkan karena minum alkohol, tidur terlalu larut, bangun terlalu siang, sakit atau stres Kadang-kadang tidak didapatkan penyebab yang nyata peningkatan suhu ini.

Ketika menginterpretasikan sebuah grafik, sering dibantu untuk melingkari kenaikan tajam, sehingga kelainan peningkatan tajam ini mudah dikenali.

Setiap terjadi kenaikan suhu yang tajam, akan lebih baik bila ada penjelasan tentang kenaikan suhu tersebut. Bila hanya satu kenaikan suhu yang tajam pada 6 suhu pada tingkat yang rendah, suhu tersebut dapat diabaikan. Bila lebih dari satu, sebaiknya ditunggu beberapa hari sampai posisinya menjadi normal kembali. Demikian juga bila terjadi gangguan yang mempengaruhi 3 suhu pada tingkat yang lebih tinggi, sebaiknya ditunggu suhu yang keempat untuk meyakinkan adanya infertilitas

Fase setelah ovulasi yang pendek

Jika fase ini kurang dari 9 hari, siklus akan merupakan siklus yang tidak subur karena tidak waktu yang cukup untuk implantasi. Namun hal ini hanya dapat diketahui secara restropekif.

Fase yang pendek ini dapat terjadi pada saat stres, menyusui atau premenopause

Siklus anovulasi

Siklus anovulasi, siklus yang terjadi tanpa ada ovulasi, ditandai dengan sebuah grafik monofasik yaitu suhu tetap pada satu tingkat pada seluruh siklus. Siklus ini lebih sering terjadi pada premenopause, setelah melahirkan dan setelah menggunakan pil kontrasepsi.

Indikator Kedua – Perubahan Lendir Serviks

Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva (alat kelamin luar) dan dicatat setiap hari. Perubahan lendir dapat juga diamati pada serviks dimana lendir tersebut akan muncul sehari sebelum muncul di vulva. Perubahan ini mungkin dikaburkan dengan adanya cairan sperma, spermisida atau infeksi vagina.

Lendir serviks ini dapat dikenali dengan rasa/sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.

Sensasi

Sensasi sangat penting dan sering merupakan hal tersulit untuk dipelajari. Ada atau tidaknya lendir dikenali dengan sensasi pada vulva. Sensasi mungkin merupakan rasa yang jelas tentang kering, lembab, lengket, basah, licin, atau lubrikasi

Penampakan

Kertas tisu putih dan lembut diusapkan pada vulva. Tisu akan basah dan bila ada lendir serviks, lendir akan terlihat menggumpal pada tisu. Warna lendir dicatat, mungkin berwarna putih, krem, buram, atau transparan. Lendir sering terlihat pula pada celana dalam, dalam kondisi kering sehingga karakteristiknya telah berubah

Tes Jari

Tes ini dapat dilakukan pada lendir yang terdapat di atas tisu dengan cara mengambil lendir tersebut dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Dengan perlahan, jari telunjuk ditarik, untuk melihat elastisitas lendir. Lendir mungkin elastis, atau mudah pecah, atau lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal dengan nama efek Spin dan menunjukkan bahwa lendir subur.





Sensasi pada vulva
Tes dengan jari
Penampakan

Lembab atau
lengket

Lendir awal
sedikit
tebal
putih
lengket
cenderung berbentuk tetap

Basah

Lendir pada masa transisi
jumlahnya meningkat
lebih tipis
berawan
sedikit elastis

Licin

Lendir dengan kesuburan tinggi
jumlah banyak
tipis
transparan

elastis
(seperti putih telur yang mentah)










Perubahan lendir serviks selama siklus mentruasi

Fase tidak subur sebelum ovulasi

Setelah menstruasi, dalam beberapa hari vulva dalam kondisi kering. Fase ini mungkin tidak ada bila siklusnya pendek dan akan panjang bila siklusnya panjang. Sensasi kering di vulva dan biasanya tidak ditemukan lendir.

Fase subur

Ketika esterogen meningkat, lendir serviks dapat dirasakan pada vulva. Pada mulanya akan memberikan sensasi lembab dan akan terdapat sejumlah kecil lendir yang berwarna putih atau krem. Pada tes dengan jari, lendir cenderung mempertahankan bentuk dan mudah pecah.

Pada fase transisi, jumlah lendir meningkat dan lendir dengan warna seperti awan dapat dilihat. Elastisitas rendah dan menimbulkan sensasi basah.

Pada saat mendekati ovulasi, lendir makin banyak dan mungkin jumlahnya bisa 10 kali lipat. Ini memberikan sensasi licin pada vulva. Penampakan seperti putih telur yang mentah, tipis, berair, dan transparan. Pada tes dengan jari, lendir yang sangat subur ini dapat ditarik sampai beberapa cm sebelum pecah.

Lendir yang subur menjaga kehidupan sperma, memberinya makan dan membiarkannya melalui serviks. Pada lendir ini, sperma dapat hidup sampai dengan 3 hari, bahkan pada kasus yang jarang dapat hidup sampai dengan 5 hari atau lebih.

Hari puncak

Hari puncak menunjukkan hari terakhir dimana lendir yang elastis, transparan terlihat atau dirasakan.

Fase tidak subur setelah ovulasi

Selama fase setelah ovulasi, setelah hari puncak, sensasi licin menghilang dan secara tiba-tiba kembali ke kering lagi. Gejala subyektif ini merefleksikan adanya progesteron, yang menebalkan lendir sehingga menyumbat serviks dan menghalangi masuknya sperma.



Pada pemeriksaan lendir serviks ini ada beberapa yang harus diingat:

- Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada seorang perempuan dengan perempuan lain dan pada satu siklus dengan siklus yang lain.

- Setiap perubahan sensasi dan bahkan pada sejumlah kecil lendir harus diperhatikan.

- Jika menemukan kesulitan dalam mendeteksi lendir dari luar, kadang-kadang lebih mudah dikenali setelah berolahraga atau setelah buang air besar.

- Kegel (gerakan mengerutkan otot panggul bagian bawah seperti menahan kencing) juga kadang membantu pengeluaran lendir.



Mencatat perubahan lendir serviks

Mencatat lendir pada grafik suhu dan gejala

Lendir mesti diperhatikan selama seharian dan grafik diberi tanda setiap malam.
Setiap hari ketika darah sedang keluar, termasuk bercak, diberi tanda M (menstruasi).
Ketika merasakan sensasi kering pada vulva dan lendir tidak terlihat, diberi tanda K (kering).
Setiap hari ketika terlihat lendir yang putih atau krem diberi tanda L (lendir).
Setiap hari ketika terlihat lendir yang transparan, licin, diberi tanda S (subur).
Mendeskripsikan dengan kata-kata sendiri
Sensasi : lembab, lengket, basah, licin
Penampakan pada tisu: putih, krem, berawan, atau transparan.
Pada lendir yang subur kadang-kadang terlihat bercak darah.

Tes dengan jari: lengket, membenang, atau elastis.
Hari Puncak
Hari ini ditandai dengan memberi tanda silang pada huruf S yang terakhir. Hari ini dapat diketahui secara restropektif. Pada hari selanjutnya akan terjadi perubahan lendir menjadi lebih tebal, putih dan lengket atau menjadi kering lagi.

Tanda-tanda tambahan
Tanda-tanda yang merupakan indikator minor ini juga dicatat.

Hubungan seksual
Karena cairan semen akan mempengaruhi konsistensi lendir, dicatat dalam grafik dengan melingkari nomornya.



Gambar berikut merupakan contoh pencatatan perubahan lendir serviks.





Indikator ketiga – perubahan pada serviks



Pengamatan pada serviks akan memberikan tambahan informasi dan sangat berguna bagi yang mempunyai siklus panjang, selama menyusui atau pada masa sebelum menopause. Perubahan pertama pada serviks sering terjadi satu atau dua hari sebelum perubahan pada lendir serviks dan dapat memberikan tanda awal sebelum masa subur. Pada umumnya memerlukan waktu dua atau tiga siklus agar dapat secara akurat mengenali perubahan panjang, posisi, konsistens, dan terbukanya serviks.

Perubahan pada serviks sebagai berikut:

- selama fase tidak subur sebelum ovulasi, serviks terletak rendah dalam vagina dan mudah dicapai oleh ujung jari.

o Serviks panjang, miring, dan menempel pada dinding vaina.

o Terasa kaku, seperti ujung hidung.

o Mulut serviks tertutup, memberikan sensasi seperti lesung pipi ketika disentuh, dan terasa kering

- Selama masa subur, serviks naik ke atas dalam vagina.

o Serviks memendek, lurus, dan terletak di tengah vagina.

o Sulit disentuh. Jika teraba terasa lembu seperti meraba bibir bawah.

o Mulut serviks terbuka, sehingga dapat masuk ujung jari.

o Terasa basah dan terdapat lendir.

- Fase tidak subur setelah ovulasi, serviks akan kembali ke kondisi tidak subur dalam waktu 24– 48 jam



Memeriksa Serviks Sendiri

Perubahan serviks dapat dirasakan oleh ujung jari. Sentuhan yang lembut diperlukan untuk mengenali perubahan serviks dari hari ke hari.

Serviks sebaiknya diperiksa setiap hari pada waktu yang sama, misalnya sembari mandi pagi. Sebelum memeriksa, kandung kemih harus kosong (buang air kecil terlebih dahulu). Setiap kali pemeriksaan sebaiknya menggunakan posisi yang sama, baik berdiri dengan satu kaki dinaikkan (misal pada ditumpukan pada sisi bak mandi) atau jongkok. Tangan dicuci bersih dengan menggunakan sabun dan dikeringkan (kuku tangan harus pendek). Jika memungkinkan menggunakan sarung tangan yang telah disucihamakan. Jari telunjuk tangan kanan secara perlahan dimasukkan dalam vagina sampai teraba serviks.

Pada perabaan serviks terasa bola licin yang berlekuk, sedangkan vagina akan teraba lembut, lembab, dan berlekuk-lekuk.

Jika serviks sulit dicapai, rahim dapat didorong ke bawah dengan menekan perut bagian bawah sedikit tulang pubis dengan tangan kiri.

Dengan pengalaman, pemeriksaan hanya memakan waktu beberapa detik.

Untuk sebagian perempuan, kadang-kadang lebih mudah menggunakan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) atau meminta pasangannya untuk memeriksa. Hal ini masing dimungkinkan, selama sepanjang siklus pemeriksaan dilakukan oleh orang yang sama dan dengan cara yang sama.

Berikut contoh pencatatan perubahan serviks pada grafik.





Indikator Keempat – Metode Kalender



Panjang siklus sebaiknya diukur dari hari pertama menstruasi sampai dengan menstruasi berikutnya, tetapi tidak termasuk hari pertamanya. Adanya bercak sebelum periode sebaiknya dimasukkan pada siklus sebelumnya. Hal ini akan membantu untuk menentukan panjang fase sebelum dan setelah ovulasi dengan lebih tepat.

Metode kalender ini berdasarkan pengetahuan bahwa ovulasi terjadi 12-16 hari sebelum menstruasi berikutnya tanpa memandang panjangnya siklus. Sebaiknya perhitungan dibuat dengan mengambil siklus terpendek dan terpanjang dalam satu tahun, minimal 6 bulan.

Dengan menganggap bahwa sperma dapat hidup di kelamin perempuan selama hari dan masa hidup sel telur 2 hari, maka diperoleh rumus sebagai berikut:

Siklus terpendek – 20 = hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi

Siklus terpanjang – 10 = hari terakhir masa subur

Contoh, panjang siklus selama 6 bulan terakhir adalah 28, 29, 28, 27, 30, dan 28. Maka hari terakhir masa tidak subur sebelum ovulasi adalah hari ke 7 (27-20), dan hari terakhir masa subur adalah hari ke 20 (30-10).

Untuk mencegah kehamilan, pasangan dengan perhitungan di atas, disarankan untuk menghindari hubungan seksual pada hari ke 8 sampai dengan ke 20.

Metode kalender ini menghasilkan waktu yang panjang untuk menghindari hubungan seksual yang sebenarnya tidak perlu. Hal ini mengingat bahwa sekarang telah diketahui bahwa sel telur dapa dibuahi hanya daam beberapa jam setelah ovulasi dan masa hidup sperma di kelamin perempuan bervariasi dan mungkin lebih dari 3 hari.

Meskipun metode ini tidak cukup bisa diandalkan untuk direkomendasikan sebagai indikator tunggal, namun pencatatan panjang siklus dan variasinya cukup penting.



Indikator Kelima – Indikator Minor Kesuburan



- Sakit karena ovulasi (Mittelschmerz pain) – rasa sakit yang tajam atau tumpul pada salah sisi perut bagian bawah selama beberapa jam.

- Gejala-gejala pada payudara – rasa kencang dan menggeleyar pada payudara dialami pada sekitar ovulasi.



Tanda-tanda ini tidak begitu kuat, tetapi berguna untuk meyakinkan hasil pengamatan.



Merencanakan Kehamilan



Dengan mengetahui masa subur, ini akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:

menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi
memprediksikan hari-hari subur yang maksimum
mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan
membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas


Penelitian menunjukkan bahwa kesempatan untuk mendapatkan kehamilan terbatas pada 5 hari sebelum dan sehari setelah peningkatan suhu. Hari yang paling subur ditemukan 2 hari sebelum perubahan suhu yang mendekati hari puncak lendir.

Pada pasangan yang normal, kehamilan mungkin terjadi pada setiap waktu pada masa subur tetapi hubunan seksual paling mungkin akan menghasilkan kehamilan pada hari-hari di mana terdapat lendir serviks dengan kesuburan tinggi, terdapat sensasi basah atau licin pada vulva, dengan lendir serviks yang transparan dan elastis. Jumlah lendir subur yang paling banyak terjadi satu atau dua hari sebelum hari puncak dan merupakan waktu dengan tingkat kesuburan yang tinggi. Hari puncak hari terakhir ketika lendir yang subur ada sering bersamaan dengan waktu ovulasi. Pergeseran suhu menyakinkan bahwa ovulasi sedang terjadi. Pada waktu tingkat kesuburan maksimum, serviks tinggi, pendek, lurus, lembek, dan terbuka dan mengalirkan lendir yang subur.

Bila dalam 6 bulan setelah melakukan hubungn seksual secara eratur dalam masa subur namun tidak terjadi kehamilan, sebaiknya menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.



Suhu

Grafik suhu merupakan alat bantu penting untuk mendapatkan kehamilan bila digunakan dengan benar. Grafik ini tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya ovulasi, namun merupakan alat yang dapat diandalkan untuk mengkonfirmasikan adanya ovulasi.

grafik bifasik menunjukkan adanya ovulasi

fase tidak subur setelah ovulasi kurang dari 9 hari mengindikasikan tidak terjadi kehamilan

grafik monofasik menunjukkan tidak adanya ovulasi

peningkatan suhu yang kedua setelah peningkatan pertama setelah ovulasi atau peningkatan suhu lebih dari 20 hari mengindikasikan adanya kehamilan.

Lendir Serviks

Pengamatan lendir serviks merupakan alat yang paling akurat untuk menentukan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual guna mengoptimalkan kesempatan memperoleh kehamilan. Metode ini penting untuk perempuan yang mempuunyai siklus tidak teratur.



Mencegah kehamilan

Pendekatan dengan kombinasi berbagai indikator, umumnya kombinasi suhu dan lendir merupakan metode yang sangat efektif, bahkan bila dilakukan dengan benar dapat mencegah kehamilan hingga 98%.

Berikut petunjuk untuk mencegah kehamilan:

1. Fase tidak subur sebelum ovulasi

Fase ini dapat dikenali dengan gejala pada lendir, tanda-tanda serviks, perhitungan kalender atau aturan Doering

a. Gejala pada lendir

Setelah menstruasi, hari-hari kering tanpa lendir merupakan fase tidak subur. Pada hari telah dikenali adanya lendir, menandakan bahwa fase ini telah berakhir.

b. Tanda-tanda pada serviks

Pada hari-hari dimana terdapat serviks yang rendah, panjang, kaku, tertutup, dan miring menandakan fase tidak subur. Pada hari pertama terjadi perubahan posisi dan tekstur menandakan adanya berakhirnya fase ini.

c. Perhitungan kalender

Siklus yang terpendek dikurangi 20 merupakan hari terakhir masa tidak subur. Fase tidak subur sebelum ovulasi dimulai dari hari pertama siklus sampai hari terakhir masa tidak subur hasil perhitungan di atas.

d. Aturan Doering

Hari pertama terjadi perubahan suhu dikurang 7 merupakan hari pertama fase subur. Fase tidak subur sebelum ovulasi dimulai dari hari pertama siklus sampai dengan hari pertama fase subur.

Aturan Doering dan perhitungan kalender ini sebaiknya berdasarkan informasi paling tidak 6 siklus.

2. Fase tidak subur setelah ovulasi

Fase tidak subur setelah ovulasi ini dikenali melalui suhu, ledir dan tanda-tanda pada serviks.

a. Suhu

Fase ini dimulai setelah tiga suhu pada tingkat yang tinggi tercatat, dengan memenuhi syarat sebagai berikut:

o ketiga suhu yang tinggi tersebut merupakan suhu tanpa gangguan.

o Paling tidak salah satu minimal 0,2 ˚C atau lebih di atas garis horisontal

o Minimum terdapat 6 suhu di bawah garis horisontal.

b. Gejala pada lendir

Pada hari keempat setelah hari puncak.

c. Tanda-tanda pada serviks

Pada hari ketiga seteah serviks kembali pada kondisi tidak subur.

d. Metode Gejala dan suhu

Fase ini mulai setelah tiga suhu yang tinggi tercatat, dan suhu tersebut setelah hari puncak yang ditunjukkan dengan gejala pada lendir.

Efektivitas fase tidak subur sebelum ovulasi

Hubungan seksual pada fase ini masih mempunyai resiko kehamilan meski tidak besar. Fase ini tergantung pada tingkat kesuburan sperma, karena bila sperma hidup pada lendir yang subur, masa hidup sperma akan memanjang.

Ovulasi dapat pula terjadi lebih awal daripada perkiraan. Pada perempuan dengan siklus yang pendek antara 21– 24 hari atau dengan mentruasi yang lama, lendir dapat timbul segera setelah menstruasi atau bahkan sebelum menstruasi selesai. Pada kasus seperti ini, hubungan seksual dapat menyebabkan kehamilan.



Efektivitas fase tidak subur setelah ovulasi

Perlu ditekankan bahwa fase tidak subur setelah ovulasi merupakan waktu paling aman untuk melakukan hubungan seksual bila ingin mencegah kehamilan. Jika saat ovulasi telah ditentukan, tidak ada resiko lebih lanjut untuk timbulnya kesuburan dalam siklus ini.

14 Gangguan Kehamilan

Gangguan kehamilan dapat terjadi kapan saja. Bisa pada saat kehamilan muda, atau pada masa kehamilan mulai menua, selain juga pada saat-saat menjelang persalinan. Setiap masa dalam kehamilan memiliki jenis gangguannya sendiri-sendiri.

Jenis gangguan kehamilan beragam, dari yang ringan sampai yang berat. Semua jenis gangguan kehamilan dapat diatasi. Beberapa di antaranya sebetulnya sudah dapat dicegah. Upaya pencegahan dapat dilakukan selama pemeriksaan kehamilan rutin. Sekurang-kurangnya, ada 14 jenis gangguan kehamilan yang mungkin timbul dan perlu diwaspadai. Apa saja?

1. Muntah-muntah
Normal jika mual dan muntah berlangsung dalam triwulan pertama kehamilan. Namun, jika muntah-muntah terjadi berlebihan sampai 7 kali dalam sehari, kondisi ibu menjadi lemah, tidak berselera makan, berat badan menurun, dan nyeri ulu hati. Keadaan demikian tidak boleh dibiarkan. Mintalah bantuan bidan atau dokter. Kemungkinan ibu hamil sedang mengidap penyakit berat dan memerlukan perawatan rumah sakit. Kekurangan makanan dan cairan perlu dikoreksi dengan pemberian cairan infus. Jika tidak dikoreksi, buruk pengaruhnya terhadap anak di kandungan maupun pada diri ibu sendiri.

2. Kehamilan lewat 5 bulan, tak merasa ada gerakan janin
Jika betul itu dialami, kemungkinan anak sudah mati dalam kandungan. Dokter dan bidan perlu segera memastikannya. Jika dari pemeriksaan tidak terdengar lagi bunyi jantung anak, berarti anak memang sudah mati. Bayi mati dalam kandungan harus segera dikeluarkan. Jika tidak dikeluarkan, dapat mengganggu ibu. Bayi mati di kandungan lama-lama akan mengering, dan perut ibu semakin susut mengecil. Ibu harus curiga bayi sudah mati dalam kandungan jika perutnya semakin hari semakin mengempis.

3. Berat badan naik berlebihan
Waspadalah jika berat badan ibu hamil naik lebih dari 1 kg dalam seminggu, terkadang disertai tungkai dan mata kaki yang membengkak, tekanan darah meninggi, air seni keruh, nyeri kepala, dan penglihatan berkunang-kunang. Kemungkinan itu merupakan gejala dan tanda pre-eclampsia, yang jika dibiarkan akan masuk ke dalam eclampsia, penyakit yang mengancam nyawa ibu maupun anak jika tidak segera ditanggulangi.

4. Gangguan ginjal
Ibu hamil juga dapat menderita gangguan ginjal. Sering demam-demam, air seni keruh, tekanan darah mungkin meninggi, sering mual-mual (lagi), atau sampai muntah-muntah, nyeri kepala, dan mungkin tidak enak di pinggang. Gangguan ginjal pada ibu hamil perlu segera diobati. Mungkin perlu perawatan rumah sakit.

5. Sering berdebar-debar, sesak napas, dan lekas lelah
Waspadalah jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus, dan kian hari kian bertambah berat. Jika tadinya keluhan itu muncul hanya pada saat melakukan aktivitas fisik, namun sekarang tidak melakukan aktivitas fisik pun sudah berdebar dan sesak napas, kemungkinan ada gangguan jantung dalam kehamilan (vitium cordis). Ibu dengan kondisi begini memerlukan perawatan khusus di rumah sakit, dan pertolongan khusus pula sewaktu persalinan.

6. Anemia
Jika wajah pucat-pasi, merah mata dan telapak tangan pucat, lekas lelah, lemah, dan lesu, kemungkian ibu hamil menderita kurang darah (anemia). Sel-sel darah merah kekurangan unsur hemoglobin. Pada ibu hamil, anemia sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Anemia yang berat bisa mengganggu jantung juga. Keluhan sering berdebar pada pasien anemia kemungkinan karena sudah sampai stadium membebani jantung.

Anemia kekurangan zat besi mudah diatasi dengan pemberian tambahan pil zat besi (sulfas ferosus), atau tablet penambah zat besi lainnya. Anemia dalam kehamilan berefek buruk pada kehamilan, selain juga berefek buruk pada janin yang dikandung. Pasokan zat asam janin kurang dari normal. Gangguan plasenta dan perdarahan pasca-persalinan sering terjadi pada ibu hamil yang anemia.

7. Gangguan kelenjar gondok
Jika kelopak mata sembab menonjol, tapi bukan sakit mata, jemari gemetar, sering berdebar-debar walau tidak habis melakukan aktivitas fisik, badan terasa lebih panas (gerah) dari biasa, dan banyak berkeringat, kemungkinan ini gejala aktivitas kelenjar gondok di batang leher berlebihan (hyperthyroid).

Kelenjar gondok tidak harus membengkak seperti pada penyakit gondok endemik akibat kekurangan iodium, namun fungsi gondoknya saja yang berlebihan, sehingga menimbulkan keluhan dan gejala seperti di atas itu. Agar tidak sampai mengganggu kehamilan, maupun janin yang dikandung, gangguan kelenjar gondok pun perlu diatasi.

8. Kencing manis
Ibu hamil dicurigai kencing manis jika bertubuh gemuk, berasal dari keluarga dengan riwayat kencing manis, mengeluh sering haus terus, banyak berkemih, dan merasa lapar terus. Ibu hamil dengan kencing manis akan melahirkan anak yang lebih besar dari normal. Seberapa bisa, kencing manis ibu hamil terkontrol agar tidak berpengaruh buruk terhadap anak yang dikandung. Pertolongan khusus perlu diberikan untuk bayi yang dilahirkan dari ibu yang kencing manis.

9. Ibu hamil dengan infeksi
Ibu hamil dengan demam tinggi dan berlangsung lebih dari 3 hari harus dipikirkan kemungkinan terjadi infeksi. Apa pun penyebab infeksinya, tidak menyehatkan bagi janin yang dikandung. Dokter perlu memeriksa kalau-kalau infeksinya berefek buruk terhadap anak.

10. Kejang-kejang
Ibu hamil dengan kejang-kejang tidak boleh dianggap enteng. Kejang-kejang sendiri bisa disebabkan oleh infeksi selaput otak (meningitis), atau pada otak sendiri (encephalitis). Namun, paling sering disebabkan oleh penyakit eclampsia seperti sudah dibahas di atas. Jangan tunda pergi ke dokter, sebab setiap kejang-kejang harus dianggap keadaan yang serius.

11. Keluar darah dan lendir dari liang rahim
Keluar darah dari liang rahim pada masa kehamilan kurang dari 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan terjadi keguguran. Ancaman keguguran yang masih awal dapat dibendung dengan perawatan khusus, agar janin selamat sampai cukup bulan. Namun akan gagal mempertahankan kehamilan jika perdarahan telanjur banyak dan berlebihan.

Keluar darah pada kehamilan yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan pada air-ari. Keluar darah dapat disertai rasa nyeri mulas melilit di perut bawah, bisa juga tidak. Keluarnya darah dengan rasa nyeri disertai keluarnya lendir, apalagi jika sampai keluar air ketuban (menyerupai air seni), tergolong keadaan gawat darurat kehamilan. Ibu harus segera dilarikan ke rumah sakit, mencegah seberapa mungkin dalam 24 jam kehamilan masih dapat dipertahankan.

12. Kehamilan terganggu
Jika pada kehamilan muda (6-10 minggu) atau kurang dari dua setengah bulan keluar perdarahan dari liang rahim, disertai nyeri, mulas melilit di perut bawah, selain kemungkinan keguguran, dapat juga sebab kehamilan yang terganggu (KET atau Kehamilan Ektopik Terganggu).

Normalnya, kehamilan tumbuh di dalam rongga rahim. Namun, tidak demikian dengan kehamilan yang tersasar ke tempat tumbuh yang lain. Kehamilan di luar rahim disebut kehamilan ektopik (ectopic pregnancy), yang dapat terjadi di saluran telur, indung telur, atau di mana saja di luar rahim. Kehamilan di luar rahim dapat saja selamat sampai kehamilan cukup bulan, namun lebih sering mengalami gangguan. Jika kehamilan yang tersasar sampai terganggu, terpaksa anak harus dikeluarkan kendati belum cukup bulan.

13. Keluar darah setelah kehamilan 28 minggu
Jika keluar darah setelah kehamilan 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan ada gangguan pada ari-ari. Kalau bukan luruhnya ari-ari dari perlekatannya pada dinding rahim (solutio placentae), kemungkinan lain adalah mengelupasnya sebagian tepi ari-ari dari dinding rahim lantaran lokasi perlekatannya berada di sekitar mulut rahim (placentae praevia). Keduanya tergolong gawat darurat yang memerlukan pertolongan rumah sakit segera.

14. Keluar cairan ketuban
Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar dari liang rahim, dan anak yang seharusnya terlindung steril di dalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dari dunia luar. Keadaan ini disebut Ketuban Pecah Dini (KPD), yakni keluar cairan menyerupai air seni tapi tak berbau pesing, sebelum merasa mulas-mulas tanda awal persalinan.

Adakalanya, cairan ketuban tidak bening lagi, melainkan sudah kehijau-hijauan, tanda sudah terinfeksi kuman dari luar. Infeksi cairan ketuban mengancam janin yang terbungkus di dalamnya. Ini pun tergolong gawat darurat. Janin perlu diselamatkan agar tidak sampai menderita infeksi di dalam kandungan ibunya.

Kiat Senggama Yang Menghasilkan Bayi Unggul

Emosi dan suasana hati calon orangtua yang sedang melakukan proses pertemuan antara sel sperma dan sel telur (pembuahan), akan memengaruhi kesehatan jasmani dan rohani (EQ, IQ, SQ) anak yang akan dilahirkan kelak. Karena itu, secara trdisional hubungan intim selalu dianggap sakral.

Dalam buku, Meningkatkan & Menyehatkan Seksualitas Pria dan Wanita, Lianny Hendranata bahkan menulis, aliran-aliran spiritual seperti Tantra yoga dan Tao menganggap pertemuan sel telur dan sperma bukanlah suatu peristiwa sepele. Energi yang menentukan kualitas seorang anak dimulai dari pendekatan (masa pacaran) calon ibu dan ayah tersebut, dalam suasana apa dan cuaca yang bagaimana. Energi yang menelungkupi calon orang tua itu harus diperhatikan benar.

Aliran Tao dan Tantra yoga pun memberitahukan beberapa hal seperti:

* Jangan bertemu untuk berpacaran ditempat-tempat yang mempunyai energi yang buruk seperti tempat maksiat dantempat kesedihan umumnya seperti kuburan dan sebagainya.

* Jangan melakukan hubungan intim kala terjadi cuaca buruk, seperti angin badai, banyak petir/guntur, dan gempa bumi, juga suasana alam yang negatif lainnya.

* Setelah selesai melakukan hubungan intim, pasangan diharuskan terus memelihara suasana bahagia di antara mereka. Hindari pertengkaran sekecil apa pun.

* Setelah sang ibu diketahui mengandung dianjurkan jangan melihat hal-hal buruk. Berusaha untuk menghindari dari suasana berduka seperti melayat orang meninggal atau ke pemakaman, menonton film menegangkan seperti pembunuhan atau film perang. Jauhi suasana takut takut, terkejut, marah.

* Ibu hamil harus sering melihat warna cerah dan menyenangkan, serta banyak beramal dan berdoa. Sebab, ritual-ritual yang baik seperti berdoa dan melakukan kegiatan sosial mampu merespon energi positif dari alam semesta, yang akan membantu pertumbuhan bayi yang dikandung.

Dalam buku lainnya, Seksualitas, Tombol Ajaib Menuju Kebahagiaan, Lianny juga bertutur tentang seksualitas sebagai ajang releksasi dan rekreasi jiwa raga pasangan. Di situ dia menekankan pentingnya untuk bersikap bahagia dan bersyukur begitu seorang calon ibu menyadari dirinya sedang mengandung.

"Kala menyadari diri sudah mengandung walaupun janin baru berusia beberapa hari, sebaiknya segera ubah pola pikir untuk selalu bahagia, bahkan jika kehamilan itu tidak direncanakan (diinginkan)" katanya.

Sikap syukur dan menerima anak yang dikandung tersebut sebagai titipan Tuhan sangat penting. Sudah banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa anak yang merasakan kedatangan di dunia ini tidak diharapkan orang tuanya, condong tumbuh menjadi anak yang memberontak dan bermasalah.