Rabu, 26 Desember 2007

Tips Hamil yang Aman dan Sehat

Hindari Empat yang Terlalu:
1. Terlalu muda untuk hamil (usia di bawah 20 tahun)
2. Terlalu tua untuk hamil (usia di atas 35 tahun)
3. Terlalu sering hamil (anak lebih dari 3 berisiko lebih tinggi)
4. Terlalu dekat jarak kehamilannya (jarak kehamilan berikutnya kurang dari 2 tahun)


Hindari Tiga yang Terlambat:
1. Terlambat membuat keputusan untuk mencari penanganan pelayanan medis kedaruratan
2. Terlambat tiba di sarana kesehatan bagi ibu hamil
3. Terlambat memperoleh pertolongan kedaruratan medis di fasilitas kesehatan

Hindari Tujuh yang harus Diwaspadai:
1. Umur di bawah usia 20 tahun, rahim dan panggul ibu belum berkembang dengan baik, waspadai kemungkinan kesulitan persalinan den keracunan hamil.
2. Umur di atas 35 tahun, waspadai kemungkinan terjadinya persalinan lama, pendarahan dan risiko cacat bawaan
3. Waspada jika pernah mengalami kesulitan dalam kehamilan dan persalinan
4. Jumlah anak lebih dari empat, waspadai kemungkinan persalinan lama karena makin banyak anak rahim ibu makin lemah
5. Jarak persalinan terakhir dengan awal kehamilan baru minimal 2 tahun. Jarak terlalu dekat, waspadai terjadinya persalinan lama atau pendarahan dikarenakan kesehatan ibu belum pulih
6. Tinggi badan 145 cm ke bawah, waspadai kesulitan melahirkan karena panggul sempit
7. Lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm menyebabkan ibu hamil menderita kekurangan energi kronis/kekurangan gizi, perkembangan otak janin terlambat, waspadai kemungkinan ibu melahirkan bayi dengan berat badan rendah

Korelasi antara buah korma dan ibu hamil

Seminar kesehatan ibu dan anak yang diadakan BSMI bulan Februari kemarin, masih menyisakan pertanyaan di benak penulis tentang hadist Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yaitu :
“Para wanita yang hamil sebaiknya memakan kurma selama bulan-bulan terakhir kehamilannya, sehingga anak mereka dapat memiliki akhlak yang baik dan sifat yang sabar”
Hadist diatas kurang bisa penulis tangkap secara logika, dan itu yang membuat penulis ingin membuktikan menurut analisa penulis sendiri, sebenarnya apa yang terkandung didalam buah korma tersebut sehingga Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sangat menganjurkan ibu hamil untuk memakan buah tersebut. Dan alhamdulillah saat penulis mencoba untuk mencari data tentang khasiat buah korma, seorang sahabat mengirim artikel tentang manfaat jus kurma. Yaitu menyembuhkan penderita demam berdarah karena kandungan dalam buah tersebut bisa menormalkan trombosit sang penderita. Disana tertulis kandungan didalam 100 gram kurma tersebut adalah , mineral (calsicum 52mg, iron 1,2 mg, magnisium 50 mg, phosphorus 60 mg, patassium 667 mg. sodium 13 mg, choride 271 mg, sulphur 14,7 mg, manganese 4,9 mg, copper 2,4 mg, zinc 1,2 mg, cobalt 1,9 mg).

Vitamin : vitamin A 90 IU, Tharmin B1 93 mg, Ripovlavine B2 144 mg, Biotin 4.4 microgram, Folio Acid 5.4 microgram, Niacin 2.0 mg, Ascorbic Acid 6.1 mg, Glucose gms. Energi 323 cal, demikian yang tertulis dalam dus korma.

Terus apa hubungannya kurma dengan ibu hamil ?
Dengan melihat data dari kandungan korma diatas bisa disimpulkan buah korma banyak mengandung zat besi, inilah yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Dari data yang penulis dapatkan saat seminar kemarin adalah sejumlah 59% wanita hamil dan 47% wanita di dunia menderita anemia, dikatakan paling banyak penyebab anemia tersebut adalah kekurangan zat besi. Meskipun demikian, kajian terakhir menunjukkan bahwa masalah anemia pada ibu hamil juga berkaitan dengan defisiensi seng dan Vit A. penyebab anemia adalah asupan besi yang rendah serta rendahnya ketersediaan biologis besi, karena asupan dari sumber makanan yang mengandung besi non-heme serta asupan/ konsumsi inhibitor absorpsi besi, misalnya minum teh setelah makan, asupan fitat dsb. Penyebab anemia lain adalah infeksi parasit, malaria, HIV dan gangguan / penyakit kronis penyerta, defisiensi zat gizi mikro, penyakit, misalnya thalasemia dll.
Dampak anemia jika terjadi pada ibu hamil adalah kematian sang ibu,dan jika terjadi pada anak ( sang bayi ) adalah BBLR ( Berat Badan Lahir Rendah ), bayi akan lahir dengan berat dibawah standar bayi normal, serta bisa sampai pada kematian neonatal ( kelahiran baru ). Kalau pun sang bayi itu hidup, bayi tersebut tidak tumbuh secara normal, akan terjadi gangguan kepandaian, gangguan ketahanan terhadap infeksi. Maka jangan heran jika anak usia 20 tahun sudah terserang stroke, gampang terkena penyakit, itu disebabkan saat sang bayi masih dalam kandungan kekurangan Gizi terutama zat besi.

Inilah hikmah lain yang bisa penulis tangkap dari maksud hadist Rasulullah diatas, meskipun selain itu banyak hikmah lain seperti yang beliau SAW kemukakan dalam hadist tersebut. Insya Allah semoga apa yang penulis kemukakan diatas bisa menambah tsaqofah kita untuk terus menggali ilmu Allah. Wallahu a’lam

“Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya). di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya., Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”( QS : Ar-Rahmaan 55 : 10-13 )

Testosteron Membuat Pria Lebih Suka Lelucon

Tahukah Anda mengapa para pria lebih senang berkelakar atau menyukai lelucon ketimbang wanita? Jawabannya mungkin terletak pada hormon testosteron. Hormon khas pria inilah yang menurut para ahli membuat kaum Adam lebih menyenangi humor.

Menurut penjelasan Profesor Sam Shuster, dari Norfolk and Norwich University Hospital, kepada BBC, Jumat (21/12), kaum pria memang secara alami lebih suka berkelakar ketimbang wanita. Bahkan terkadang lelucon ini cenderung lebih agresif.

Sebelum sampai pada kesimpulannya, Shuster meneliti bagaimana jenis kelamin (gender) bereaksi terhadap hobi yang menghibur. Dari perilakunya, para wanita cenderung lebih senang membesarkan hati atau berkomentar dengan pujian.

Sedangkan pria justru berperilaku berbeda. Mereka lebih senang mencemooh dan pria muda bahkan tercatat lebih agresif, ungkap Shuster yang mempublikasikan risetnya dalam British Medical Journal.

Riset sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa wanita dan pria memiliki perbedaan dari cara mereka mengapresiasi humor. Wanita cenderung jarang berkelakar ketimbang pria. Selain itu fakta membuktikan komedian pria juga lebih banyak ketimbang wanita.

Lebih agresif
Professor Shuster dalam risetnya mengungkapkan bahwa pria cenderung lebih suka menggunakan humornya secara agresif dengan membuat rekannya menjadi obyek lelucon. Dan agresi ini - yang secara umum dipertimbangkan sebagai karakter yang lebih maskulin -berhubungan dengan hormon testosteron saat dalam kandungan.

Shuster percaya bahwa humor yang tercipta dari agresi ini disebabkan oleh kehadiran hormon khas pria. Selama risetnya, ia mendokumentasikan reaksi lebih dari 400 individu terhadap lelucon yang disuguhkan komedian unicycling (sepeda roda satu) jalanan di Newcastle .

Hampir setengahnya dari individu tersebut merespon secara verbal dan kebanyakan dari mereka adalah pria . Hanya sedikit dari wanita yang mencela atau membuat lelucon, sedangkan 75 persen pria mencoba berkelakar - dengan misalnya berteriak "Mau copot roda Anda!"

Mengejek dan mencemooh
Seringkali para pria juga membuat komentar bernada ejekan. Pria muda yang kebetulan lewat memakai mobil bahkan lebih agresif. Mereka membuka jendela mobil dan berteriak dengan kasar

Namun begitu jenis perilaku ini pada pria lebih tua cenderung menurun. Mereka lebih suka mengeluarkan komentar yang lebih menghargai, seperti halnya kebanyakan wanita.

"Ide bahwa secara intrinsik unicycling itu lucu tidak dapat menjelaskan temuan ini. Penjelasan yang paling sederhana adalah itu merupakan pengaruh hormon pria testosteron," terang Professor Shuster.

Sementara itu, psikolog dari University of Northumbria, Dr Nick Neave, melakukan riset mengenai pengaruh fisik, perilaku dan psikologis dari testosteron. Ia berpendapat, pria memberi respon lebih agresif karena mereka melihat pesepeda unicycling sebagai pria lain yang mendatangkan ancaman, yakni dapat mengalihkan perhatian wanita dari mereka sendiri.

Tujuh Mitos Kesehatan yang Menyesatkan

Banyak di antara kita yang masih memegang teguh kebiasaan atau pun anggapan yang berkembang di masyarakat termasuk yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Sebut saja nasehat meminum delapan gelas air putih setiap hari, atau pun larangan membaca di tempat remang-remang karena dapat merusak mata.

Ada pula yang percaya bahwa manusia hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otaknya, atau pun anggapan bahwa mencukur bulu akan menyebabkan rambut tumbuh lagi dengan cepat dan lebih tebal.

Namun demikian, anggapan tersebut menurut para ahli justru tak ada nilai kebenarannya. Hal tersebut terungkap lewat hasil riset para ahli dari Amerika Serikat yang dipublikasikan dalam British Medical Journal.

Para peneliti berhasil mengungkap setidaknya tujuh mitos yang berhubungan dengan kesehatan. Beberapa di antaranya menyesatkan dan beberapa lainnya tidak ada bukti yang kuat. Dalam risetnya, para ahli dari Indiana University School of Medicine di Indianapolis mengumpulkan literatur medis untuk membuktikan setiap anggapan atau mitos.

Hasilnya, mereka tak menemukan bukti kuat yang mendukung manfaat dari mitos meminum delapan gelas air setiap hari. Faktanya, hasil penelitian membuktikan bahwa asupan cairan yang cukup ke dalam tubuh seharusnya terpenuhi dengan meminum jus, susu , dan bahkan minuman berkafein seperti teh atau kopi. Data juga mengindikasikan bahwa meminum air secara berlebihan justru dapat membahayakan tubuh.

Anggapan bahwa manusia hanya menggunakan 10 persen otaknya juga tidak benar adanya. Riset terhadap pasien penderita kerusakan otak menunjukkan kerusakan pada hampir setiap bagian otak memiliki dampak yang spesifik dan lama terhadap mental, vegetatif dan kemampuan berprilaku. Riset tentang pencitraan otak pun menunjukkan tidak ada satu pun daerah dalam otak yang benar-benar "diam" atau pasif.

Sementara itu, mitos bahwa rambut atau kuku akan terus tumbuh setelah kematian mungkin hanya sebuah ilusi optik yang disebabkan oleh pengencangan kembali kulit setelah mati. Pertumbuhan rambut dan kulit yang sebenarnya membutuhkan peran dan pengaruh hormonal yang tentunya tidak akan berfungsi setelah kematian.

Seperti yang diungkapkan penulis riset, Rachel Vreeman, ilusi kembali menjadi penyebab berkembangnya mitos mencukur bulu menyebabkan rambut tumbuh lebih cepat, lebih hitam dan kasar. Kenyataannya bulu yang baru dicukur tampak tumbuh kembali tanpa adanya ujung rambut yang biasanya tampak pada bagian yang tak dicukur. Alhasil, rambut tampak lebih kasar dan lebih tebal.

Mitos lainnya yakni membaca di tempat yang kurang terang pun menurut penelitian tidak terbukti akan merusak mata. Sementara itu, hanya sedikit saja bukti yang mendukung terhadap pelarangan telepon selular di rumah sakit. Bukti itu berkaitan dengan kemungkinan pengaruh gelombang elektromagnetik.

Satu mitos terakhir tentang konsumsi kalkun dapat menimbulkan kantuk karena kandungan asam amino tryptophan juga tidak benar adanya. Kenyataannya, baik kalkun, ayam atau pun daging sapi mengandung tryptophan yang sama.

"Setiap konsumsi makanan dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan kantuk karena aliran darah dan oksigen ke otak menurun. Sementara itu makanan yang kaya protein atau karbohidrat dapat menyebabkan kantuk. Anggur juga bisa berperan," ungkap peneliti.

Tehnik Melahirkan tanpa Rasa Sakit bagi Ibu Hamil

BEBAS NYERI SAAT PERSALINAN

(Jika tidak mau merasakan sakit saat akan melahirkan)

Persalinan adalah event penting yang sangat ditunggu oleh setiap pasangan suami-istri. Persalinan merupakan saat yang akan sangat membahagiakan setiap keluarga. Sayang sekali proses menanti kelahiran ini akan dilalui seorang ibu dengan jam-jam penuh rasa nyeri. Sebagian besar ibu-ibu yang melahirkan, merasakan nyeri saat persalinan itu dengan intensitasnya sangat berat sehingga ibu-ibu tersebut menjadi sangat menderita.

Nyeri saat persalinan selalu timbul akibat dari kotraksi otot rahim, yakni peregangan segmen bawah rahim dan leher rahim, membukanya mulut rahim serta peregangan otot-otot serta jaringan dasar panggul yang membentuk jalan lahir. Nyeri ini, akan dirasakan sangat berat terutama oleh ibu-ibu yang baru pertama kali mengalami proses persalinan (nullipara).

Walaupun nyeri ini sebetulnya bermanfaat sebagai alarm dan dapat menjadi signal buat ibu tersebut untuk mengeden (mengajan). Tetapi bila dorongan mengeden ini muncul sebelum waktunya, dapat menimbulkan efek samping berupa pembengkakan mulut rahim yang menyebabkan proses persalinan normal menjadi terganggu, bahkan mungkin saja terjadi akhirnya persalinan harus dilaksanakan lewat tindakan operasi. Yang jelas nyeri saat persalinan, pada sebagian besar ibu-ibu, merupakan suatu penderitaan, yang tidak jarang akan dirasakan untuk waktu yang cukup lama. Selain itu nyeri juga akan menimbulkan perubahan-perubahan fisiologik seperti naiknya tekanan darah, naiknya laju denyut jantung, menyempitnya (vasokonstriksi) pembuluh darah (arterial) dengan akibat terganggunya aliran darah ke organ-organ tubuh,meningkatnya aktifitas pernafasan, kehilangan banyak air, dan kelelahan yang sangat. Juga dapat terjadi perubahan-perubahan biokimia dan metabolisme tubuh. Karena derita nyeri ini, tidak jarang sebagian ibu-ibu akhirnya memilih jalan pintas mengakhiri proses persalinan lewat tindakan pembedahan (Seksio Caesaria/ SC). Bila masalahnya hanya karena nyeri dan persalinan secara natural (lewat jalan lahir normal ) dinilai tidak ada masalah, maka nyeri yang terjadi pada proses persalinan itu dapat dihilangkan, sehingga ibu-ibu ini dengan tenang dapat melahirkan secara normal tanpa diganggu oleh rasa nyeri.

Bebas Nyeri Saat Persalinan

Ada bebera cara/pendekatan yang dapat dikerjakan untuk menghilangkan rasa nyeri yang timbul saat proses persalinan, sehingga proses persalinan yang sangat membahagiakan ini tidak perlu terganggu oleh rasa nyeri sama sekali. (Mau tahu ?).

1. Tehnik Epidural (ELA)

Salah satu cara yang sangat efektif adalah dengan teknik bebas nyeri secara epidural. Dengan menggunakan larutan obat anestetik lokal atau opioid dengan konsentrasi tertentu yang dimasukkan lewat kateter halus di tulang belakang , ibu tersebut (Insya Allah) akan tidak mengalami rasa nyeri lagi dan juga tidak akan mengalami perubahan hemodinamik dan gangguan fungsi motorik. Kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran memungkinkan cara ini dapat dikerjakan tanpa dirasakan nyeri oleh ibu yang sedang dalam proses persalinan, dan cara ini dapat dikerjakan sejak awal karena tidak akan mengganggu perjalanan persalinan kala I. Selama program bebas nyeri dengan cara ini, ibu-ibu tersebut tidak akan mengalami gangguan fungsi motorik, artinya tenaga gerak tungkai dan kekuatan mengeden tidak akan terganggu.

Penelitian sudah membuktikan bahwa tindakan bebas nyeri saat persalinan secara epidural tidak mempunyai efek yang mengakibatkan persalinan akhirnya harus dilaksanakan secara operasi Seksio Caesaria. Sama sekali tidak seperti itu. Kalaupun akhirnya persalinan harus dilakukan dengan tindakan operasi Seksio Caesaria, mungkin sekali disebabkan oleh suatu masalah, yaitu memang sejak awal ada suatu kelainan yang tidak memungkinkan terjadinya persalinan secara normal yang mengakibatkan timbulnya rasa nyeri secara berlebihan (distosia).

2. Tehnik Spinal (ILA, Intra Techal Labour Analgesia)

Tehnik ini prinsipnya sama, hanya penangan nyerinya hanya terbatas hingga bayi lahir. Karena tidak ada insersi kateter (selang) ke tulang belakang sehingga obat hanya diberikan one shot dengan durasi 2-4 jam saja.

Kamis, 13 Desember 2007

Mengenal Lebih Dekat Tentang Sperma

Ternyata, banyak kebiasaan pria yang membuat kondisi spermanya tidak sehat. Apa sajakah itu? Nah, dari pada pusing, yuk, ketahui lebih dalam mengenai seluk beluk sperma yang benar.

Seperti banyak diketahui, hubungan seksual memiliki dua fungsi, yakni fungsi seksual dan fungsi kesuburan. Nah, kualitas sperma berhubungan erat dengan fungsi kesuburan.

Sperma dihasilkan oleh buah zakar (testis). "Ketika seorang pria mengalami ejakulasi, maka ia akan mengeluarkan satu ejakulat (satu porsi) cairan yang disebut semen. Dalam satu ejakulat, selain sperma, juga terdapat cairan (semen)," papar androlog Dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And.

Sperma yang dihasilkan oleh testis akan terdorong keluar begitu ada rangsangan. Dalam perjalanannya, sperma diberi cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung mani (vesika seminalis). Jadi, dalam satu ejakulat, ada tiga kelenjar yang bekerja, yaitu kelenjar testis (tubuli seminiferi), kelenjar prostat, dan vesika seminalis. Ini yang menerangkan kenapa pada pria bisa dilakukan vasektomi, tetapi tetap bisa mengeluarkan cairan.

"Pada vasektomi yang terjadi adalah, saluran spermatozoa (duktus deferen) diikat sehingga sperma tidak bisa keluar, tapi semennya tetap keluar karena yang memproduksi kelenjar yang berbeda. Toh, banyak orang awam yang divasektomi merasa tidak mengeluarkan cairan. Padahal, cairan atau semen tetap keluar, tapi spermanya tidak," lanjut dokter dari Klinik Grasia ini menjelaskan.

Jumlah, Gerak, Bentuk

* Kualitas sperma ditentukan oleh banyak faktor. Yang paling penting adalah volume (jumlah).

"Normalnya, sekali keluar sebanyak 2 sampai 6 mililiter (ml). Jadi, dalam satu ejakulat, terkandung minimal 20 juta ekor spermatozoa per mililiter-nya. Kalau minimal 2 ml per ejakulat, berarti dibutuhkan minimal 40 juta ekor sperma agar terjadi pembuahan," kata Nugroho menjelaskan.

Selain jumlah, yang tak kalah penting adalah gerak sperma. Gerak sperma ada empat macam, yaitu gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan tidak bergerak. "Yang ada gunanya untuk pembuahan adalah yang bergerak maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50 persen dari keseluruhan sperma yang keluar," ujar Nugroho.

Sperma juga harus memiliki bentuk normal, minimal 30 persen. "Jika bentuk sperma tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus," lanjut Nugroho.

Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama semen. "Biasanya, usai senggama, keluar cairan dari vagina. Nah, yang keluar ini adalah sperma yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang ’dilarang’ masuk ke rahim wanita. Ia hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim," kata dokter yang juga praktik di RSI Bintaro ini.

Suhu lebih panas

* Jika terjadi kelainan pada sperma, entah karena jumlah, bentuk, maupun geraknya, haruslah dicari sebabnya lebih dulu.

"Kenapa, kok, jelek, jumlahnya kurang, atau bentuknya tidak normal, harus dicari dulu," jelas Nugroho. "Setelah penyebabnya ketemu, kalau diobati, pasti hasilnya akan lebih bagus."

Jumlah sperma yang normal disebut normozoospermia, jumlah kurang oligozoospermia. Sementara sperma yang geraknya normal disebut normozoospermia, gerak kurang disebut asthenozoospermia, dan bentuk kurang disebut teratozoospermia. "Kalau jumlah, gerak, dan bentuknya kurang, pasiennya disebut oligoasthenoteratozoospermia," jelas Nugroho.

Gangguan kesuburan pria yang berhubungan dengan sperma dapat disebabkan oleh banyak faktor. Yang pertama adalah gangguan pada pabrik sperma, yakni buah pelir atau testis. "Testis akan memproduksi sperma-sperma yang baik bila temperaturnya lebih rendah daripada suhu tubuh, kira-kira 36,7 derajat Celcsius. Makanya, testis diberi kantung yang menggelantung. Kalau kedinginan, kantung akan tertarik ke atas, kalau kepanasan tertarik ke bawah."

Gangguan pada pabrik sperma juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karena kebiasaan. "Misalnya pakai celana dobel, sehingga buah pelir jadi panas. Atau memakai celana yang sangat ketat, sehingga kantung buah pelir malah lekat ke tubuh, sehingga temperatur naik. Kalau temperatur pada testis lebih panas, maka kualitas sperma yang diproduksi pun akan menurun. Sama seperti kita bekerja dalam ruang kerja yang panas karena AC mati, pasti kualitas kerja akan menurun," terang Nugroho.

Selain kebiasaan, bisa juga karena pekerjaan. Misalnya tukang masak, supir bus umum yang mesin busnya terbuka di samping tempat duduk supir, dan sebagainya. "Suhu buah pelir jadi lebih panas, akibatnya kualitas spermanya turun."

Gangguan pada pabrik sperma bisa juga disebabkan penyakit yang menyertai maupun penyakit bawaan. Penyakit yang paling banyak menyertai orang dengan gangguan sperma adalah pelebaran pembuluh darah balik di sekitar testis (plexus spermatikus) yang disebut varicocel Atau kantung pelir terlalu tebal akibat peradangan kulit. "Sehingga suhu yang harusnya lebih dingin karena ada ventilasi, jadi lebih panas. Itu sebabnya kantung pelir bentuknya berlekuk-lekuk. Tujuan lekuk itu untuk membuang panas, seperti radiator mobil."

Selain gangguan pada pabriknya, kualitas sperma juga bisa menurun karena adanya gangguan pada hormon. Kalau hormonnya tidak sempurna, pasti akan terjadi gangguan. "Bisa juga karena ada gangguan pada saluran sperma. Kalau salurannya tersumbat atau terinfeksi, sperma, kan, nggak bisa keluar, sama seperti pria yang divasektomi. Atau tersumbat sebagian, sehingga keluarnya tidak banyak. Seperti jalan tol, kalau ada mobil atau truk yang mogok, pasti jalannya jadi terganggu juga," kata Nugroho.

Yang juga bisa menjadi penyebab adalah gangguan pada semen (cairannya). Misalnya, akibat peradangan pada kelenjar prostat. "Gangguan lainnya misalnya gangguan deposit sperma, seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini yang berat, serta gangguan psikologis yang nantinya bisa berpengaruh pada hormonalnya," kata Nugroho.

Salah Interpretasi


* Selain penyebab di atas, yang juga harus dijaga adalah gaya hidup.

"Agar sperma berkualitas, gaya hidup harus bagus," kata Nugroho menyarankan. Gaya hidup yang sehat antara lain istirahat cukup dalam sehari, lebih kurang 7 jam. Juga, olahraga secara teratur, seminggu 3 kali dengan spasi satu hari.

Yang tak kalah penting adalah makan berimbang. "Tidak makan berlebihan. Ada mitos yang mengatakan, kalau pingin subur, banyak-banyak makan kepiting atau kerang. Ini salah, karena kalau kebanyakan, justru tidak subur karena terjadi gangguan kesehatan. Misalnya kolesterol berlebihan atau gula darah jadi bermasalah." Gaya hidup lain yang harus dihindari misalnya merokok atau konsumsi alkohol. "Kalau gaya hidupnya terjaga baik, umumnya nggak ada masalah, kecuali kalau ada penyakit yang menyertainya."

Selain gaya hidup sehat, yang juga harus dipahami dan diperhatikan adalah pentingnya menjaga suhu testis. "Suhu dalam testis harus dijaga supaya tidak lebih panas/dingin dari yang seharusnya," kata Nugroho. "Pria sebaiknya juga tidak menginterpretasikan kualitas spermanya sendiri." Misalnya menganggap spermanya encer atau kental. "Sperma encer sebetulnya tidak ada. Yang ada adalah kelainan yang berhubungan dengan jumlah, gerak, dan bentuk seperti disebut di atas," lanjut Nugroho.

Pria menginterpretasikan spermanya sendiri, lanjut Nugroho, biasanya karena merasa bersalah. Misalnya, sering melakukan masturbasi. "Mitos bahwa masturbasi bikin sperma turun, bikin loyo, bikin lutut keropos, memang masih sangat kuat. Padahal, itu salah. Masturbasi sama sekali tidak mengganggu kesuburan maupun kesehatan. Sperma juga tidak akan habis hanya karena masturbasi. Sperma itu, kan, dibikin terus-menerus," kata Nugroho.

Untuk melihat kualitas sperma, yang paling tepat adalah melakukan tes di laboratorium klinik kesuburan. "Tidak boleh di laboratorium sembarangan, karena hasilnya akan sangat berbeda," kata Nugroho.

Mitos Taoge

* Mitos mengatakan, jika menginginkan produksi sperma banyak dan bagus, banyak-banyaklah makan taoge.

"Taoge atau kecambah memang mengandung vitamin E. Dan menurut teori, kesuburan manusia maupun hewan akan menurun kalau kekurangan vitamin E," kata Nugroho.

Cuma, lanjutnya, "Kita, kan, tidak tahu apakah diri kita kekurangan vitamin E atau tidak. Yang jelas, taoge satu tampah besar, seandainya diekstrasi, mungkin cuma jadi satu kapsul vitamin E 400 IU. Jadi, bisa saja di-trial dengan makan taoge atau vitamin E. Tapi, karena tidak mengerti, orang bisa menyiksa diri dengan setiap hari mengonsumsi bertampah-tampah taoge. Kan, enggak ada gunanya."

Ini hampir mirip dengan mitos tentang daging kambing yang disebut-sebut bisa meningkatkan kejantanan pria. "Sebetulnya, daging kambing, daging ayam, atau daging sapi hampir sama kandungannya. Yang berbeda adalah bumbu rempah-rempah yang dipakai untuk memasak." Misalnya sate kambing. "Bumbunya pasti kaya rempah-rempah. Ada merica, ada cabe, yang memang memiliki zat yang bisa meningkatkan gairah."

Demi Sperma, Jauhkan Laptop dari Pangkuan

Memakai laptop sambil dipangku tampaknya tak menimbulkan pengaruh buruk. Namun hati-hati saja, bisa-bisa kesuburan Anda akan terganggu gara-gara menggunakan laptop.

Adalah para peneliti dari State University of New York, Amerika Serikat yang menyimpulkan bahwa panas yang dipancarkan laptop bisa meningkatkan resiko ketidaksuburan. Hal ini terjadi pada pria yang sering memakai laptop sembari dipangku.

"Pancaran panas laptop bisa meningkatkan temperatur


kantung buah pelir secara signifikan," ungkap pemimpin penelitian, Prof Yefim Sheynkin seperti dikutip detikINET dari TheEconomicTimes, Rabu (28/11/2007).

Penelitian selama satu jam ini melibatkan 29 pria sehat berusia antara 21 dan 35 tahun. Setelah suhu awal tubuh mereka diukur, pria-pria ini duduk. Sebagian memangku laptop menyala di pangkuan mereka dan sebagian lagi tidak.

Temperatur kantong pelir mereka pun diukur tiap tiga menit. Hasil akhirnya, mereka yang memakai laptop menyala temperatur kantung buah pelirnya meningkat sekitar 2,7 derajat celcius dari suhu normal. Peningkatan ini cukup untuk menyebabkan resiko ketidaksuburan karena bisa menurunkan jumlah sperma.