Sabtu, 25 Oktober 2014

Cemas Mr P Terlalu Imut? Coba Ukur di Sini

Mungkin banyak orang bertanya-tanya, mengapa iklan obat atau klinik yang khusus menangani alat vital pria gencar bermunculan. Alasannya sederhana. Banyak pria merasa resah dengan ukuran alat kelaminnya walau belum tentu ukurannya kecil.

Nyatanya, kebanyakan pria menganggap ukuran kelaminnya kecil. Sebuah penelitian dari University of Pittsburgh di Amerika Serikat menemukan bahwa 26% pria menganggap ukuran penisnya di bawah rata-rata dan hanya 5% pria yang merasa ukuran penisnya di atas rata-rata.

Tak hanya itu, sebuah penelitian lain dari University of Saskatchewan di Kanada menunjukkan bahwa 86% pria mengaku merasa khawatir penisnya akan menyusut dan menghilang.

Maka ada baiknya para pria mencari tahu bagaimana cara mengukur penis dengan baik agar tidak terjerumus dalam kecemasan yang tak beralasan. Seperti dilansir Men's Health, Senin (7/1/2013), berikut adalah panduan untuk menentukan apakah penis terbilang kecil atau tidak.

1. Panjang saat rileks
Suhu dapat mempengaruhi panjang penis sehingga jadi menyusut atau malah sedikit bertambah besar. Maka ada hal yang perlu dilakukan sebelum mengukur penis dalam suhu ruangan.

Pertama, posisikan ujung penis tepat pada titik di penis bertemu perut. Letakkan penggaris dan ukur panjangnya. Rata-rata panjang penis saat beristirahat adalah sekitar 10 - 12 cm.

2. Panjang saat ereksi
Segera ukur panjang penis menggunakan penggaris begitu mengalami ereksi. Mengukur panjang penis dimulai dari bagian atas testis sampai ke ujung penis. Panjang rata-ratanya adalah sekitar 13,6 - 16 cm.

3. Lingkar penis
Lingkar penis bisa diukur bersamaan saat ereksi dengan cara membungkus pita pengukur di sekitar penis lalu hitung titik temunya. Ukuran rata-ratanya adalah sekitar 3,5 - 4 cm.

4. Sudut ereksi
Mengukur sudut ereksi dilakukan dengan punggung menempel pada dinding dan meletakkan cermin di samping badan. Apabila penis menunjuk tegak ke depan, artinya membentuk sudut 90 derajat. Apabila menunjuk ke atas sampai dagu, artinya membentuk sudut 180 derajat. Normalnya, rata-rata penis membentuk sudut 105,7 derajat, jadi sedikit mendongak ke atas dari garis horizontal.

Minggu, 19 Oktober 2014

Duh, Paparan Logam Paling Sering Bikin Sperma 'Mati Lemas'

Konon pria masih bisa 'perkasa' walaupun usianya sudah di kepala 5 atau 6. Namun di sisi lain, sperma pria juga dikatakan sangat rentan mengalami perubahan bilamana menghadapi faktor-faktor tertentu, salah satunya lingkungan.

Baru-baru ini tim peneliti gabungan dari Inggris dan Prancis pun menemukan pria jadi mandul atau susah punya keturunan bila sering-sering terpapar logam aluminium.

Peneliti dari University of Lyon dan University of Saint-Etienne, Prancis serta University of Keele, Inggris menemukan hal ini setelah mengamati kondisi sperma dari 62 pria. Ternyata sebagian besar dari air mani dan sperma mereka mengandung aluminium, walaupun jumlahnya berbeda-beda.

Akan tetapi makin banyak aluminium yang terdapat di dalam cairan mani partisipan, peneliti mendapati jumlah sperma yang dimiliki partisipan justru makin kecil. Begitu juga sebaliknya. Padahal jumlah sperma yang dimiliki seorang pria berpengaruh besar terhadap kemampuannya untuk mempunyai keturunan.

"Mungkin ini sebabnya tingkat kesuburan para pria, terutama di negara maju cenderung menurun. Apalagi paparan logam seperti aluminium di negara-negara maju meningkat secara signifikan," ungkap ketua tim peneliti Prof Christopher Exley.

Prof Exlet yakin paparan aluminium inilah yang mencemari cairan mani para pria, termasuk mengganggu kinerja kelenjar endokrin yang mengatur fungsi sebagian besar fungsi tubuh, tak terkecuali fungsi reproduksi.

Di samping aluminium, logam berat yang dituding menurunkan kualitas dan kuantitas sperma antara lain timah dan timbal. Begitu pula dengan bahan kimia seperti bisphenol-A (BPA) yang banyak terkandung dalam plastik dan kaleng makanan, serta bahan kimia industri semisal benzena, herbisida dan pestisida.

Jangankan logam berat dan paparan bahan kimia, alat kelamin pria yang kepanasan pun bisa bikin mereka mandul. Untuk itulah dr Andri Wanananda, MS mengatakan pria baiknya tidur dengan mengenakan celana dalam longgar atau tanpa celana dalam sekalian.

"Celana dalam yang longgar bertujuan untuk menciptakan suhu yang nyaman bagi buah zakar. Kalau suhu pada testis terlalu panas, proses produksi sperma akan terganggu, begitu juga dengan kualitas spermanya," terang dr Andri.

Rabu, 15 Oktober 2014

Suami Alami Disfungsi Ereksi? Begini Sebaiknya Istri Bersikap

Disfungsi ereksi pastinya membuat performa pria di ranjang menurun drastis. Tak ayal, hubungan suami istri pun menjadi tidak harmonis karena terhambatnya proses bercinta. Meski begitu, bukan berarti istri harus menunjukkan kekecewaannya pada sang suami.

Hal ini dikarenakan, banyak pria merasa sangat khawatir dengan kinerja seksualnya, maka dari itu, sebelum Anda membicarakan masalah ereksi yang dialami suami, tingkatkan dulu ego si dia, demikian dikatakan terapis seks di New York, Amber Madison, MA.

"Katakan bahwa Anda bisa menikmati momen-momen kebersamaan tak hanya lewat bercinta. Jika masalah ereksi yang dialami adalah disfungsi ereksi, Anda tak perlu langsung mengatakannya. Bagaimanapun pria tanggap akan kondisi ini," papar Madison.

Dikatakan Madison, ketika mengalami masalah ereksi, yang dibutuhkan para suami adalah pengertian dan dukungan dari Anda. Meskipun, menurut pakar seks Ian Kerner PhD, disfungsi ereksi kerap berkaitan dengan kondisi mental pria.

"Banyak pria tidak percaya diri akan performanya di ranjang. Akibatnya mereka justru mengalami disfungsi ereksi walaupun disfungsi ereksi juga bisa disebabkan karena penyakit lain atau ketidakbugaran tubuh pria," tutur Kerner.

Sementara itu, bagi pria muda, dikatakan seksolog dr Andri Wanananda MS mereka bisa mengalami kemampuan ereksi tidak optimal sehingga sulit mempertahankan ereksi. Kondisi ini bisa disebabkan karena prostatitis yakni infeksi atau peradangan di kelenjar prostat.

"Meskipun kondisi ini jarang dijumpai di pria dengan usia relatif muda. Kemungkinan lainnya adalah disfungsi ereksi temporer akibat menurunnya kebugaran fisik dan psikis misalnya karena stres," tutur dr Andri.

Senin, 13 Oktober 2014

Latihan Simpel untuk Menjaga Kekencangan Miss V

Semua wanita pasti ingin menjaga kesehatan organ vitalnya. Diharapkan, meski bertambahnya usia, vagina mereka masih kencang sehingga performa dan kepercayaan diri saat di ranjang pun tidak menurun.

Dikatakan Louann Brizendine, MD, untuk mempertahankan kekencangan miss V ada terapi fisik yang bisa dilakukan yakni membuat otot dasar panggul, termasuk vagina lebih tegang. Brizendine menuturkan, di Perancis banyak klinik yang menyediakan praktik seperti itu,

"Di sana disebut reedukasi perineum. Cara kerjanya, otot vagina akan dikencangkan sehingga saluran sempit pada vagina akan terasa lebih sensitif, setelah sebelumnya lebih tebal dan tak terlalu sensitif karena usia atau melahirkan," terang Brizendine.

Sebab, Brizendine menekankan semakin bertambah usia wanita, vagina dan otot dasar panggul akan mengendur dan hampir 76% wanita mengeluhkan miss V-nya tidak terlalu sensitif sehingga hubungan ranjang tak terlalu memuaskan.

"Jika Anda ingin yang simpel, lakukan saja kegel selama 2-4 detik sebanyak 5 sampai 10 kali dalam sehari. Lakukan kegel dengan mengencangkan otot vagina seperti Anda sedang menahan kencing atau BAB," lanjut Brizendine.

Menurutnya, otot yang digunakan saat latihan kegel sama dengan yang 'dilatih' saat melakukan latihan otot dasar panggul. Jika latihan kegel sudah dilakukan dengan tepat, salah satu cirinya yakni perineum (area antara vagian dan anus) akan terasa seperti diremas setiap gerakan dimulai.

"Jika Anda sudah terbiasa, tambah durasinya menahan gerakan kontraksi otot vagina dari 2-4 detik, lalu 5-6 detik dan kemudian 10 detik," tutup Brizendine.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Tak Cuma di Ranjang, Boneka Seks Ini Juga Bisa Jadi Dispenser Saat Pesta

Selama ini, boneka seks berwujud perempuan kerap digunakan para pria untuk bisa merasakan kesenangan di ranjang. Tapi jangan salah, tak melulu di ranjang, boneka seks juga bisa digunakan di saat pesta lho.

Adalah boneka seks bernama 'Party Doll' besutan perusahaan Jepang yang memproduksi boneka seks yang bisa digunakan saat pesta. Cara kerjanya, si boneka akan berdiri laksana gadis yang sedang menjaga stand minuman lengkap dengan meja dan gelas.

Dikutip dari situs pembuat boneka seks ini, Nantinya minuman akan keluar dari payudara si boneka seks. Anda hanya perlu meremas salah satu payudara boneka itu dan otomatis, minuman pun akan keluar dari puting payudara yang lainnya.

Beberapa pria dan wanita sudah menjajal kemampuan boneka ini dalam memberikan air minum. Orang-orang terlihat bisa menikmati minuman yang seakan-akan berasal dari payudara si gadis. Padahal, sudah jelas bahwa ada beberapa partisi yang bisa membuat boneka seks itu seperti dispenser. Minuman apapun bisa disajikan oleh si gadis boneka, mulai dari air putih, sake, dan anggur.

Memang, dengan bentuk yang menyerupai wanita sungguhan, boneka seks ini tak hanya digunakan sebagai dispenser tetapi juga diharapkan menimbulkan sensasi yang berbeda. Sebab, untuk bisa mengeluarkan minuman, Anda seakan-akan sedang meremas payudara wanita.

Boneka ini dibanderol dengan harga Rp 50 juta.

Kamis, 09 Oktober 2014

Bagi Perempuan, Orgasme Bisa 'Dimunculkan' dari Pikiran

Susah membuat istri orgasme mungkin dialami hampir setiap pria. Padahal bila istri dan suami mau berkomunikasi, klimaks tentu lebih mudah didapat. Selain itu, pandai-pandailah membayangkan hal-hal berbau kenikmatan seksual.

Menurut sebuah studi terbaru, mimpi basah dan imajinasi tentang kenikmatan seksual saja sudah cukup membantu para wanita untuk mendapatkan orgasme yang diinginkannya.

"Kalau menunggu mood kan tentu susah, tetapi dengan berfantasi seks sebelum atau ketika bercinta ternyata dapat membuat tubuh menjadi bergairah," ungkap peneliti, seksolog Jessica O'Reilly, PhD seperti dikutip dari jurnal Sexologies, Rabu (22/10/2014).

Terbukti ketika para wanita ini tak bisa berpikir erotis selama berhubungan intim, peluang mereka untuk mendapatkan orgasme juga jauh lebih kecil daripada yang bisa melakukannya.

"Kuncinya ya buat tubuh menjadi rileks, misal dengan mandi, berbaring di kasur atau jalan-jalan. Aktivitas semacam ini akan menjernihkan pikiran Anda, sehingga ketika dipakai untuk berpikir mesum jadi lebih mudah," lanjutnya.

Bahkan menurut O'Reilly, para istri tak perlu berpikir atau berfantasi tentang seks itu sendiri. Ia mencontohkan mereka bisa membayangkan sedang digoda suami, atau sebaliknya menggoda suami, dan pikiran apapun yang membuat Anda terangsang.

"Tak butuh waktu lama, Anda akan merasakan adanya keinginan tubuh Anda untuk bercinta," imbuhnya,
O'Reilly menambahkan dari mimpi basah saja, sudah ada 37 persen wanita yang bisa mencapai orgasme, apalagi bila berfantasi mesum.

Lebih lanjut, Dr Andri Wanananda, MS, seksolog dari Universitas Tarumanegara, Jakarta mengatakan bahwa posisi bercinta yang juga bisa memperbesar peluang untuk orgasme sangat bervariasi. Dan hal ini bisa berbeda-beda, tergantung pada masing-masing individu.

"Posisi woman on top adalah salah satu yang dianjurkan karena membuat penis lebih mudah mencapai G-spot, yang letaknya 3-5 cm di bagian atas dinding vagina," kata dr Andri kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Lagipula posisi semacam ini juga menguntungkan bagi si suami karena mereka tidak bisa buru-buru ejakulasi, termasuk mempertahankan ereksinya lebih lama.
 

Kamis, 02 Oktober 2014

Agar Ibu Bekerja Bisa Beri ASI Eksklusif, Ruang Laktasi Saja Belum Cukup

Ketiadaan ruang dan waktu yang cukup untuk mempompa air susu ibu (ASI) kerap menjadi kendala ibu bekerja untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Namun menurut Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), keberadaan ruang laktasi di tempat kerja saja tidak cukup.

"Ada ruang laktasi di tempat kerja itu bagus sekali. Tapi dengan adanya ruang laktasi saja belum cukup. Sebab masih ada ibu yang memiliki masalah dengan pemberian ASI eksklusif pada anaknya yang mana itu bukan karena ada atau tidaknya ruang laktasi," kata Ketua Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), Fransiska Mardiananingsih, IBCLC, ketika dihubungi detikHealth pada Selasa (28/10/2014).

Selain ruang laktasi, sambungnya, sebaiknya diberikan juga konseling menyusui untuk para ibu bekerja yang sedang menyusui. Nah, konseling ini bisa diberikan di klinik perusahaan.

"Di klinik perusahaan bisa berkonsultasi juga soal laktasi. Jadi kalau ada ibu bekerja yang ada masalah terkait pemberian ASInya bisa konsultasi dan bisa segera diselesaikan," lanjut Siska.

Perlukah pemberian waktu cuti hingga 6 bulan pada karyawati yang melahirkan agar pemberian ASI eksklusif bisa berjalan dengan baik? "Kalau cuti diperpanjang tapi ibu tidak termotivasi memberikan ASI eksklusif jadinya percuma juga," ucap Siska.

"Kalau di perusahaan cuma ada ruang laktasi saja, tidak otomatis menyelesaikan kalau ada masalah sebelum mendapatkan bantuan teknis," imbuh Siska.