Rabu, 06 Juli 2011

Peluang Hamil Di Usia 35 Tahun Ke Atas

Memang tidak dapat dipastikan kapan jodoh itu datang. Ada yang bisa mendapatkan pasangan hidup di usia 20an, ada juga di usia 30an bahkan 40an atau lebih. Begitu juga jodoh dengan calon anak. Banyak pasangan yang baru menikah setelah 2 bulan, istri sudah hamil. Ada yang sudah menikah lebih dari 1 tahun lebih, tapi belum juga dikaruniai seorang anak bahkan sudah 20 tahun menikah baru dikaruniai anak. Jalan hidup seseorang tidaklah sama.

Demikian pula bagi pasangan yang menunda kehamilan yang disebabkan oleh berbagai alasan. Pada saat ingin memiliki anak, terkadang menemui kendala. Padahal usia sudah tidak muda lagi. Khusus bagi wanita yang sudah berusia di atas 35 tahun, peluang untuk hamil sudah semakin berkurang. Terutama calon ibu yang hamil pertama kali.

Kesuburan wanita akan terus menurun bersama dengan bertambahnya usia. Demikian pula dengan resiko yang akan dihadapi saat hamil. Resiko kehamilan seperti terjadinya keguguran, pre-eklampsia, plasenta previa atau diabetes. Peluang untuk melahirkan bayi yang memiliki kelainan seperti Down’s Syndrome juga lebih besar dibandingkan dengan yang berusia 20 tahun.

Namun jangan khawatir, sudah banyak ibu-ibu yang berusia di atas 35 tahun yang hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Selama tubuh sehat, konsumsi makanan yang bergizi, pola hidup juga sehat dan cukup istirahat, semuanya bisa diatasi. Bagusnya lagi di usia 35 tahun ke atas, biasanya ibu akan lebih matang dan terkontrol emosinya. Jadi siap secara mental untuk hamil dan punya anak.

Tetap semangat.

Selasa, 05 Juli 2011

Percaya Dan Yakin Kehamilan Akan Datang

“Kenapa ya kok ga hamil-hamil juga… usia saya sudah 35, suami saya malah sudah 40an, nikah sudah lebih dari 7 tahun. Bayangkan, saya sudah berobat ke mana-mana, semua bahkan sudah pernah dicoba,ya diurut, ditotok, tusuk jarum belum lagi harus minum obat yang pahit dan bau.Ke Dokter pun sudah berkali-kali, dari tiup rahim, suntik hormon, HSG, periksa dalam…wah pokoknya sudah capek deh. Suami saya tidak mau di cek spermanya, alasannya: Sperma saya pasti bagus deh, ga usah diperiksa, kamu saja yang berobat. Mau bilang apa lagi? Saya jadi malas dan mau menyerah saja. Stress rasanya setiap bulan harus menghadapi datang bulan, kalau telat dikit langsung saya kira saya hamil :( sedih banget!”

Demikian curahan hati seorang ibu kepada temannya. Apakah ini yang sekarang ini sedang dialami? Sebenarnya ibu tidak sendiri. Kalau kita baca di forum infoibuhamil tentang : Ingin Hamil, banyak ibu-ibu yang curhat dan minta pendapat/saran agar bisa segera hamil. Mulai dari masalah keputihan, kena virus TORCH, sperma suami kurang bagus sampai kegemukan.

Untuk menjawab pertanyaan, kegelisahan dan masalah yang sedang dialami agar cepat hamil, infoibuhamil.com meluncurkan ebook berjudul Info Mau Cepat Hamil yang berisikan informasi-informasi, solusi, rekomendasi, referensi dan pengetahuan tentang faktor-faktor yang bisa menjadi kendala untuk hamil dan lainnya. Harapannya agar ibu dan suami lebih memahami tentang masalah yang dihadapi dan mencari jalan keluar bersama agar bisa mewujudkan keinginan untuk segera hamil.

Tetap berjuang, berusaha, berdoa, bersyukur dan semangat!

Percaya dan yakin kehamilan akan datang, ini telah dibuktikan oleh pasangan-pasangan yang telah menunggu 5-10 tahun untuk memiliki anak. Semoga ibu juga tertular akan semangatnya.

“It’s faith in something and enthusiasm for something that makes a life worth living.”- Oliver Wendell Holmes

Senin, 04 Juli 2011

Ingin Hamil, Nutrisi Makanan Yang Bagaimanakah?


Ingin Hamil, Nutrisi Makanan Yang Bagaimanakah? Tahukah anda bahwa nutrisi makanan yang baik akan membantu anda untuk mempersiapkan kehamilan. Nutrisi yang bagaimanakah yang anda perlukah, adakah makanan khusus? ----

Ketika anda mempersiapkan diri untuk dapat hamil, maka banyak hal yang sebaiknya anda pertimbangkan. Salah satu hal adalah mempersiapkan nutrisi yang baik buat tubuh anda. Dengan memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh sebelum kehamilan, ini memberi keuntungan bukan hanya untuk anda, tapi juga untuk persiapan bayi yang sehat nantinya.

Kesehatan anda sebelum hamil akan memberi pengaruh negative atau positif terhadap tubuh anda. Untuk itu mempersiapkan tubuh anda sebelum memasuki kehamilan adalah yang terbaik.

Konsultasikan dengan dokter anda, apakah anda perlu untuk menurunkan atau menaikan berat badan anda ke berat badan ideal untuk mempersiapkan kehamilan anda ini. Karena dengan berat badan yang normal, tidak terlalu berat atau terlalu kurun akan berhubungan dengan kehamilan yang sehat dan kesuburan yang terbaik.

Nutrisi makanan yang baik dalam mempersiapkan kehamilan:

Folic acid atau Folat.
Adalah vitamin yang dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau dan sereal, buah buahan seperti jeruk, anggur, dan buahan sitrus lainnya. Atau anda dapat mengkonsumsi dari vitamin tambahan anda sehari hari. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mikrogram perhari.

Cara makan yang sehat.
Begitu anda mempersiapkan diri untuk hamil, maka sedapat mungkin, mulailah untuk makan yang lebih sehat dan dengan diet makanan yang seimbang. Untuk persiapan kehamilan, 3-4 bulan sebelum konsepsi (pembuahan terjadi) adalah saat yang baik untuk memulai makan dengan cara yang sehat.

Makanan yang rendah lemak, kaya akan serat dan vitamin folat sebaiknya sekarang berada pada daftar menu makanan sehat anda.

Stop minuman atau makanan yang mengandung kafein. Penelitian menyatakan bahwa mengkonsumsi kafein akan menurunkan kemungkinan dari seorang wanita untuk dapat hamil. Dan juga kafein meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran walaupun penelitian secara lanjut belum dipastikan, tetapi sangat beralasan untuk anda menghentikan atau menguranginya..

Kafein dapat didapatkan pada kopi, teh, coklat, dan juga beberapa obat flu atau sakit kepala, jadi sebaiknya baca label sebelum menggunakannya.

Stop alkohol, merokok dan obat-obatan yang berpengaruh buruk pada bayi.
Alcohol, merokok dan obat-obatan seperti kokain/morfin berpengaruh buruk pada bayi dan kehamilan oleh karenanya bila anda mempersiapkan diri untuk hamil.

Makanan khusus untuk hamil ?
Dalam ilmu pengetahuan tidak ada makanan yang khusus yang dapat meningkatkan kehamilan kecuali satu yaitu : Kerang. Beberapa ilmuwan menyarankan untuk memakan kerang karena kerang mengandung zinc dan kekurangan zinc dapat mempengaruhi kesuburan baik wanita atau pria.

Tetapi tetap diet makan sehat yang seimbang adalah yang terbaik untuk kesehatan anda secara keseluruhan dan kesuburan anda daripada hanya memakan saru atau dua macam makanan yang dianggap khusus untuk hamil.

Cobalah untuk makan secara seimbang dengan memvariasikan berbagai makanan sehat dalam diet seimbang anda.

Dan juga olahraga akan membantu kehamilan yang sehat, dan biasanya wanita yang melakukan olahraga secara teratur sebelum kehamilannya, akan melanjutkannya dalam program selama kehamilan. Konsultasikan dengan dokter anda olah raga yang terbaik untuk anda.

Ingat juga bahwa usia juga berpengaruh terhadap kesuburan wanita, kesuburan wanita biasanya akan mulai menurun setelah usia 35 tahun dan akan semakin menurun setelah 40 tahun dan setalah 45 tahun akan sulit untuk hamil, meskipun dengan mensturasi yang teratur.

Minggu, 26 Juni 2011

Ingin Hamil – Apa Harus Sering Melakukan Hubungan Seks ?

Ingin hamil, apa harus sering melakukan hubungan seksual? Jawabannya adalah tergantung dari setiap pasangan.

Karena tidak ada angka khusus yang dapat menentukan berapa kali seseorang harus melakukan seks untuk dapat hamil. Ada wanita yang hamil hanya dengan hubungan seksual satu kali saja tapi yang lain memerlukan waktu yang lebih lama.

Bila pasangan anda memiliki sperma yang normal dalam jumlah dan kualitas, anda dapat melakukan setiap hari saat masa subur anda. Jadi jumlah dan kualitas sperma pasangan anda mempengaruhi seberapa sering anda perlu untuk melakukan hubungan seksual untuk dapat hamil.

Jadi sebenarnya pertanyaan ini harus dibalik yaitu seberapa ‘sering’ anda melakukan hubungan seksual pada ‘waktu’ yang terbaik atau tepat untuk terjadinya konsepsi.
Baca selengkapnya tentang: Tips Untuk Menilai Masa Subur.

Berdasarkan teori yang dapat disarankan adalah anda sebaiknya ‘tidak melakukan hubungan seksual’ untuk 3-5 hari sebelum masuk ke masa subur,kemudian anda dapat melakukan seks setiap hari mulai dari 2 hari sebelum ovulasi (masa subur) sampai 3 hari setelahnya.

Ingatlah yang terpenting saat melakukan hubungans seksual anda berdua menikmatinya dan merasa nyaman dengan apa yang anda lakukan. Bila anda melakukan seks setiap hari dan hanya merasa tertekan maka hanya akan menambah stress yang akan mempersulit terjadinya konsepsi.

Rabu, 22 Juni 2011

Mandi Gandum Hilangkan Gatal

Penyebab gatal yang paling umum adalah kondisi kulit yang kering. Karena itu melembabkan kulit merupakan kunci untuk mengendalikan rasa gatal. Salah satu cara untuk mendapatkan kulit lembab dan mengurangi gatal adalah dengan melakukan mandi gandum.

Mandi gandum dilakukan dengan cara membungkus segenggam gandum dalam sepotong kain. Kemudian kain tersebut direbus seperti ketika memasak gandum. Lalu gunakan "spons gandum" ini pada saat beredam di dalam bak berisi setengah air hangat suam-suam kuku.

Efek yang sama juga bisa diperoleh dari mandi kanji dan soda. Caranya, masukkan sekitar seperempat kilogram soda kue dan setengah kilogram kanji untuk mencuci baju ke dalam bak yang berisi air hangat suam-suam kuku. Aduk rata dan mandilah tanpa menggunakan sabun.

Apabila rasa gatal masih juga timbul, konsultasikan pada dokter karena rasa gatal juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit. Rasa gatal juga bisa terjadi akibat larva parasit cacing tambang yang sedang menembus kulit.

Stres emosional juga dapat menyebabkan atau meningkatkan rasa gatal, apa pun penyebab stres tersebut. Kondisi ini disebut juga dengan rasa gatal psikogenik.

Penggunaan Inhaler Berisiko Kematian

Sebagian besar penderita asma pasti sudah tidak asing lagi dengan inhaler atau obat hirup. Inhaler adalah alat kesehatan (medical device) yang digunakan untuk mengantarkan obat ke dalam tubuh melalui paru-paru.

Namun penelitian terbaru dari British Medical Journal menunjukan, penggunaan inhaler dengan kandungan tiotropium bromida dapat meningkatkan risiko kematian pada penderita bronkitis atau emfisema. Hasil penelitian juga menyebutkan, mereka yang menggunakan inhaler tiotropium, sebanyak 52 persennya berisiko meninggal dibandingkan mereka yang menggunakan plasebo.

“Apa yang kita pikirkan adalah bahwa inhaler memberikan konsentrasi lebih tinggi tiotropium daripada seharusnya. Dan ini dapat meningkatkan risiko kematian,” kata Dr. Sonal Singh, Johns Hopkins University School of Medicine.

Menurut Singh, di Amerika Serikat dan tempat lain, obat ini tersedia dalam bentuk serbuk dan dijual dengan nama merek Spiriva. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati penyakit kronis obstruktif paru. Namun di 55 negara lainnya, obat tiotropium dipasarkan dalam bentu inhaler.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum memberikan persetujuan akan peredaran inhaler tiotropium tersebut, namun sebagian besar pasien jusru telah menggunakannya.

Sigh menambahkan, penggunaan inhaler akan lebih berbahaya bila digunakan oleh orang yang menderita penyakit kardiovaskuler. Pasalnya, tiotropium termasuk dalam kelompok obat antikolinergik, yang dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung (aritmia), terutama bagi mereka yang mempunyai riwayat serangan jantung.

"Saya sangat khawatir dengan penggunaan inhaler. Mereka tidak sepenuhnya mendapatkan informasi tentang risiko yang bisa ditimbulkan dari penggunaan benda itu,” lanjut Singh.

Berdasarkan studi terbaru yang melibatkan 6.500 orang. Hasil penelitian menunjukkan, setidaknya ada satu kematian setiap tahunnya, dari 124 pasien yang telah diobati menggunakan inhaler tiotropium.

Penyakit kronis obstruktif paru sejauh ini menempati peringkat keempat, sebagai penyebab kematian di seluruh dunia, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis, yang umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok. Selama ini, penggunaan Tiotropium secara rutin diberikan kepada pasien penyakit kronis obstruktif paru dengan gejala seperti sesak napas.

Menurut peneliti, sesak napas yang disebabkan oleh penyakit kronis obstruktif paru dapat diterapi menggunakan bronkodilator. Penggunaan bronkodilator disinyalir dapat mengurangi risiko penyakit paru-paru kronis dan jauh lebih aman.

Lebih lanjut Singh mengatakan, seharusnya pasien paru kronis melakukan konsultasi dengan dokter mereka, mengenai obat apa yang sebaiknya aman untuk digunakan.

Kamis, 16 Juni 2011

INGIN PUNYA ANAK ? MINUM OBAT PENYUBUR !

Tapi hati-hati, saking terlalu subur malah jadi kehilangan anak. Periksa dulu, apa betul enggak subur atau ada sebab lain.

Belum lama ini di Roma, Italia, seorang ibu yang melakukan terapi kesuburan dengan menggunakan obat penyubur melahirkan bayi kembar 8. Namun malang, semua bayi yang masing-masing BB-nya cuma berkisar antara 400-500 gram itu, tak mampu bertahan hidup. Satu per satu kembali ke pangkuan Yang Kuasa beberapa jam setelah lahir. Bahkan, di antaranya ada yang meninggal sejak di kandungan.

Sungguh tragis, ya, Bu-Pak. Ingin punya anak, tapi setelah didapat malah langsung kehilangan lagi. Itulah mengapa, dr. Med. Ali Baziad, SpOG, dari bagian reproduksi dan fertilitas RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, mengingatkan, hati-hati menggunakan obat penyubur karena obat ini bukan tanpa efek samping. “Selain menyebabkan kematian bayi, juga berisiko kecacatan janin.” Ih, serem, ya!

PERIKSA DULU

Ali menganjurkan, sebaiknya pasangan yang tak kunjung punya anak jangan buru-buru menggunakan obat penyubur. Soalnya, penyebab infertilitas bukan semata-mata lantaran si wanita enggak subur. “Yang enggak subur itu cuma berkisar antara 15-20 persen. Selebihnya bisa karena infeksi, saluran telur tersumbat, tempat menetasnya telur terganggu, endometriosis, kelainan rahim, dan sebagainya,” terangnya. Bahkan, tambahnya, stres pun bisa bikin wanita sulit hamil.

Sayangnya, faktor penyulit kehamilan yang 80 persen itu tak pernah dipikirkan orang. Kebanyakan orang bila menjumpai pasangan tak juga punya anak setelah sekian tahun menikah, pasti langsung “menuding” si wanitanya enggak subur. Akibatnya, pasangan tersebut buru-buru minta obat penyubur pada dokter. “Nah, ini bisa menjadi malapetaka kalau kebetulan mendapat dokter yang malas memeriksa pasien, hingga ia asal main suntik atau memberi obat penyubur.” Soalnya, jika diperiksa lebih teliti, bisa saja, kan, penyebabnya bukan lantaran si wanita enggak subur tapi karena hal lain.

Jikapun setelah diteliti ternyata si wanita memang enggak subur, “dokter juga tak boleh sembarangan memberikan obat penyubur.” Pasalnya, penyebab ketidaksuburan juga bermacam-macam. Salah satunya, sel telur tak pecah atau kematangan telurnya enggak baik, yang dikenal dengan istilah anovulasi. “Untuk terjadi kehamilan itu, kan, harus ada pembuahan yang membutuhkan sel telur dan sperma. Nah, kalau sel telurnya enggak matang atau enggak pecah, maka tak akan terjadi pembuahan. Inilah salah satu yang bikin pasangan tersebut tak juga punya anak,” terang Ali lebih lanjut.

KEHAMILAN BANYAK

Penyebab sel telur tak matang/pecah, juga bukan cuma satu. Di antaranya, gangguan hormonal. Nah, obat penyubur berisi hormon yang bisa merangsang pematangan sel telur. Namun karena kasus anovulasi ini sangat kecil, Ali minta sebaiknya diperiksa dulu, apa benar si wanita anovulasi.

Kalau tidak, “bisa terjadi si wanita sebenarnya ovulasi, hingga pemberian obat penyubur malah menimbulkan efek samping setelah sel telur dibuahi, yaitu menimbulkan rangsangan berlebihan atau hiperstimulasi hingga terjadilah kehamilan kembar atau banyak.” Jika sudah begitu, tak ada tindakan apa pun yang bisa dilakukan kecuali meneruskan kehamilan. Hingga risikonya, bayi meninggal dalam kandungan atau setelah dilahirkan lantaran berat badannya kurang.

Bukan berarti wanita yang anovulasi setelah diberi obat penyubur takkan mengalami hal tersebut, lo. Ingat, obat penyubur merangsang pematangan sel telur. Nah, sel telur yang matang ini bisa saja bukan cuma satu, tapi dua, tiga, empat, lima, bahkan lebih. Hingga, bila semua sel telur yang matang ini dibuahi, terjadilah kehamilan yang banyak. Itulah mengapa, tegas Ali, jangan sembarangan menggunakan obat penyubur.

Untuk mengetahui ovulasi tidaknya, bisa dilihat dari usia perkawinan yang lama tapi belum juga hamil, disertai keluhan-keluhan seperti sering sakit saat menstruasi dan menstruasi tak teratur atau sering terlambat. Namun untuk kepastiannya tentu harus dilakukan pemeriksaan lewat USG atau dengan analisa hormon. Jika ternyata ada kelainan hormonal hingga enggak subur, barulah diberi obat penyubur.

TABLET DAN SUNTIK

Obat penyubur yang diberikan adalah obat pemicu ovulasi atau pemecah telur, bisa berupa tablet atau suntikan. Pada pasangan muda usia sekitar 20-30 tahun, terang Ali, biasanya diberikan tablet dulu. Obat yang mengandung hormon ini, namanya klomifen sitrat dan epimestrol. Banyaknya pemberian tablet tergantung siklusnya (bulan). Bukankah menstruasi datangnya sebulan sekali? “Jadi, obat tersebut diberikan sebulan sekali selama 5 hari, yaitu di hari ke-5 masa menstruasi hingga hari ke-9.” Kemudian, pasangan diminta datang lagi bulan depan untuk dilihat keberhasilan obat tersebut. “Bila dalam pemberian satu siklus tak berhasil, maka dosis yang semula 50 mg ditambah jadi 100 mg.”

Jika dalam 6 bulan atau setahun tak ada respon dalam arti telurnya enggak matang atau tak tumbuh dengan baik, “barulah terapi kesuburan dilakukan dengan cara suntik.” Namun pemberian obat penyubur dengan cara suntik juga tak boleh sembarangan, “harus dipilih waktunya, yaitu pada hari ke-2 sampai ke-9 masa menstruasi.” Hormon yang disuntikkan adalah hormon yang mengandung FSH/LH atau FSH saja. Satu suntikan sebanyak 75 IU (International Unit). Bila tak mempan juga, dosisnya dinaikkan jadi 150 IU atau bahkan 225 IU.

Jadi, tegas Ali, telurnya dimatangkan, dari kecil sampai besar hingga akhirnya pecah. Pembesaran sel telur ini dimonitor lewat USG, dilakukan pada hari ke-11 dan ke-13. Telur baru bisa pecah bila minimal diameternya 18-22 mm.

Bukan berarti cara suntik lebih berhasil dari tablet, lo. Menurut Ali, efektivitasnya sama, kok, hanya tergantung usianya saja. “Jika pada usia muda bisa berhasil dengan cara sederhana (tablet, Red.), mengapa harus yang sulit? Ibarat orang menembak burung, jika berhasil dengan senapan angin, kenapa harus dengan meriam?” Soalnya, bila langsung digunakan suntikan, bisa terjadi kehamilan ganda atau banyak, atau malah enggak hamil sama sekali.

HARUS DIHENTIKAN

Itulah mengapa, tegas Ali lagi, pemakaian obat penyubur tak boleh sembarangan. “Harus secara rasional dan mengikuti aturan pemberiannya. Tentu dengan berkonsultasi pada dokter, hingga dokter bisa memonitor terus perkembangan sel telurnya.” Dengan demikian, efek samping berupa kehamilan banyak bisa dicegah.

Soalnya, lewat monitoring, dokter jadi tahu apakah kadar hormonnyatinggi atau tidak. “Bila tinggi, ini berbahaya karena ada kemungkinan terjadi hiperstimulasi yang mengakibatkan kehamilan banyak.” Hingga, pemakaian obat penyubur harus dihentikan. Kalau tidak, bila sudah dibuahi dan tetap memakai obat penyubur, maka berisiko bayinya cacat. Pokoknya, tandas Ali, jika dilihat dari USG telurnya banyak dan beberapa sudah matang, “harus hati-hati, karena kita tak tahu berapa telur yang akan jadi.”

Biasanya, pemakaian obat penyubur dilakukan pada proyek bayi tabung. Sayangnya, untuk memonitor perkembangan sel telur perlu biaya yang tak murah. Biaya untuk hormonnya saja, satu ampul Rp. 300 ribu. Bayangkan bila sampai 10 ampul, bisa menelan biaya Rp. 3 juta. Sedangkan biaya 2 kali memonitornya dengan USG kurang lebih makan biaya Rp. 300 ribu dan biaya periksa hormonnya Rp. 60 ribu.

Tampaknya memang harus dipikirkan betul segala risikonya, ya, Bu-Pak?

Dedeh Kurniasih . Ilustrasi : Pugoeh (nakita)

TAK BIKIN GEMUK

Kendati obat penyubur berisi hormon, tapi tak bikin gemuk, lo. Soalnya, terang Ali, hormon yang diberikan bukan hormon estrogen dan progesteron yang bisa bikin gemuk seperti halnya pil KB, melainkan hormon FSH/LH atau FSH saja. Jadi, tak usah takut gemuk, ya, Bu.