Minggu, 24 April 2011

Gizi Susu Segar Lebih Baik?

Rasanya tak ada yang meragukan nilai gizi yang terkandung pada susu. Susu merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang perlu dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Akan tetapi, susu menjadi bahan pangan yang tidak layak konsumsi jika tidak ditangani dengan benar.

Saat ini di pasaran tersedia berbagai produk susu, ada yang dalam bentuk bubuk, susu kental manis, atau susu segar. Akan tetapi, susu kental manis tidak terlalu dianjurkan untuk konsumsi sehari-hari karena kandungan gulanya yang tinggi.

Susu segar, menurut dr Samuel Oetoro, SpGK dari Klinik Semanggi, memiliki keunggulan dibanding susu kental manis atau susu bubuk karena proses pengolahannya tidak berlebihan sehingga zat gizi yang terbuang lebih sedikit.

"Susu segar, baik yang di-pasteurisasi atau susu UHT (ultrahigh temperature), sama-sama memiliki keunggulan nilai gizi yang tinggi. Selain itu, susu yang sudah siap minum ini rasa susunya lebih terasa," katanya.

Sementara susu bubuk, yang proses pengolahannya merupakan susu cair yang dikeringkan, menurut dr Samuel, akan kehilangan beberapa zat gizi. "Memang di zaman sekarang ini susu bubuk disuplementasi, zat gizi yang terbuang dalam pengolahan akan ditambahkan lagi. Tetapi, jika ingin memilih yang natural, tentu pilihannya susu segar," katanya.

Meski demikian, susu bubuk memiliki keunggulan daya tahan yang lama dan praktis karena mudah dibawa-bawa. Sementara itu, jika Anda lebih memilih susu segar yang langsung dibeli dari peternak, dr Samuel mengingatkan pentingnya mencari sumber susu yang aman.

"Meski bersifat alami, tetapi pilih peternakan yang menjaga kualitas produknya. Perhatikan apakah pangan ternak itu mengandung kontaminan atau tidak," katanya.

Jumat, 22 April 2011

Kanker Prostat dan Merokok, Kombinasi Mematikan

Perokok yang didiagnosa menderita kanker prostat akan menghadapi tumor yang lebih ganas dan risiko kematian akibat penyakit itu dibandingkan dengan pria bukan perokok.

Kesimpulan riset yang dilakukan tim dari Harvard School of Public Health and University of California itu menemukan, risiko kematian akibat kanker prostat pada pria perokok mencapai 61 persen. Demikian juga risiko untuk terjadinya kekambuhan penyakit setelah melakukan terapi.

Di antara perokok dan bukan perokok yang kankernya belum menyebar ketika didiagnosa, atau dalam bahasa medis disebut kanker non-metastatik, risiko kematian yang dihadapi perokok mencapai 80 persen.

Meski demikian, perokok yang sudah berhenti selama 10 tahun atau lebih ketika didiagnosa kanker prostat memiliki peluang yang sama dengan pria bukan perokok, baik dalam kekambuhan maupun risiko kematian.

"Data riset ini melegakan karena hanya sedikit yang kita ketahui untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker prostat. Ini juga bisa jadi alasan untuk tidak merokok," kata Edward Giovannucci, profesor nutrisi dan epidemiologi dari Harvard.

Penelitian tersebut mengkaji data kesehatan dari 5.366 pria yang didiagnosa kanker prostat antara tahun 1986 dan 2006. Pada periode tersebut, 1.630 meninggal, 524 (32 persen) karena kanker prostat dan 416 (26 persen) karena penyakit jantung.

Kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita pria di Amerika dan mengenai 1 dari 6 pria dalam hidupnya.

Kamis, 24 Maret 2011

Wanita Alami Dua Jenis Orgasme

Penelitian terbaru para ahli menunjukkan, setiap wanita ternyata memiliki dua mekanisme atau pola berbeda dalam mencapai kepuasan seksual. Para ilmuwan di Rutgers University, New Jersey AS, berhasil memetakan pola orgasme kaum Hawa menggunakan alat pemindai untuk mengetahui daerah otak yang aktif saat mengalami rangsangan seksual.

Hasilnya menunjukkan, ada mekanisme berbeda saat wanita mengalami klimaks. Salah satu pola muncul saat mereka berfantasi atau melakukan seks sendiri tanpa pasangan. Sedangkan pola lainnya tercipta ketika mereka sedang bercinta dengan pasangannya.

Seperti dilansir Daily Mail, tim peneliti yang dipimpin Barry Komisaruk melakukan pemindaian menggunakan scan MRI pada sejumlah relawan perempuan dan meneliti apa yang terjadi pada otak wanita saat mencapai klimaks.

Hasil penelitian itu mengungkap adanya ledakan aktivitas pada 30 wilayah otak wanita. Di antara bagian yang mengalami stimulasi adalah daerah prefrontal cortex, bagian otak yang mengendalikan fungsi kendali yang rumit seperti imajinasi, keinginan dan pembuatan keputusan.

Implikasi lainnya adalah otak wanita ternyata juga memiliki pola akitivitas saraf yang berbeda saat mengalami kepuasan seksual, utamanya ketika mereka dalam keadaan sendiri atau saat bersama pasangan.

Menurut peneliti, hal itu mengindikasikan bahwa wanita yang mencapai orgasme sendirian mengalami hal yang berbeda dengan ketika ia menikmati kepuasan puncak bersama pasangan atau kekasihnya.

"Informasi ini dapat membantu menemukan suatu terapi bagi wanita yang sulit mencapai orgasme atau bahkan tak dapat orgasme sama sekali. Penelitian ini membantu cara menikmati seks yang lebih baik," ungkap Kayt Sukel, seorang relawan yang terlibat dalam riset.

Sementara Mr Komisaruk mengatakan : "Orgasme adalah suatu kasus istimewa dari kondisi sadar. Jika kita dapat menemukan cara lain dalam memicu timbulnya orgasme, kita mungkin dapa memahami lebih baik bagaimana kita dapat menggunakan proses top-down untuk mengendalikan apa yang kita rasakan secara fisik".

Hasil penelitian Komisaruk berbeda dengan studi lainnya yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Groningen, Belanda. Riset serupa yang dipimpin Janniko Georgiadis menunjukkan, daerah prefrontal cortex dalam kondisi tidak aktif saat seorang perempuan mencapai klimaks. Tetapi penelitian di Belanda ini hanya fokus pada perempuan yang berhubungan intim dengan pasangannya.

"Ketika Anda bertanya pada seseorang bagaimana rasanya orgasme, mereka menggambarkannya sebagai perasaan hilangnya kendali. Saya kira, orgasme tidak menghilangkan kesadaran, tetapi mengubahnya. Sangat mungkin ada perbedaan antara seseorang yang mencoba melakukan rangsangan seksual secara mental dengan mereka yang mendapat rangsangan dari pasangan," kata Mr Georgiadis.

Para ahli rencananya akan melakukan penelitian yang sama pada kaum pria. Akan tetapi, penelitian ini bakal menemui sejumlah kendala teknis, mengingat sejumlah fakta bahwa sebagian besar lelaki tidak banyak menggunakan otaknya saat beraktivitas seksual, dan durasi orgasme mereka pun lebih singkat.

Minggu, 06 Maret 2011

Ingin Hamil, Sperma Keluar Terus

HALO Dok, saya Indra baru melangsungkan pernikahan empat bulan silam. Yang saya ingin sampaikan adalah pertanyaan seputar hubungan intim bersama pasangan.

Mengapa setiap melakukan hubungan intim, sperma yang telah masuk keluar kembali? Apa yang harus kami lakukan agar istri saya bisa cepat hamil? Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih.

Indra
Jakarta

Jawab:

Jika pada waktu melakukan hubungan intim, sperma yang disemprotkan ke dalam MIss V agak kental, kira-kira 10 menit kemudian akan menjadi encer, dan ketika istri Anda berdiri, sperma yang sudah mencair itu akan mengalir keluar, keadaan tersebut adalah normal.

Oleh karena itu, sesudah berhubungan badan jangan langsung berdiri, biarkan tubuh dalam keadaan telentang minimal 30 menit terutama pada waktu masa subur.

Supaya cepat hamil, Anda berdua harus mengetahui masa subur istri dulu, ketahui siklus menstruasinya. Misalnya 28-30 hari lalu kurangi dengan 14 menjadi 14-16 hari, lakukan hubungan badan antara hari ke 12-18,lakukan selang sehari. Atau untuk memudahkan, lakukan hubungan intim dua hari sekali sesudah menstruasi selesai.

Kamis, 24 Februari 2011

Ciuman, Tak Sekadar Bibir Ketemu Bibir

Kedua sejoli yang sedang berbahagia Pangeran William dan Kate Middleton melakukan ciuman pertama di balkon Istana Buckhingham setelah upacara pernikahan di Westminster Abbey. Di hadapan khalayak dan dua miliar pemirsa televisi, mereka bukan cuma sekali berciuman, tapi dua kali.

Berciuman memang menimbulkan perasaan menggairahkan dan intim. Tapi tahukah Anda bahwa berciuman tak sekadar bertemunya bibir dengan bibir. Berciuman juga melibatkan berbagai otot wajah, hormon dan gerakan tubuh lainnya.

Para peneliti dari Lafayette College, Pennsylvania menyebutkan, berciuman akan meningkatkan hormon tertentu di otak. Pengeluaran hormon-hormon tersebut merupakan hasil dari kombinasi antara perasaan cinta, gairah, dan perasaan rileks. Berpegangan tangan, kontak mata dan berpelukan sambil berciuman juga diketahui akan mengurangi kadar hormon stres, kortisol.

Kunci berciuman memang ada di bibir. Namun ketika Anda melakukan ciuman yang hangat dan dalam, ada 34 otot wajah yang ikut bergerak. Sementara itu kecupan sederhana yang kita lakukan hanya menggunakan dua otot wajah saja.

Berciuman juga melibatkan ludah. Namun menurut penelitian ternyata pria lebih "basah" dibanding perempuan. "Ada bukti bahwa di dalam air ludah pria terkandung testosteron yang akan meningkatkan dorongan seksual. Karena itu ketika berciuman, pria cenderung lebih banyak menghasilkan saliva, salah satu fungsinya untuk mentransfer testosteron untuk meningkatkan hasrat seksual wanita," kata Helen Fisher, antropolog dari Rutgers University.

Di luar hal-hal ilmiah tersebut, ciuman yang sempurna juga harus memiliki irama, pelan tapi lama, ringan dan lunak, kemudian semakin cepat, memanas dan menggairahkan.

Sebuah survei juga menyebutkan 66 persen perempuan dan 59 persen pria mengatakan kualitas ciuman pertama akan memengaruhi kelanggengan hubungan. Dengan kata lain, cara Anda berciuman bisa membuat kekasih semakin lengket dengan Anda, atau sebaliknya, dicampakkan begitu saja.

Senin, 24 Januari 2011

Cegah Impotensi, Enyahkan Stres Pikiran

Ternyata, meskipun Anda telah makan dengan benar, rajin berolahraga, dan tidak merokok, terkadang pria masih mengalami masalah ereksi. Dalam hal ini, biang keladinya mungkin amarah, stres, atau masalah psikologis lain.

"Kecemasan dan stres akan menghambat kelenjar pituitari di bawah otak mengeluarkan hormon yang diperlukan untuk timbulnya libido," kata Dr Arun Ghosh, seksolog dari Spire Liverpool Hospital, Inggris.

Selain itu, respons melawan atau menghindar ketika tubuh menghadapi stres juga akan mematikan fungsi-fungsi non-esensial dalam tubuh, termasuk fungsi seksual.

Faktor lain yang berperan dalam terjadinya impotensi adalah pikiran negatif tentang pasangan seksual atau pernyataan pasangan, seperti kekesalan, kebencian, atau kurangnya perhatian.

"Bila hubungan Anda dengan istri tidak harmonis, impotensi mungkin isyarat dini yang diberikan tubuh untuk mengatakan bawa di antara Anda ada masalah," kata Herb Goldberg, psikolog klinis dan penulis buku The Inner Male.

Itu sebabnya, mengelola stres bisa menghindarkan Anda dari kegagalan ereksi. Seimbangkan gaya hidup Anda dengan kegiatan-kegiatan rileksasi. Olahraga juga sangat efektif untuk meringankan stres. Selama berolahraga, tubuh akan melepaskan endorfin yang berfungsi menenangkan pikiran.

Yang terpenting adalah jangan menganggap impotensi sesaat yang dialami itu merupakan masalah permanen dan menimbulkan kecemasan akan terjadi lagi. Hal yang terbaik untuk dilakukan jika seorang pria mengalami episode impotensi adalah menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa terjadi sekali-sekali pada semua pria dan tetap berharap dapat berhasil di lain waktu.

Kamis, 06 Januari 2011

Apakah Anda Bingung Bagaimana Cara Menentukan Masa Subur Istri Anda dengan Tepat ?

Jika Anda termasuk orang diatas, maka hari ini adalah hari keberuntungan Anda! Karena Kami akan memberikan Anda sebuah AKSES KHUSUS ke buku kami yang akan menjelaskan secara terperinci dan mendalam tentang BAGAIMANA CARA INGIN HAMIL dengan MENGETAHUI MASA SUBUR ISTRI ANDA !

Benar ! Kehamilan adalah salah satu anugerah terbesar yang diberikan yang Maha Pencipta kepada pasangan suami istri. Kehamilan merupakan awal dari terciptanya kehidupan. Awal dari proses yang amat mengagumkan saat terjadinya tumbuh kembang janin menjadi seorang manusia yang sempurna. Kehamilan disambut dengan suka cita seluruh keluarga. Semua menyambut kedatangan buah hati baru yang akan mengisi kegembiraan keluarga. Seorang anak menambah semarak dan menyempurnakan kehidupan pasangan suami istri. Kelahiran anak menyempurnakan peran pria dan wanita dalam proses reproduksinya.Tangisan pertama bayi yang baru lahir ke dunia merupakan awal dari kegembiraan akan hadirnya generasi penerus dan akhir dari penantian suami istri selama 9 bulan kehamilan yang membahagiakan.
Namun.. tahukah Anda bahwa peluang terjadinya kehamilan pada manusia pada siklus masa subur relatif kecil ?

Secara statistik seorang wanita yang normal pada usia 20-an memiliki kemungkinan hamil sebesar 20-35 % setiap bulannya. Pada populasi umum diperkirakan 85 % wanita tanpa alat kontrasepsi dan melakukan hubungan seksual secara rutin (2-3 kali tiap minggu) akan hamil dalam satu tahun pertama. Jumlah ini meningkat menjadi 92% pada tahun kedua dan 93% pada tahun ketiga. Ada beberapa faktor yang menetukan tingkat kesuburan, antara lain: faktor usia. Puncak kesuburan pada wanita dicapai pada usia dekade 20-an dan akan menurun sesudahnya hingga berhenti total pada masa menopause. Penurunan angka keberhasilan hamil mulai bermakna pada usia 35 tahun keatas, sedangkan pada laki-laki kemampuan menghamili tidak dibatasi oleh umur. Faktor lain yang penting dalam peluang untuk hamil adalah frekuensi berhubungan seksual. Pada pasangan berusia 35 dan 38 tahun yang rutin dan teratur berhubungan seksual didapati 94 % dan 77 % hamil dalam tiga tahun. Selain itu faktor stres dan psikologi berpengaruh pada terjadinya hubungan seksual.
Proses reproduksi manusia dimulai dengan dikeluarkannya jutaan sel sperma selama hubungan seksual. Sperma bergerak masuk ke rahim dan bertemu dengan sel telur pada saluran telur dan terbentuknya janin yang akan bertumbuh dan berkembang di dalam rahim. Proses terjadinya kehamilan yang kompleks ini hanya dapat terjadi apabila terpenuhi syarat; keadaan sperma yang normal, adanya ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) dan transpor sperma dan sel telur yang lancar dalam saluran reproduksi. Semuanya didasarkan pada kondisi kesehatan secara umum pasangan yang baik, kondisi hormonal dan waktu yang tepat (timing) dan frekuensi hubungan seksual. Manusia berbeda dengan hewan dimana hubungan seksual tidak terpengaruh adanya masa birahi (estrus), hubungan seksual dapat terjadi kapan saja.
Kehamilan hanya dapat terjadi apabila hubungan seksual dilakukan pada masa subur, karena itu
mengetahui masa subur merupakan cara yang PERTAMA dan UTAMA bagi pasangan untuk mendapatkan keturunan.