Senin, 06 April 2009

Tidak Haid = Tak Bergairah?

Konsultasi dengan Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

"Saya pemuda berumur 30 tahun, berencana menikah dengan pacar yang usianya 28 tahun. Kami sudah pacaran selama dua tahun. Selama pacaran kami tidak pernah melakukan hubungan seksual karena pacar tidak mau. Dia bilang, hanya mau melakukan hubungan seks setelah menikah.

Masalahnya, kalau saya mencium atau memeluk pacar, sepertinya dia biasa saja, tidak bergairah. Berbeda dengan pacar saya yang pertama, yang kelihatan bergairah. Saya khawatir dia frigid. Apa itu karena dia tidak pernah mengalami haid? Saya baru tahu beberapa minggu lalu kalau pacar tidak pernah haid sama sekali. Itu pun secara kebetulan, waktu kami berbicara tentang haid pada gadis remaja.

Mohon penjelasan, apa akibatnya kalau wanita tidak pernah haid seperti pacar saya? Apa karena tidak pernah haid, pacar jadi tidak bergairah kalau saya menciumnya? Apa itu yang namanya frigid? Mengapa pacar saya tidak pernah haid? Apakah itu normal?"

B.K., Manado

Kalau sejak awal pacar Anda tidak pernah mengalami menstruasi, tentu dia tidak normal dalam fungsi reproduksinya. Mungkin juga kemudian terjadi gangguan pada fungsi seksualnya.
Tidak terjadinya menstruasi sejak awal menunjukkan bahwa fungsi hormon seksnya tidak
normal. Namun, untuk mengetahui mengapa fungsi hormonnya tidak normal, diperlukan pemeriksaan yang lengkap.

Tidak terjadinya menstruasi dikaitkan juga dengan perkembangan kelamin dan tanda seksual sekunder lainnya. Jadi harus diperiksa bagaimana perkembangan kelamin luar dan dalamnya, rambut kelamin, dan payudara. Selain itu juga berkaitan dengan fungsi seksual, termasuk dorongan seksual dan reaksi seksualnya terhadap rangsangan seksual yang dia rasakan.

Tentu diperlukan juga pemeriksaan kadar hormon di laboratorium, terutama hormon estrogen, progesteron, testosteron. Pemeriksaan hormon lain mungkin diperlukan juga, misalnya tiroid. Reaksinya yang seperti tidak bergairah, mungkin saja berkaitan dengan gangguan hormon yang terjadi, khususnya hormon testosteron.

Saya juga ingin meluruskan, tidak ada istilah frigid sebenarnya. Jadi jangan sampai istilah yang populer tetapi salah ini mengganggu Anda, termasuk dalam hubungan pribadi dengan pacar Anda.

Berdasarkan pemeriksaan, dapat diketahui apa penyebabnya dan bagaimana pengobatannya. Soal apakah pengobatan memberikan hasil atau tidak, sangat tergantung pada apa penyebabnya.

Saya sarankan pacar Anda segera berkonsultasi lebih jauh untuk mendapat pemeriksaan yang lengkap. Tanpa pemeriksaan lengkap, dokter tidak mungkin dapat memberikan pengobatan yang benar.

Kurang Testosteron dan Sindroma Metabolik Pun Bikin Disfungsi Ereksi

Selain penyakit kardiovaskular, disfungsi ereksi (DE) atau ketidakmampuan seorang pria mencapai dan atau mempertahankan ereksi untuk sanggama yang memuaskan juga disebabkan oleh kekurangan testosteron atau testosterone deficiency syndorme (TDS) dan sindroma metabolik (metabolic syndrome).

Demikian dikatakan oleh Androlog Nugroho Setiawan di Jakarta, Kamis (18/2). "Metabolic syndrome menyangkut penyakit jantung, hipertensi, diabetes, depresi, testoterone deficiency syndrome, dan kolesterol tinggi," kata Nogroho.

Ia menjelaskan, mereka yang terkena penyakit jantung berisiko dua kali terkena DE, hipertensi 1,5-2 kali, diabetes 3-4 kali, depresi, 2-3,5 kali, TDS 1,5-2 kali, dan kolesterol tinggi sebanyak 4 kali.

Menurut Nugroho, TDS merupakan keadaan ketika produksi testosteron dari testis tidak cukup. Berkurangnya hormon ini akan mengakibatkan terganggunya metabolisme, disregulasi insulin (tingkat kadar gula darah abnormal), kolesterol tinggi serta hipertensi. Pada akhirnya akan mengarah pada penyakit diabetes melitus dan jantung.

"Testosteron sendiri terdiri dari: testosteron terikat globulin atau SHBG (60 persen), testosteron terikat albumin (38 persen), dan testosteron bebas (2 persen), yang aktif adalah albumin dan bebas," ugkap Nugroho. Menurutnya dengan bertambahnya usia, testosteron aktif semakin menurun, sedangkan SHBG semakin tinggi. Akibatnya, seseorang akan semakin berisiko terkena TDS.

Nugoroho menambahkan bahwa testosteron sendiri merupakan hormon seks pria yang paling penting. Bagi orang dewasa, hormon ini berperan penting untuk meningkatkan gairah seksual, pembentukan otot dan pengurangan massa lemak dan menaikkan vitalitas.

Kamis, 02 April 2009

Seks Manis, Keluarga Harmonis

Dalam perkawinan, seks punya arti khusus sebagai bentuk komunikasi paling dalam. Karena itu, seks akan makin indah bila dinikmati dan memberi kepuasan bersama.

Hubungan intim karenanya harus disepakati bersama oleh kedua belah pihak, menyenangkan bagi kedua pihak, serta sehat dan tidak menimbulkan akibat buruk bagi kedua belah pihak.

"Masing-masing perlu memahami dan mengerti siklus respons seksual yang diawali dengan fase rangsangan, datar, hingga akhirnya mencapai orgasme," ujar dr Putu G Kayika, Staf Pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Sabtu (14/3).

Perilaku seksual, kata Putu, dipengaruhi oleh seberapa besar dorongan seksual setiap pasangan, nilai sosial budaya dan moral, pengetahuan seksual dan fungsi seksual.

Tabu membahas soal seks pada sebagian masyarakat menyebabkan banyak pasangan tidak tahu bagaimana seks yang sehat dalam perkawinan. Informasi seputar seks penting diketahui setiap pasangan seperti seberapa sering berhubungan intim, kapan sebaiknya, bagaimana tahu orgasme, variasi posisi berhubungan intim, oral dan anal seks, apakah istri boleh aktif, dan bagaimana seks saat hamil. Demikian kata Putu Kayika.

Untuk itu, bila ada masalah seksual, sebaiknya didiskusikan bersama. Komunikasi yang baik agar masing-masing memahami masalah yang dihadapi menjadi kunci penyelesaian masalah.

"Jangan menyalahkan pasangan yang pada awalnya merupakan penyebab masalah tersebut," kata Putu Kayika menambahkan.

Yang paling penting, kata Putu, tidak membiarkan masalah berlarut bila ada gangguan seksual dalam perkawinan, berharap akan hilang dengan sendirinya.

"Jangan lakukan cara atau pengobatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi, bila menemui masalah seksual, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahlinya," ujarnya.

Rabu, 25 Maret 2009

Inilah Mitos Seputar Testosteron

Testosteron merupakan hormon seks pria yang punya peran penting dalam fungsi seksual, produksi sperma, pembentukan otot, dan intonasi suara. Rendahnya kadar hormon ini akan menyebabkan seseorang mengalami kelelahan kronis, depresi, gangguan ereksi, dan postur tubuh yang kurang tegap atau berkurangnya kemampuan atletik.

Penelitian menunjukkan bahwa hormon testosteron dalam jumlah yang normal sangat penting untuk mengurangi risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular pada pria. Selain itu, pria yang kadar testosteronnya normal lebih panjang umur dibanding dengan pria yang kekurangan hormon ini.

Banyak mitos yang salah beredar mengenai hormon pria ini. Abraham Morgentaler, MD, dokter spesialis urologi dari Harvard Medical School dan penulis buku Testosterone for Life akan menjawabnya untuk Anda.

1. Testosteron adalah obat yang ilegal
Hormon testosteron termasuk dalam obat yang legal, terlebih hormon ini sangat penting bagi pria. Yang ilegal adalah bila hormon ini dipakai tanpa resep dokter. Meski begitu, banyak organisasi olahraga yang punya aturan ketat tentang penggunaan obat atau suplemen yang mengandung testosteron karena bisa memengaruhi performa atlet. Atlet yang melanggar bisa dikenai sanksi.

2. Testosteron adalah steorid, dan steorid berbahaya.
Ya, testosteron memang steorid, tapi tidak berbahaya. Lagi pula secara alamiah kita dipenuhi oleh berbagai steorid. Menurut Morgentaler, kata steroid sebenarnya berkaitan dengan molekul yang ditopang oleh empat karbon, seperti estrogen, progesteron, kortisol, juga kolesterol.

Sementara itu, dalam dunia olahraga, steroid merupakan kependekan dari anabolic steroid hormone yang berarti secara khusus bekerja untuk membangun otot dan tulang, seperti testosteron.

3. Testosteron menyebabkan perilaku kasar dan tak terkontrol
Belum ada fakta yang membuktikan testosteron menyebabkan tindakan agresif, kekerasan, atau perilaku tak terkontrol lainnya. Sebaliknya, pria dengan hormon testosteron yang rendah justru mudah marah, dan kondisi ini akan membaik setelah kadar testosteronnya naik.

4. Testosteron menyebabkan kanker prostat
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria dengan kadar testosteron yang tinggi justru risikonya lebih kecil untuk terkena kanker prostat.

5. Kadar Testosteron yang tinggi menyebabkan kebotakan
Secara umum, pria yang mengalami kebotakan punya kadar testosteron yang sama dengan pria yang rambutnya masih lebat. Kebotakan, menurut Morgentaler, biasanya sudah diturunkan secara genetis.

Sabtu, 21 Maret 2009

Laki-laki Lebih Suka Pilih Perempuan Cerdas

KAJIAN ilmiah mengenai cinta memperlihatkan bahwa pria makin tertarik kepada perempuan cerdas dan berpendidikan, berkepribadian, dan stabil emosinya dibanding keperawanan. Kegadisan bukan masalah buat mereka.

Temuan para ahli dari University of Iowa tersebut merupakan bagian dari satu studi yang dikutip laporan media Senin.
Studi itu, yang dilancarkan setiap dasawarsa sejak 1939, meminta peserta untuk menyusun daftar 18 sifat yang mereka inginkan dari seorang pasangan dalam skala mulai dari "tak relevan, sampai "mendasar".

Yang termasuk dalam daftar tersebut adalah "kemampuan berbaur" dan "pengurus yang pandai masak" serta "saling mencintai dan tertarik", yang berada pada tempat pertama bagi pria dan wanita pada 2008. Pada 1939, sifat itu tak masuk tiga besar bagi kedua jenis kelamin tersebut.

Peserta pria dan wanita pada 2008 memasukkan daftar utama mereka dengan "sifat dapat diandalkan" dan "matang, kestabilan emosi. Pria memasukkan kecerdasan pada posisi keempat, lompatan besar dari posisi ke-11 pada 1939, dan "prospek keuangan yang bagus" bergeser ke posisi 12 pada 2008, pergeseran dari posisi rendah ke-17 pada 1939 dan posisi terakhir pada 1967.

"Ini adalah generasi pria yang telah dewasa dengan perempuan berpendidikan sebagai mereka, guru, dokter dan panutan mereka," kata Christine Whelan, pemimpin studi itu dan penulis "Marry Smart: The Intelligent Woman,s Guide to True Love" (Simon & schuster, 2008), sebagaimana dilaporkan kantor berita China, Xinhua.

"Dan pada masa ekonomi sulit, berbagai beban keuangan dengan pasangan mengangkat beban dari orang-orang ini sebagai pencari nafkah tunggal," katanya.

Peserta studi tersebut adalah mahasiswa dari University of Iowa, University of Washington, University of Virginua dan Penn State University.

"Saling tertarik, jadi tentus saja kenyataan bahwa kami melakukan angket pada mahasiswa akan menunjukkan bahwa kecerdasan dan pendidikan menjadi ciri khas penting," kata Whelan.

Pergeseran mencolok lain melibatkan pentingnya kegadisan: pada 1939, itu dinilai lebih tinggi dari kecerdasan pada perempuan, tapi pada 2008, itu dimasukkan ke dalam posisi yang tak terlalu penting.

Terlebih lagi, itu juga dikategorikan tidak terlalu penting buat pria. Itu, ditambah dengan tiga posisi utama bagi pria dan wanita, menunjukkan kesamaan yang kelihatan sebagai hari modern yang positif.

Senin, 16 Maret 2009

Cegah Hipertensi, Disfungsi Ereksi Menyingkir

Pria usia di atas 40 tahun dianjurkan mewaspadai beberapa gangguan kesehatan yang bisa mengakibatkan disfungsi ereksi (DE), terutama penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) seperti hipertensi (darah tinggi), dislipidemia, hiperkolesterolemia.

"Disfungsi ereksi erat hubungannya dengan penyakit kardiovaskular," kata ahli jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Santoso Karokaro, dalam seminar bertema Waspadai Penyakit Kardiovaskular yang Mengakibatkan Disfungsi Ereksi, Kamis (19/2), di Jakarta.

Sejauh ini, terdapat prevalensi yang tinggi pada kondisi gangguan kardiovaskular yang dialami pria dengan disfungsi ereksi. Sebanyak 64 persen dari pria yang dilaporkan DE setidaknya memiliki satu atau lebih dari kondisi-kondisi berikut hipertensi, sakit jantung kronis/angina, tingginya tingkat kolesterol, diabetes, dan depresi.

Menurut Santoso, meningkatnya tekanan darah dan kolesterol (dislipidemia) dalam tubuh akan mengakibatkan menyempitnya pembuluh darah dan sebagaimana ukuran pembuluh darah yang mengalirkan darah ke penis menyempit. Gangguan DE juga dapat merupakan manifestasi awal dari aterosklerosis (pengerasan dan pengecilan pembuluh darah).

Karena itu, mencegah munculnya penyakit kardiovaskular menyelamatkan seseorang dari DE. Faktor-faktor risiko antara lain merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis (penimbunan deposit lemak pada arteri) harus dihindari.

Pengobatan untuk mendapatkan kehidupan seksual yang normal kembali tentu saja sangat penting bagi kebanyakan penderita DE, baik itu dengan penyakit-penyakit penyebabnya, maupun tidak. Hasil survei yang ada memperlihatkan, pria mementingkan mencari pengobatan bagi DE yang menjamin ereksi lebih cepat dan lama. Padahal, keseluruhan kondisi fungsi tubuh memerankan fungsi yang cukup signifikan bagi penderita DE.

Sabtu, 07 Maret 2009

Hidup Sehat, Seks Pun Hebat

"Beberapa contoh gaya hidup yang tidak sehat adalah olahraga yang berlebihan, merokok, stres, dan terlampau banyak bekerja, kurang bergerak, makan yang berlebihan, dan tidurnya kurang," kata Nugroho.

Jika pola hidup yang seperti itu tetap dipertahankan, menurut Nugroho, seseorang berisiko terkena masalah dalam hidup seksualnya, seperti menurunnya gairah seksual, testosteron, dan muncul disfungsi ereksi.

Nugroho menambahkan, jika tidak ada intervensi pada perubahan pola hidup ini, yang bersangkutan tak hanya sulit ereksi, tetapi juga bakal terkena sindroma metabolik atau metabolic syndrome (MS). Yang termasuk dalam MS adalah obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, menurunnya hormon androgen dengan hormon utamanya testosteron.

Menurut Nugroho, jika seseorang mengalami MS, sebaiknya ia memerhatikan secara serius pola hidupnya. "Bagaimanapun pola hidupnya harus diubah menjadi pola hidup yang sehat, selain ia harus juga mendapatkan terapi testosteron," kata Nugroho.

Pola hidup sehat yang dijalankan akan membuat badan tidak kegemukan, kulit berminyak, rambut tidak rontok, tulang yang kuat, dan yang paling penting kehidupan seksual yang memuaskan.