Selasa, 13 Mei 2008

Mengenal Lebih Jauh Kutil Kelamin

Salah satu penyakit seks menular (PMS) adalah kutil kelamin. Banyak orang yang belum tahu apa itu kutil kelamin dan cara mengatasinya. Berikut pertanyaan yang sering diajukan untuk mengenal lebih jauh kutil kelamin.

Bagaimana bentuk dari kutil kelamin?

Kutil kelamin memiliki bentuk seperti kutil lain yang biasa tumbuh pada bagian tubuh. Kering, memiliki tekstur yang kasar, berwarna ungu atau merah muda. Kutil yang tidak ditangani di dengan benar bisa mekar dan berkembang.

Masa inkubasinya (waktu yang dibutuhkan untuk perkembangan) bisa berkisar mingguan, bulanan dan bahkan tahunan. Orang bisa terkena virus penyebab kutil dan bisa juga menularkannya tanpa disadari.

- Bisakah kutil di yang ada tangan berpindah ke area kelamin?

Tidak, kutil pada tangan atau kaki tidak bisa menular ke kelamin. Human Papillomavirus (HPV) hanya menyerang bagian genital, anus dan mulut

- Apakah kutil kelamin bisa benar-benar hilang?

Kutil kelamin disebabkan oleh virus, yang tidak dapat benar-benar disembuhkan. Mereka hanya dapat dikurangi keberadaannya dan tetap berpotensi untuk muncul lagi.

-Apakah hubungan seks tanpa pengaman bisa jadi media penularan kutil kelamin?

Hubungan seksual tanpa pengaman sama sekali tidak direkomendasikan sampai kapanpun. Untuk diketahui bahwa ada bermacam-macam jenis virus HPV yang dapat menimbulkan kutil kelamin. Ini berarti meskipun pasangan Anda memiliki virus HPV, Anda mungkin memiliki virus jenis lainnya dan menularkannya pada pasangan Anda. Ini penting karena perkembangan virus HPV terkait dengan perubahan sel yang dapat menyebabkan terjadinya kanker rahim. Jadi usahakan untuk selalu menggunakan kondom saat melakukan aktivitas seksual.

HPV atau human papillomavirus dapat menular lewat genital, oral dan anal seks. Hampir tiap kasus kutil atau condyloma, bisa dikurangi dengan melakukan penanganan secara kontinyu. HPV tidak akan pernah bisa menyerang keseluruhan badan, maka penanganannya harus difokuskan pada pendekatan sistematik. Penanganan sebagai follow-upnya benar-benar penting, sama pentingnya dengan menghindari aktivitas seks selama proses penyembuhan belum selesai.

Condyloma adalah penyakit seksual menular yang paling umum dan sering terjadi pada usia sekolah. Masa inkubasinya (waktu yang dibutuhkan dalam perkembangan) bisa mingguan, bulanan bahkan tahunan. Seseorang bisa terjangkit virus ini dan bisa juga menularkan pada pasangannya lewat hubungan seksual. Kutil bisa berupa mikroskopis dan hanya bisa dideteksi melalui proses pemeriksaan dengan alat yang disebut colposcope.

Wanita juga bisa mengetahui apakah mereka mempunyai HPV melalui tes pap smear.

- Bagaimana cara mengatasi kutil kelamin?

Untuk mengatasi kutil kelamin anda dapat menggunakan krim imiquimod yang bernama Aldara (diproduksi oleh 3M). Fungsinya yaitu untuk merawat kutil kelamin dan kutil anal yang ditimbulkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

Imiquimod adalah kekebalan tubuh yang telah dimodifikasi, yang tidak hanya menyembuhkan kutil kelamin namun juga melindungi tubuh dari HPV.

Perawatan tradisional untuk kutil kelamin lebih difokuskan pada upaya untuk menghentikan perkembangannya dengan menggunakan sinar laser. Proses ini harus dilakukan di RS atau klinik kesehatan.

Imiquimod krim dapat digunakan untuk perawatan dirumah. Pengobatan kutil harus dilakukan 3 kali seminggu menjelang tidur dan dilakukan terus selama 4 bulan.

Penting sekali untuk mengetahui bahwa imiquimot tidak boleh digunakan pada tubuh bagian dalam (misalnya MissV atau anus), dan disarankan tidak melakukan aktivitas seks saat dioleskan. Jadi kalau Anda ingin mengoleskan krim ini, lakukan setelah berhubungan seks.

Dalam sebuah penelitian ditemukan fakta bahwa separo orang yang menggunakan krim ini, kutil kelaminnya hilang dalam tempo 4 bulan. Lalu ada beberapa orang yang menggunakan krim ini mengalami iritasi kulit (misalnya : kemerahan, gatal, terbakar),.

Imiquimod hanya bisa merawat, ia tak bisa menyembuhkan . Selain merawat kutil, imiquimod juga memberikan perlindungan infeksi. Inilah poin yang paling penting, pengobatan dan pencegahan. Bagi orang yang tidak mau terkena kutil kelamin, selalu gunakan pengaman atau pelindung saat melakukan aktivitas social. Dengan menggunakan kondom misalnya dapat menurunnkan resiko terkena penularan penyakit seksual (herpes ataupun kutil)

- Bolehkah penderita kutil kelamin mempunyai anak?

Seorang wanita yang memiliki HPV (human papillomavirus), virus yang menyebabkan kutil kelamin masih diperbolehkan untuk mempunyai anak. Ini karena kutil tersebut terletak diluar MissV dan rahim. Kutil Kelamin tidak berkaitan dengan kemampuan wanita untuk hamil.

Bagaimanapun juga selama masa kehamilan, kutil kelamin bisa membesar dikarenakan pertambahan estrogen. Kutil pada dinding MissV akan membuat MissV menjadi kurang fleksibel and elastis. Sehingga disarankan untuk tidak menghilangkan kutil pada fase ini karena ada kemungkinan menganggu kelahiran. Operasi Cesar dianjurkan bagi para wanita hamil yang mengidap kutil kelamin.

Teh Herbal Dapat Merusak Gigi

Dokter gigi menyatakan meminum teh herbal dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. Para peneliti di Universitas Bristol Dental School menyatakan teh herbal dapat mengikis email gigi atau lapisan terluar gigi.

Bahkan terdapat beberapa jenis teh herbal lebih berdampak negatif pada gigi dibandingkan meminum jus jeruk yang sangat asam dan dapat merusak gigi.

Para peneliti menuturkan penemuan tersebut dapat digunakan sebagai sebuah peringatan bagi individu yang menganggap teh herbal sebagai sebuah alternatif lain selain minuman kesehatan lainnya.

Bahaya Asam Seperti yang tertulis di Journal of Dentistry, para peneliti menyatakan: "Banyak ahli epidemiological mengadakan studi tentang frekuensi konsumsi teh tersebut pada kaum muda dan tua."

“Salah satu faktor yang memicu timbulnya gangguan tersebut adalah konsumsi teh herbal yang selalu diasumsikan sebagai jenis minuman alternatif menyehatkan dibandingkan minuman jenis lain.”

Para peneliti telah mengukur kadar keasaman rata-rata pada berbagai jenis teh herbal dan menemukan tingkat keasaman yang berbeda pada setiap jenis teh herbal tersebut. Beberapa teh mengandung tingkat pH yang relatif rendah yang berarti teh tersebut bersifat asam dan cenderung merusak gigi.

Sedangkan teh yang berpH tinggi cenderung mengandung alkaline dan tidak berbahaya bagi kesehatan gigi. Tetapi dari semua penelitian para peneliti meyatakan bahwa banyak teh herbal yang dapat merusak email atau lapisan pelindung terluar dari gigi. Bahkan beberapa jenis teh tersebut memiliki dampak buruk tiga kali lipat lebih tinggi daripada jus jeruk.

“Banyak teh herbal yang diteliti cenderung merusak lebih merusak gigi dibandingkan jus jeruk,” ujar seorang peneliti.

Dokter gigi menyarankan agar mengurangi konsumsi jus buah yang berlebihan karena kandungan gula dalam jus tersebut dapat mengikis email gigi.

Para peneliti menyarankan para dokter gigi yang merawat pasien yang email giginya terkikis untuk menghindari mengkonsumsi teh herbal berlebihan. “Informasi ini sangat berguna bagi paramedis yang merawat pasiennya dengan masalah email gigi yang terkikis,”ujar para peneliti.

Menolak Pernyataan

Namun, kenyataan tersebut bertentangan dengan pernyataan pihak produsen teh herbal di Inggris yang menolak pernyataan para peneliti. Seorang sumber dari produsen teh herbal tersebut menuturkan:”Menyatakan bahwa mengkonsumsi teh buah-buahan dapat merusak gigi sama halnya dengan menyatakan bahwa memakan sebuah jeruk dapat merusak gigi – sebuah saran yang kita semua tahu tidak benar.

“Pada kenyataannya teh herbal serta buah-buahan terbukti sangat berkhasiat dan memiliki banyak keuntungan bagi tubuh.” Dia menambahkan, “Kita yakin bahwa para pengkonsumsi tidak perlu khawatir, karena jika kita mengkonsumsinya dalam kadar normal, kita tidak perlu khawatir karena asam yang menempel pada gigi akan dinetralisir oleh saliva dalam mulut.”

Kurangi Risiko Kanker

Seringkali kita merasa bahwa penyakit kanker adalah penyakit yang sudah ditakdirkan adanya, sehingga kita hanya pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Memang sih penyakit ini dapat diturunkan alias dapat terjadi secara genetik.

Namun menurut Graham Golditz, MD, PhD, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa setengah dari penyakit kanker sebenarnya dapat dicegah. Anda perlu mengetahui kalau Anda mungkin memiliki kendali yang lebih besar daripada yang Anda kira selama ini.

Beberapa penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa faktor gaya hidup memainkan peranan yang lebih besar dibanding faktor keturunan terhadap sebagian besar penyakit kanker. Bahkan lima kanker yang paling banyak merenggut nyawa, memiliki sekian faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Demikian menurut sebuah laporan dalam jurnal Cancer Causes and Control.

Walaupun risiko bagi individu mulai terbentuk pada masa akil balik, tidak ada batasan usia untuk melakukan suatu perubahan gaya hidup. "Mengingat apa yang telah kita ketahui sejauh ini, tidak ada bingkai waktu yang tetap bagi perubahan perilaku. Dan bahkan perubahan gaya hidup yang sedang pun dapat membantu mengurangi risiko kanker anda dalam jangka waktu lama," ujar Karen Antman, MD, seorang pakar di bidang kedokteran dari Columbia University dan direktur Herbert Irving Comprehensive Cancer Center New York City.

Untuk memaksimalkan usaha-usaha pencegahan kanker Anda, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan.

Untuk mengurangi risiko kanker paru:

- Hentikan kebiasaan menghisap rokok dan cerutu.

- Hindari merokok pasif sebanyak mungkin.

- Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran hingga lima porsi

per hari.

- Lakukan tindakan-tindakan perlindungan yang direkomendasikan jika

Anda bekerja di pabrik asbes atau yang mengandung asbestos.

Untuk mengurangi risiko kanker payudara:

- Batasi konsumsi alkohol hingga satu minuman per hari.

- Turunkan berat badan yang berlebih.

- Berolahraga selama tiga jam atau lebih setiap minggu.

- Tingkatkan konsumsi beragam sayuran.

- Tingkatkan konsumsi lemak-lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak

zaitun.

- Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti daging dan produk-produk yang berkadar lemak tinggi.

- Konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaan kontrasepsi oral dan terapi penggantian estrogen.

Untuk mengurangi risiko kanker prostat:

- Tingkatkan konsumsi makanan-makanan yang berbahan dasar tomat.

- Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti daging dan berbagai produk berkadar lemak tinggi.

- Berolahraga selama tiga jam atau lebih setiap minggu.

Untuk mengurangi risiko kanker usus besar:

- Minumlah sebutir tablet aspirin berlapis setiap hari.

- Hentikan kebiasaan merokok.

- Batasi konsumsi alkohol menjadi satu minuman per hari.

- Turunkan berat badan yang berlebih.

- Berolahraga selama tiga jam atau lebih setiap minggu.

- Tingkatkan konsumsi bahan makanan yang kaya folat, seperti bayam, jus jeruk, dan sereal yang diperkaya.

- Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran hingga lima porsi per hari.

- Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti daging dan produk-produk yang berkadar lemak tinggi.

- Lakukan pemeriksaan endoskopi secara berkala.

- Jika Anda seorang wanita, konsultasikan kepada dokter mengenai kontrasepsi oral dan terapi penggantian estrogen.

Untuk mengurangi risiko kanker pankreas (kelenjar ludah perut):

- Hentikan kebiasaan merokok.

- Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran menjadi lima porsi per hari.

- Kurangi konsumsi karbohidrat-karbohidrat sederhana seperti roti tawar dan kentang.

Tak Bisa Hentikan Kebiasaan Buruk?Salahkan Gen Anda!

Tidak dapat berhenti merokok? Minum terlalu banyak? Salahkan gen Anda!

Ilmuwan dari Penelitian Kanker Inggris belum lama menyatakan ini bahwa gen dapat mempengaruhi kebiasaan manusia dan dapat disalahkan --sebagian-- untuk gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat.

"Penelitian menemukan ada basis gen yang memastikan jenis dan sifat manusia yang mungkin sangat penting dan berpengaruh pada kebiasaan orang itu seperti merokok atau suatu kebiasaan yang tidak mampu mereka ubah," kata Dr. Marcus Munafo dari Penelitian Kanker Inggris di Oxford University.

Namun hal ini tak berarti kita mengasihi gen kita sendiri, tambah Munafo, karena ikatan keluarga, kerabat dan teman juga ikut andil dalam hal ini.

Dalam analisa ulang dari data yang diambil dari sekitar 46 studi yang melibatkan 20 ribu orang untuk menguji hubungan keturunan dan tingkah laku, Munafo dan relasinya menemukan jika genetic mempengaruhi kecanduan pada individu.

Neurotransmitters (pesan yang dibawa oleh sel-sel) serotonin dan dopamine memegang peranan penting karena disini para peneliti menekankan pada gen yang mengontrol zat-zat kimia yang memberi signal ke otak.

Sebuah hubungan yang mengidentifikasi hubungan antara gen serotonin transporter manusia dengan kecemasan kepribadian manusia yang dapat mempengaruhi kelemahan manusia terhadap penganiayaan.

Para peneliti juga mengamati hubungan yang lemah antara variasi dopamine D4 receptor dengan individu dengan kepribadian ekstrovert. Ternyata serotonin berhubungan dengan tingkah laku kecanduan.

“Kita sedang mencari individu dengan kepribadian yang tepat karena kita mengetahui bahwa neuroticism, misalnya berhubungan dengan atau tak berhubungan bahwa individu tersebut adalah seorang perokok…” ujar Munafo, seorang pakar psikologis.Munafo menambahkan jika mereka berupaya untuk memberi jalan antara gen dan tingkah laku yang tak sehat, meskipun kepribadian masih memegang peran utama.

”Kita tahu bagaimana individu yang ekstrovertt memiliki sebuah pengaruh untuk mencari kesalahan, sementara terdapat sebuah kecenderungan pada tingkah laku neurotic yangf berhubungan dengan intensitas kebiasaan serta perilaku saat belia yang membuat individu ini menjadi pecandu.

Munafo menuliskan penemuannya dalam sebuah jurnal Molecular Psychiatry yang dapat membantu para ilmuwan untuk mengatasi para pecandu alkohol dan narkoba atau tembakau.

Penelitian Ungkap Zona Usia Risiko Bahaya Bagi Balita

Anak Balita (bawah lima tahun) dapat mengalami cedera sejak usia nol bulan dan mempunyai risiko yang sama dari bulan ke bulan namun rentang waktu antara 15 sampai 17 bulan adalah usia paling berisiko tinggi terkena cedera, demikian diungkapkan oleh para ahli kedokteran anak AS yang disiarkan Senin.

Kelompok peneliti Universitas Kalifornia mengungkapkan dalam laporan berdasarkan penelitian dan pengamatan terhadap 23 ribu kasus cedera anak balita dari tahun 1996 sampai 1998 yang diharapkan mendapat perhatian orang tua maupun dokter spesialis anak tentang berbagai bahaya yang dapat mengancam keselamatan anak.

Selama tahun pertama hasil penelitian menemukan kecelakaan jatuh dari tempat tidur dapat terjadi pada usia menjelang tiga bulan, cedera akibat disiksa oleh orang tua maupun pengasuh pada usia 3 sampai lima bulan, kecelakaan jatuh dari kursi pada usia enam sampai delapan bulan, menelan benda asing pada usia sembilan hingga 11 bulan, ketumpahan cairan panas atau terkena zat panas lainnya pada usia 12 hingga 17 bulan.

Secara umum keseluruhan cedera tersebut dapat dikatakan cedera akibat keracunan meningkat pesat sejak usia tiga hingga lima bulan dan mencapai titik puncak pada usia 15 hingga 17 bulan demikian laporan penelitian itu yang dimuat pada Jurnal Asosiasi dokter anak AS.

Hal itu terjadi bersamaan dengan perkembangan mental yang amat pesat seperti kemampuan mobilitas si anak, rasa ingin tahu dan pengenalan anak dengan menggunakan daya motoriknya terhadap alam sekeliling dengan menggunakan aktivitas dari tangan ke mulut.

"Pada rentang usia tersebut, anak mempunyai akses kepada benda-benda ataupun zat-zat asing berbahaya namun belum mempunyai kemampuan kognitif terhadap bahaya benda atau zat berbahaya dan keterampilan untuk menghindarinya."

Penelitian yang mengamati balita dari usia nol hingga empat tahun menemukan penyebab utama bahaya dan cedera pada anak setelah usia tiga tahun adalah kecelakaan cedera anak pada kaki pada saat orang tua memindahkan kendaraan.

Dari sekian rentang usia, tindakan pengobatan bagi keracunan adalah hal utama yang merupakan puncak cedera dan bahaya pada usia 18 hingga 35 bulan.

"Hasil penemuan dari penelitian terhadap anak balita yang paling mengejutkan adalah kasus kekerasan fisik oleh lingkungan terdekat sehingga diperlukan kebijakan penanganan yang tepat terhadap kasus jenis itu bagi anak usia dini," demikian laporan penelitian itu.

Prof Indrayana Temukan Uji DNA Murah dan Akurat

Pakar DNA Prof DR Indrayana Notosoehardjo menyatakan penelitian yang dilakukannya bertahun-tahun telah menemukan uji DNA (Deoxyribo Nucleid Acid) atau metode biomolekuler yang mudah dan murah.

"Dulu, uji DNA itu mahal, tapi sekarang saya sudah menemukan metode pengecatan yang murah, kemudian untuk menentukan jenis kelamin pun sudah dapat dilakukan dengan meneliti tulang rahang," katanya di Surabaya, belum lama ini.

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 4 Oktober lalu, ahli forensik RSUD dr Soetomo Surabaya itu menjelaskan ketepatan hasil penelitian yang dilakukannya juga sudah 100%.

"Untuk uji DNA di masa lalu melalui banyak tahap karena ada enam locus yang harus diuji, namun sekarang cukup dengan satu kotak bahan seharga Rp20 ribu untuk meneliti sekaligus menggandakan DNA," katanya.

Menurut staf pengajar FK Unair Surabaya itu, identifikasi secara antropologi forensik pun sekarang hanya Rp2 juta, padahal dulunya Rp10 juta.

"Kalau dulu mahal karena belum ada alat identifikasi yang baru dan mudah didapat, tapi sekarang sudah merupakan era biomolekuler, sehingga mudah dan murah. Uji DNA pun dilakukan jika antropologi forensik mengalami jalan buntu," katanya.

Bahkan, katanya, uji DNA saat ini sudah mampu meneliti jasad yang sudah membusuk, karena alat uji DNA untuk jasad yang membusuk sudah ditemukan yakni CT-AR.

"Dengan CT-AR, jasad yang membusuk dan hancur dapat diidentifikasi. Dulu, kita tak dapat melakukannya sehingga jasad Marsinah yang membusuk tak dapat diteliti, tapi sekarang sudah tak ada masalah," katanya.

Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik Unair kelahiran Sidoarjo pada 6 Nopember 1944 itu mengatakan CT-AR itu kini dimiliki Unair Surabaya dan tersimpan di TDC (Tropical Desease Center) kampus C Unair.

"Kami sudah mempraktekkan alat uji jasad yang membusuk dan hancur dalam tragedi bom Bali pada 2 Oktober lalu," katanya.

Ayah dua anak itu menambahkan kecanggihan alat dan metode dalam uji DNA dan indentifikasi forensik di Unair Surabaya itu sudah banyak dikenal di negara asing, sehingga saat ini ada mahasiswa Belanda yang belajar DNA.

"Saya juga dipercaya membantu ahli forensik Polisi Australia dalam identifikasi jasad pada tragedi bom Bali, padahal mereka sudah meminta bantuan ke Jakarta tapi tak ada tanggapan," katanya.

Bahkan, katanya, dirinya sempat diuji Polisi Australia untuk mengidentifikasi dua anak wanita asal Korea yang akhirnya berhasil dengan uji darah selama tiga hari dan uji gigi, sehingga tak perlu uji DNA.

Prof DR Indrayana dikukuhkan sebagai guru besar bersama dengan kandidat guru besar lainnya yakni Prof dr Soetjipto MS PhD yang meneliti Virus Hepatisi C (VHC) dengan pendekatan Biomolekuler.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof Soetjipto menegaskan bahwa penularan VHC saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indoneisa, padahal vaksin untuk VHC belum ditemukan, karena itu perlu ada skrining ketat untuk donor darah dan suntikan narkoba serta tato

Menentukan Jenis Kelamin Anak

Menentukan jenis kelamin anak? Mungkin bisa, mungkin juga tidak. Para ahli juga bersikap skeptik (ragu-ragu), namun hal tersebut tak menghentikan para orang tua untuk menentukan jenis kelamin anak mereka. Informasi tentang mekanisme konsepsi ini memacu para peneliti untuk meneliti teori seks ini. Namun tak satupun yang didukung oleh para ahli medis bahkan memicu perdebatan dikalangan medis.

Apa pendapat para Pakar?

Teori pemilihan jenis kelamin anak membuat beberapa pasangan cenderung melakukan hubungan seks berdasarkan kromosom anak laki-laki yang membawa sperma bergerak lebih cepat namun tidak dapat bertahan lama seperti kromosom anak perempuan meskipun belum ada sebuah penelitian yang mendukung pernyataan ini.

Sebuah studi tahun 1995 yang diterbitkan New England Journal of Medicine menuturkan tentang hubungan seks dan ovulasi. “Kita tidak menemukan hubungan antara waktu berhubungan seks dengan jenis kelamin bayi,” ujar Dr. Clarice Weinberg dari National Institute of Environmental Health Sciences. Para peneliti menyimpulkan bahwa usia subur terjadi sekitar tujuh hari diawal atau setelah ovulasi.

Apakah ada perubahan terkini?

Sebuah studi yang diterbitkan September 1998 tantang masalah Reproduksi manusia menyatakan yang pernah digunakan pada media hewan mungkin bermanfaat pada para orang tua yang menginginkan bayi perempuan.

Para peneliti dari Genetics & IVF Institute di Fairfax, VA, menyatakan bahwa mereka dapat membantu para orang tua untuk menentukan jenis buah hati mereka melalui flow cytometry, sebuah prosedur dimana DNA ditambahi dengan fluorescent yang mati dan telah dipisahkan.

Teknologi yang menekankan pada kenyataan bahwa sperma kromosom Y (yang memproduksi jenis kelamin laki-laki) mempunyai kekurangan sekitar 2,8% dalam materi genetik dibanding kromosom X (yang memproduksi jenis kelamin wanita). Para peneliti yang menggunakan DNA sebagai detektor untuk menentukan sperma yang akan diinseminasikan secara buatan pada wanita.

Sejauh ini mereka beruntung dapat memproduksi jenis kelamin wanita – sekitar 85% dari sel-sel ini merupakan contoh pada kromosom X dan sekitar 65% sel adalah kromosom Y untuk jenis kelamin laki-laki. Dari 14 kasus kehamilan yang menginginkan bayi perempuan, 13 dari kasus kehamilan tersebut memiliki bayi perempuan, bahkan beberapa pakar menyatakan metode tersebut memang menjanjikan. “Tak ada yang berhasil sampai sekarang,” ujar Dr. Alan DeCherney, kepala Obstetrics and Gynecology di University of California, Los Angeles serta editor Journal Fertility and Sterility, pada New York Times.

“Hal itu sangat tidak aman," ujar Dr. Veronica Ravnikar, direktur Reproductive Endocrinology & Infertility, University Massachusetts Medical Center di Worcester, MA.

Pada intinya dia mengatakan bahwa metode seleksi jenis kelamin dapat menimbulkan masalah karena berharap pada sesuatu yang salah.

Apakah ada metode seleksi jenis kelamin lainnya?

Ingatlah tak ada satupun metode pemilihan jenis kelamin bayi yang popular terjamin hasilnya bahkan beberapa teknik tersebut berlawanan satu dengan yang lainnya.

“Anda bisa menemukan sebuah studi untuk mendukung teori-teori tersebut, “ujar Dr. Weinberg dari National Institute of Environmental Health Sciences.

Untuk mengikuti metode- metode ini Anda harus lebih sensitif saat mengalami ovulasi, atau anda dapat membeli alat perkiraan namun banyak orang yang hanya menggunakan temperatur dasar atau basal body temperature (BBT) selain memonitor cervical muscus mereka.

Pakar reproduksi yakin bahwa hari sebelum wanita mendapat ovulasi, temperatur dasar tubuhnya atau BBT akan jatuh dan kemudian naik dua hari setelah ovulasi. Selama ovulasi cervical muscus wanita menyerupai jalinan putih telur – licin, jernih dan basah.

Cobalah untuk mengkombinasikan dua hal tersebut dan Anda akan mendapatkan cara yang akurat untuk mengetahui ovulasi Anda, saat Anda mulai mengetahui kapan telur mulai keluar Anda dapat mengatur kapan Anda mulai behubungan seks untuk mendapatkan kehamilan.

Jika Anda ingin mengikuti metode berikut Anda harus mencatat setiap perubahan selama beberapa bulan saat sebelum Anda mencoba untuk mengusahakan kehamilan.

Setelah mengalami siklus Anda akan lebih mengetahui tubuh Anda sendiri dan memudahkan menerpakan metode mana yang akan Anda pilih.

Metode Shettles

Dr. Landrum Shettles dan David Rorvik yang menulis How to Choose the Sex of Your Baby menyatakan bahwa metode Shettles memiliki keefektifan sebesar 75%. Karena kromosom Y (laki-laki) bergerak lebih cepat dibanding kromosom X (perempuan), Shettles mengatakan bahwa metode ini tepat jika Anda menginginkan anak lelaki.

Namun jika Anda mencoba mengusahakan kehamilan dua hari atau tiga hari sebelum ovulasi maka Anda akan mendapat anak perempuan.

Menurut Dr. Ravnikar, metode Shettles atau metode yang serupa lainnya, metode ini tepat sekali bagi pasangan yang ingin mendapatkan bayi laki-laki yang mendekati masa ovulasi sejak kromosom Y yang dibawa sperma lebih lemah dan daripada yang dibawa kromosom X, meskipun terkadang metode tersebut belum tentu menjanjikan apakah kita akan mendapat bayi perempuan atau laki-laki.

Metode Whelan

Dalam bukunya 'Boy or Girl?', Elizabeth Whelan, Sc.D., menyangkal metode Shettles dan menyarankan kebalikan metode tersebut. Karena perubahan biokimia yang cenderung lebih menyukai produksi sperma lebih awal pada siklus wanita. Whelan menyatakan jika Anda ingin bayi laki-laki cobalah berhubungan seks sebelum BBT Anda naik, namun jika Anda ingin bayi perempuan agar menahan diri untuk tidak berhubungan seks sampai dua atau tiga hari sebelum ovulasi.

Whelan menaksirkan bahwa untuk mendapat bayi lelaki kemungkinan keberhasilan sekitar 68% sementara untuk bayi perempuan sekitar 56%.

Metode Ericsson dan Centrifugation

Metode hasil temuan Dr. Ronald Ericsson ini terbukti yang paling banyak digunakan di klinik-klinik kesuburan dan banyak mendapat kesuksesan. Metode Ericsson berusaha memisahkan kromosom pria dan perempuan dengan menyaring sperma ke dalam sebuah larutan protein yang mudah larut yang disebut albumin.

Prosedur lainnya yaitu dengan memisahkan sperma melalui proses centrifuge, karena kromosom Y membawa sperma sifatnya lebih ringan akan naik keatas sedangkan kromosom X yang dibawa sperma cenderung lebih berat sehingga akan tenggelam ke bawah.

Dokter yang menangani inseminasi buatan ini akan memisahkan sperma menurut jenis kelamin yang Anda kehendaki.

Jika Anda berharap menginginkan anak laki-laki mungkin peluang Anda lebih besar untuk mewujudkannya, menurut sebuah data dari National Center for Health Statistics menunjukkan bahwa bayi laki-laki mengalami peningkatan sebesar 51,2% sedangkan perempuan hanya sekitar 48,8%.