Kamis, 03 April 2008

Kantung Mata Hilang, Mata Indah

Kantung Mata Hilang, Mata Indah
--------------------------------------
Mata dengan kantung mata yang samar memang membuat pemiliknya tampak lebih muda dan segar. Tidak heran jika operasi kantung mata sangat diminati.

Operasi kantung mata adalah salah satu operasi plastik yang paling populer. Selama ini orang mengira, tujuan operasi kantung semata-mata untuk estetika. Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena sebagian besar mereka yang melakukan operasi kantung mata adalah wanita yang ingin tampil lebih cantik.

Menurut dr. Sidik Setiamihardja, SpBP, dari Rumah Sakit Bedah Plastik Bina Estetika - Jakarta, operasi kantung mata bagian bawah memang lebih banyak dilakukan untuk tujuan estetika. Sedangkan operasi kantung mata bagian atas lebih ke tujuan yang fungsional.

“Seiring bertambahnya usia, otot pada kelopak mata bagian atas melemah. Sehingga kelopak mata menjadi turun dan menutup pandangan. Biasanya orang yang bersangkutan akan banyak menggunakan otot dahi untuk melihat sesuatu. Akibatnya timbul kerutan pada dahi,” jelas dr. Sidik. Inilah yang biasanya menjadi tujuan orang melakukan operasi kantung mata atas.

Sedangkan, operasi kantung mata bawah sudah jelas, yaitu memperindah penampilan. Pada operasi kantung mata bawah, juga selalu dibarengi penghilangan kerutan pada kelopak mata atas. Karena biasanya, saat lemak sudah menggelantung di kantung mata, maka lemak juga akan menumpuk di kelopak mata.

Operasi kantung mata tergolong operasi ringan dan tidak memakan banyak waktu. Sehingga pasien bisa meluangkan waktu kapan saja dan tidak membutuhkan persiapan banyak.

Berikut adalah tahapan dalam operasi kantung mata:

Persiapan sebelum operasi
-------------------------------
# Pasien : - Tidak ada persiapan khusus, hanya beberapa jam sebelum operasi diberi obat antibiotika.
- Kondisi sehat.

Tahapan Operasi kelopak mata.
-----------------------------------
–Kelopak mata pasien digambar/dibentuk di bagian yang membentuk kerutan.
–Begitu pula pada kantung mata di buat garis persis di bawah bulu mata.
–Pembiusan dilakukan pada bagian yang dioperasi.
–Untuk mencegah terjadinya kerutan kembali, operasi dimulai dengan kelopak mata dengan membuat sayatan kecil dari pangkal mata hingga hidung untuk membuang kulit dan lemak yang membuat kelopak mata berkerut.
–Pada saat operasi pasien tetap sadar karena menggunakan bius lokal.
–Pendarahan pada pembuluh darah akibat sayatan dihentikan dengan diatermia (alat untuk menghentikan pendarahan).
–Setelah diambil lemaknya, kemudian dilakukan penjahitan sebanyak dua kali. Jahitan pertama untuk menutup jaringan dalam kelopak mata. Sedangkan jahitan kedua dibuat untuk menutup luka bagian luar akibat sayatan operasi.
–Saat penutupan bekas operasi, pasien diminta beberapa kali membuka matanya untuk memastikan tidak ada kerutan akibat kulit yang mengendur. Dan mata tidak terbuka akibat membuang kulitnya kelebihan.

Tahapan Operasi kantung mata
--------------------------------------------
–Hal yang sama pun dilakukan saat operasi kantung mata. Pembiusan dilakukan pada bagian yang di operasi.
–Sayatan dari pangkal mata hingga hidung.
–Setelah diambil lemaknya, kemudian dilakukan penjahitan sebanyak dua kali. Jahitan pertama untuk menutup jaringan dalam kelopak mata. Sedangkan jahitan kedua dibuat untuk menutup luka bagian luar akibat sayatan operasi.
–Saat penutupan bekas operasi, pasien diminta beberapa kali membuka matanya untuk memastikan tidak ada kerutan akibat kulit yang mengendur.

Setelah operasi
------------------------
–Pasien dapat langsung diperbolehkan pulang beberapa jam setelah operasi.
–Pasien diberi obat selama lima hari untuk mencegah terjadinya infeksi di bekas sayatan operasi.
–Untuk membantu luka bekas operasi lekas kering, pasien disarankan untuk tidak makan pedas atau asam selama dua minggu. Hal ini untuk menghindari bekas luka kembali berdarah.
–Kurang lebih selama 10 hari, bekas luka operasi tidak boleh terkena air. Jika ingin cuci muka harus setelah enam hari setelah operasi dan menggunakan air steril.

Sunat di Usia Dewasa

Mungkin karena tradisi dan beberapa agama menganjurkannya, sunat sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Namun kalau dilakukan saat usia beranjak dewasa, masih amankah?

Ketika seorang anak menghampiri Hendry (40) saat sedang bercengkrama dengan beberapa kerabatnya menanyakan bagaimana rasanya di sunat, dan mengapa harus disunat, sontak muka Hendry menjadi merah merona. Bukan lantaran anak kecil itu bertanya di depan orang banyak, namun karena Hendry malu menceritakan pengalamannya saat disunat beberapa tahun lalu.

Pasalnya, Hendry melakukan sunat ketika usianya 38 tahun atau telah usia memasuki dewasa madya. Tak hanya itu, dia pun harus melakukan sunat hingga tiga kali dalam kurun waktu tiga tahun. Ketika usianya 38 tahun, ada infeksi di penis Hendry, sehingga dokter menyaran untuk segera dilakukan sirkumsisi atau sunat agar tidak menggangu kesehatan reproduksinya.

Saran dokter itupun diturutinya, namun karena alasan malu dan tidak ingin orang lain tahu, dia pun melakukan sunat dengan pertolongan seorang mantri. Ternyata pada sunat yang pertama, hasilnya tidak sempurna, masih ada bagian kulit yang masih kepanjangan. Walhasil, penisnya seakan mempunyai ‘jengger’ seperti ayam jago, dan tiap kali berhubungan badan dengan istrinya, hal itu menjadi bahan tertawaan.

Akhirnya Hendry memutuskan untuk kembali melakukan sirkumsisi. Akan tetapi kali ini dia lakukan dengan bantuan dokter bedah. Pada usia 39 tahun itulah Hendry disunat lagi oleh dokter bedah. Tapi masih juga kurang puas karena penisnya masih punya 'jengger' di sampingnya dengan kulit penis bagian atas dan bawah cukup ketat.

Yang paling menyedihkan, kalau sedang ereksi bentuknya jadi agak menunduk ke bawah. Sedangkan kalau sedang tidak ereksi, ‘jengger’ itu menggantung. Akhirnya, setahun kemudian Hendry kembali disunat untuk yang ketiga kalinya oleh dokter bedah. Setelah sunat yang ketiga kali inilah, dia baru merasa puas. Bentuk penisnya jadi tegak sempurna, tanpa jengger dan bekas luka (scar), rapi seolah-olah disunat sekali dari awal secara sempurna.

Dokter Barlian Sutedja, Sp.B dari RS. Gading Pluit, Jakarta, mengungkapkan bahwa bagi kaum Adam di Indonesia, masalah sirkumsisi atau sunat bukan suatu hal yang perlu dipertentangkan. Hampir tiap anak laki-laki yang jelang masa pubertas telah melakukan sunat, bahkan jika tidak disunat beberapa anak menjadi malu dan tidak mau bermain kembali dengan temannya.

Mungkin karena tradisi, sunat dianggap biasa dan sesuai dengan ajaran agama. Padahal saat ini sunat tak hanya lagi dipandang sebagai suatu kewajiban agama yang dianutnya, namun lebih karena sebagian besar pria telah sadar bahwa sunat baik bagi kesehatan.

Baik bagi kesehatan
-------------------------
Meski jamak dilakukan, tetapi ketika seorang pria dewasa mendadak diharuskan sunat oleh dokter, tentulah hatinya gentar. Apalagi bila ia tidak merasa punya keluhan seksual ataupun ada yang aneh pada penisnya.

Menurut dr. Barlian, sunat di usia dewasa tak melulu berdasarkan dalil agama saja, tapi sunat juga dilakukan dengan alasan kesehatan. Seperti pada penderita phimosis atau penyempitan kulit pada penis bagian atas. Penyempitan yang terjadi akibat kotoran dan infeksi yang berulang pada penis itu.

Jika penyempitan ini tak segera diatasi, dapat menggangu aktivitas seksual pria tersebut. Pasalnya, hal itu menimbulkan rasa sakit pada pria saat berhubungan intim, sehingga dia merasa tidak nyaman. Tak jarang pria yang terkena penyempitan kulit kulup penis ini juga menjadi tidak percaya diri dan malu, karena dia merasa tidak bisa memuaskan pasangannya.

Dengan melakukan sunat, penyempitan kulup penis tersebut dapat dihindari. Selain itu, secara medis sangat menguntungkan. Banyak penyakit yang dapat dihindarkan dengan sirkumsisi, misalnya phimosis, paraphimosis, candidiasis, tumor ganas dan praganas, pada daerah kelamin pria.

Pria yang disunat lebih higienis, pada masa tua lebih mudah merawat bagian tersebut, dan secara seksualitas lebih menguntungkan seperti lebih bersih, tidak mudah lecet/iritasi, dan juga terhindar dari ejakulasi dini. Keuntungan lainnya adalah mencegah penumpukan smegma, yaitu zat lengket, berwama putih yang sering berbau tidak sedap yang berasal dari lemak yang diproduksi tubuh yang bercampur bakteri dan sisa-sisa urine.

Sunat juga dapat mengurangi sisa-sisa kotoran yang ada di sekitar kepala penis dan lipatan kulit yang agak sempit. Walau diakui dr. Barlian, kotoran smegma pada penis tidak berbahaya bagi pria, namun smegma itu dapat menjadi bahaya bagi wanita yang melakukan hubungan intim dengan pria tersebut.

Berdasarkan data dalam sebuah jurnal kesehatan, menyebutkan kotoran smegma yang berwarna putih susu pada penis tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada rahim pasangannya. Pasalnya kotoran itu dapat merangsang terjadinya radang dan infeksi pada mulut rahim. Bahkan, ketika infeksi tersebut dibiarkan dapat menyebabkan kanker mulut rahim.

Dengan disunat, kebersihan penis lebih mudah dijaga. Apalagi saat ini sunat hampir tak mengeluarkan darah dan lukanya mudah sembuh. “Sunat merupakan operasi kecil yang bertujuan membuka kulup sehingga kepala penis ada dalam keadaan terbuka. Cara melakukan sirkumsisi ada beberapa cara, di antaranya dipotong dengan gunting atau pisau, sunat dengan pemotongan listrik, diklip dengan plastik, dan sunat laser,” jelas dokter yang jebolan dari salah satu universitas di Jerman ini.

Beberapa waktu belakangan ini, sunat laser lebih banyak dipilih kaum pria karena tidak terlalu sakit, sedikit pendarahan, dan luka bekas sayatan cepat kering. Sunat dengan laser adalah tehnik baru yang pemotongannya dilakukan dengan menggunakan sinar laser. Oleh karena itu pendarahan yang biasanya banyak terjadi pada orang dewasa karena telah banyaknya pembuluh darah di penis, menjadi sangat berkurang, bahkan nyaris tak ada.

Selain itu, luka pemotongan menjadi lebih cepat kering dan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi lebih lanjut. Karena luka yang cepat kering itulah, maka penyembuhannya tentu akan menjadi lebih cepat dibandingkan dengan tehnik konvensional yang memakai gunting atau pisau bedah.

“Dengan kata lain, dengan melakukan sunat memakai laser tidak perlu mengganggu aktivitas seperti bekerja dan bersekolah karena pendarahan yang ditakutkan kecil kemungkinannya terjadi. Tehnik ini diawali dengan memakai bius lokal, yaitu dengan memberikan suntikan seperti sunat konvensional lainnya,” jelas dr. Barlian. Jadi praktis nyeri yang terjadi hanya pada saat disuntik.

Efek sunat terhadap seksualitas
----------------------------------
Sayangnya, selama ini banyak orang menghubungan sunat dengan peningkatan aktivitas seksual. Bahkan konon, sunat di usia dewasa kerap dihubung-hubungkan dengan ketidakpuasan dengan penisnya. Ketidakpuasaan ini menyangkut berbagai hal, mulai dari ukuran, warna, sampai bentuk fungsinya, baik yang menyalurkan urine ataupun sperma.
Anehnya, ketidak puasan ini biasanya lebih banyak muncul dari ukuran, warna, dan bentuknya. Bukan karena fungsinya.

Hal ini disebabkan adanya mitos-mitos seks yang sudah terlajur melekat di benak kita. Padahal pria yang kurang keperkasaannya, boleh jadi akibat adanya gangguan infeksi pada saluran reprosuksinya, atau pria tersebut mempunyai masalah psikologis yang mengurangi gairah seksnya.

Meskipun ada anekdot yang mengatakan bahwa penis yang disunat jadi kurang sensitif dibandingkan yang tidak sunat, tetapi pendapat ini tidak didukung dengan suatu penelitian yang menunjukkan bahwa sunat berpengaruh terhadap kenikmatan seksual atau tidak, sampai adanya hasil kedua penelitian ini.

Padahal, kata dr. Barlian lebih lanjut, sunat atau tidak, seorang pria dapat tetap perkasa di atas ranjang, asalkan tubuhnya dalam kodisi sehat. Selain itu, sunat hanyalah memotong bagian kulit luar penis yang menutup bagian atas penis sehingga kepala penis menjadi lebih terbuka dan mudah dibersihkan.

Memang, dalam beberapa situs jurnal kesehatan mengungkapkan adanya suatu penelitian, menunjukkan bahwa pria dewasa yang menjalani sunat dilaporkan mengalami penurunan fungsi ereksi dan sensitivitas penis setelah menjalani prosedur ini.

Namun pada penelitian lain, berdasarkan hasil dari kelompok pasien yang lebih kecil, Dr. Sean Collins dari Louisiana State University dan timnya menemukan bahwa pria dewasa yang baru saja disunat melaporkan tidak adanya perbedaan pada fungsi seksual setelah prosedur tersebut.

Pada hasil penelitian tersebut juga mencatat, meskipun melaporkan penurunan dalam fungsi seksual mereka, 62% pria tersebut mengatakan kalau mereka puas dengan hasil prosedur ini. Dan yang jelas, kehidupan seksual dengan pasangan jadi lebih higienis.

Pasangan Anda Possesif?

Orang bilang kalau tidak cemburu maka tak sayang. Ada juga yang bilang kalau rasa cemburu itu dianggap dapat menambah dan menstimulasi perasaan cinta pada pasangan. Namun hati-hati, karena cemburu’buta’ juga bisa jadi bumerang pemutus hubungan cinta.

Cemburu dan cinta, kedua rasa ini bisa tumbuh secara alamiah. Bahkan cemburu tampaknya dijadikan suatu standar untuk menilai kasih sayang seseorang pada pasangannya. Namun jika cemburu sudah mulai mendatangkan 'penderitaan' dan terlalu mengganggu diri pasangannya secara fisik maupun psikis, maka sulit rasanya bagi pasangan satunya lagi untuk menikmati kebebasan hidup.

Orang yang cemburu biasanya cenderung memberi cinta pada pasangannya pada tingkat yang lebih dalam. Sehingga sang pasangan kerap merasa bahwa rasa cemburu si dia merupakan bagian dari cinta. Padahal cemburu tak melulu mengatasnamakan cinta, dan hal itu selalu digunakan sebagai alat pembenaran mengontrol pasangannya setiap waktu. Menanyakan keberadaan dan apa yang tengah dilakukan pasangan kala tidak bersama dengannya.

Titi P. Natalia, MPsi dari Empati Development Center, Jakarta mengungkapkan munculnya kecemburuan disebabkan oleh sikap possesif seseorang terhadap pasangannya. “Dalam diri orang tersebut, ada satu pengakuan jelas bahwa pasangannya hanyalah milik dia dan tidak untuk dibagi dengan orang lain. Orang itu pun tidak ingin kehilangan orang yang amat disayanginya dengan bersikap possesif,” jelasnya.

Kala rasa cemburu tersebut masih dalam ukuran yang sewajarnya, mungkin memang akan menambah rasa sayang. Tetapi bagaimana kalau cemburu tersebut sudah mulai tidak rasional, menjadi agresif dan malah mempersulit hidup pasangannya? Akibatnya, mungkin dapat kita lihat dari banyaknya kasus perceraian karena sikap pasangannya yang possesif.

Sayangnya, orang tersebut sulit mengakui bahwa dia pencemburu dan ‘over-protektif’. Bahkan sikap possesif yang amat sangat atau yang sudah bersifat seperti penyakit, kerapkali mendorong penderita terus merasa terdorong untuk mengawasi pasangannya, datang ke tempat kerja pasangan secara mendadak, dan terus-menerus menginterogasinya.

Alasan Bersikap Possesif
Sikap possesif yang berlebihan itulah yang dapat menjadi sesuatu yang berbahaya dan kerap mengakibatkan pertengkaran hebat serta kekerasan dalam rumah tangga. Walau bertengkar hebat lalu berbaikan memang lika-liku mengasyikan dalam hubungan percintaan, namun jika pertengkaran itu sering terjadi akibat kurang mempercayai pasanganya, bukan tidak mungkin pasangan untuk memutuskan hubungan tersebut.

Sikap possesif, kata Titi, kerap muncul pada berbagai pasangan dan mendorong orang tersebut untuk bertindak yang ‘over-protektif’ agar tidak kehilangan pasangannya. Possesif juga merupakan rasa kekhawatiran seseorang yang tidak bisa dipahami. Khawatir akan perubahan, khawatir hilang kemampuan mengontrol hubungan, khawatir kehilangan, dan khawatir ditinggal. Tentunya hal ini membuat pasangannya tak nyaman.

Namun, di balik sikap possesif, terdapat emosi yang sangat berpengaruh daripada possesif itu sendiri, yakni khawatir kebutuhan tidak akan terpenuhi. Oleh karena itu, Titi menyarankan agar orang yang memiliki pasangan yang bersikap possesif untuk mengetahui latar bekalang dia bersikap demikian. Sejak kapan dia mulai possesif, atau karena sebab apa dia mulai menunjukan sikap seperti itu. Apa dia dari dulu sudah seperti itu?

Diakui psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, sikap possesif tersebut bisa jadi sinyal awal bahwa hubungan Anda berdua mulai kurang hangat atau dia sedang membutuhkan perhatian Anda. Sehingga dia memanfaatkan kecemburuan itu untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup. “Tetapi sikap possesif ini juga disebabkan oleh pola asuh keluarga, dimana orangtuanya terlalu melindunginya. Ketika dewasa dan membina keluarga, tanpa disadari dia melakukan pola yang sama ketika dia masih kecil dahulu,” jelas Titi.

Selain itu, sikap possesif juga disebabkan oleh fanatisme yang berlebihan terhadap seseorang, dimana sang idola tersebut juga menerapkan pengawasan yang berlebihan kepada keluarga atau pasangannya. Akibat terlalu terobsesi dengan keberhasilan idolanya itulah, sadar atau tidak, orang tersebut bersikap sama dengan sang idola.

Psikolog yang gemar menyanyi dan travelling ini juga menjelaskan, beberapa orang yang bersikap possesif karena kebutuhannya akan rasa aman. Egonya yang tinggi dan dipengaruhi pengalaman buruknya, membuat seseorang merasa berhak untuk tidak memberi kebebasan seutuhnya pada pasangannya, mengontrol semua aktivitasnya agar dia merasa aman, disamping rasa curiga yang berlebihan.

Padahal dengan sikap possesifnya tersebut, bukan hanya pasangannya yang tidak nyaman terhadap kecurigaan dan cemburu yang berlebihan itu, justru dia pun merasa tidak nyaman. Pasalnya orang yang meragukan kesetiaan pasangannya tersebut juga selalu diliputi rasa was-was dan curiga terhadap pasangannya. Apalagi dasar seseorang menjalankan hubungan keintiman adalah adanya rasa saling percaya, kasih sayang, dan komitmen untuk membina hubungan yang harmonis.

Berpikir Positif
Sadar atau tidak, munculnya sikap possesif pada diri seseorang akibat adanya krisis kepercayaan, baik pada dirinya maupun pada pasanganya. Kepercayaan adalah dasar dalam hubungan cinta. Tidak diragukan bahwa hubungan cinta yang baik adalah hubungan yang didasari dengan kepercayaan.

Ketika seseorang meragukan kebenaran apa yang pasangannya katakan, itu artinya dia telah merusak arti kepercayaan itu sendiri. Ketidakpercayaan akan membuat orang tersebut sakit secara fisik dan mental.

Memang diakui Titi, tidak ada solusi yang mudah dan sederhana untuk menghadapi sikap possesif tersebut. Namun, dengan selalu melakukan berpikir positif dan berupaya untuk menemukan penyebab yang sebenarnya, maka perasaan itu pasti bisa teratasi. Sikap bijaksana pasangan diperlukan, dan jangan mengharapkan perubahan instan.

Oleh karena itu perlu kesadaran dari keduanya untuk memecahkan masalah tersebut. Pertama, ciptakanlah komunikasi yang baik dan saling terbuka, sehingga pasangan dapat mengetahui pelbagai kegiatan yang dilakukan setiap harinya.

“Cobalah memahami dan mengkomunikasikan perasaan serta kebutuhan masing-masing. Situasi adil harus tercipta agar dapat membuat keputusan dan peraturan yang tepat, sehingga masing-masing terpenuhi kebutuhannya,” papar Titi. Setidaknya pasangan menunjukkan kalau dirinya masih memiliki kepercayaan, dengan cara yang tidak bersikap possesif.

Berpikir positif dan mengkomunikasikannya, membuat pasangan jadi mengerti apa yang membuat pasangannya takut saat tak bersamanya. Ia dapat menjelaskan bahwa apa yang terjadi tak akan seperti yang dibayangkan. Keterbukaan tersebut bukan berarti seseorang harus selalu ‘lapor’ tiap saat kepada pasangannya, sehingga lambat laun kepercayaan terhadap dirinya maupun Anda mulai tumbuh.

Selain itu, Titi juga menyarankan pasangannya selalu memberi motivasi padanya untuk selalu tenang dan percaya diri saat dia dalam situasi sendiri. Mintalah padanya untuk membuang prasangka buruk bahwa Anda akan mengkhianatinya. Dan untuk lebih menyakinkan dia bahwa Anda adalah orang yang dapat dipercaya, telepon atau SMS (Short Massage Services) dia saat Anda jauh darinya. Atau ceritakan apa saja yang telah Anda lakukan saat tak bersamanya.

Hal kedua yang perlu dilakukan adalah selalu melibatkan pasangan dalam setiap kegiatan. Tentunya tidak semua kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan, namun pasangan dapat diikutsertakan pada kegiatan yang lebih bersifat relasi sosial. Dengan melibatkannya dalam kegiatan tersebut, dia dapat mengetahui dan mengenal pelbagai kegiatan serta orang-orang yang berada di lingkungan Anda, sehingga kecurigaannya berkurang.

Diakui Titi beberapa orang yang possesif melampiaskan amarah yang meledak-ledak dengan berupa makian kata-kata kotor, bahkan mereka seringkali melakukan kekerasan fisik pada pasangannya untuk melampiaskan amarahnya.

“Memang ada beberapa orang bersikap possesif yang amat sangat atau yang sudah bersifat seperti penyakit kerapkali mendorong penderita terus merasa terdorong untuk mengawasai pasangannya. Penderita menjadi begitu terobsesi dengan bayangan perselingkuhan yang dilakukan pasangannya sehingga membuat hidupnya lebih merana,” jelasnya.

Orang yang bersikap possesif yang amat sangat tersebut perlu penanganan psikolog atau psikiater, untuk mengatasi masalahnya yang berkaitan dengan rendahnya percaya diri dan pemikiran yang irasional. Namun kala mengajaknya, yakinkan dia bahwa ini adalah masalah bersama. Jangan membuatnya seolah merasa menjadi pesakitan.

Titi pun mengingatkan, sikap possesif tak selamanya negatif. Wajar-wajar saja selama masih di ambang batas normal, Anda tak perlu merasa terganggu atau marah dengan ulahnya. Dalam kadar tertentu Anda bisa membiarkan kecemburuan dan pengawasannya tersebut sampai batas yang wajar. Atau bahkan menikmatinya.

Karena cemburu dan pengawasanya juga berarti sebuah ungkapan cinta dan takut kehilangan. Sebuah pertanda bahwa Anda masih begitu berarti bagi dia. Cemburu bahkan bisa dijadikan penyedap sekaligus pemacu semangat kemesraan dan gairah Anda berdua.

Susu untuk pria

Pria yang bertubuh atletis dan kekar adalah dambaan, baik bagi wanita maupun bagi pria itu sendiri. Tetapi itu tidaklah mudah, apalagi banyak pria enggan melakukan olahraga dan menganggap penampilan tidak begitu penting. Apa saja yang harus dilakukan? Selain dengan diet dan olahraga yang teratur, mereka juga kerap meminum suplemen dan susu khusus untuk pria. Apakah susu khusus bagi kaum Adam ini dapat membantu memiliki tubuh yang ideal?

Saat ini ternyata banyak pria yang semakin peduli dengan kesehatan dan penampilan tubuh dengan cara rajin berolahraga. Karena itu, semakin banyaklah pria yang rutin ke fitness center atau tempat-tempat pembentukan tubuh, agar badan mereka kencang dan fit selalu.

Kalau dulu pusat-pusat kebugaran banyak didominasi oleh kaum Hawa, maka kini komposisi wanita dan pria mulai berimbang. Kepedulian kaum Adam dengan kesehatan dan penampilan fisiknya ini tak hanya trend belaka, namun sudah menjadi kebutuhan untuk berpenampilan menarik, terutama dalam menjaga berat tubuhnya.

Memang menjaga agar berat tubuh tetap ideal tidak mudah bagi pria aktif yang sehari-harinya sibuk bekerja, dihujani oleh stres dan jadwal yang padat. Akibatnya, ukuran pinggang dapat bertambah akibat dari pola diet yang tidak berimbang, yaitu makan dalam jumlah berlebih dengan kandungan nutrisi yang kurang atau tidak sehat.

Idealnya, untuk membentuk tubuh yang bagus, harus diet ketat dan olahraga. Nah, sayangnya, sebagian pria ingin mendapatkan tubuh yang ideal dan atletis dengan cara yang instan. Apalagi kini banyak suplemen dan susu yang khusus diperuntukan bagi pria. Tetapi, benarkah susu khusus pria itu membuat seseorang cepat mendapatkan berat tubuh yang ideal dan otot yang atletis?

Dokter H.R Rachmad Soegih, SpGM, dari bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta mengungkapkan bahwa susu dan telur merupakan sumber protein yang terbaik untuk pertumbuhan. Sehingga konon telur sering dikatakan sebagai penerus kehidupan, dan susu sebagai mempertahankan kehidupan.

Padahal dua jenis makanan ini mempunyai protein yang nilai biologinya tinggi karena susunan asam amino yang dikandungnya. Kandungan protein dalam susu sangatlah komplit dan diperlukan untuk energi serta pembentukan jaringan otot. Oleh karena itu, susu diperlukan oleh semua orang, baik pria dan wanita dari segala umur. Hanya saja, tiap-tiap orang kebutuhan terhadap proteinnya berbeda-beda.

“Misalkan susu untuk anak-anak tak hanya untuk pertumbuhan fisiknya, namun juga untuk kecerdasan otak. Sehingga beberapa produsen susu memmbuat terobosan dengan menambah protein dan DHA. Sedangkan susu untuk wanita dewasa diberi tambahan kalsium, apalagi mereka selalu dibayang-bayangi osteoporosis, yang membuat tulang mudah rapuh dan patah,” paparnya. Begitu pula dengan susu untuk pria yang lebih banyak mengadung protein untuk pembentukan jaringan otot.

Perhatikan Manfaatnya
Namun saat ini, orang tak lagi melihat apa yang mereka makan, namun apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Dokter Rachmad mencontohkan, dahulu orang hanya mempermasalahkan lemak, kini yang ditanyakan orang adalah kolesterol, lemak jenuh, dan lemak tak jenuh yang dikandungnya.

Begitu pula dengan kandungan susu yang tak hanya menyangkut kebutuhan protein saja, namun lebih spesifik lagi seperti asam amino yang terbagi dalam D-amino acid atau L-amino acid. Dan yang banyak dibutuhkan pria yakni L-amino acid untuk mempermudah pembentuk jaringan, terutama otot-otot.

Walau diakui dokter yang gemar membaca dan berolahraga ini, kebutuhan pria dengan wanita sama, namun pria lebih banyak membutuhkan protein untuk memenuhi kebutuhan ototnya. Pasalnya pria lebih banyak bergerak dan menggunakan kekuatan ototnya, sehingga kekuatan dan perkembangan otot tersebut harus dijaga.

Senada dengan itu, dr. Gracia JMT Winaktu, MS, SpGK dari RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading, mengungkapkan kaum pria umumnya mempunyai aktivitas fisik yang berat, sehingga membutuhkan protein untuk menjaga kekuatan dan perkembangan massa ototnya, terutama asam amino dalam bentuk L-amino acid.

“Oleh karena itu, para olahragawan yang ingin membentuk tubuhnya kerap menggunakan suplemen protein yang banyak mengandung L-amino acid tersebut, agar pembakaran sumber energi dapat berlangsung cepat dalam membentuk otot,” jelas dr. Gracia. Tak hanya olahragawan, hampir semua pria mendambakan tubuh yang atletis dengan otot yang terbentuk. Sebetulnya kebutuhan L-amino acid ini dapat dipenuhi dari beberapa bahan makanan, walau tak selengkap yang didapat dari susu dan telur.

Butuh Enegi Lebih
Pria yang aktivitas fisiknya berat, memerlukan energi yang besar pula. Lalu, bagaimana cara agar proses pembentukan energi tersebut dapat berlangsung kembali? Untuk memulihkan energi inilah pria memerlukan L-amnio acid, seperti creatine, canitine, dan gutamine.

Creatine merupakan suatu komponen yang secara alami terdapat dalam tubuh dan memainkan peran penting dalam produksi energi. Di dalam tubuh, creatine disintesa terutama di hati dan ginjal, dan dari tiga jenis asam amino (aginine, gysine dan mthionine), kemudian ditransportasikan melalui saluran darah ke seluruh jaringan tubuh, termasuk jantung, otak, dan testis. Namun paling banyak terdapat di otot.

Oleh karena itu, kata dr. Rachmad, creatine dapat digunakan untuk meningkatkan massa otot dalam tubuh ataupun meningkatkan kekuatan otot/endurance otot. Selain itu, creatine juga menjadi antioksidan untuk mencegah radikal bebas dalam tubuh dan meningkatkan hormon seksual serta memperlambat proses penuaan.

Sedangkan L-carnitine/acetyl-l-carnitine untuk mengoptimalkan pembakaran lemak, sehingga meningkatkan tenaga untuk melakukan aktivitas yang berintensitas tinggi. Selain itu, carnitine juga meningkatkan fungsi hati dan hormon seksual.

Dalam sebuah situs kesehatan yang menampilkan jurnal kedokteran Fertility and Sterility, Dr Andrea Lenzi dari Universitas Roma yang melaporkan bahwa dua bulan setelah menyelesaikan terapi, pria yang menggunakan L-carnitine dan L-acetyl-carnitine mengalami peningkatan konsentrasi sperma, gerakan maju dan total gerakan.

Perbaikan yang sangat signifikan adalah gerakan sperma - baik gerakan maju maupun total gerakan - yang diamati pada pria yang memiliki tingkat terendah pada gerakan sperma di awal penelitian. Peneliti mencatat, bahwa terjadi empat kehamilan spontan yang dicapai selama penelitian ini pada kelompok pria yang menggunakan terapi kombinasi tersebut.

"Terapi kombinasi dengan L-carnitine dan L-acetyl-carnitine efektif terhadap pergerakan sperma, khususnya pada kelompok pria dengan level pergerakan sperma terendah," demikian para peneliti menyimpulkan.

Glutamine merupakan asam amino yang yang secara alami disintesa tubuh pada jaringan otot, dan mempunyai fungsi untuk menjaga volume sel otot. Tetapi banyak dilepaskan otot selama melakukan aktivitas. Glutamine ini berperan penting terhadap sistem kekebalan tubuh dan pembentukan protein otot yang lebih optimal.

Selain itu, fungsi L-glutamine bagi tubuh yakni membantu pembentukkan protein otot, mencegah degradasi protein otot, meningkatkan volume sel otot, mencegah kelelahan, dan meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan hormon pertumbuhan, sehingga dapat membantu metabolisme lemak tubuh dan mendukung pertumbuhan otot baru.

Jangan Berlebihan
Namun dokter Rachmad juga mengingatkan, susu khusus pria yang dikonsumsi secara berlebihan tak selamanya baik. “Jika pria tersebut mempunyai aktivitas yang berat, dia dapat mengkonsumsinya tiap hari. Namun bagi pria yang tak terlalu banyak aktivitasnya, sebaiknya tak terlalu sering mengkonsumsinya,” ujarnya.

Pasalnya, protein yang terkandung dalam susu tersebut gunanya untuk mengganti sel-sel atau jaringan yang rusak. Jadi, pria yang aktivitasnya tidak berat sebaiknya cukup menerapkan pola makan sehat saja. Apalagi dengan menerapkan pola makan sehat semua kebutuhan tubuh akan vitamin, mineral, dan protein dapat terpenuhi.

Memang diakui dr. Rachmad, perkembangan otot yang menerapkan pola makan sehat dengan yang menambah dengan minum suplemen tambahan, seperti susu, tubuh pria tersebut lebih cepat terbentuk. Oleh karena itu, seseorang seharusnya mengetahui kebutuhan protein baginya untuk apa? Yaitu untuk mengganti sel-sel atau jaringan yang rusak dan membentuk otot-otot.

Sedangkan untuk membentuk sel atau otot tersebut susunan asam amino harus seimbang. Pasalnya jika salah satu jenis asam amino itu berlebihan akan dibuang oleh tubuh melalui keringat, air seni atau fases. Jika kebanyakan protein, apa yang terjadi?

Dokter yang pernah menuntut ilmu di Jerman ini juga mengungkapkan seseorang yang mengonsumsi L-amino acid yang berlebihan dapat mengganggu kerja liver dan ginjal. Bahkan jika liver dan ginjalnya tak kuat, maka akan menimbulkan penyakit yang kian melemahkan kerja dua organ tersebut.

Protein mengandung asam amino yang dapat berpengaruh pada fungsi ginjal, di samping itu terlampau banyak protein dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan racun-racun pada saluran usus meningkat. Kekurangan protein juga tidak baik, karena menyebabkan nutrisi tidak baik dan menyebabkan gangguan pada sistem saraf.

Dokter Rachmad pun menyarankan perlunya melakukan konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi susu khusus pria atau suplemen lainnya. Kemudian hal yang paling penting ialah segala jenis susu khusus pria tidak akan dapat memberikan hasil yang optimal sebelum Anda memenuhi ketiga faktor di bawah ini dengan baik.

Ketiga faktor tersebut yaitu: melakukan latihan (baik weight training ataupun latihan yang bersifat kardiovaskular)dengan baik dan benar, memperhatikan pola nutrisi Anda, dan memberikan tubuh Anda istirahat yang cukup (baik tidur ataupun istirahat antara sesi latihan).

Perlukah Operasi Amandel ?

Tuhan tak akan menciptakan organ tubuh tanpa fungsi yang berarti seberapa pun kecilnya, demikian juga dengan amandel. Meskipun kecil, tapi manfaatnya sangat besar untuk ketahanan tubuh. Lalu sampai kapan kita bisa memelihara organ yang satu ini?

Sejak lahir, anak sudah diberikan sistem kekebalan di daerah sistem pernafasan. Perlindungan ini diberikan oleh tonsil yang terdiri dari tiga jenis: tonsil lingualis berjumlah satu pasang yang terletak di bawah lidah, satu buah adenoid yang terletak di belakang hidung, yang terakhir ialah tonsil palatina yang berjumlah satu pasang di kanan dan kiri rongga mulut. Tonsil palatina inilah yang dikenal dengan sebutan amandel.

Tiga jenis tonsil ini membentuk suatu lingkaran pertahanan yang dikenal dengan sebutan cincin waldeyer, yang mampu mengeluarkan imunoglobulin jenis G, A, M, D, dan E. Amandel memiliki imunoglobulin jenis A yang berupa enzim, yang mampu menghancurkan dinding sel kuman dengan proses kimia, dan akhirnya kuman yang masuk lewat mulut pun dapat dibasmi.

Perhatikan gejala
-----------------------
Amandel memang telah terbukti dapat membuat sistem perlindungan yang efektif bagi tubuh, hal ini sangat berperan vital bagi tubuh anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna. Seiring bertambahnya umur, fungsi amandel pun kian menurun, hal ini disebabkan sudah berkembangnya kekebalan tubuh anak sendiri.

Menurut dr. Cita H. Murjantyo, Sp.THT dari RS. Internasional Bintaro – Tangerang, fungsi amandel mencapai puncaknya ketika anak berusia 5-10 tahun, kemudian terus-menerus mengecil, hingga akhirnya berfungsi minimal di usia 12 tahun. “Secara normal amandel akan lambat laun menghilang dengan sendirinya, karena sebetulnya tidak berfungsi lagi sejak usia 12 tahun,” tutur dr. Cita.

Tapi bahayanya bila amandel sudah terlalu sering infeksi, lama kelamaan amandel tersebut tidak dapat mengecil lagi, karena didalamnya banyak mengandung jaringan mati. Atau bisa juga menjadi tempat bersarangnya kuman.

Untuk memutuskan sebuah operasi amandel, dokter THT terlebih dahulu harus mendiagnosis pasien tersebut. Paling tidak pasien harus memenuhi persyaratan tertentu untuk dikategorikan sudah tiba saatnya dioperasi.

Salah satu indikasi yang paling mudah diamati ialah seringnya anak tersebut menderita demam atau sakit tenggorok. Menurut dr. Cita, bila seorang anak mengidap demam atau sakit tenggorok lebih dari lima kali dalam setahun, maka ini merupakan pertanda perlunya operasi amandel.

Gejala lainnya ialah turunnya berat badan anak secara drastis. Ini merupakan akibat dari kesulitan menelan makanan yang dialami anak akibat membengkaknya amandel. Bahkan mungkin saja anak mengalami kesulitan bernafas dan sleep apnea, yaitu berhentinya pernafasan secara tiba-tiba ketika tidur.

Hal ini juga berlaku bila anak memiliki komplikasi lain, misalnya sinusitis. Ada kemungkinan bahwa kuman berasal dari infeksi pada amandel yang naik menuju daerah hidung, kemudian menyebabkan sinusitis.

Bila ini terjadi, maka penanganan tuntas diperlukan, dengan membuang sumber infeksi pada amandel terlebih dahulu, sebelum menangani sinusitis. Selain itu, kuman pada adenoid juga mempunyai andil yang besar untuk terjadinya sinusitis pada anak.

Kuman jenis Streptococcus B haemolyticus yang terkandung dalam amandel mengeluarkan racun (antigen) dalam jumlah banyak hingga antibodi tidak mampu lagi melawan. Akibatnya antibodi malah bergabung dengan racun tersebut. Aliansi inilah yang kemudian mampu menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah dan menyebabkan kerusakan katup jantung, radang pada ginjal, dan arthritis pada sendi.

Kerusakan pada katup jantung dapat menghambat pertukaran oksigen dan Co2 dalam darah dari jantung ke paru-paru. Di ginjal, aliansi ini mampu merusak saringan pada ginjal, akibatnya protein keluar dari ginjal. Belum lagi bila menempel di daerah sendi, tak pelak lagi arthritis (radang sendi) bisa menggejala.

Bila dicurigai kuman jenis Streptococcus B haemolyticus yang menginfeksi amandel, maka perlu dilakukan tes ASTO (Anti Streptolysin O). Tes ini berguna untuk menilai jumlah kuman dalam amandel, bila jumlahnya lebih dari 180, maka amandel akan dipertimbangkan untuk diangkat.

“Pada prinsipnya tonsil diangkat bila sudah menjadi sumber infeksi dan menimbulkan gangguan,” tegas dokter yang menyelesaikan spesialis THT di Universitas Indonesia – Jakarta.

Operasi sebagai solusi
Bila setelah pemeriksaan, dokter memutuskan untuk melakukan pengangkatan amandel, maka mau tidak mau operasi harus dilakukan. Meskipun hanya memakan waktu tidak lebih dari setengah jam, operasi amandel memiliki variasi biaya yang cukup lebar, yaitu 1,5 hingga 12 juta rupiah. Biaya ini tentu saja tergantung rumah sakit tempat operasi.

Dokter yang juga praktek di Rumah Sakit Dharmais ini menegaskan pentingnya operasi dilakukan oleh dokter spesialis yang ahli. “Waspadai operasi yang dilakukan dengan metode alternatif, beberapa kasus yang saya temui, mereka hanya mengangkat permukaan amandel saja, akibatnya perdarahan menjadi lebih parah dan bisa timbul nanah pada amandel,” seru dokter beranak dua ini.

Operasi amandel pada anak mengangkat secara total tonsil palatina atau yang disebut amandel dan adenoid. Sedangkan tonsil lingualis tidak perlu diangkat. Pada orang dewasa, adenoid sudah menghilang, maka operasi cukup pengangkatan amandel saja.

Lain halnya dengan operasi pada dewasa, menghadapi operasi amandel pada anak, dr. Cita mengaku perawatan pasca operasi lebih memerlukan perhatian intensif dari dokter dan orangtua. Untuk mencegah terjadinya komplikasi pada luka operasi, maka orangtua wajib memberikan perhatian ekstra pada 12 hari pertama setelah operasi.

Dua hari pertama pasca operasi, anak hanya boleh menyantap cairan yang dingin atau es krim, dan dilarang menyantap makanan keras atau panas. Menginjak hari ketiga, anak sudah boleh mengonsumsi bubur nasi atau makanan lembut lainnya. Memasuki hari kelima biasanya kondisi amandel sudah baik untuk mengonsumsi jenis makanan lainnya.

Harus juga diperhatikan bahwa selama 12 hari pasca operasi anak tidak boleh dalam keadaan terlalu capek apalagi berteriak-teriak, karena hal ini dapat membahayakan luka operasi. Selama perawatan ini anak juga diwajibkan mengonsumsi antibiotik dan vitamin.

Bagi orangtua, dr. Cita memberikan tips pencegahan infeksi amandel, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat. Caranya dengan memberikan makanan bergizi, menjaga kebersihan mulut, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar, karena pada dasarnya semua hal ini akan mempengaruhi daya tahan tubuh anak Anda.

Perhatikan daya tahan tenggorokan anak Anda. Karena tiap anak memiliki sensitivitas tenggorokan yang berbeda. Ada yang rentan akan makanan yang merangsang iritasi misalnya makanan yang pedas atau minuman dingin, akibatnya dengan mudah dapat menderita radang tenggorokan oleh karena iritasi, yang merupakan salah satu pemicu infeksi amandel.

Yang tak boleh terlupa ialah kesehatan gigi dan mulut anak. Bila kesehatan mulut sudah baik, maka kuman tidak mudah menginfeksi tubuh hingga amandel pun tidak perlu bekerja ekstra keras untuk membasminya

Mitos-mitos tentang amandel:
----------------------------------
• Kebanyakan orangtua keberatan bila anaknya dioperasi amandel, mereka takut ketahanan tubuh anak berkurang bila amandel diangkat. Amandel memang berfungsi sebagai daya tahan tubuh anak terhadap kuman, tapi amandel hanya optimal berfungsi hingga usia 12 tahun, selanjutnya akan semakin mengecil. Jangan takut, memasuki usia remaja, tubuh sudah memiliki ketahanan yang baik, meskipun tanpa amandel.

• Infeksi amandel membuat anak bodoh. Pendapat ini salah. Anak yang bermasalah dengan amandel akan mudah lelah karena tidak nyenyak tidur dan rentan terhadap penyakit, hingga akhirnya sering membolos sekolah. Gangguan pada saluran pernafasan akibat amandel juga menyebabkan kurangnya suplai oksigen ke otak, hingga anak sulit berkonsentrasi dan tidak lagi semangat belajar.

• Amandel akan membesar kembali beberapa lama setelah operasi. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena bila amandel telah terangkat dengan baik maka niscaya tidak akan membesar kembali. Memang ada kemungkinan sekitar 15 persen adenoid akan membesar kembali, tapi ini tidak akan memberikan masalah yang berarti bagi tubuh.

Vertigo dan Cara Mengatasinya

Istilah vertigo sering dipersepsikan sebagai pusing, puyeng, melayang, berputar. Perlu dipastikan kondisi vertigo sebenarny agar penanganannya pun tepat.

Pertemuan ilmiah ke-23 yang diadakan oleh Indonesia Japan Medical Study Club (IJMSC) pada pertengahan Mei lalu mengangkat topik Penatalaksanaan Vertigo Dalam Praktek Sehari-hari. Mengingat vertigo adalah kondisi yang banyak terjadi di masyarakat, maka topik ini layak disimak.

Vertigo merupakan suatu gejala subyektif. Istilah pusing, melayang, puyeng, sering dianggap sama dengan vertigo. Padahal istilah itu juga digunakan untuk menunjukkan misalnya nyeri kepala, pikiran bingung, dan sebagainya. Sehingga harus dipastikan bahwa keluhan itu sebagai vertigo yang lebih dikenal dengan istilah pusing tujuh keliling.

Faktor usia seseorang yang semakin tua, kebiasaan kurang tidur, tidak tahu waktu, dan adanya berbagai tekanan hidup, adalah beberapa contoh faktor yang menyebabkan seseorang mengalami vertigo.. “Semua harus diperiksa, jangan sampai terjadi penyempitan dan penyumbatan di otak. Kita harus berusaha menghilangkan berbagai kemungkinan,” jelas Prof. Dr. dr. H. Sujudi, SpMK.

Gangguan keseimbangan
Menurut dr. Andradi Suryamihardja, SpS, jika penderita dengan jelas mengatakan bahwa ia merasa pusing dengan berputar terbalik-balik, itu berarti orang tersebut mengalami vertigo. Namun perlu diingat, ada juga penderita yang merasa vertigo ketika dalam posisi berbaring, dari jongkok lalu berdiri. Bahkan ada juga vertigo yang muncul ketika berada di tengah keramaian.

Tak salah jika vertigo disebut juga gangguan keseimbangan yang beragam.Bisa juga dikatakan bahwa vertigo merupakan suatu ilusi dimana seseorang merasa tubuhnya bergerak terhadap lingkungannya atau lingkungan bergerak terhadap dirinya. Vertigo bisa dicetuskan oleh gerakan obyek gambar (visual), lingkungan yang ramai orang, kemacetan lalu lintas, atau misalnya ramainya supermarket.

Alat keseimbangan tubuh manusia yang sentral (utama) ada pada otak kecil di bagian belakang kepala. Ketika terbentur, sistem keseimbangan pun terganggu sehingga muncul vertigo. Alat keseimbangan dalam telinga pun sensitif terhadap perubahan, misalnya ketika seseorang sedang flu berat, maka bisa menyebabkan vertigo.

Vertigo juga bisa sebagai gejala stroke. Vertigo yang melibatkan otak sentral, selain karena benturan pada kepala bagian belakang, bisa juga karena suplai darah ke otak berkurang. Jika tidak segera diatasi, dapat menimbulkan stroke. Selain itu, seseorang yang mengalami vertigo bukan karena benturan yang kemudian mengalami gangguan bicara, dicurigai sebagai serangan awal stroke.

Itulah sebabnya, vertigo harus dikenali secara benar. Sebagai deteksi awal, bisa dilihat bentuk vertigonya. Apakah melayang, goyang berputar, tujuh keliling, rasa naik perahu, dan sebagainya. Selanjutnya dilihat keadaan yang memprovokasi timbulnya vertigo, seperti perubahan posisi kepala dan tubuh, keletihan, ketegangan, atau kurang tidur.

Langkah berikutnya, melihat waktu timbulnya. Apakah perlahan, hilang timbul, mendadak, knonik, dan apakah adagangguan pendengaran. Rincian keluhan ini berguna untuk menentukan apakah vertigo yang dialami termasuk ringan atau berat. Vertigo ringan misalnya yang mengalami gejala berputar karena stres atau muncul ketika ganti posisi. Sementara vertigo yang berat, penderita bisa tiba-tiba terjatuh.

Pengobatan vertigo bisa dengan obat anti vertigo serta terapi gerakan. Jika terdapat keluhan mual, muntah, lemas, serta berputar, maka diberikan obat secukupnya untuk mengurangi gejala tersebut. Sehingga penderita dapat mengikuti latihan rehabilitasi.

Bagi penderita vertigo akut, untuk menghilangkan vertigo, mual, muntah perlu waktu sampai seminggu. Sedagkan untuk dapat bekerja kembali seperti semula, bergerak stabil, biasanya perlu waktu 2-3 minggu. Untuk mengatasinya dapat melatih mata dan otot tubuh.

Pastinya, sebelum memberikan pengobatan, harus dilihat dulu penyebabnya, sumber, faktor pemicu, kapan serangan muncul, lama munculnya vertigo dan gejala penyertanya. Nah, dokter yang ahli menangani penyakit ini akan langsung tahu tindakan apa yang harus dilakukan.

Sedangkan bagi penderita, kenali vertigo yang Anda alami dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Indentifikasi pada diri sendiri merupakan langkah terbaik untuk pengobatan vertigo. (BI)

IJMSC: Bagi-bagi Pengetahuan Kesehatan
********* fotonya ada (konfirm beby)
Pada tahun 1994, terbentuklah Japan Pharmaceutical Club Indonesia (JPCI), yang terdiri dari perusahaan-perusahaan farmasi Jepang yang ada di Indonesia, yaitu PT Otsuka Indonesia, PT Takeda Indonesia, PT Meiji Indonesia, PT Tanabe Indonesia, PT Eisai Indonesia, dan PT Yamanouchi Indonesia sebagai anggota yang baru bergabung tahun lalu.

JPCI dibentuk dengan tujuan mentransfer pengetahuan tentang teknologi yang berkembang di Jepang dalam bidang kesehatan, kepada dokter-dokter di Indonesia khususnya dokter di puskesmas dan dokter-dokter umum. Agar tujuan ini dapat terlaksana, dibentuklah IJMSC. “Jadi, para perusahaan Jepang ini tergabung dalam JPCI, dan untuk melaksanakan kegiatannya adalah IJMSC,” jelas Prof. Dr. dr. H. Sujudi, SpMK, Ketua IJMSC.

Dalam kegiatannya, IJMSC mengadakan pertemuan ilmiah yang sampai tahun ini sudah berlangsung selama 23 kali. Pada awalnya, kegiatan ini berlangsung tiga kali setahun, namun pernah juga hanya dua kali setahun. Pertemuan ilmiah yang diadakan menyasar pada para dokter puskesmas dan paramedis, dan bukan unutk masyarakat awam. Sosialisasi acara dilakukan oleh para medical representative masing-masing perusahaan farmasi tersebut kepada para dokter yang biasa mereka kunjungi.

Penyelenggara pertemuan ilmiah ini dikoordinir secara bergiliran oleh keenam perusahaan farmasi Jepang tersebut. Namun, untuk mengundang peserta, dilakukan oleh semua perusahaan, sambil mempromosikan produknya. “Seminar yang kami adakan sudah diakui IDI karena memiliki nilai ilmiah, selain itu juga mempunyai angka kredit dengan adanya sertifikat yang dibagikan seusai acara,” jelasnya.

Ucapan terima kasih
Latar belakang perusahaan farmasi Jepang yang ada di Indonesia ini membentuk JPCI sebenarnya adalah sebagai perwujudan rasa terima kasih untuk masyarakat Indonesia khususnya di dunia kedokteran. Perusahaan farmasi yang tergabung pada JPCI ingin melakukan sesuatu dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan, tanpa mempromosikan produknya dalam setiap kegiatan. Sehingga kegiatan ini lebih bersifat sosial atau tidak komersil.

Transfer pengetahuan yang dilakukan ini dari dokter Indonesia yang sudah ahli di bidangnya, kepada para dokter di puskesmas dan perawat yang dianggap sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. “Sehingga topik-topik yang dipresentasikan dalam setiap pertemuan ilmiah berkisar pada penatalaksanaan atau manajemen penyakit,” ungkap Prof. Sujudi.

Topik yang diangkat adalah topik yang sedang berkembang di tengah masyarakat juga kedokteran. Selama ini, topik yang sudah pernah diangkat di antaranya SARS, rasa mual, masalah urologi, batu ginjal, dan sebagainya. “Sampai saat ini peserta terbanyak adalah waktu topiknya masalah urologi, yaitu sampai 250 orang,” tambah Prof Sujudi.

Setiap kali pertemuan ilmiah, peserta yang datang sekitar 150-an. Namun, banyaknya peserta ini juga tergantung lokasi pertemuan ilmiah, dan juga waktu penyelenggaraan pertemuan. Contohnya, waktu pertemuan ini diadakan dekat dengan RSUPN Ciptomangunkusumo, peserta banyak karena dokter-dokter jaga di rumah sakit tersebut bisa ikut menjadi peserta. Lokasi pertemuan awalnya beragam, baik di hotel juga rumah sakit.

Namun, saat ini tidak pernah diadakan lagi di hotel karena faktor biaya. Karena acara ini dikoordinir dan diatur oleh perusahaan farmasi yang sedang mendapat giliran, maka IJMSC tidak mengatur keuangan atau perlengkapan lain. “Kami hanya mengetahui segala persiapan serta membuka dan menutup acara. Untuk pembicara dan moderator, semua adalah dokter yang ahli di bidang yang sedang dipresentasikan.”

Biasanya, perusahaan farmasi mengundang dan menentukan topik yang akan diangkat, 3-4 bulan sebelum acara. Acara pun dibuat menarik dengan adanya doorprize berupa alat rumah tangga sampai elektronik, bukan produk dari perusahaan farmasi. Antisipasi pun juga dilakukan, jika ada makalah yang tersisa, disebarkan oleh para medical representative untuk keperluan lain

Bagaimana hubunga Anda dengan dokter Anda?

Idealnya hubungan pasien dan dokternya adalah mitra yang baik. Bagaimana cara mewujudkannya?

Aku pengin ganti dokter untuk anakku nih... Dokter yang sekarang pendiam banget. Kalau kita ngga tanya, dia ngga pernah memberi penjelasan tentang keadaan anak saya saat masuk ke ruangannya.

Keluhan di atas disampaikan Maya (36 tahun) kepada salah satu tetangganya. Ia memang berencana pindah ke dokter spesialis anak lainnya karena ia menilai dokter spesialis anak yang selama ini jadi langganannya kurang komunikatif.

Lain lagi dengan Irawati (35 tahun). Sejak anak pertama hingga anak ke tiga, ia tidak merasa perlu untuk pindah ke dokter speasialis anak lainnya. Pasalnya, ia sudah cocok dengan dokter langganannya. Meskipun konsekkuensinya, ia harus rela antri berjam-jam karena sang dokter selalu punya pasien lebih dari 25 orang setiap kali praktek.

Ibarat dansa

Bagaimana hubungan Anda dengan dokter Anda, atau dengan dokter anak-anak Anda?

Hubungan antara seorang pasien dengan dokternya, menurut dr. Purnamawati Sujud Pujiarto, SpAK, MMPed. idealnya seperti dua orang yang sedang berdansa. Dua pihak sepakat untuk bekerjasama menyatukan langkah sesuai irama, demi tercapainya harmoni yang indah.

Dalam langkah satu irama tersebut, dokter mendengarkan Anda, membuat diagnosis, menerangkan kondisi dan terapi Anda. “Diharapkan Anda merasa nyaman untuk bertanya dan mendiskusikan rencana pengobatan bagi Anda dan keluarga Anda,” jelasnya.

Bila pasien dan dokter tidak melangkah seirama maka dansa pun akan terbengkalai. Banyak pertanyaan yang tidak sempat diajukan. Kecukupan informasi tidak tercapai, pilihan terapi juga tidak sempat disimak atau dijajagi. Intinya tidak terjadi komunikasi yang terbuka.

Konsumen memiliki hak untuk memperoleh layanan kesehatan terbaik tetapi konsumen juga berkewajiban untuk mewujudkan layanan kesehatan yang baik tersebut. Konsumen juga harus proaktif belajar agar bisa menjadi 'pelindung' masalah kesehatan Anda.

3 kunci di bawah ini bisa membantu memperkuat hubungan Anda dengan dokter :

Be smart
-Miliki pengetahuan dasar kesehatan, pelajari masalah atau gangguan kesehatan yang tengah Anda dialami, buat daftar pertanyaan dan bertanyalah.

-Dokumentasi yang baik segala sesuatu perihal gangguan Anda atau gangguan kesehatan anggota keluarga Anda yang lain. Sebagai contoh, simpan buku medical record masing-masing keluarga dengan baik agar Anda punya catatan perjalanan kesehatan keluarga Anda.

-Ajukan minimal 3 pertanyaan
#Apa masalah yang tengah dialami? atau tengah terjadi? Apa penyebabnya?
#Apa yang harus saya lakukan (BUKAN : apa obat yang harus saya konsumsi?), Apa dan bagaimana tindakan dokter? Apa untung dan rugi tatalaksana ini?
#Apakah ada unsure kegawatdaruratan? Apa kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi?

Secara lengkap dr. Purnamawati menambahkan sebagai pasien, selain berbekal minimal 3 pertanyaan di atas, pasien juga harus menyadari bahwa pasien memiliki hak untuk menyetujui atau menolak rencana tindakan dokter, dan menyadari bisa memperoleh second opinion

Be wise
-Hormati waktu dokter Anda maka ia pun akan menghormati waktu Anda. Jangan berharap sederetan panjang pertanyaan Anda bisa dijawab dalam satu kunjungan.
-Kenali dokter Anda. Seperti halnya manusia biasa, sentuhan-sentuhan manusiawi akan mempererat hubungan Anda dan dokter

Be nice
-Ramah dan santun. Jangan mengajukan pertanyaan dengan nada ketus atau seakan menyerang.
-Di pihak lain, kemukakanlah kekecewaan Anda bisa Anda merasa ‘dipaksa’ untuk meninggalkan ruangan (siatuasi terburu-buru) padahal Anda masih memiliki pertanyaan penting atau Anda merasa belum memperoleh jawaban yang jelas.

Dokter juga manusia biasa

Bagaimana dengan keluhan Maya, di atas? Apakah Anda mungkin mempunyai masalah yang sama dengan Maya? Untuk kasus dokter yang pendiam, dr. Purnamawati berpendapat bahwa dokter juga manusia biasa. Manusia dengan berbagai bentuk kepribadian dan sejuta permasalahan, manusia juga bisa merasa lelah dan jenuh. “Pendiam belum tentu tidak komunikatif,” jelasnya dr. Purnamawati lagi.

Dokter Wati, begitu beliau biasa disapa memberi solusi menghadapi dokter-dokter yang kurang komunikatif. Salah satu caranya adalah membawa catatan daftar pertanyaan dari rumah, serta membawa kliping artikel kesehatan yang ingin didiskusikan.

Karena sebagai manusia biasa, jangan berharap dokter bak superman yang tak pernah punya rasa leleah atau jenuh, misalnya.

Tentang pernyataan : dokter cocok-cocokanm dan obatnya selalu manjur, dr. Wati berpendapat bahwa dalam dunia kedokteran tidak ada istilah dokter tangan dingin atau dokter cocok-cockan khususnya terkait dengan obatnya manjur atau cespleng.

Menurut dr. Wati seorang pasien boleh saja merasa cocok dari sisi komunikasi dan kepribadian sang dokter, namun hendaknya jangan dikaitkan dengan kemanjuran pengobatan. “Hal ini dikarenakan pada dasarnya semua penyakit ada natural historynya (perjalanan penyakit),” ujarnya.

Dokter Wati menjelaskan, misalnya seseorang terserang influenza. Umumnya influenza berlangsung selama 1-5 hari (bisa juga sampai dua minggu) dan penyebabnya adalah infeksi virus. “Sampai saat ini tidak ada obat yang bisa ‘mematikan’ virus. Antibiotika sama sekali tidak efektif untuk membasmi infeksi virus. Virus akan ‘dibunuh’ oleh system inum tubuh kita sendiri dan perlu waktu. Obat yang tersedia hanya untuk mengurangi keluhan alias meringankan ‘penderitaan’ pasien yang bersangkutan, bukan untuk menyembuhkan,” jelasnya.

Nah, ketika seseorang berobat ke dokter lalu mengonsumsi obat yang diberikan dan kemudian sembuh, belum tentu kesembuhannya karena obat yang diberikan. “Besar kemungkinan pasien yang bersangkutan sembuh karena memang sudah waktunya untuk sembuh,” jelas dr. wati lagi.


Kewajiban Konsumen Kesehatan?
----------------------------------------
1.Mencari informasi, mempelajari informasi, mengikuti petunjuk dalam informasi tersebut, termasuk bertanya.
Pelajari masalah kesehatan anak terutama masalah kesehatan anak sehari-hari seperti demam, batuk pilek, diare, muntah, radang tenggorokan, alergi, asma, ASI eksklusif, makanan tambahan bagi bayi, imunisasi, obat-obatan, dll.

Bila pasien tahu informasi-informasi dasar suatu penyakit, paling tidak akan terjadi diskusi antar pasien dan dokter. Ujung-ujungnya baik pasien maupun dokter akan menjadi mitra yan baik.

2.Beritikad baik
Konkritnya, binalah kemitraan yang hangat dengan dokter Anda. Cobalah untuk mengerti dan memahami dokter Anda. Bahwa dokter juga manusia, dengan berbagai permasalahannya.

3. Miliki dokumen lengkap.
Setiap kunjungan didokumentasikan dengan baik. Bahkan setiap obat juga diharapkan didata dengan baik.

Ada cerita, seorang ibu membawa anaknya untuk diimunisasi. Dengan alasan kartu berobat anaknya hilang entah kemana, pihak rumah sakit menolak kehadiran ibu untuk imunisasi anaknya. Si ibu marah-marah dan sempat memarah-marahi suster jaga. Merasa benar, sang suster balik bertanya : “Bagaimana pihak rumah sakit bisa menemukan medical record anak ibu kalau kartu berobatnya saja ngga ibu bawa?”

Tanpa dokumentasi lengkap dari pasien (termasuk kartu berobat), dokter atau pihak rumah sakit jangan harap mau bertindak. Ingat, kesehatan manusia sangat berhubungan dengan nyawa manusia!