Selasa, 01 April 2008

Cancer Genetics Network

Genetika klinis merupakan cabang ilmu kedokteran yang berkembang seiring dengan Human Genome Project yang telah dimulai. Seperti kanker payudara, ternyata dapat diturunkan melalui gen BRCA 1 atau BRCA 2. Sehingga perkembangan genetika klinis pada kanker ini sangat pesat.

Infromasi tentang faktor genetik pada kanker payudara sangat penting karena berdampak pada seluruh anggota keluarga. Sehingga jika ditemukan adanya riwayat keluarga, dilakukan pendataan lengkap dan analisa risiko kanker dalam keluarga. Nantinya, masing-masing anggota keluarga dapat meningkatkan keingintahuan mereka atas penyakit kanker.

Di mancanegara, klinik pelayanan genetik telah berkembang. Namun di Indonesia pengetahuan tentang cancer genetic masih terbatas. Persiapan sudah dilakukan oleh multisenter (Yogyakarta, Jakarta, Bali) diawali oleh onkologi bedah. Pusat Klinik Genetik di Belanda ikut memprakarsai gagasan network ini, yaitu Familial Cancer Clinic.

Nantinya pada FCC, akan diminta jawaban atas pertanyaan: usia anggota keluarga yang pertama terkena kanker, letak kanker, jumlah keluarga yang terkena kanker, berapa kali terkena tumor, riwayat keluarga.

Pasien FCC adalah: wanita kurang dari usia 50 tahun atau belum menopause, wanita yang memiliki satu anggota keluarga atau lebih yang terkena kanker, yang terkena kanker payudara dan indung telur, mengisi riwayat keluarga, dan dirujuk oleh rumah sakit. Saat ini, Belanda memberikan program dukungan untuk FCC berupa laboratorium di RS Sardjito Yogyakarta.

Hubungan Sepeda dan Seks

Bersepeda merupakan aktivitas fisik yang baik dilakukan untuk meningkatkan kerja jantung, selain itu ternyata olahraga yang satu ini juga bermanfaat bagi kehidupan seks Anda. Gerakan mengayuh pedal sepeda dapat meningkatkan aliran darah menuju vagina sebanyak lebih dari 150 persen hingga dapat mempertinggi perangsangan dan kemampuan orgasme perempuan. Jadi mulailah mengayuh para wanita!

Jaga Kesehatan Mata dengan Biji Pepaya

Bagaimana menjaga kesehatan mata? Menurut dr. Rini Mahendra SpM cara yang mudah dilakukan, salah satunya ialah dengan mengonsumsi biji pepaya. Mengapa biji pepaya? Konon biji pepaya mengandung senyawa likopen yang penting bagi kesehatan mata. Bila Anda tidak tahan akan rasa getirnya, maka Anda dapat mengonsumsinya dengan ditambah madu, atau sebagai campuran minum teh. Selain itu bisa juga biji tersebut dijemur atau disangrai untuk kemudian dimakan sebagai snack. Konsumsilah secara teratur, kira-kira tiga kali sehari sebanyak sepuluh butir.

SA (Sialic Acid), Temuan Terbaru Untuk Perkembangan Otak Anak

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk membantu memberikan stimulasi bagi kecerdasan anak sejak dini, disamping tentu saja memberikan asupan gizi yang tepat. Sebuah kandungan yang telah diteliti dapat memberikan manfaat bagi perkembangan otak anak sejak dini adalah Sialic Acid (SA) yang dapat ditemukan dalam ASI dan kini juga bisa didapatkan dalam susu formula.

“SA secara alami ada pada ASI dan ini penting untuk perkembangan otak, kemampuan belajar dan pembentukan memori,” ujar Garry Wainscott, Konsultan Gizi dari Universitas Deakin Australia, di sela-sela acara Seminar Sialic Acid, Inovasi Tiada Henti Untuk Mengembangkan Kecerdasan Si Kecil, yang digelar di Hotel Mulya Jakarta, 18 April 2004 lalu.

Di kesempatan yang sama, Gina Wibowo, Marketing Director PT Mead Johnson Indonesia, mengatakan semakin banyaknya bukti akan pentingnya asupan SA untuk perkembangan otak anak, maka pihaknya merasa wajib meningkatkan kandungan SA pada susu formula buatan Mead Johnson. “ASI tetap merupakan Golden Standard untuk bayi, untuk itu kami berusaha memproduksi yang strukturnya mendekati nutrisi ASI, termasuk memproduksi susu formula dengan peningkatan kadar SA,” ujar Gina.

Biji Tomat Cegah Penyakit Jantung

Anda suka minum jus tomat tapi kerapkali membuang bijinya? Mungkin setelah membaca artikel ini kebiasaan itu harus diubah. Berdasarkan riset yang dilakukan Rowett Research Institute di Scotlandia, ditemukan bahwa cairan licin atau jelly berwarna kuning yang terdapat disekitar biji tomat mengandung senyawa atau bahan campuran yang manjur untuk melawan stroke dan penyakit jantung. Bila Anda meminum jus tomat tanpa membuang bijinya, maka Anda telah mengurangi risiko terjadinya penggumpalan darah sekitar 72 persen, hingga dapat Anda dapat terhindar dari penyakit jantung.

Tips Gaya Hidup Hijau

Menurut WWF Indonesia, ada tips yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu bumi.
1. Di rumah
Tutup kran air dengan rapat, hemat air untuk mandi, gunakan mesin cuci hanya jika cucian banyak, matikan lampu dan alat elektronik jika tidak digunakan, panaskan air minum seperlunya, pilihlah alat elektronik yang hemat energi, gunakan lampu hemat energi, pasang pemanas bertenaga matahari di atap rumah.
2. Transportasi
Hindari penggunaan pesawat terbang untuk jarak kurang dari 500 km, tinggalkan mobil di rumah untuk jarak yang tidak terlalu jauh, gunakan sepeda untuk perjalanan jarak pendek, matikan mobil jika menunggu lebih dari 30 detik, panaskan mobil seperlunya, periksa tekanan ban mobil karena kekurangan tekanan menyebabkan pemborosan bahan bakar.
3. Di kantor atau sekolah
Matikan perangkat kantor pada malam hari dan saat libur, matikan monitor komputer saat istirahat kantor, matikan lampu jika tidak digunakan, gunakan perangkat kantor yang hemat energi, lakukan audit energi untuk menghemat energi di kantor. Hemat kertas dengan mencetak bolak balik.

Mengurangi Efek Rumah Kaca

Berdasarkan penelitian pada perubahan iklim, pemanasan global terjadi akibat meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Seperti dikutip dari organisasi Pelangi, gas rumah kaca dihasilkan dari aktivitas manusia yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil seperti pada kendaraan bermotor, juga penggunaan alat elektronik.
Jika emisi gas rumah kaca tidak ditekan, diramalkan akan terjadi berbagai kondisi yang merugikan. Di antaranya, peningkatan suhu rata-rata di Indonesia, krisis air bersih di perkotaan akibat naiknya permukaan air laut, meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan nyamuk. Ini karena meningkatnya suhu menyebabkan masa inkubasi nyamuk makin pendek.

Untuk mengurangi efek rumah kaca, ada langkah yang dapat dilakukan:
• Gunakan penerangan seperlunya dengan lampu yang hemat energi
• Hemat listrik
• Kurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi, gunakan kendaraan umum
• Gunakan kendaraan non-motor
• Hentikan penebangan pohon
• Tanamlah pohon di sekitar tempat tinggal agar udara segar dan menyerap emisi gas rumah kaca