Kamis, 20 Maret 2008

Sudah Jarang Ngeseks, Rentan jadi Korban Pula

SEJUMLAH fakta menarik tentang kehidupan seksual para wanita di Australia terungkap lewat hasil sebuah penelitian baru-baru ini.

Survei menunjukkan bahwa wanita di Negeri Kanguru itu mengalami penurunan frekuensi berhubungan intim, selain juga disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga. Yang lebih parah lagi, mereka sering terancam menjadi sasaran aksi kekerasan seksual.

Fakta-fakta tersebut merupakan hasil jajak pendapat yang dilakukan majalah The Australian Womens Weekly dengan melibatkan 15 ribu wanita. Survei yang diklaim merupakan terbesar ini mencoba memotret kehidupan para wanita di Australia pada akhir dekade tahun 2000-an.

¨Pembaca kami menyatakan bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka mencintai, apa yang mereka pikirkan serta apa yang mereka inginkan,¨ ungkap pimpinan redaksi Deborah Thomas seperti dikutip Sidney Morning Herald, Rabu (26/3).

Menurut hasil survei, aktivitas seksual wanita Australia mengalami penurunan signifkan dibandingkan 30 tahun lalu. Hanya 47 persen wanita yang mengatakan mereka masih melakukan hubungan intim minimal seminggu sekali. Padahal pada awal 1980an, prosentasenya mencapai 57 persen.

Walaupun begitu, para wanita sekarang mungkin lebih jujur dalam hal menikmati hubungan seksual. Ada 32 persen wanita dalam survei yang mengatakan mereka berpura-pura saat orgasme. Angka ini menurun dari 37 persen pada 1980.

Meskipun tidak ada angka yang mendukung asumsi lain pada 1980 - bahwa wanita mungkin lebih rajin melakukan hubungan intim di usia lanjut, riset ini menunjukkan bahwa satu dari empat wanita berusia 65 tahun mengaku melakukan seks sedikitnya sekali dalam seminggu.

Menyoal ketidaksetiaan, sebanyak 15 persen wanita yang memiliki pasangan mengaku bersalah karena melakukan selingkuh, dan enam persen mengaku melakukannya lebih dari sekali. Tetapi ketika ditanya soal kemungkinan suami atau pacar mereka berselingkuh, satu dari empat wanita dlam survei menduga atau pun tahu bahwa mereka telah dicurangi pasangan mereka.

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan membuat pasangan rela bersama hingga mati memisahkan mereka. Tetapi dari survei terungkap ada 27 persen wanita yang menikah mengaku bahwa jika hidup bisa diulang, mereka tidak akan mau menikahi orang yang sama.

Hal ini pula yang mungkin dapat menjelaskan fakta bahwa 49 persen para wanita yang disurvei ini masih melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga. Hanya 46 persen yang mengatakan bahwa pekerjaaan seperti memasak, membersihkan rumah dan berbelanja dibagi rata dengan suami. Sedangkan lima persen wanita mengatakan tidak pernah melakukan pekerjaan rumah sama sekali.

Hal yang memprihatinkan, kasus kekerasan dalam rumah tangga cenderung meningkat. Ditanya mengenai apakah mereka pernah dipaksa oleh suami atau pacar, 22 persen wanita mengaku pernah mengalaminya atau meningkat 9 persen baik ketimbang survei 1980. Total jumlah wanita yang mengaku pernah diperkosa juga naik angkanya dari 8 persen pada 1980-an menjadi 13 persen .

Kekerasan domestik rupanya masih menjadi persolan, dengan 18 persen mengaku pernah dilecehkan oleh pasanga , sedangkan 35 persen mengatakan mengalami kekerasan emosional saat menjalani hubungan.

Lempuyang Gempur Radang Tenggorokan

SATU-SATUNYA kekhawatiran Bu Lastri ketika putranya harus masuk asrama di sebuah SMA adalah radang tenggorokan yang acap mengganggu. Kalau daya tahan anak tersebut sedang kurang bagus, misalnya sedang lelah karena banyak kegiatan, minum air es sedikit saja tenggorokan akan langsung meradang.

Pada saat seperti itu, amandel akan membengkak, tenggorokan memerah, dan terasa sakit bila digunakan untuk menelan. “Kalau sudah begitu, harus cepat-cepat minta antibiotik supaya tidak memburuk,” ungkap Bu Lastri.

Benar saja. Belum genap empat bulan di asrama, putra Bu Lastri sudah dua kali terkena radang tenggorokan. Meski beberapa resep praktis, semisal berkumur air garam, sudah dicoba, tetap saja obat antibiotik harus diberikan guna menyembuhkannya. “Banyak yang menyarankan untuk operasi amandel supaya gangguan itu tidak berulang kali datang,” tutur Bu Lastri.

Sore itu Bu Lastri berniat membawa putranya ke dokter karena radang tenggorokan kembali menyerang. Sambil menunggu jam buka praktik setelah menjemput putranya dari asrama, Bu Lastri mampir ke rumah Bu Hadi, temannya semasa SMA. “Wualaaaah …, kalau cuma radang tenggorokan saja mbok dikasih lempuyang. Ndak perlu antibiotik,” seru Bu Hadi menyambut dan menanggapi penuturan sahabatnya.

Menurut Bu Hadi, sebelumnya ia juga punya pengalaman yang sama. Putra-putrinya berulangkali terganggu oleh radang tenggorokan. Bosan belanja obat antibiotika, ia lalu minta nasihat ibunya, sehingga muncullah kata lempuyang yang semula belum pernah ia lihat wujud dan bentuknya. “Sekarang anak-anak saya mau menimun es krim berapa banyak juga ndak masalah,” tutur Bu Hadi.

Cara Penyajian
Tidak terlalu rumit untuk mengolah lempuyang yang mudah didapat di pasar itu sehingga siap disajikan sebagai obat. “Cukup ambil sepotong lempuyang seukuran ibu jari orang dewasa lalu digepuk atau dikeprek, rebus dengan air sebanyak tiga gelas. Tunggu sampai air tinggal satu gelas, lalu glek-glek, diminum sampai habis. Minum rebusan lempuyang itu sampai tujuh hari berturut-turut. Untuk menambah rasa, boleh campurkan madu satu sendok setiap kali minum,” papar Bu Hadi.

Mencermati nasihat sesederhana itu, Bu Lastri langsung mencobanya. Ia tidak merasa perlu bertanya mengapa lempuyangnya harus digepuk atau dikeprek dan tidak dipotong-potong atau dicincang sampai lembut. Ketika libur sekolah dan anaknya boleh keluar dari asrama, ia membuat minuman dengan resep persis seperti yang diutarakan Bu Hadi. Kemudian setiap hari selama tujuh hari terus-menerus anaknya ia bujuk untuk meminum air rebusan lempuyang tersebut.

“Syukur, sampai enam bulan ini tenggorokan anak saya nyaman-nyaman saja. Hidungnya juga tidak sering mampat. Padahal sebelumnya, setidaknya tiga bulan sekali gangguan radang tenggorokan itu selalu datang. Gangguan itu sering pula diikuti dengan mampatnya hidung, sehingga pernapasan pun ikut terganggu,” ungkap Bu Lastri.

Selain saran untuk operasi amandel, Bu Lastri juga sering mendengar kalimat penghibur kalau gangguan radang tenggorokan sebagaimana dialami putranya sebenarnya akan hilang dengan sendirinya begitu putranya menginjak usia remaja. Namun, Bu Lastri tetap khawatir karena meski sudah masuk SMA, gangguan seperti itu masih saja selalu mendatangi putranya.

Ia memperoleh keterangan, bila sampai dua bulan sekali gangguan itu datang, mau tidak mau amandel anak tersebut harus dioperasi. Karena itu, ia pun sudah bersiap membawa putranya ke rumah sakit untuk operasi amandel sebelum resep dari Bu Hadi diterimanya. “Ya, moga-moga saja tidak kambuh lagi sebagaimana putra-putri Bu Hadi,” ucap Bu Lastri.

Jangan Salah Waktu
Menurut Katno dan Pramono dari Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu dan Fakultas Farmasi, UGM, tanaman obat akan bermanfaat dan aman jika digunakan dengan tepat, baik takaran, waktu, cara penggunaan, pemilihan bahan, dan disesuaikan dengan indikasi tertentu. Daun seledri (Apium graviolens) misalnya, terbukti mampu menurunkan tekanan darah.

Namun, penggunaannya harus berhati-hati karena pada dosis berlebih (overdosis) dapat menurunkan tekanan darah secara drastis, sehingga jika penderita tidak tahan dapat menyebabkan syok. Dianjurkan agar jangan mengonsumsi lebih dari 1 gelas perasan seledri untuk sekali minum.

Demikian pula mentimun, takaran yang diperbolehkan tidak lebih dari 2 biji besar untuk sekali makan. Kemudian untuk menghentikan diare memang bisa digunakan gambir, tetapi tidak lebih dari 1 ibu jari. Bukan sekadar menghentikan diare, bila berlebih bahkan akan menimbulkan kesulitan buang air besar selama berhari-hari (kebebelen).

Penggunaan minyak jarak (Oleum recini) untuk urus-urus yang tidak terukur akan menyebabkan iritasi saluran pencernaan. Demikian juga pemakaian keji beling (Strobilantus crispus) untuk batu ginjal melebihi 2 gram serbuk (sekali minum) bisa menimbulkan iritasi saluran kemih.

Berkaitan dengan ketepatan waktu penggunaan, sekitar tahun 1980-an terdapat satu kasus di salah satu rumah sakit bersalin. Beberapa pasien mengalami kesulitan persalinan akibat mengonsumsi jamu cabe puyang (ramuan yang mengandung cabe jawa dan lempuyang) sepanjang masa (termasuk selama masa kehamilan). Setelah dilakukan penelitian, jamu cabe puyang mempunyai efek menghambat kontraksi otot pada binatang percobaan.

Ibu-ibu yang mengonsumsi cabe puyang mendekati masa persalinan, kontraksi otot uterusnya dihambat terus-menerus, sehingga memperkokoh otot tersebut dalam menjaga janin di dalamnya. Sebaliknya, jamu kunir asam bersifat abortivum, sehingga mungkin dapat menyebabkan keguguran bila dikonsumsi pada awal kehamilan.

Sehubungan dengan hal itu, seyogyanya wanita hamil minum jamu cabe puyang di awal kehamilan (antara 1-5 bulan) untuk menghindari risiko keguguran dan minum jamu kunir asam saat menjelang persalinan untuk mempermudah proses persalinan.

Lempuyang Emprit, Gajah, dan Wangi
Berdasarkan pustaka, tanaman lempuyang ada tiga jenis, yaitu lempuyang emprit (Zingiber amaricans L), lempuyang gajah (Zingiber zerumbert L.), dan lempuyang wangi (Zingiber aromaticum L.).

Lempuyang emprit dan lempuyang gajah berwarna kuning berasa pahit dan secara empiris digunakan untuk menambah nafsu makan. Sementara lempuyang wangi berwarna lebih putih (kuning pucat), rasa tidak pahit dan berbau lebih harum, sering digunakan sebagai komponen jamu pelangsing.

Kenyataannya, banyak penjual simplisia yang kurang memperhatikan hal tersebut, sehingga kalau ditanya jenisnya hanya mengatakan yang dijual lempuyang tanpa mengetahui apakah lempuyang wangi atau yang lain. Meski begitu, dari pengalaman, untuk gangguan radang tenggorokan seperti tersebut di atas, ketiga jenis lempuyang yang ada ternyata bermanfaat untuk mengatasinya.

Rimpang lempuyang (Zingiber aromaticum) yang antara lain mengandung senyawa zerumbon dan limonen, memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berbagai penelitian, termasuk dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Riset Dan Teknologi, serta Balai-balai penelitian tanaman obat tradisional di bawah Departemen Kesehatan RI, membukukan banyak catatan tentang kegunaan lempuyang. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Kaki bengkak sehabis melahirkan
    Rimpang lempuyang dan cabe jawa dicuci bersih. Lumatkan, beri air, lalu peras dengan kain. Minum airnya.
  • Ambeien
    Lempuyang 3/4 jari dicuci bersih, lalu diparut. Tambahkan 2 sendok makan air matang, sedikit garam, lalu peras. Minum 2 kali sehari masing-masing 1 sendok makan.
  • Kolik karena kedinginan
    Satu rimpang lempuyang dicuci bersih, lalu dibakar. Tambahkan 1/2 jari kunyit, 3 rimpang temu kunci, sepotong kayu ules, 5 biji adas, 11 butir ketumbar, 11 butir merica bolong, 20 helai daun poko segar. Rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring. Minum 2 kali sehari, sesudah makan siang dan malam, masing-masing 1/2 gelas.
  • Menambah nafsu makan
    Tiga jari lempuyang dicuci bersih. Parut, lalu tambahkan 3 sendok teh air. Minum air parutan 3 kali sehari masing-masing 1 sendok teh sebelum makan.
  • Anemia
    A). Tiga jari lempuyang dicuci bersih, tetapi jangan dikupas. Parut, beri gula aren, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal segelas. Dinginkan, minum sekaligus, ulangi beberapa kali. B). Dua jari lempuyang dicuci, memarkan, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
  • Gatal-gatal
    Seibu jari lempuyang dicuci bersih, lalu parut. Beri 1/2 gelas air, peras, biarkan mengendap. Ambil cairannya untuk diminum sekali sehari sampai sembuh.
  • Cacingan
    Lumatkan 2 jari rimpang lempuyang yang sudah dicuci dan 3 bawang merah kupas. Tambahkan 1/2 gelas air, peras. Minum 2 kali sehari masing-masing 2 sendok makan.

Ginkgo Dapat Memicu Stroke?

Mengonsumsi suplemen herbal ginkgo biloba ternyata tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Sebuah riset terbaru yang dipublikasikan mengindikasikan bahwa konsumsi jenis herbal ini kemungkinan berimplikasi negatif yakni memicu risiko terjadinya stroke.

Selain mengindikasikan adanya dampak negatif, riset yang dipublikasikan jurnal Neurology Online itu juga melaporkan manfaat positif dari ginkgo, yakni mampu menunda terjadi penurunan kemampuan kognitif pada orang lanjut usia.

Di kalangan medis, ekstrak herbal ginkgo biloba sudah dikenal sejak lama merupakan ramuan yang mampu meningkatkan daya ingat dan fungsi mental lainnya, terutama pada penderita demensia atau kepikunan. Herbal ini biasanya dipasarkan dalam bentuk suplemen yang dapat diminum setiap hari.

¨Salah satu masalah kesehatan yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat kami adalah meningkatnya jumlah pasien - yang karena kesendiriannya - berada pada risiko tinggi mengidap demensia. Potensi untuk menunda atau mencegah gangguan ini adalah hal yang sangat penting,¨ ungkap pimpinan peneliti Dr. Hiroko H Dodge, dari Universitas Negeri Oregon di Corvalis.

Hiroko Dodge beserta timnya menggelar riset melibatkan 118 orang berusia 85 tahun ke atas yang tidak mengalami masalah ingatan. Setengah dari partisipan ini diberi ekstrak herbal ginkgo dlam bentuk pil tiga kali sehari dan setengah lainnya meminum pil plasebo.

Selama penelitian, tercatat 21 partisipan mengalami masalah daya ingat dengan tingkat ringan. Ke-21 orang ini 14 di antaranya yang mengonsumsi plasebo dan 7 yang mengonsumsi ekstrak ginkgo. Meskipun ada kecenderungan bahwa manfaat ginkgo dirasakan para partisipan, namun perbedaan dari mereka yang mengonsumsi ginkgo atau plasebo secara statistik perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Namun ketika peneliti memperhitungkan apakah partisipan mengikuti petunjuk cara mengonsumsi pil, terungkap bahwa mereka yang benar-benar mematuhi petunjuk tercatat 68 persen berisiko lebih rendah mengalami gangguan ingatan ringan dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.

¨Hasil riset ini memang harus diklarifikasi lagi dengan studi yang lebih besar, namun temuan ini menarik sebab ginkgo sudah digunakan secara luas, mudah didapatkan dan harganya murah,¨ ungkap Dodge.

Risiko stroke
Satu hal yang menjadi catatan penting, kata peneliti, dari riset ini juga ada indikasi peningkatan risiko stroke di antara kelompok yang mengonsumsi ginkgo. Kejadian stroke terjadi pada tujuh partisipan yang meminum pil ginkgo, sedangkan di kelompok plasebo tidak ada partisipan mengalami stroke.

¨Gingkgo pernah dilaporkan dapat menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan pendarahan. Namun stroke pada kasus ini terjadi akibat pembekuan darah, bukannya pendarahan yang parah, dan secara umum tidaklah parah,¨ catat Dodge.

¨Penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk menentukan apakah ginkgo memiliki manfaat dalam mencegah penurunan fungsi kognitif berikut keamanannya bagi kesehatan,¨ tandas Dodge.

Tolak Angin Si Kunyit Putih

MESKI tak setenar kunyit yang masih saudara serumpun, kunyit putih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi herba potensial. Pengakuan empiris maupun penelitian membuktikan, rimpang ini bermanfaat untuk menolak angin dan efektif menekan risiko kanker.

Dalam pemakaian sehari-hari kunyit putih belum sepopuler saudara kandungnya, kunyit kuning. Maklumlah, secara fisik dan rasa memang beda. Kunyit memiliki warna daging lebih kuning dan rasanya tak begitu getir. Ukurannya pun cenderung lebih besar dibanding kunyit putih, tetapi keduanya memiliki aroma khas dan kuat lantaran kandungan minyak atsirinya.

Selama ini sebagian masyarakat Indonesia sudah mengakui khasiat kunyit putih sebagai pereda masuk angin. Seperti yang dituturkan oleh Bu Aisyah, penggemar tanaman obat yang tinggal di Depok. Menurut pemilik kedai jamu ini, kandungan minyak atsiri yang tinggi yang membuatnya berkhasiat.

”Cara membuat ramuannya cukup sederhana. Ambil kunyit 200 gram yang telah dicuci dan dikupas, kemudian parut dan peras untuk diambil airnya. Setelah itu panaskan dan minum hangat-hangat. Jika terasa agak getir dapat ditambahkan madu secukupnya,” papar Aisyah.

Pengalaman serupa juga dituturkan Ansori. Pria ini mengaku mengenal khasiat kunyit putih setelah ibunya divonis menderita kanker. Tepatnya awal tahun lalu, ia mencoba mencari alternatif selain kemoterapi. Atas rekomendasi seorang dokter, ia disarankan mencoba ekstrak kunyit putih.

“Kunyit putih ini mengandung suatu zat yang akan menempel secara selektif pada sel-sel abnormal. Zat ini dipercaya mampu memandulkan perkembangan sel yang doyan berkembang biak. Banyak pasien yang cocok. Dokter juga meningatkan agar penderita tetap menjaga pola makan dan menghindari konsumsi makanan berpengawet,” katanya.

Hambat Sel Kanker
Selain dikenal sebagai pereda masuk angin dan gangguan ringan lainnya seperti maag, kunyit juga diyakini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai herba pelengkap penyembuhan kanker.Rimpang kunyit putih mampu menghambat laju perkembangan sel kanker dan mencegah kerusakan gen yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Hal ini karena rimpangnya mengandung riboisme in activating protein (RIP), yakni protein toksis dan kurkumin. Senyawa protein inilah yang menghambat laju sel kanker.

Memang untuk pelengkap penyembuhan kanker, masih perlu penelitian lebih lanjut. Meski demikian, di pasaran sudah beredar beberapa produk yang berbahan dasar kunyit putih dan diakui cocok oleh para penderita kanker.

Peneliti obat tradisional dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Mangestuti, MS, Apt., menerangkan khasiat kunyit putih telah dikenal turun temurun. Sejauh ini uji klinis khasiat kunyit putih baru sebatas pemanfaatan minyak atsiri untuk gangguan pencernaan. Sementara khasiat untuk kanker, belum ada hasil penelitian resmi dan saat ini penelitian lebih lanjut sedang dilakukan.

Mangestuti menambahkan, prinsipnya segala jenis akar rimpang memiliki khasiat yang hampir serupa. Rata-rata tanaman rimpang semacam jahe, kunyit, temu kunci memiliki kandungan minyak atsiri yang bagus untuk pencernaan, misalnya sebagai pereda perut kembung, mual, sakit perut. Di masyarakat, tak sedikit orang yang telah merasakan khasiatnya. Konsumsi perasan air kunyit putih dalam porsi wajar meskipun setiap hari terbukti tidak memberikan efek merugikan.

Bernilai Tinggi
Balitbangkes Departemen Pertanian RI membukukan penelitian kunyit putih dalam Jurnal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Volume XVI, Nomor 1 Tahun 2006. Jus temu putih atau kunyit putih bersama temu mangga mampu mengatasi berbagai keluhan pada perut seperti sakit perut, diare, mual, sebah, dan kembung. Uji coba ini dilakukan pada tikus putih jantan.

Hasil percobaan yang terlihat pada feses tikus tersebut membuktikan bahwa kunyit putih mampu mengatasi diare serta berkhasiat sebagai peluruh kentut (karminatif), juga mempercepat penyembuhan luka dan memar.

Untuk pemakaian luar seperti memar, keseleo, bisul yang sulit pecah, cukup borehkan parutan rimpang kunyit putih pada bagian tubuh tersebut. Masyarakat tradisional juga kerap menggunakan gilingan rimpang yang menjadi serbuk dan dikeringkan sebagai bedak.

Tanaman yang masih sekeluarga dengan jahe ini bisa tumbuh di mana saja dan tidak perlu perawatan khusus. Sebagai salah satu komoditi agribisnis, nilai ekonomisnya cukup tinggi. Pasar terbesar adalah Amerika yang mengimpor kunyit putih untuk bahan dasar pembuatan minyak wangi. Aromanya hangat, sejuk, khas kayu-kayuan, dan memberikan efek terapi rileksasi.

Meramu Herba Tunggal
Tidak sulit memanfaatkan kunyit putih. Tanaman ini bisa digunakan sebagai herba tunggal, tanpa campuran lain. Berikut beberapa contoh ramuannya:

Masuk angin:
- Ambil 200 gram kunyit putih yang telah dicuci bersih. Kupas dan parut lalu diambil airnya. Sebelum diminum sebaiknya hasil rebusan dipanasi agar terasa hangat. Jika ingin sedikit manis dapat ditambah madu secukupnya.

Gangguan pencernaan:
- Ambil satu rimpang kunyit putih ukuran sedang, kemudian cuci bersih dan kupas. Setelah itu dapat langsung dikunyah.

Obat luar:
- Ambil beberapa rimpang kunyit putih, kupas, lalu tumbuk atau parut. Campur dengan asam kawak. Balurkan bubuk atau hasil parutan campuran kedua bahan tersebut ke bagian kaki yang sakit, linu, maupun bengkak. Agar lebih hangat dan lembut, campur dengan minyak kelapa.

Minuman kesehatan:
- Ambil rimpang kunyit kurang lebih 100 gr atau secukupnya. Parut untuk kemudian diambil airnya. Tambahkan madu agar rasanya agak manis. Minum sehari sekali. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran air seni, obat diare, serta menambah nafsu makan.

Teh Hitam, Cegah Jantungan

AKIBAT WESTERNISASI, masyarakat Indonesia terutama kaum mudanya kini justru lebih menyenangi pola makan gaya barat. Katanya, "kalau tidak makan hamburger, gak gaul". Kalau tidak makan spageti dianggap ndeso. Padahal kebanyakan menu-menu "barat" ini kerapkali minim sayur mayur dan buah.

Sayur mayur dan buah, menurut ahli gizi dari IPB, Prof. Ali Khomsan sangat kita perlukan karena mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, terutama vitamin antioksidan penangkal radikal bebas penyebab kanker dan penyakit degeneratif (jantung, stroke, diabetes mellitus).

Di zaman yang sedang dilanda krisis lingkungan ini, antioksidan tampaknya menjadi hal vital. Pencemaran lingkungan yang begitu kentara kita rasakan dimana-mana tidak kenal tempat, entah itu di kota maupun desa.

Tak heran bila banyak pula produk yang dengan gencarnya menambahkan kandungan antioksidan ke dalamnya. Air mineral misalnya. Namun, menurut Ali, berbeda dengan bila kita mengonsumsi teh hitam. Selain air yang kita dapatkan yang bisa menjadi wahana teh itu sendiri, kandungan lain dalam teh hitam juga bermanfaat bagi kesehatan kita. Teh hitam, dikatakan Ali juga mengandung antioksidan, bahkan lebih kuat dibanding vitamin E dan C biasa.

Zat aktif yang disebut Catechinlah yang menjadi jagoannya. Dari sekian ratus kandungan kimia di dalam teh, zat aktif satu inilah yang paling hebat. Antioksidan catechin dalam proses pembuatan teh hitam, kata Ali Khomsan akan dirubah menjadi Theaflavin sehingga penikmat teh dapat merasakan perbedaan kesegaran rasa dan warna yang mencolok yakni kemerahan.

Nah, aktivitas Theaflavin sebagai antioksidan setara bahkan lebih tinggi daripada catechins sendiri. Menurut Ali, yang mengutip penelitian Prosenjit dan Sukta tahun 2003, Theaflavin dikatakan mempunyai laju penangkapan radikal bebas lebih tinggi daripada EGCG (epigallo catechin gallate), salah satu jenis Catechin. Theaflavin bahkan dikatakan meningkatkan antioksidan alami dalam tubuh (glutation peroksidase, katalase).

Dengan demikian, antioksidan yang lebih kuat dalam teh hitam inilah yang menjadi kunci kenapa teh hitam lebih jagoan dibanding minuman jenis lain seperti air mineral. Sebagai informasi, antioksidan dikatakan bermanfaat dalam mencegah penyakit jantung dan stroke serta penyakit degeneratif lain karena mampu menghambat oksidasi kolesterol jahat. "Bila kolesterol jahat ini teroksidasi, maka penyumbatan pembuluh darah akan mudah terjadi," jelas Ali.

Bahkan, kata Ali, teh hitam dikatakan terkait dengan pengurangan risiko obesitas sehingga membuat berat badan menjadi ideal. Terlebih lagi, konsumsi teratur 1-2 cangkir sehari membuat peredaran darah menjadi lancar dan mengurangi penumpukan kolesterol dalam tubuh sampai 40 persen. Tapi ingat, bagi ibu yang sedang hamil Prof Ali menyarankan, "Batasi minum teh karena biasanya ibu hamil kekurangan darah atau anemia," Teh ini akan meningkatkan risiko ini.

Olahraga 10 Menit Bantu Pengidap Obesitas

MANFAAT aktivitas fisik atau olahraga secara teratur bagi kesehatan memang tak terbantahkan lagi. Olahraga, bahkan walaupun hanya sepuluh menit, bila dilakukan rutin setiap sehari terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup.

Seperti yang dilaporkan para peneliti dalam Konferensi Jantung Amerika yang membahas soal Nutrisi, Aktivitas Fisik dan Metabolisme, penderita obesitas khususnya para wanita mengalami peningkatan kualitas hidup berkat akitivitas olahraga secara teratur 10 hingga 30 menit sehari.

Kesimpulan itu adalah hasil sebuah riset bertajuk Dose Response to postmenopausal Women (DREW) yang melibatkan sekitar 430 wanita pascamenopause berusia rata-rata 57 tahun yang mengalami kegemukan atau obesitas. Peneliti membagi partisipan secara acak ke dalam empat kelompok, tiga di antaranya menjalani berbagai kegiatan olahraga dan satu kelompok yang tidak melakukan olahraga.

Peneliti juga mengukur kualitas hidup para partisipan baik sebelum maupun sesudah program latihan selama enam bulan. Hasil pengukuran ini juga disesuaikan dengan usia, status pekerjaan, kebiasaan merokok, penggunaan obat antidepressan dan status pernikahan.

¨Sementara wanita yang berpartisipasi dalam kelompok olahraga paling aktif menunjukkan kualitas terbaik dalam tingkat kehidupannya, wanita yang kelompok kurang aktif pun menunjukkan adanya perbaikan,¨ ungkap Angela Thompson, peneliti dari Biomedical Research Center in Baton Rouge, La.

¨Pesan kesehatan untuk masyarakat ini penting, sebab mendukung gagasan bahwa kalaupun seseorang tak bisa berolahraga satu jam sehari, berolahraga selama 10 hingga 30 menit pun bermanfaat,¨ tambahnya.

Dari hasil riset terungkap, seluruh partisipan yang melakukan olahraga mengalami perbaikan fungsi sosial secara siginifikan dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Selain itu, wanita yang aktif berolahraga yakni antara 135 hingga 150 menit dalam minggu, juga menunjukkan perbaikan dalam kondisi kesehatan secara umum, vitalitas dan kesehatan mental.

Wanita yang aktif berolahraga pun menunjukkan perbaikan dalam hl fungsi fisik, keterbatasan peran dalam pekerjaan atau aktivitas lain akibat masalah fisik serta keterbatsan peran akibat problem emosional.

Batasi Garam Bikin Anak Langsing

Jika anak Anda kegemukan atau kelebihan berat badan, kini ada solusi mudah untuk mengatasinya. Menurut hasil sebuah penelitian, mengurangi kandungan garam dalam setiap makanan yang dikonsumsi anak-anak akan membuat badan mereka tetap langsing.

Para peneliti dari St. George's University of London baru-baru ini melaporkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi sedikit garam cenderung meminum sedikit soft drink atau minuman ringan yang dikenal kaya akan gula. Dengan begitu, secara tidak langsung mereka juga terhindar dari masalah tekanan darah tinggi dan obesitas.

Seperti yang dipubliksikan dalam journal Hypertension, peneliti mengatakan bahwa penurunan risiko ini juga dapat menekan kasus serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

"Softdrink yang kaya pemanis adalah sumber asupan yang signifikan dari kalori pada anak-anak,¨ ungkap salah satu peneliti Dr. Feng He .

"Ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman ringan yang memakai pemanis gula berhubungan dengan obesitas pada orang muda ," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

"jika anak-anak berusia 4 hingga 18 tahun mengurangi asupan garam hingga setengahnya, akan ada penurunan sekitar dua kaleng minuman ringan per minggu pada setiap anak, oleh karena itu setiap anak ini akan mengalami pengurangan asupan kalori hampir 250 kilokalori per minggu," ujarnya.

Dr Fang He dan rekannya menganalisis data dari survei nasional yang dilakukan pada 1997 yang melibatkan sekitar 2.000 anak berusia 4 hingga 18 tahun di wilayah Inggris Raya. Lebih dari 1.600 anak lelaki dan wanita tercatat selalu mengonsumsi garam. Semua jenis minuman dan makanan yang mereka konsumsi ditimbang dan juga ditulis dalam sebuah catatan harian.

"Kami menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi sedikit garam meneguk sedikit minuman. Dari riset kami, diperkirakan bahwa pengurangan 1 gram garam dari makanan sehari-hari dapat menurunkan asupan cairan hingga 100 gram per hari ," terang peneliti.

Anak-anak yang memakan sedikit garam juga meminum lebih sedikit soft drink. Feng He memprediksikan, pengurangan 1 gram garam dapat menurunkan konsumsi minuman ringan hingga 27 gram per hari. Perhitungunan ini keluar setelah mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan serta tingkat aktivitas fisik .

He mengatakan, para orang tua sebaiknya memeriksa terlebih dulu label atau merek makanan. Pilihkan poduk-produk yang rendah garam dan jangan menambahkan garam ketika memasak dan menikmati hidangan di meja makan.

"Pengurangan sedikit garam antara persen hingga 20 persen tidak akan terasa oleh reseptor perasa asin ," ujarnya.

Menurut American Heart Association,orang dewasa seharusnya mengurangi asupan sodium hingga mencapai 2.300 miligram atau 2,3 perhari. Ini sekitar satu sendok teh. Orang Amerika dan Inggris rata-rata mengonsumsi 75 persen sodium dari makanan olahan seperti saus tomat, sambal, sup, makanan kaleng atau jenis makanan lainnya.